مشاركة

GTM 26

مؤلف: RIANNA ZELINE
last update تاريخ النشر: 2026-03-10 23:07:47

Lastri berdiri beberapa detik di depan pintu kamar Nyonya Ratih sebelum akhirnya mengetuk pelan.

Ia sudah mengganti pakaiannya dengan cepat, merapikan rambutnya, bahkan sempat mencuci wajah berkali-kali di wastafel dapur. Namun tetap saja, jantungnya masih berdetak tidak wajar. Seolah tubuhnya belum benar-benar kembali dari kejadian beberapa menit lalu.

“Masuk,” terdengar suara Nyonya Ratih dari dalam.

Lastri membuka pintu dengan hati-hati sambil membawa nampan sarapan yang sudah ia susun rapi.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 45 :

    Tuan Ardan berdiri tenang dengan seulas senyum hangat yang terukir di bibirnya. Tubuhnya sudah dibalut dengan piyama hitam yang terlihat mahal dan berkelas, membuat sosoknya tampak semakin tinggi dan tegap.Rambutnya sedikit berantakan, memberi kesan santai yang jarang terlihat saat ia mengenakan setelan kerja. Dan justru dalam penampilan yang lebih kasual itu, Ardan memancarkan pesona yang lebih hangat sekaligus berbahaya—seorang pria dewasa yang tenang, percaya diri, dan tahu betul pengaruh tatapannya terhadap orang yang sedang ia pandang.Di bawah cahaya temaram koridor, kehadirannya terasa begitu dominan hingga membuat jantung Lastri berdebar. Bahkan sebelum pria itu mengucapkan sepatah kata pun."Aku mengganggu?"Lastri buru-buru menggeleng. "Bukan begitu, Tuan. Saya hanya kaget.""Kaget?"Lastri menatap ke kanan dan kiri koridor dengan gugup."Sudah malam, Tuan."Senyuman tipis muncul di sudut bibir Ardan."Jadi aku tidak boleh datang?""Bukan begitu juga..."Ardan tampak menikm

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 44 :

    Lastri baru saja tiba di rumah Tuan Ardan dan langsung melangkah cepat menuju arah kamarnya. Kedua tangannya penuh dengan paper bag berbagai ukuran. Beberapa bahkan harus ia selipkan di lengan karena tidak cukup digenggam sekaligus.Sepanjang perjalanan pulang, jantungnya tidak pernah benar-benar tenang. Ia sudah berkali-kali memikirkan alasan apa yang harus diberikan jika ada yang bertanya. Namun ternyata saat benar-benar menginjakkan kaki di rumah itu, kepanikannya justru semakin menjadi-jadi.Lastri menoleh ke kanan dan kiri. Koridor tampak sepi. Ia menghembuskan napas lega lalu berhenti tepat di depan pintu kamarnya. Baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang."Wah..."Tubuh Lastri langsung menegang. Ia menoleh cepat.Mang Jojo berdiri beberapa meter di belakangnya sambil membawa sapu lidi. Pria itu menatap paper bag di tangan Lastri dengan mata membulat."Banyak amat belanjaannya, Mbak."Lastri langsung merasakan tengkuknya menegang

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 43 :

    Mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang. Ardan seolah sengaja menjadikan kesempatan itu untuk bisa berlama-lama di luar rumah bersama Lastri. Bahkan sejak tadi, wajah Ardan dipenuhi raut bahagia, hal itu terlihat dari senyum tipis yang terus menghiasi wajahnya.Sementara Lastri yang duduk di samping Tuan Ardan, menatap lurus ke depan dengan jantung berdebar kencang. Tangannya bertaut di atas pangkuan dengan sedikit gemetar. Tubuhnya menegang. Ia terus merasa khawatir jika majikannya itu akan melakukan sesuatu yang tak seharusnya mereka lakukan.Ardan melirik Lastri sekilas. Senyumnya semakin merekah saat menyadari Lastri begitu tegang saat bersamanya."Kamu sudah sarapan?" tanya Ardan tiba-tiba, memecah keheningan di antara mereka.Lastri mengangguk. "Sudah, Tuan.""Kebetulan saya belum sarapan. Kamu temani saya cari makan, ya?""Ta-tapi, Tuan....""Kenapa? Nggak mau?""Bu-bukan begitu, Tuan. Saya cuma khawatir kalau Nyonya dibiarkan sendirian terlalu lama di rumah."Ardan

  • Godaan Tuan Majikan   Bab 42 :

    Dua hari kemudian, Arman benar-benar sudah diperbolehkan pulang. Hal itu tentu sesuatu yang membahagiakan. Namun ternyata tidak bagi Lastri, karena dengan pulangnya Arman ke rumah, maka ia pun harus kembali pulang ke rumah Tuan Ardan untuk bekerja.Bagi Lastri, hari-harinya yang dihabiskan bersama Arman di rumah sakit terasa sangat singkat. Ia merasa belum puas merawat dan memanjakan suaminya. Bahkan sedikit pun tak cukup untuk menebus rasa bersalahnya.Begitu taksi yang ditumpangi mereka tiba di depan rumah, Darma langsung mendekat dan membantu Arman turun ke kursi roda. Ningsih juga langsung mendekat dan membantu membawa barang-barang. Sementara Yudha masih belajar di sekolah, sehingga belum tahu jika ayahnya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.Tak berapa lama kemudian, beberapa tetangga yang belum sempat menjenguk ke rumah sakit, datang dan menyambut Arman dengan perasaan lega. Mereka ikut bahagia melihat tetangganya sudah sembuh dari sakitnya."Wah, syukurlah kamu sudah p

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 41

    Jantung Lastri berdegup lebih cepat. Ia sama sekali tidak menyangka Tuan Ardan benar-benar akan masuk ke ruang rawat.Sementara Arman memandang pria itu dengan bingung. Ia belum pernah melihatnya sebelumnya.Ardan melangkah masuk dengan senyum ramah yang langsung membuat kesan pertamanya terlihat baik."Permisi."Arman sedikit menegakkan tubuhnya. "Maaf...?"Lastri buru-buru berdiri."Oh, Mas..." Ia berusaha menyembunyikan kegugupannya. "Ini Tuan Ardan."Arman masih menatap bingung."Majikan tempat Lastri bekerja.""Oh..." Arman langsung mengangguk paham. "Salam, Pak Ardan." Ardan mengangguk hormat membalas sapaan suami Lastri.Lastri buru-buru melanjutkan penjelasannya. "Kebetulan Tuan Ardan ada proyek dan urusan kerja di sekitar sini. Jadi tadi Lastri diberi tumpangan ke rumah sakit."Ardan tersenyum tipis."Betul." Nada suaranya tenang dan meyakinkan. "Kebetulan sekali arah kami sejalan."Lastri diam-diam mengembuskan napas lega. Syukurlah Tuan Ardan langsung memahami maksudnya.P

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 40 :

    "Apa, Bu? Mas Arman masuk rumah sakit?"Lastri sangat terkejut mendengar kabar itu. Bahkan tanpa sadar ia langsung menutup bajunya asal dan langsung turun dari atas meja dapur. Membuat Ardan yang sedang menikmati buah melon manis dan segar itu ikut terdorong ke belakang.Ardan menatap Lastri serius. Namun wanita itu masih begitu fokus dengan panggilan telepon. Sementara satu tangannya masih memegang baju bagian atasnya agar tidak terlalu terbuka."Sebenarnya apa yang terjadi, Bu? Kenapa Mas Arman bisa masuk rumah sakit?""Maaf kalau Ibu baru mengabarimu sekarang, Nduk." Nada bicara Bu Ningsih menyiratkan rasa bersalah. Lalu ia menjelaskan, "Sebenarnya sudah beberapa hari ini Arman sering tidak mau makan. Tadi malam badannya demam, dan panasnya cukup tinggi.""Ya ampun Mas Arman...." Lastri menutup mulutnya dengan perasaan sedih. "Lalu keadaan Mas Arman sekarang gimana, Bu?""Ibu langsung membawanya ke rumah sakit malam itu juga. Setelah diperiksa, dokter bilang kalau Arman terkena typ

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 7

    Pada jemari yang menggenggam erat hendle pintu, ada hati yang sedang berperang dengan logika. Tentang niatnya. Tentang tujuannya. Dan tentang apa yang sebenarnya dilakukannya.Saat pikirannya belum sepenuhnya mencerna, pintu itu terbuka tiba-tiba.Ardan tersentak. Tangannya refleks terl

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 6

    Satu kata itu adalah perintah yang tidak bisa dibantah. Lastri menurut. Ia duduk di kursi seberang meja kerja Tuan Ardan. Punggungnya tegak, namun tangannya saling bertaut di atas pangkuan."Bisa perkenalkan data diri kamu?" tanya Tuan Ardan datar, tapi tatapannya menunjukkan suatu keseriusa

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 5

    Lastri berusaha tetap tenang meski kini ia menyadari ada sedikit ketegangan di antara dirinya dan Tuan Ardan. Tapi ia meyakinkan diri bahwa ia tidak membuat kesalahan fatal. Bahkan saat ia menghubungi putranya, Tuan Ardan sama sekali tidak marah atau melarang. Yang penting ia bertanggug jawab penuh

  • Godaan Tuan Majikan   GTM 4

    Lastri hampir menabrak tubuh Tuan Ardan jika kakinya tidak melangkah mundur dengan cepat. Namun, posisinya yang berada di tepi teras membuatnya hilang keseimbangan dan hampir jatuh ke belakang jika tidak ada tangan kekar yang menopang tubuhnya.Tuan Ardan dengan gerakan gesit menarik tubuh Lastri m

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status