分享

Bab 68

作者: Ariess_an
last update publish date: 2025-11-21 23:49:50
Ana tetap menjadi pelayan yang menemani tamu minum. Namun secara khusus hampir setiap malam dirinya hanya melayani satu tamu saja.

"Tuan minum setiap hari?" Tanya Ana, ini sudah hari ketiga Alvian kembali minum dan minta ditemani sepanjang malam.

Ana tidak masalah, justru bersyukur karena terhindar dari tamu-tamu nakal.

Sejauh Ana menemani Alvian minum, tidak ada perbuatan aneh yang dia dapatkan. Alvian hanya mengajaknya sebatas teman ngobrol dan menuangkan minum.

"Apa tuan membawa HP
Ariess_an

Halo semua terimakasih sudah membaca karya Author, semoga kalian suka😁 Sehat-sehat selalu ya pembaca kuuu

| 5
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Ariess_an
Kalian kalau baca 3 bab sehari merasa kepanjangan nggak? ...
查看全部評論

最新章節

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab

    Sesuai dugaannya, kini Ana dibawa pergi entah kemana. Dalam perjalanan yang panjang itu, Ana hanya bisa diam memandangi jalanan yang semakin lama semakin membawanya menjauh dari kebisingan kota. Harapannya untuk lepas dari manusia seperti Jeffreyan hanya tinggal harapan semata. Sepertinya sejak awal Ana memang ditakdirkan untuk menjadi budak pria itu. Tapi setidaknya, pria itu lebih memanusiakan Ana disini. Tidak ada kurungan seperti yang Ana khawatirkan. Bahkan pekerja dirumah ini terbilang sedikit dan Ana bebas untuk berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal nya kini. Sudah seminggu dirinya tinggal dihunian mewah sang pangeran wicaksana yang jauh dari kota. Lokasinya cukup terpencil tetapi tidak mengurangi sedikitpun kemewahan yang disuguhkan di depan mata. Apakah Ana betah? Jawabannya tidak. Dia merindukan kehidupan yang bebas tanpa pria itu. Dia merindukan buk Sri serta kebebasannya. Perlahan langkah Ana menyusuri lorong untuk berjalan ke gazebo depan rumah

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 133

    Sesuai dugaannya, kini Ana dibawa pergi entah kemana. Dalam perjalanan yang panjang itu, Ana hanya bisa diam memandangi jalanan yang semakin lama semakin membawanya menjauh dari kebisingan kota. Harapannya untuk lepas dari manusia seperti Jeffreyan hanya tinggal harapan semata. Sepertinya sejak awal Ana memang ditakdirkan untuk menjadi budak pria itu. Tapi setidaknya, pria itu lebih memanusiakan Ana disini. Tidak ada kurungan seperti yang Ana khawatirkan. Bahkan pekerja dirumah ini terbilang sedikit dan Ana bebas untuk berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal nya kini. Sudah seminggu dirinya tinggal dihunian mewah sang pangeran wicaksana yang jauh dari kota. Lokasinya cukup terpencil tetapi tidak mengurangi sedikitpun kemewahan yang disuguhkan di depan mata. Apakah Ana betah? Jawabannya tidak. Dia merindukan kehidupan yang bebas tanpa pria itu. Dia merindukan buk Sri serta kebebasannya. Perlahan langkah Ana menyusuri lorong untuk berjalan ke gazebo depan rumah, m

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 132

    I'AM BACK... Kalau kalian lupa mohon membaca part sebelumnya yaa, baca dari awal juga gapapa. maaf menghilang dari peredaran selama 2 bulan. Selama 2 bulan saya fokus pada pemulihan dan sekarang sudah membaik. Dan buat yang masih setia membaca, saya ucapkan terimakasih dan sangat bersyukur kalian masih tetap membaca cerita pertama saya ini. *~~~~~~~~~~~~* Ana tidak pernah menyangka, satu kalimat sederhana mampu mengubah begitu banyak hal di dalam dirinya. Iya. "Ibu punya alasan, percaya sama ibu" Jawaban itu terus terngiang di kepalanya. Sejak malam ketika Buk Sri mengakui bahwa dirinya adalah ibu kandung Ana, banyak hal yang berubah. Namun, anehnya, Ana justru belum mampu memanggil wanita itu dengan sebutan mama sebagaimana keinginan Buk Sri. Bukan karena ia tidak mau. Hanya saja, dua puluh dua tahun adalah waktu yang terlalu panjang untuk tiba-tiba mengisi kekosongan yang selama ini ia anggap biasa. Ana masih membutuhkan waktu. Dan Buk Sri seolah memahami itu

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 131

    #tripel update😍😍 ditunggu respon dan komen komennya bunda bunda ~~~~~~~~~~~ Beberapa hari terakhir, Ana menikmati perhatian Buk Sri. Tidak sekalipun wanita itu meninggalkannya sendirian terlalu lama. Kalaupun harus pergi, Buk Sri selalu berpamitan lebih dulu lalu kembali seperti yang dijanjikan. Seperti hari ini. Dua jam lalu, Buk Sri meninggalkan ruangan untuk pulang sebentar mengganti pakaian dan mengambil beberapa camilan sehat untuk Ana. Ana tidak memprotes. Meski jauh di lubuk hatinya, masih ada rasa takut saat harus ditinggal sendiri. Di pangkuannya terletak sebuah buku tentang kehamilan. Ana menyukai bacaan seperti itu. Hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan selalu berhasil membuatnya sedikit lebih tenang. Usia kandungannya semakin mendekati hari perkiraan lahir. Membuat Ana mulai mempersiapkan diri. Namun, di balik semua itu, tetap ada ketakutan yang tak bisa ia abaikan. Berbagai kemungkinan buruk kerap melintas begitu saja di kepalanya. Bagaimana ji

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 130

    #sebetulmya bab ini sama bab sebelumnya itu mau aku satuin, tapi karena beda pov jadinya aku buat dalam 2 bab yaa ~~~~~~~~~~~~~~ Di ruangan lain, Jeffreyan akhirnya membuka mata setelah tiga hari terjebak dalam ketidaksadaran. Pandangan pertamanya menangkap langit-langit putih rumah sakit yang terasa asing. Kepalanya berat. Tenggorokannya kering. Seluruh tubuhnya terasa kaku. Namun sebelum sempat mencerna apa pun, pikirannya lebih dulu mencari satu nama. Bara. Kesadarannya terakhir hanya saat Ana menangis histeris begitu menyadari dirinya terkena tembakan. Jeffreyan sedikit memiringkan kepala. Di sisi ranjang, seorang wanita paruh baya duduk dengan wajah lelah. Arasya. Kantong mata ibunya tampak menggelap. Rambutnya sedikit berantakan. Wanita yang biasanya selalu tampil rapi itu kini terlihat kacau. Seolah sudah terlalu lama berjaga. Melihat putranya akhirnya sadar, Arasya mengembuskan napas panjang. Bahunya sedikit turun, seperti baru saja melepaskan beban besar. “Mama

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 129

    Seperti biasa,, #update setelah lama libur Begitu Ana membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah wajah lelah seorang wanita paruh baya yang tengah menatapnya dengan cemas. Butuh beberapa detik bagi pandangannya untuk fokus. Langit-langit putih dan aroma antiseptik membuat kesadarannya terkumpul cepat. Suara samar alat monitor membuat ia sadar berada dirumah sakit. Ana mengerjapkan mata perlahan. Cahaya yang masuk membuatnya sedikit menyipit. Di samping ranjang, wanita itu segera mendekat. “Ana, kamu sudah sadar, Nak?” tanyanya pelan. Ana menatap wajah itu lebih lama. Buk Sri. Atau lebih tepatnya—ibunya. Ana mengangguk kecil. Ia mencoba bangkit, tetapi Buk Sri segera menahan bahunya dengan lembut. “Berbaring saja dulu, Nak.” Ana menurut. Tubuhnya masih terasa berat, walau jauh lebih ringan dibanding terakhir kali ia ingat. Untuk beberapa saat, keduanya hanya saling diam. Ada sunyi yang terasa canggung diantara mereka. Ana sibuk memainkan jemarinya sendir

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status