Share

Bab 28

Author: Joker Sarjana
last update Last Updated: 2025-12-16 10:20:33

Keesokan harinya, aku tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Tidurku semalam tidak nyenyak, pikiran terus berkeliaran antara situasi rumit di rumah dengan Mama Jessica dan juga tekanan halus dari Bu Siska yang semakin hari semakin membingungkan.

Merasa tidak enakan saja dengan karyawan lainnya. Jelas kecemburuan sosial pasti terjadi di sana.

Aku memarkirkan motor di basement, lalu naik lift menuju lantai empat. Begitu pintu lift terbuka, aku melihat sosok yang familiar berjalan di koridor, Kiara.

Ia mengenakan kemeja putih dan rok pensil hitam, rambutnya dikuncir kuda seperti biasa. Langkahnya cepat, matanya tertuju pada ponsel di tangannya. Sepertinya sedang membaca email atau pesan penting.

Aku berjalan di belakangnya dengan jarak beberapa meter, tidak berniat menyapanya karena tahu dia pasti akan cuek seperti biasa.

Namun tiba-tiba, aku melihat tanda peringatan di lantai. Lantai baru saja dipel oleh cleaning service. Ada kerucut kuning kecil dengan tulisan "HATI-HATI LANTAI LICIN
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 61

    "RADIT! KIARA! MAMA UDAH PULANG!"Suara lantang Mama Jessica dari lantai bawah langsung memecah keheningan, membuat jantungku seperti jatuh ke perut.Aku dan Kiara sama-sama tersentak, reflek saling pandang dengan ekspresi panik."Mampus!" batinku.Aku buru-buru meraih pakaian yang bertebaran di lantai dan memakainya kembali secepat mungkin.Jemariku sempat gemetar karena terburu-buru. Sementara Kiara hanya melihat dengan napas naik turun, pipinya masih merah. Ia tampak kecewa.Itu jelas terlihat dari cara ia mengembuskan napas panjang sambil memalingkan wajah."Nanggung banget ih..." gumamnya lirih, nada manja tapi dibalut rasa kesal yang tidak berusaha ia sembunyikan.Aku hanya bisa menelan ludah, tidak tahu harus menjawab apa.Kiara akhirnya bergerak, mengambil pakaiannya dan mengenakannya satu per satu. Gerakannya cepat tapi tetap lembut, seperti seseorang yang masih berusaha menyembunyikan degupan jantung yang belum stabil. Rambutnya ia rapikan dengan jari, walau beberapa helai

  • Godaan Mama Muda   Bab 60

    Jariku bermain lincah, memberikan petikan lembut, seolah ada senar gitar di dalam sana.Mata Kiara terlihat merem melek. Bibirnya terbuka sedikit, seolah ia berusaha menahan suara yang hampir lolos. Ketika napasnya tertahan di tenggorokan, aku merasakan tubuhnya ikut menegang ringan."Ahh..." desahnya, hampir seperti bisikan yang meluncur tanpa ia sadari. Ia menggigit bibir bawahnya, pipinya memerah, matanya mencari-cari wajahku."Kenapa, sayang?" tanyaku lembut.Kiara membuka matanya perlahan, menatapku dari jarak yang begitu dekat hingga aku bisa merasakan hangat napasnya."Nikmat sekali rasanya," bisiknya, suaranya dalam dan bergetar kecil. Lalu ia menarik wajahku, melumat bibirku tanpa ragu.Permainan bibir kembali terjadi, semakin dahsyat dari sebelumnya. Sementara jariku memainkan liang senggama-nya dengan gesit, membuat Kiara sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya.Tangannya naik ke belakang leherku, menarikku lebih dekat. Tubuhnya merespon sentuhan dan ciuman itu dengan gera

  • Godaan Mama Muda   Bab 59

    "Radit..." bisiknya pelan, suaranya sangat lembut, terdengar seperti desahan kecil."Maaf, aku gak bisa nahan."Aku menariknya sedikit lebih dekat, punggungnya sekarang benar-benar menempel di dadaku, dan aku bisa merasakan bentuk tubuhnya dengan sangat jelas.Kiara menghela napas panjang yang terdengar seperti menikmati."Radit, aku...""Kenapa, sayang?""Aku... aku suka dipeluk kayak gini."Aku tidak menjawab, hanya tersenyum pelan, sementara tanganku kembali bergerak, mengusap lembut bukit kembarnya, lalu perlahan turun ke bawah, merasakan lekuk pinggangnya yang ramping.Kiara menutup matanya, tubuhnya rileks di pelukanku."Tapi... kita harus berhenti," bisiknya, walau tubuhnya tidak bergerak menjauh."Kenapa?""Karena, kalau terus-terusan aku takut gak bisa nolak kalau kamu minta lebih."Ucapan itu justru membuat hasrat ku semakin membara."Aku belum siap buat itu.""Huft..."Aku menghela napas panjang, berusaha mengendalikan diriku."Oke... aku ngerti."Aku perlahan melepaskan pe

  • Godaan Mama Muda   Bab 58

    Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Aku membantu menyusun buku-buku di rak, sementara Kiara membereskan pakaian dalamnya sendiri, dengan sangat hati-hati dan juga malu-malu.Sesekali aku melirik ke arahnya, melihat punggungnya yang membungkuk, rambutnya yang jatuh menutupi wajah, dan gerakan tangannya yang lembut saat melipat pakaian.Namun pikiranku tidak bisa lepas dari pemandangan tadi.Celana dalam pink. Bra dengan renda. Ukuran 36C.Aku membayangkan bagaimana bentuknya saat dipakai. Bagaimana lekuknya. Bagaimana..."Radit."Suara Kiara membuatku tersentak, aku hampir menjatuhkan buku yang kupegang."Ya?"Kiara masih membelakangi ku, masih fokus pada laci pakaian dalam."Kamu ngebayangin sesuatu kan?"Jantungku berhenti."Eh? Enggak kok...""Yang bener?" Ia menoleh sekilas, melirik dari balik bahu. "Aku bisa ngerasain tatapan kamu dari tadi. Kamu pasti mikirin sesuatu."Aku tidak bisa menyangkal."Maaf, aku... aku cuma...""Gak apa-apa," potongnya lembut sambil kembali fokus

  • Godaan Mama Muda   Bab 57

    Aku berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar dengan senyum lebar di bibirku. Pemandangan indah tadi, Kiara dengan handuknya terus berputar di kepalaku.Hingga saat ini, aku merasa aliran darah masih terpusat pada kejantananku. Si jantan benar-benar merespon dengan baik, dan mungkin mahkota Kiara lah yang telah lama ia nanti-nantikan.'Tok! Tok! Tok!'Tiba-tiba saja pintu kamarku diketuk, seketika membuatku tersentak."Radit... kamu di dalam?" suara Kiara pelan dari luar, sedikit ragu.Aku cepat-cepat membenarkan posisi si jantan, lalu bangkit dan membuka pintu.Kiara berdiri di depan pintu dengan wajah yang masih sedikit memerah. Walau sudah berpakaian lengkap dengan kaos longgar berwarna putih dan celana pendek selutut."Ada apa, Kiara?""Itu... aku... boleh minta tolong nggak?" tanyanya sambil menundukkan kepala, terlihat malu-malu."Boleh kok. Emang apaan?""Aku butuh bantuan buat beresin barang. Ada yang berat-berat, aku nggak bisa angkat sendiri. Kamu... kamu bisa b

  • Godaan Mama Muda   Bab 56

    "Radit... Pliss jangan balik dulu. Aku mau masuk kamar," ucap Kiara dengan suara yang masih bergetar."O-oke. Aku gak bakal balik kok, tenang aja."Aku mendengar langkah kakinya yang cepat, berlari kecil menuju kamar tamu. Lalu suara pintu yang dibanting keras.BRAK!Aku masih berdiri membelakangi kamar mandi dengan napas yang terengah-engah."Huft..."Jantungku masih berdegup kencang, juga dengan si jantan yang masih tegak berdiri di dalam sana."Parah... Parah..." gumamku sambil memejamkan mata keras-keras, berusaha menghilangkan bayangan tadi dari pikiran.Tapi tidak bisa.Bayangan Kiara dengan handuk, tubuhnya yang basah, bukit kembarnya yang aduhai, terus berputar di kepalaku.Dan yang lebih parah adalah, aku ingin melihatnya lagi.Aku cepat-cepat berjalan ke kamar, masuk dan menutup pintu. Lalu bersandar di pintu sambil menghela napas panjang."Kenapa aku jadi kayak gini ya?" gumamku frustasi.Aku duduk di tepi tempat tidur, berusaha menenangkan diri. Tapi bayangan tadi tidak hi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status