Se connecterBlurb Anes Mandalika, seorang mentor bisnis di salah satu perusahaan konsultan. Wanita itu dibuat tak berdaya saat Bramasta Dirga juniornya yang dengan selisih umur lebih dari separohnya berulang kali menyatakan rasa sukanya. Sebagai seorang mentor, harusnya Anes bisa mencegah pernyataan suka yang entah sengaja atau tidak telah bersemi di hati Bram. Di luar ekspektasi, keduanya sering tanpa sengaja jalan bareng di acara bisnis mereka yang kebetulan berada di perusahaan yang sama. Bagaimana akhir kisah cinta terlarang mereka, sebab Anes sudah punya keluarga dan Bram sudah punya kekasih hati. Nantikan keseruan kisah cinta terlarang mereka hanya di novel yang berjudul Godaan Berondong Nakal.
Voir plusSatu jam penerbangan terasa singkat oleh Bram. Rasanya belum cukup puas dia duduk berdampingan tanpa jarak dengan wanita pujaannya. Namun, tak begitu dengan Anes. Wanita itu menghela napas lega, usai pramugari menginformasikan untuk mengencangkan sabuk pengaman, karena pesawat akan segera landing. "Mohon kepada para penumpang, agar mengenakan sabuk pengamannya, karena sebentar lagi pesawat akan landing." Anes memejamkan netranya sesaat, merasakan debar jantungnya yang perlahan kembali normal. Seolah-olah membebaskan tubuhnya dari kungkungan anakan serigala jantan yang buas. Bagaimana tidak. Di sampingnya duduk seorang berondong yang jahilnya bukan main. Bukan hanya jahil secara verbal tapi juga jahil secara visual. "Buruan berdiri ngapa?" sentak Anes kepada Bram. Bagaimana caranya dia tidak jengkel kepada pemuda yang ada di hadapannya itu, saat semua penumpang bersiap beranjak dari tempat duduknya. Sementara Anes masih terpaku di tempat, karena terhalang oleh Bram yang d
Netra Bram memang terpejam. Namun tak demikian dengan hatinya. Lelaki tengil yang enam bulan terakhir menjadi junior Anes itu terlihat sangat gelisah.Sementara Anes yang duduk di sebelahnya, tepatnya di dekat jendela menatap jauh ke luar sana. Sebelum pesawat yang mereka tumpangi benar-benar lepas landas, ibu satu anak itu mengambil gambar di area bandara dari dalam pesawat.Satu jepretan lengkap dengan view jendela pesawat dia unggah ke story wa-nya dengan caption, [Bismillah! Mencari suasana baru.]Bram yang diam-diam menelisik gerak-gerik Anes, tersenyum saat sekali-kali dia mencuri pandang ke arah Anes. Bertepatan dengan itu, notifikasi ponsel Bram berbunyi. Moment ini digunakan oleh Bram untuk melihat story wa Anes.Anes menoleh ke arah Bram dengan kening mengkerut."Loh ... katanya mau tidur? Kok masih main hp?""Belum bisa terlelap. Mau lihat siapa yang chat Bram dulu, sebelum pesawat lepas landas dan kita off."Anes hanya ber'oh' saja mendengar penjelasan Bram. Wanita itu p
Satu gigitan nyamuk di pipinya, membuyarkan hayalan Bram tentang Anes. "Nyamuk sialan!" umpatnya. Entah, ada apa dengannya, hingga keinginan dan obsesinya untuk bersama Anes, begitu kuat di dalam hatinya. "Maaf, ya, semua. Aku sedang ingin menikmati duniaku. Dunia halu yang sengaja kuciptakan sendiri," lirihnya. Bram mengusap wajahnya dengan kasar. Jam yang menempel di dinding kamarnya telah menunjukkan angka dua puluh tiga. Melihat perabotnya yang sudah dia siapkan baik-baik, laki-laki lajang itu berniat ingin melelapkan netranya, sejenak terbang ke pulau kapuk. Namun, belum genap lima menit netranya terpejam, tiba-tiba terdengar notifikasi ponselnya berbunyi. Ting! Ingin rasanya dia mengabaikan saja. Tetapi entah mengapa, dia penasaran saja siapa orang yang hampir tengah malam mengirimkan pesan untuknya. "Semoga Mbak Anes," gumamnya.. Bram mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, di samping tempat tidurnya. Netranya menyipit terkena cahaya lampu ponselnya
Dengan malas Bram membuka pesan yang baru saja masuk di ponselnya. Bram mengkerutkan keningnya. "Panjang umur dia. Baru saja aku batin, dia udah nongol," gumamnya. Bram membuka pesan dari Ana. Pemuda itu mengusap wajahnya dengan kasar. Ada perasaan lega tapi juga merasa bersalah. [Jika memang Mas Bram sudah tidak menginginkan hubungan ini, lebih baik kita break dulu saja. Silakan meyakinkan hati Mas dulu.] Bram mendengkus panjang. Lalu kembali melempar ponselnya ke atas kasur. Sejurus kemudian, sudah terdengar dia bersenandung di kamar mandi. "Bram ... buruan makan malam. Sudah ditunggu ayahmu." Terdengar suara Bu Mira memanggil anak bujangnya untuk makan malam. "Ya, Bu. Bram baru ganti baju. Nanti segera ke menyusul ke meja makan." Mendengar jawaban anaknya, Bu Mira gegas kembali ke meja makan. Di sana suaminya tengah minum teh hangat usai dia pulang dari masjid untuk salat Isya berjamaah. Bu Mira mengambil piring, lalu menuangkan nasi dan lauknya ke atas piring. Se
Bab 5 Rindu Itu BeratUsai sejenak celingak-celinguk di sana, dan tidak mendapati siapa-siapa, Bram hanya mampu mengkerutkan keningnya."Kok dia tahu, ya, kalau aku mengantarkan Mbak Anes pulang? Jangan-jangan dia masih di rumahku. Ah, shit!" gumamnya.Pemuda lajang yang kini sedang bermain hati de
Bram hanya bergeming saja. Dia menatap Anes dengan sangat tajam. Pemuda lajang yang umurnya setengah dari umur Anes itu, seperti sedang menikmati indahnya panorama senja di antara alam berkabut dan berembun di hadapannya."Bram!" sentak Anes untuk yang kedua kalinya, hingga membuat Bram terbangun d
"Kok kaget begitu?" tanya seorang gadis dengan perawakan tinggi besar, berhijab, kulit putih bersih, berkacamata yang dengan sumpringahnya telah berdiri di balik pintu ruang kerja Bram."Emm ... nggak, sih. Cuma ... dari mana kamu tahu, kalau aku kerja di sini dan di sini ruanganku?""It's easy pro
"Heh! Kamu?" ucap Anes sambil membelalakkan kedua bola matanya. "Loh, kok kaget begitu? Bukankah Bram biasa keluar masuk ruangan Mbak Anes?" jawabnya seraya duduk di sofa di mana Anes tepat menghadap ke sana. "Emm ... i-iya, sih. Lalu kenapa kemari? Bukankah jam istirahat sudah usai? Balik sono
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires