共有

Bab 2

作者: Richy
Setelah siap dengan posisinya, Mina bertanya dengan lembut, "Papa Jordan, poseku ini sudah benar belum?"

Saat melihat posturnya masih belum tepat, aku berdiri di belakang untuk membantu membungkukkan tubuhnya. "Condongkan pinggang sedikit lagi ke depan, dan arahkan kedua lengan lurus ke depan dengan tenaga."

Mina mencondongkan pinggangnya dengan keras, bokongnya langsung mengenai bagian intimku. Sensasi itu begitu lembut dan halus. Sekujur tubuhku sampai terasa panas karenanya. Yang membuatku lebih kegirangan adalah, Mina sama sekali tidak merasa tidak nyaman. Sebaliknya, dia malah mencondongkannya dengan lebih kuat lagi.

Bahkan, dia menggeliat sejenak. Gesekan itu terasa bagaikan dialiri sengatan listrik yang merangsang otakku. Sementara itu, Mina juga sepertinya sangat menikmati kesenangan ini.

"Papa Jordan, poseku ini benar nggak?"

Aku hampir tidak bisa menahan diri lagi, lalu akhirnya buru-buru berkata, "Sudah oke, langsung lompat saja."

Mina sama sekali tidak takut. Dia langsung melompat dan menyelam ke dalam air. Air memercik ke segala arah.

Pada saat ini, Komar sudah berenang sampai di seberang. Dia melambaikan tangan menyuruh kami ke sana. Saat aku bersiap untuk turun ke air, Mina tiba-tiba menjulurkan tangannya dan berkata terbata-bata, "Pa ... Papa Jordan! Cepat, tolong aku! Aku hampir mati tenggelam!"

Mina memang benar-benar tidak bisa berenang. Begitu masuk ke air, dia langsung berteriak minta tolong. Saat baru hendak melompat untuk menolongnya, aku baru melihat ada sebuah celana renang yang mengapung.

Celana renang Mina terlepas!

Aku langsung terkejut. Kalau kutolong dia sekarang, bukankah akan langsung bersentuhan dengannya?

Namun, suara teriakan Mina semakin kuat. Melihatnya sudah hampir tenggelam, aku tidak peduli lagi pada apa pun. Menyelamatkan orang adalah prioritas utama.

Aku pun langsung melompat dan meraba-raba di sekitar air. Tiba-tiba, tanganku menyentuh sesuatu yang lembut.

Aku tidak sengaja meremas payudara Mina ....

Payudaranya yang lembut dan sintal itu kuremas dengan sesuka hato. Kain yang menutupi payudaranya juga bergeser karena gerakanku, sehingga menampakkan puncaknya yang indah. Pada saat ini, jelas sekali dia juga terangsang karena sentuhanku. Putting yang tadinya melemas juga langsung menjadi tegak dan menggesek di telapak tanganku.

Sebelum aku sempat merasakan kelembutan ini, Mina telah meraih kejantananku dengan kuat. Bagian intimku yang tadinya memang sudah mengeras, kini semakin tegak setelah dipegangnya.

Orang yang terjatuh ke dalam air akan menjadi gusar dan berusaha menangkap benda di sekitarnya dengan skuat tenaga. Dia tidak sempat membedakan apa yang dia pegang, yang dia tahu hanya berusaha sekuat tenaga untuk naik ke atas.

Nahasnya, celana renangku ini agak longgar dan licin saat berada dalam air. Begitu diraih oleh Mina, celana renangku ini langsung terlepas. Saat ini, kami berdua telanjang bulat di dalam air.

Aku sontak terkejut. Saat membuka mata dan ingin melihat dengan jelas keadaan sekitar, aku langsung terpana melihat pemandangan di depanku ini.

Gadis itu terombang-ambing di dalam air tanpa pakaian sedikit pun. Tubuhnya yang indah terpampang di hadapanku, payudaranya yang lembut masih berada dalam genggamanku hingga terlihat bekas memerah.

Bagian bawah tubuhnya juga terbuka lebar, aku bahkan bisa melihat bagian intimnya. Hanya dengan mengulurkan tangan, aku bisa menyentuhnya kapan saja.

Bagian yang belum pernah tersentuh oleh pria ini membuatku merasa kegirangan. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa bagian bawah tubuhku mulai mengeras. Sementara itu, tangan Mina masih menggerayangi pahaku karena ingin mencari tempat untuh berpegang.

Saat itulah, aku baru tersadar dengan keadaan gawat saat ini. Untung saja saat ini kita masih berada dalam air. Kalau tidak, posisi kita ini benar-benar melanggar moral!

Saat ini, Komar berteriak dari seberang, "Hei, Jordan, mana putriku? Kenapa nggak kelihatan?"

Aku berteriak pada Komar, "Nggak masalah! Aku lagi ajarin dia berenang!"

Di permukaan air telah mengapung dua buah celana renang. Aku harus segera menolong Mina keluar.

Begitu mengulurkan tangan ke bawah, kebetulan aku meraih kedua payudaranya yang lembut. Sensasi ini benar-benar luar biasa nikmat!

Kedua payudaranya diremas dengan kuat. Tubuhnya langsung bergetar saat ujung putingnya diremas. Belahan payudaranya yang rapat itu bisa dimasukkan sesuatu untuk digesek ....

Kalau biasanya, mungkin aku bisa memainkannya semalaman. Namun, saat ini bukan waktunya untuk bermain. Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk menarik Mina naik. Dia memuntahkan seteguk air dan memelukku dengan ketakutan.

"Papa Jordan, aku takut sekali. Untung ada Papa yang menolongku."

Kedua payudaranya tertekan di tubuhku, rasanya begitu lembut. Yang membuatku lebih gugup lagi adalah, bagian bawahku kebetulan mengenai dirinya. Saat tenggelam tadi, Mina tidak memperhatikan bahwa celana renangnya tidak sengaja terlepas.

Seakan menyadari sesuatu, Mina berbalik bertanya padaku, "Papa Jordan, di dalam air sepertinya ada sesuatu yang menusukku, rasanya gatal sekali."

'Dasar gadis bodoh, nggak ada kewaspadaan sama sekali. Sudah sejelas ini masih nggak bisa terasa?'

Ingin sekali rasanya aku membuka kedua kakinya dan menghujamnya dengan kasar.

Hanya saja, Komar berada di dekat kita. Tentu saja aku tidak berani melakukannya. Akhirnya, aku hanya bisa berusaha menahan diri. Kemudian, aku menjelaskan dengan canggung, "Oh, itu ... punyaku."

Begitu mendengar ucapanku, Mina langsung paham. Namun di luar dugaanku, dia malah tertawa. Setelah itu, dia berinisiatif membuka kedua kakinya dan menempel padaku ....

Aku buru-buru mendorongnya.

"Kamu cari mati, ya? Ayahmu lagi lihatin kita di depan!"

Wajah Mina malah tampak merona dan ekspresinya malu-malu saat berkata, "Papa Jordan, kamu nggak mau coba? Tadi aku lihat apa yang kamu lakukan di ruang ganti. Stokingku wangi nggak?"

Hatiku langsung mencelos. Aku benar-benar merasa malu.

Kedua tangan Mina memeluk pinggangku. "Punyamu besar sekali, aku pengin coba. Lagian, kita sudah di dalam air. Ayahku nggak akan lihat. Kamu pura-pura ajarin aku berenang saja, ya?"

"Lagian, Papa Jordan, bukankah begini lebih seru?"

'Dasar gadis gila!" umpatku dalam hati.

Aku menggertakkan gigi.

"Berbalik dan angkat bokongmu."

Mina berbalik dengan patuh, bokongnya juga diangkat sembari menunggu hasratku yang membara.

"Aku dorong kamu dari belakang, kamu berenang ikuti iramaku."

Sambil berkata demikian, aku mendorongnya ke depan.

Mina mendesah manja. Dia menggerakan kedua tangannya dengan gemetar sambil berpura-pura berenang. Sementara itu, aku terus-menerus mendorongnya dari belakang. Dengan demikian, kami bergerak perlahan-lahan ke arah Komar.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku   Bab 7

    Dipermalukan Komar seperti itu di hadapan semua orang, aku merasa harga diriku diinjak-injak. "Komar, kenapa kamu ngomong sembarangan? Apa maksudnya aku ini munafik?"Mungkin karena terlalu dikuasai amarah, Komar langsung membeberkan masalah kami berdua."Jordan, nggak usah pura-pura. Kamu sering pergi ke spa prostitusi denganku. Kamu sering panggil terapis yang namanya Aiko itu. Bulan lalu aku masih lihat kamu bermesraan sama wanita itu dia dalam ruangan. Kamu selingkuh di belakang istrimu, sekarang bahkan mau menipu putriku. Kamu ini nggak ada hati nurani lagi ya?!"Sekujur tubuhku terasa tegang, keringat dingin membanjiri punggungku. Setelah masalah mengenai Aiko dibongkar oleh Komar, istriku langsung memelototiku dengan marah dan wajah memucat. Aku juga tidak gentar saat menghardiknya kembali, "Komar, jangan kira kamu ini suci. Kamu sering transfer uang ke guru yoga, kamu kira aku nggak tahu?"Komar langsung tertegun dan tangannya yang dikepalkan langsung mengendur."Nggak usah bah

  • Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku   Bab 6

    "Aku salah. Maaf, Sayang. Kejadiannya nggak seperti yang kamu bayangkan."Istriku menunjuk ke arahku sambil memaki, "Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Apa lagi yang masih mau kamu bantah?"Seluruh tubuhnya gemetar, seolah-olah baru saja melihat neraka.Mina mengenakan kembali pakaiannya dengan perlahan, lalu melirik istriku dengan pandangan menghakimi. Saat melihat tubuh istriku yang agak gemuk dan tidak memesona, dia tak kuasa tersenyum mengejek."Kampungan sekali pakaiannya, pantas saja nggak memikat." Suaranya begitu pelan, tetapi terasa bagaikan palu gada yang menghantam di telinga istriku.Wajah istriku langsung menjadi merah padam dan mulai menangis, "Kamu ... apa kamu bilang?!"Aku buru-buru mencegat Mina, "Jangan ngomong sembarangan!"Meski istriku memang sudah berusia, bagaimanapun kita ini adalah pasangan sah. Aku tidak mungkin merendahkannya di hadapan semua orang. Aku mengadang di hadapan istriku, mencoba untuk meredakan situasi yang canggung ini.Istriku melihat

  • Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku   Bab 5

    Melihat aku terus memelototi jari kakinya, Mina tersenyum. "Papa Jordan, kamu sesuka itu sama kakiku, ya?"Dipergoki langsung olehnya, aku merasa cukup canggung. Aku pun mengalihkan pandangan dengan kikuk dan berdeham dua kali untuk menutupi rasa malu. Dia malah tertawa pelan, lalu mengaitkan kakinya di kakiku. "Kalau begitu, lain kali kuperlihatkan sampai puas?"Dalam hatiku merasa kegirangan. Namun, istriku masih di dalam kamar. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu?Aku buru-buru bertanya, "Kenapa kamu datang ke rumahku selarut ini? Ada urusan apa?"Mina berjalan ke arah sofa dan duduk. Kedua kakinya langsung dinaikkan ke meja teh. Kakinya yang mungil terpampang di hadapanku."Tentu saja aku datang untuk berterima kasih sudah mengajariku berenang tadi siang."Melihat Mina datang dengan tangan kosong dan bahkan duduk seperti tuan rumah, dia tidak terlihat seperti datang untuk mengucapkan terima kasih. Aku bertanya dengan jahil, "Jadi, gimana kamu mau balas budi?"Tak disangka, M

  • Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku   Bab 4

    Mengingat gerakan saat di dalam air tadi, aku masih terus terngiang-ngiang dengan perasaannya. Sekujur tubuhku terasa menggelitik.Mina berkata, "Semua ini karena Papa Jordan pintar mengajar. Ke depannya harus ajari aku lagi kalau ada waktu, ya."Saat berbicara, Mina mengedipkan matanya sekilas. Aku langsung mengerti bahwa dia sangat menikmati perasaan tadi dan bahkan masih menginginkan sentuhan intim tadi. Hanya saja, yang membuatku merasa aneh adalah, padahal Mina sangat cantik, seharusnya ada banyak pria yang mendekatinya. Kenapa dia bisa suka padaku?Apa aku benar-benar punya pesona sebesar itu?Semakin dia mendekat, aku merasa semakin ada rahasia di balik semua ini.Sorenya, kami terus bermain di dalam air. Aku dan Mina semakin kerap bersentuhan. Setiap kali aku memegang pinggangnya, setiap gerakannya seolah memang direncanakan. Dia menggunakan alasan belajar untuk mendekatiku. Napasnya menyapu area leherku, ujung jarinya mengelus pelan lenganku.Komar yang berdiri di samping meli

  • Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku   Bab 3

    Mina ini benar-benar gadis muda yang lentur! Terutama, bagian intimnya juga masih sangat rapat dan lembut. Tanpa sadar, aku mengerahkan seluruh tenagaku. Aku terus mendorongnya dari belakang, sedangkan kedua tanganku menopang pinggangnya yang ramping agar dia tidak tenggelam.Sekujur tubuh Mina benar-benar lemas dan rileks. Gerakannya ini hanya bergantung pada doronganku dari belakang sepenuhnya. Dia terus mendesah lirih, "Papa, lebih cepat!"Aku melihat Komar yang sedang melihat kami dari seberang, jaraknya semakin lama semakin jauh. Jika Komar sampai menyadari hal ini, mungkin dia akan mengulitiku habis-habisan.Mina menatapku dengan kebingungan."Kenapa, Papa Jordan? Nanti kalau sudah sampai di seberang, kita tinggal berpisah saja, 'kan?"Aku menunjuk ke belakangnya dan berkata, "Celana kita masih di belakang! Kalau sampai ketahuan sama ayahmu, dia pasti akan menyadarinya!"Mina hanya bergumam, "oh", lalu berbalik arah dengan patuh. Aku berdiri di belakang sambil terus mendorongnya.

  • Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku   Bab 2

    Setelah siap dengan posisinya, Mina bertanya dengan lembut, "Papa Jordan, poseku ini sudah benar belum?"Saat melihat posturnya masih belum tepat, aku berdiri di belakang untuk membantu membungkukkan tubuhnya. "Condongkan pinggang sedikit lagi ke depan, dan arahkan kedua lengan lurus ke depan dengan tenaga."Mina mencondongkan pinggangnya dengan keras, bokongnya langsung mengenai bagian intimku. Sensasi itu begitu lembut dan halus. Sekujur tubuhku sampai terasa panas karenanya. Yang membuatku lebih kegirangan adalah, Mina sama sekali tidak merasa tidak nyaman. Sebaliknya, dia malah mencondongkannya dengan lebih kuat lagi.Bahkan, dia menggeliat sejenak. Gesekan itu terasa bagaikan dialiri sengatan listrik yang merangsang otakku. Sementara itu, Mina juga sepertinya sangat menikmati kesenangan ini."Papa Jordan, poseku ini benar nggak?"Aku hampir tidak bisa menahan diri lagi, lalu akhirnya buru-buru berkata, "Sudah oke, langsung lompat saja."Mina sama sekali tidak takut. Dia langsung m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status