Share

Melawan

Penulis: Money Angel
last update Tanggal publikasi: 2025-10-23 20:00:01

Udara malam masih dingin setelah hujan reda. Di sana, di depan rumah besar yang dulunya pernah diharapkannya menjadi rumah ternyaman. Hana berdiri memandangi teras yang terang, pertanda penghuninya belum tidur. Karena mungkin mereka sedang menunggunya.

Di sampingnya, Adam berdiri dengan kedua tangan diselipkan di saku celana, bersandar di mobilnya. Wajahnya tenang, tapi matanya memperhatikan Hana dengan cermat.

“Kamu yakin mau masuk sendiri?” tanyanya pelan, suaranya

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Bonus Chapter: Neraka yang Ternyata Rumah

    Sudah tiga bulan sejak Mona resmi menjadi Nyonya Wijaya. Dan sampai hari ini... Mona masih merasa dirinya sedang menjalani hukuman sosial tingkat nasional. Pagi itu pukul enam lewat lima menit. Mona berdiri di dapur dengan rambut berantakan, mata setengah terbuka, dan celemek bergambar stroberi yang dipilihkan mertuanya. Di hadapannya... Sebiji telur gosong. Dan satu panci yang entah bagaimana bisa mengeluarkan asap. "Ya Tuhan..." Mona memegang kepalanya. "Aku cuma mau bikin sarapan." Pintu dapur terbuka. Arsen masuk sambil menggulung lengan kemejanya. Pria itu berhenti beberapa detik. Menatap telur, menatap panci, lalu menatap Mona. Kemudian berkata tenang, "Masih nyala?" Mona langsung menunjuk kompor, "Aku nggak tahu kenapa dia meledak." "Itu telur." "Aku tahu itu telur!" "Kelihatannya tidak." Mona langsung mendelik. Arsen malah tertawa kecil. Sangat kecil. Tapi cukup membuat Mona semakin kesal. "Jangan ketawa!" "Aku nggak ketawa." "Kamu ketawa!" "Aku c

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Bonus Chapter: Senjata Makan Tuan

    Kalau ada satu hal yang tidak pernah bisa diterima Shila Putri dalam hidupnya, itu adalah kenyataan bahwa Hana selalu lebih beruntung darinya. Dulu... Hana lebih pintar, lebih disayang orang, lebih berhasil, dan sekarang... bahkan suaminya pun adalah Adam Mahendra. Pria yang menurut Shila seharusnya menjadi miliknya. Maka ketika keluarga besar berkumpul beberapa minggu setelah resepsi keluarga Mahendra, pikiran kotor itu kembali muncul. Satu kesempatan. Hanya butuh satu kesempatan. Kalau Adam jatuh ke pelukannya, semuanya bisa berubah, atau setidaknya... rumah tangga Hana bisa hancur, dan itu sudah cukup membuat Shila puas. Malam itu sebuah kamar hotel telah disiapkan, atas nama Hana Mahendra. Persis seperti yang direncanakannya. Shila bahkan sudah mengatur berbagai skenario di kepalanya. Begitu Adam masuk... ia tinggal membuat situasi terlihat ambigu. Alat perekam video sudah disiapkan untuk skandal yang akan menghancurkan Hana. Dan sisanya akan berjalan sendiri sesua

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Kebahagiaan Yang Lengkap

    Beberapa hari setelah konferensi pers yang mengguncang jagat maya, kehidupan perlahan kembali tenang. Berita tentang Hana dan Adam yang sempat memenuhi layar televisi, portal berita, dan media sosial mulai tergeser oleh isu-isu baru. Seperti biasa, dunia bergerak terlalu cepat untuk terus memikirkan satu orang. Namun, satu kabar tetap sempat beredar di kalangan tertentu. Terutama di lingkungan para pengusaha. Kabar tentang putri tunggal pemilik Virel Media yang akan menikah dengan pewaris keluarga Wijaya. Dan tentu saja, kabar itu akhirnya sampai juga ke telinga Adam. Pagi itu, Adam sedang duduk di ruang kerja rumah mereka sambil memeriksa beberapa dokumen ketika sebuah nama menarik perhatiannya. Arsen Wijaya. Adam mengangkat sebelah alis, "Hm." Hana yang sedang duduk di sofa sambil mengecek daftar tamu menoleh, "Ada apa?" Adam memutar layar tabletnya sedikit, "Katanya Mona akan menikah dengan Arsen Wijaya." Hana langsung terdiam beberapa detik, "Oh..." Hanya i

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Duda Green Flag Adalah Penjara

    Dua hari kemudian. Mona duduk di kursi mobil dengan wajah muram sambil menatap keluar jendela.Sejak berangkat tadi, bibirnya hampir tidak berhenti komat-kamit sendiri."Semoga nggak botak...""Ya Tuhan...""Jangan gendut...""Jangan kumisan kayak bapak-bapak pengusaha minyak...""Dan jangan senyum genit..."Semakin dipikirkan, wajah Mona malah makin meringis ngeri sendiri.Di sampingnya, Mamanya beberapa kali melirik sambil memijat pelipis."Mona.""Hm?""Mukamu kayak orang mau dihukum gantung.""Memangnya beda?" gumam Mona pelan.Tak lama kemudian mobil memasuki halaman rumah keluarga calon mempelai.Dan Mona langsung terdiam. Rumahnya besar. Sangat besar.Tapi anehnya tidak terasa seperti rumah orang yang sengaja memamerkan kekayaan.Halaman dipenuhi tanaman hijau yang terawat rapi. Ada taman kecil. Bahkan ada ayunan kayu di dekat pohon besar.Hangat, dan auranya bukan mewah yang menusuk mata.Mona turun perlahan. Namun wajahnya masih waspada."Biasanya yang begini justru pemilikny

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Bangkrut Atau Menikahi Duda

    Bangkrut atau Menikahi DudaMona masih terduduk di lantai kamarnya dengan wajah basah penuh air mata. Sementara sang papa yang sebelumnya pergi dari kamar Mona dengan kemarahan, kembali dengan napas berat.Sedangkan Mama Mona yang masih shock karena baru sadar dirinya dipermainkan anak sendiri, kembali dikagetkan oleh kemarahan susulan suaminya.Brak!!!Papanya melempar map yang baru saja dibawanya dari sang asisten yang datan gtergesa tadi.“Apa lagi, Pa...” suara Mona bergetar.“Lihat sendiri! Kamu pikir masalahnya selesai di keluarga Mahendra?”Mona menoleh bingung. Dan saat membuka lembar pertama, wajahnya perlahan kehilangan darah. Karena itu laporan kerja sama, puluhan kontrak, puluhan investor, dan di hampir semua halaman tertulis... PEMBATALAN KERJA SAMA.Tangannya langsung gemetar, “P-pa... ini apa?”Papanya tertawa getir. Kumpulan senyum menyakitkan orang yang sudah terlalu marah.“Keluarga Mahendra memang nggak menyerang kita. Mereka nggak ancam Papa. Mereka juga nggak paka

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Amarah Tidak Terbendung

    Ruang pertemuan kembali gaduh dengan gemuruh bisik-bisik para pemburu berita. Hingga sampai suara Adam kembali memecah kegemparan tersebut.“Dan perlu kalian ketahui juga....”Kerumunan mulai membuka mata dan telinga mereka lagi.“Jika saja saya tidak bertemu Hana, mungkin saja... Sampai detik ini saya ataupun Ayah saya tidak akan bertemu dengan Ibu kandung saya.”Gemuruh suara mulai pecah kembali, tapi Adam tidak peduli. Ia kembali menceritakan hubungan Bunga dan Hana dengan jelas.Membuat setiap pikiran kotor tentang Hana sebelumnya memudar bersih, hingga kini mulai beropini.“Jadi, jika ada tuduhan tentang sihir atau semacamnya yang telah dituduhkan kepada istri saya, saya tidak sepenuhnya menyangkal. Karena itu bersifat gaib dan tidak bisa dicerna secara logika.”“Tapi bisa saya katakan, jika sihir itu memang ada. Ya, saya rasa saya sudah terkena sihir oleh Tuhan, sehingga bisa jatuh cinta pada wanita tepat, yang ternyata menjadi jembatan kebahagiaan saya dan orang tua saya.”“Set

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Bukan Sambutan Hangat

    Seperti biasa, kebersamaan mereka berdua dilalui dengan senyap. Perjalanan pun sepi tanpa tanya jawab intens selayaknya pasangan. Sampai ketika mobil Reza memasuki perumahan elite dan berhenti di depan rumah orang tua kekasih Hana itu.Halaman memang tidak terlalu luas, tapi taman mini di sana ter

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Kenapa Bohong

    Ruang restoran itu masih riuh dengan suara gelas berdenting, tawa karyawan, dan aroma hidangan yang menggoda. Tapi bagi Hana, suasana yang seharusnya menyenangkan itu terasa menyesakkan.‘Tidak semua orang ingin mendengar kabar bahagia orang lain, katanya?’ kalimat Adam sebelumnya masih terngiang j

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Mana Mungkin Lupa

    Suasana ruang rapat kembali hening setelah para staf mulai keluar satu persatu dari ruangan. Tapi Hana masih di sana, berdiri memegang mapnya. Jantungnya terasa berdegup kencang melihat Adam ada di hadapannya saat ini.Adam sedang merapikan dokumen di meja, seolah benar-benar tidak terusik oleh keb

  • Gelora Cinta Bos Berondong Manisku   Saat Waktu Mengubah Semua

    Bandara International Soekarno Hatta dipenuhi suara pengumuman keberangkatan. Di antara kerumunan, Hana, mahasiswi tahun terakhir berusia dua puluh dua tahun, berdiri di depan gerbang keberangkatan dengan mata berkaca-kaca.Di hadapannya, Adam—remaja lima belas tahun dengan koper besarnya, sedang m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status