Share

Harta Mengubah Segalanya

Penulis: Otty A
last update Terakhir Diperbarui: 2024-03-06 09:00:06

"Harusnya aku yang bertanya padamu! Apa yang kau lakukan di sini! Kenapa kau berani masuk ke ruanganku tanpa izin!" Arnold meneriaki balik wanita tersebut.

"Maaf Pak." Si wanita segera menutup pintu dengan kasar. Wanita itu adalah sekretaris pribadi Arnold yang sejak lama memendam rasa kepada Arnold namun Arnold enggan untuk menanggapinya.

"Aku minta maaf padamu. Aku terpengaruh minum minuman ker4s. Ini uang untuk semua gula yang aku ambil dari kiosmu!" Arnold menarik laci meja dan mengambil uang dari sana. Ia menyerahkan uang itu kepada Sulastri.

Sulastri tak banyak bicara. Ia hanya mengangguk dan mengambil uang dalam amplop coklat tersebut. Lalu keluar dari ruangan Arnold.

"Hufft! Untunglah perempuan itu tadi datang tepat waktu. Kalau tidak, maka aku bisa diperk0s@ oleh orang kaya itu!" keluh Sulastri.

Sulastri memutuskan untuk pergi ke kios dan menyerahkan uang hasil penjualan gula kepada bosnya.

Sesampainya ia di pasar, si bo
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Rencana Jahat

    Viko sampai di rumah. Ia duduk di ruang tamu, tangannya memegang ponsel tapi matanya menatap ke arah yang berbeda. "Aku membuatkan teh untukmu." Ana menyapa, dengan secangkir teh di tangannya.Viko hanya diam, tatapannya seperti kosong. Seolah suara Ana hanya menggema di udara tak pernah sampai ke telinganya."Viko, ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa tegang sekali?" Ana memperhatikan wajah suaminya yang tanpa ekspresi.Viko menoleh, ia menggeleng pelan. Ana menyodorkan gelas berisi teh. "Minumlah, supaya lebih rileks." "Terima kasih, Ana." Viko menatap Ana, dalam. Ucapan terima kasihnya terdengar cukup tulus."Jika ada masalah, katakan saja. Aku siap menjadi pendengar yang baik untukmu." Meski memiliki segudang pertanyaan dan banyak keraguan terhadap Viko, Ana ingin rumah tangganya baik-baik saja."Tidak ada masalah apa-apa, Ana. Semuanya baik-baik saja." Mana mungkin Viko mengatakan yang sebenarnya pada Ana."Baiklah kalau begitu. Aku harus ke dapur untuk memasak makan m

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Permainan Dimulai

    Viko dengan enggan harus mengakhiri permainan panasnya. Ia meraih celananya yang ada di sisi ranjang. "Siapa yang datang malam - malam begini?" Viko mengomel sembari berpakaian. "BRak!" Tamu yang ada di luar rumah, tampaknya tak sabar menunggu sang empunya membuka pintu.Viko akhirnya membuka pintu rumah. Ia melihat wajah tak asing berdiri tepat di depannya."An- Andrew? Sedang apa kau di sini? Dan bagaimana kau bisa tahu, kalau aku ada di sini?" Mata Viko melotot, hampir keluar dari tempatnya."Mobilmu ada di depan rumah. Dan aku tinggal tak jauh dari sini." "Kau tinggal dimana?""Sedang apa kau di sini?" Andrew tak menjawab pertanyaan dari Viko, ia malah balik bertanya."Aku, ini adalah rumah temanku. Ada urusan yang harus ku kerjakan di sini.""Jadi ini adalah rumah temanmu?" Kedua mata Andrew memindai bagian luar rumah dengan cepat."Aku sudah selesai. Aku harus pulang sekarang." Viko keluar dari pintu dan langsung menutup pintu rumah. Sementara Asih, dia hanya berdiam diri di

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Jeda Permainan

    Makan malam hari ini dimasak oleh Aurelia. Ana juga membantunya untuk menyelesaikan menu makanan penutup. Semua orang duduk di kursi dengan canggung. Johan sudah mendengar soal Asih yang dipecat oleh istrinya tanpa bermusyawarah dulu padanya, ia hendak bertanya tapi ada ragu yang membelenggu. Ia tak mau bahasan soal pembantu, membuatnya dan sang istri berdebat atau mungkin malah bertengkar hebat."Aku sudah memecat Asih." Tanpa diduga, obrolan Aurelia setelah makan malam langsung ke arah sana."Ya, Viko sudah menceritakannya. Papa hanya ingin tahu, kenapa Mama begitu marah hanya karena Asih pergi keluar sebentar.""Pergi ke toko perhiasan lebih tepatnya. Toko perhiasan langganan Mama! Seorang pembantu pergi ke toko perhiasan mewah, apa yang akan dia gunakan untuk membayar?" "Ma, dia kan sudah menikah. Sudah ada suami. Jadi wajar saja kalau dia pergi berbelanja perhiasan." Jawaban Johan masih terkesan membela Asih."Suaminya hanya karyawan biasa di perusahaan kita. Gajinya 2 bulan, ba

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Diusir

    Aurelia memindai ke seluruh ruangan dan dengan cepat, ia menemukan Asih yang sedang bicara dengan kasir."Benar benar keterlaluan!" Aurelia geram, ia berjalan menghampiri Asih. "Jadi, ini lah yang kau kerjakan jika tak ada orang di rumah. Kau keluar dari rumah dengan memperdaya anakku?!" Aurelia melotot, tatapannya membuat nyali Asih menciut.Semua orang yang ada di sana, melihat ke arah mereka berdua. Viko melongo, melihat Aurelia telah berhasil menemukan Asih. "Ma, kenapa Mama berteriak di tempat umum? Semua orang sedang melihat ke arah Mama, sekarang." Viko berusaha untuk mendinginkan hati ibunya."Benar sekali Nyonya. Lagi pula, aku datang ke sini bersama dengan suamiku," ucap Asih dengan suara bergetar."Suami? Mana suamimu? Ha! Mana suamimu!" Aurelia berteriak makin kencang. Dan satu t4mpar4n melayang ke wajah Asih."PLak!" Telinga Asih berdengung karenanya. Ia menutupi wajahnya, berusaha untuk melindungi diri."M

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Toko Perhiasan

    "Asih! Semalam Andrew meneleponku! Dia bilang, ponselmu tidak bisa dihubungi!" Tiba tiba Viko datang dan menyela pembicaraan.Aurelia menoleh ke arah Viko, begitu juga dengan Asih. Pembicaraan yang sempat terjadi di antara mereka berdua pun, terhenti. Aurelia kembali ke kamarnya untuk mandi. "Asih, ingat jangan pernah bocorkan rahasia kita kepada siapapun. Jika tidak, anak yang ada di dalam perutmu itu, mungkin akan kehilangan ayah untuk selamanya." Viko mengancam.Asih hanya bisa mengangguk setuju. Viko pun pergi dari hadapan Asih, kembali ke lantai atas.*****Jam 7 pagi, semua orang berkumpul di ruang makan. Viko makan dengan lahap, begitu juga dengan Johan. Kemampuan memasak Ana, tidak diragukan lagi. Semua orang yang menikmati sarapan, memuji makanan buatannya."Wah! Sarapan hari ini, enak sekali! Asih memang pintar memasak!" Johan bicara sambil mengunyah sisa makanan di mulutnya."Bukan dia yang memasak! Dia mana

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Menyewa Rumah?

    "Aku hanya meminta Asih untuk membuatkan teh. Itu saja kok." Viko berbohong."Teh? Di tengah malam seperti ini?""Iya, teh hangat! Memang kenapa kalau tengah malam, aku minum teh hangat?" "Kan ada aku, kenapa kamu harus minta bantuan Asih?" Nada suara Ana terdengar makin meninggi, dan terdengar jelas oleh Asih."Ana, ini hanya hal sepele. Kamu seharusnya tidak perlu bereaksi berlebihan." "Jadi aku yang berlebihan?" Ana mengerutkan kening."Sudahlah, aku malas berdebat. Aku mau tidur lagi." Viko pergi melewati Ana begitu saja. Ana menghembuskan nafas, ia melihat ke arah jam dinding. Karena tak mau perdebatan yang terjadi di antara mereka, sampai terdengar di telinga orang tuanya, Ana memilih untuk kembali ke kamar tamu.Ana merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia melupakan rasa hausnya yang melandanya, tadi. "Tidak mungkin Viko ke kamar pembantu di tengah malam, hanya untuk dibuatkan teh." Pikiran Ana mulai tida

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status