Share

Gadis Pilihanmu

Author: Caramelly
last update Last Updated: 2026-01-05 20:12:55

Melihat ekspresi Lucy, Neil menurunkan pandangannya dan tersenyum kecil, dan kembali menatap Lucy membelai wajahnya yang masih ada jejak lima jari.

“Beraninya melukai menantu keluarga Dravencourt.”

Lucy terkejut, ia langsung mundur. Tidak ingin Neil menyentuh wajahnya lagi. Selain itu, Lucy merasa malu memperlihatkan dirinya yang seperti ini. Ia tidak pernah tahu, Neil akan menyuruh orang menjemputnya. Jika tahu, ia akan menyamarkan jejak lima jari itu dengan foundation.

“Paman, kamu terlalu berlebihan.”

Neil menekan kepala Lucy, tetapi tidak langsung mengacak rambutnya. Lucy mendongak menatap Neil, Lucy tidak percaya sosok Neil yang tidak tersentuh dan rumornya dingin, arogan dan begitu disegani. Bisa bersikap ramah padanya. Bahkan kerap kali memperlakukannya seperti seorang gadis kecil dan senang menggodanya.

“Saat berada di lingkaran keluarga Dravencourt jangan memanggilku Paman. Panggil Neil atau Chesney, mengerti.”

Lucy menyilangkan kedua tangan di bawah perut. “Kalau aku tidak m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Menginginkannya

    Lucy nyengir, mereka meninggalkan panti jompo menuju butik langganan keluarga Dravencourt. Sesampainya di butik, Neil dan Lucy disambut ramah oleh staf toko.“Pak Neil, tolong ikuti saya.”Neil dan Lucy dibawa ke salah satu ruangan VIP. Neil pun duduk di sofa, sementara Lucy masih berdiri terpaku menatap kelima gaun pengantin yang begitu cantik.“Aku ingin kamu mencoba kelimanya.”“Oke.”Tirai ditutup, Lucy mencoba satu persatu gaun pengantin itu. Saat tirai di buka, Neil menaikkan pandangan. Matanya tertuju pada Lucy yang kini memakai gaun pengantin.“Bagaimana Pak, Nona sangat cantik memakai gaun ini.”Lucy tersenyum, ingin mendengar jawaban Neil.“Ganti.”Lucy mencoba gaun yang lain. Hingga gaun pengantin yang keempat, Neil akhirnya berdiri. Ia melangkah menghampiri Lucy.“Cantik,” kata Neil. “Gaunnya.”Lucy membelalak. Ia sedikit kesal, tetapi memilih tidak menggubrisnya. Setelah memilih gaun pengantin, mereka juga pergi ke toko perhiasaan langganan keluarga Dravencourt. Rupanya N

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Gaun Pengantin

    Lucy berdiri. Christine dan Kathy terkejut, berpikir Lucy pasti menolak menyuapi Christine. Lucy berbalik badan, Kathy terkejut. Namun, ia jauh lebih terkejut saat melihat Lucy membawa kursi di seberang sana dan meletakkannya di sebelah Christine.Awalnya mereka mengira, Lucy akan kesal atau menolak. Lucy duduk tidak jauh dari Christine saat ini, tersenyum, dengan tenang ia mengambil garpu kecil itu. Kathy memperhatikannya, sementara Christine menatapnya, melihat reaksi di wajah Lucianna.“Nenek, ingin makan buah yang mana dulu?” tanya Lucy suaranya terdengar lembut.“Pir saja,” jawab Christine sambil berdehem.Lucy menusuk buah pir secara pelan-pelan, lalu menyuapi Christine. “Bagaimana, Nenek, buahnya manis?”“Manis,” jawab Christine kembali berdehem.“Sup buah pir bagus untuk kesehatan. Jika Nenek mau, aku bisa membuatkannya untuk Nenek.”Christine membeku.“Tidak perlu. Aku bisa meminta perawat membuatnya lain kali.”Christine mendesah. Ia memijat lututnya, Lucy memperhatikannya.

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Dia Kekasih Neil?

    Kathy memilih diam, ia tidak mengatakan apapun. Namun, hatinya berbicara.‘Mungkinkah Neil, memang menyukai gadis ini. Bukan menghindari perjodohan dengan Helen. Padahal aku sudah menyiapkan rencana untuk melamar Helen.’“Informasi tentang gadis itu, berikan padaku.”Sebelumnya Kathy sudah lebih dulu mencari informasi tentang Lucy. Namun, dia belum sempat membacanya. Malam itu, ia membaca semua informasi yang berkaitan dengan Lucy. Baik itu dari pendidikan, hingga hubungan asmara, hingga latar belakang keluarga. Semua terangkum di dalam dokumen tebal di tangan Kathy.***Esok harinya, saat Lucy membuka mata. Ia terkejut tidur di kamar Neil, meskipun ia sudah tahu kalau semalam mereka bersama. Lucy terduduk melihat di kamar itu hanya ada dirinya seorang diri. Perlahan dirinya turun dari tempat tidur, berjalan melihat setiap ruangan di kamar itu. Ia mengayunkan kaki, menuju ruangan seberang. Sebuah ruangan santai, dimana ada sofa dan kursi bundar di sekitarnya.Lucy masuk lagi ke dalam

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Bisakah Paman Mengajari Aku?

    “Bisa Tante,” jawab Lucy tersenyum.Tidak lama Neil muncul menghampiri mereka. Neil berdiri di belakang Lucy, memegang kedua bahunya membungkuk seraya berbisik pelan.“Bagaimana?” tanya Neil, suaranya terdengar rendah.Lucy menoleh, menaikan pandangannya. Lucy tersenyum.“Besok Tante mengajakku pergi.”Neil mendekatkan wajahnya di telinga Lucy. “Beritahu aku, jika kamu tidak bisa. Aku bisa membatalkannya untukmu.”Lucy menatap Neil dengan lembut, memegang tangannya.“Aku akan pergi,” jawab Lucy pelan.Kathy memperhatikan putranya. Sudah lama sekali, ia tidak melihat Neil dekat dengan perempuan manapun. Cara dia menatap Lucy memang berbeda, Kathy dapat merasakannya.“Tenang saja, aku tidak menyusahkannya.”Mendengar itu, Lucy dan Neil menoleh menatap Kathy.“Lucy, bisa tinggalkan kami sebentar?” pinta Kathy.Lucy berdiri. “Kalau begitu, Tante aku permisi.”Sebelum pergi, Lucy dan Neil saling bertatapan. Setelah Lucy tidak ada, Neil duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Lucy.Ibu dan

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Tidak Bisa Menaruh Harapan Itu Padamu

    “Ya,” jawab Neil singkat, suaranya terdengar dingin.Kathy menatap Lucy dari atas kepala, hingga ujung kaki. Ia juga tidak tutup mata dengan paras cantik Lucy, yang bahkan lebih cocok menjadi cucunya. Daripada menantunya.Setelah itu, Kathy langsung duduk dan tidak bertanya apa-apa lagi. Ia bahkan belum sempat memperkenalkan dirinya, Lucy berusaha tetap tenang dan tersenyum. Louis langsung mengenalkan dirinya sebagai kakak Neil kepada Lucy. Ia juga tidak lupa mengenalkan istrinya. Setelah itu mereka duduk di meja makan yang sama. Lucy diam-diam memperhatikan Neil, sorot matanya tampak dingin, berbeda dengan biasanya. Sebelum makan malam disajikan, Neil hanya berbicara tentang perusahaan dengan kakaknya.Hingga makan malam disajikan, Kathy hanya memperhatikan Lucy terang-terangan. Melihat putranya memberi perhatian kepada Lucy. Kathy memutar matanya, tatapannya dingin. Lucy merasa kalau Kathy belum sepenuhnya menerima keberadaanya di rumah ini.Setelah selesai makan malam, Kathy langs

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Gadis Pilihanmu

    Melihat ekspresi Lucy, Neil menurunkan pandangannya dan tersenyum kecil, dan kembali menatap Lucy membelai wajahnya yang masih ada jejak lima jari.“Beraninya melukai menantu keluarga Dravencourt.”Lucy terkejut, ia langsung mundur. Tidak ingin Neil menyentuh wajahnya lagi. Selain itu, Lucy merasa malu memperlihatkan dirinya yang seperti ini. Ia tidak pernah tahu, Neil akan menyuruh orang menjemputnya. Jika tahu, ia akan menyamarkan jejak lima jari itu dengan foundation.“Paman, kamu terlalu berlebihan.”Neil menekan kepala Lucy, tetapi tidak langsung mengacak rambutnya. Lucy mendongak menatap Neil, Lucy tidak percaya sosok Neil yang tidak tersentuh dan rumornya dingin, arogan dan begitu disegani. Bisa bersikap ramah padanya. Bahkan kerap kali memperlakukannya seperti seorang gadis kecil dan senang menggodanya.“Saat berada di lingkaran keluarga Dravencourt jangan memanggilku Paman. Panggil Neil atau Chesney, mengerti.”Lucy menyilangkan kedua tangan di bawah perut. “Kalau aku tidak m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status