Share

Extra Part 7

last update publish date: 2026-08-27 21:07:46

“Aku kangen Mama sama Papa,” gumam Caspian sembari menatap kepingan puzzle yang sudah berhasil dia susun sebagian.

Wajahnya tampak serius. Keningnya berkerut dan bibirnya mengerucut.

“Tapi Papa bilang aku nggak boleh menemui Papa sebelum puzzle-nya selesai,” gumamnya lagi, bicara pada diri sendiri sambil mengambil satu kepingan puzzle, lalu membolak-baliknya untuk mencari sisi yang cocok.

“Tapi aku benar-benar kangen Mama dan Papa,” gumamnya lagi. “Sampai aku tidak bisa konsentrasi lagi.”

Caspi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
NING
Cas dalam kamar mamamu ada penjahat. Gih bantu mamamu lawan penjahatnya wkwkkw....dasar asisten laknat. Bosnya sendiri dibilang penjahat.
goodnovel comment avatar
Tasy
Hahaha caspian. Ampun dah figo sora ga kontrol banget
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   Extra Part 8

    Selesai berendam di bathtub–yang tak hanya sekadar berendam, Sora pun mengenakan pakaian dan menutupi jejak kemerahan di lehernya dengan complexion.Lantas dia keluar dari kamar walaupun kakinya masih belum bertenaga akibat gempuran Figo tadi.Sementara Figo sendiri masih berada di dalam walk in closet.“Mama!” seru Caspian, yang tiba-tiba menghadang langkah Sora dengan kostum Spiderman-nya lengkap dengan topengnya. Bahkan anak itu membawa dua pedang mainan yang disilangkan di depan tubuh.“Ya Tuhan. Mama sampai kaget.” Sora mengelus dadanya sendiri, lalu menatap Caspian heran. “Sayang, kenapa kamu berpakaian seperti ini?”“Aku mau melawan penjahat, Ma!”“Penjahat? Memangnya di sini ada penjahat?” Sora terkekeh kecil menanggapi celotehan Caspian yang suka berimajinasi berlebihan itu.“Iya. Penjahat yang tadi ada di kamar Mama dan bikin Mama berteriak ketakutan.”“A-Apa?” Sora seketika terperangah.“Siapa yang bilang ada penjahat, Boy?” tanya Figo seraya menghampiri mereka, lalu mengan

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   Extra Part 7

    “Aku kangen Mama sama Papa,” gumam Caspian sembari menatap kepingan puzzle yang sudah berhasil dia susun sebagian.Wajahnya tampak serius. Keningnya berkerut dan bibirnya mengerucut.“Tapi Papa bilang aku nggak boleh menemui Papa sebelum puzzle-nya selesai,” gumamnya lagi, bicara pada diri sendiri sambil mengambil satu kepingan puzzle, lalu membolak-baliknya untuk mencari sisi yang cocok.“Tapi aku benar-benar kangen Mama dan Papa,” gumamnya lagi. “Sampai aku tidak bisa konsentrasi lagi.”Caspian mengembuskan napasnya kasar karena dia tak kunjung menemukan sisi yang cocok untuk kepingan puzzle dalam genggamannya.Ini gara-gara dia sudah rindu Papa dan Mama. Sampai konsentrasinya hilang. Tapk Papa bilang dia tidak boleh menemui Mama dan Papa sebelum puzzle-nya selesai.Lalu, Caspian teringat kata-kata yang selalu diucapkan Papa padanya. Katanya, kalau Caspian rindu Mama dan Papa, dia boleh kapanpun datang menemui mereka jika sedang ada di rumah.Caspian langsung tersenyum lebar. “Berar

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   Extra Part 6

    “Papa sayang kamu,” ucap Figo seraya mengecup puncak kepala Caspian yang masih terlihat lemah di pangkuannya.“Kalau aku mati, Papa masih sayang aku nggak?” celoteh Caspian, bibirnya tampak merah dan sedikit bergetar.Figo memejamkan matanya sejenak. Sejak demam dua hari yang lalu, bocah itu selalu bicara soal kematian atau segala sesuatu yang berhubungan dengan mati.Ya, sudah dua hari berlalu sejak Figo dan Sora menjemput Caspian dari Starlight karena demam.“Papa akan tetap sayang kamu apapun yang terjadi. Jadi jangan bicara soal mati lagi, hm?”“Tapi, tapi entar aku kan nggak ada, gimana Papa bisa tetap sayang?”Astaga. Ternyata begini rasanya punya anak yang baru akan berhenti bicara hanya saat tidur. Figo lantas menatap Sora yang tengah sibuk memotong buah.Sora yang sejak tadi mendengar celotehan itu, hanya mengangkat bahunya seraya berkata, “Gimana rasanya saat mendengar orang yang demam tapi selalu bicara seolah akan mati besok? Gelisah, ‘kan?”Figo mengusap tengkuk. Jadi sep

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   Extra Part 5

    Figo menopang pipinya dengan satu tangan yang dikepalkan serta sikunya bertumpu di atas meja. Matanya memandangi Sora dengan lekat yang tengah sibuk dengan laptopnya.Tidak satu detik pun tatapan Figo beralih ke arah lain selain pada Sora. Tatapannya begitu dalam dan penuh damba.Sesekali matanya turun ke bibir ranum yang indah dan menggoda itu. Sesekali turun ke dada sintal yang tercetak jelas di balik kemeja ketatnya.“Kapan kamu selesai, Sayang?” gumam Figo seraya menyelipkan helaian rambut Sora ke belakang telinga.“Sebentar lagi,” jawab Sora, yang sebenarnya sudah mulai kehilangan fokus karena tatapan membius pria itu membuat jantungnya berdebar-debar.Melihat bibir Sora bergerak-gerak, Figo ingin sekali melumatnya dan menggigitnya. Tetapi dia berusaha menahan diri.“Figo, kamu tahu? Aku merasa seperti punya suami pengangguran.”Figo terkekeh kecil. “Waktuku memang luang untuk kamu, Sayang.”“Aku tahu jadwalmu padat tapi kamu masih sempat-sempatnya datang ke kantorku.” Sora gelen

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   Extra Part 4

    “Papa, Mama,” gumam Caspian sembari mengerjapkan matanya yang basah berkali-kali.Lalu dia teringat pesan Papa, ‘Kalau tersesat, cari orang yang pakai seragam. Jangan mengikuti orang sembarangan.’Caspian mengusap air matanya dengan punggung tangan. Lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling area yang tampak ramai itu.Sampai akhirnya dia melihat petugas keamanan berdiri tidak jauh dari pintu masuk sebuah gedung.Kakinya lalu berlari kecil menghampiri petugas tersebut.“Uncle,” panggil Caspian sambil mendongak dan mengerjapkan matanya polos.Pria berseragam itu menunduk. “Yes?”“I’m lost.”Petugas itu memperhatikan Caspian selama beberapa detik, lalu berjongkok mensejajarkan tubuh mereka. “Are you lost?”Caspian mengangguk. “I’m looking for my mother, my father and my sister.”“What’s your name?”“Caspian,” jawab Caspian sembari merogoh sesuatu dari saku coatnya. Lalu menyerahkan sebuah kartu nama–yang dibuat khusus untuk Caspian oleh Figo dan wajib dibawa ke mana-mana. “Please call my

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   Extra Part 3

    Sora terbangun dari tidurnya saat dia merasakan ciuman-ciuman kecil yang menghujani wajahnya.Matanya yang terasa lengket perlahan terbuka, dan mendapati wajah tampan suaminya dengan rambut yang berantakan.Saat ini mereka sudah berada di Tokyo. Dan mereka baru saja tiba kemarin siang.“Pagi,” sapa Sora dengan suara serak.“Tidurmu nyenyak?” tanya Figo, tapi detik berikutnya dia mendaratkan bibirnya pada bibir Sora lalu memagutnya dengan lembut.Sora sempat menahan napas. Lalu memukul lengan Figo pelan hingga pria itu menjauhkan kembali wajah mereka.“Setidaknya beri aku kesempatan buat bernapas setelah bangun tidur,” gerutu Sora, membuat Figo seketika terkekeh-kekeh.“Salahmu sendiri,” bisik Figo seraya mengusapkan telapak tangannya di punggung polos Sora. “Kenapa selalu terlihat sangat cantik setiap bangun tidur?”“Berhenti menggombal, Figo.” Sora menangkup rahang pria itu, menatap wajahnya lekat. Pria itu pun semakin tampan dengan rambut berantakannya.Figo tersenyum kecil. Dia men

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   1. Enam Bulan Lagi

    ‘Ma, Papa nggak sayang aku, ya?’‘Kenapa, kok, Shopie nanyanya gitu? Papa sayang, kok, sama Shopie.’‘Tapi kenapa Papa nggak pernah jemput aku sekolah? Papa juga nggak pernah menginap di rumah kita.’Sora memejamkan mata ketika percakapannya dengan Shopie tadi pagi kembali terngiang di telinganya.

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   6. Dia Datang

    “Tolong jaga baik-baik flashdisk ini buat aku,” ucap Figo, “kamu satu-satunya orang yang aku percaya. Jangan sampai datanya bocor. Karena nasib keluargaku ada di sana.”Sora tertegun seraya menatap benda kecil berwarna hitam polos di telapak tangannya itu. Lalu perlahan jari-jarinya mengepal, mengg

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   5. Pusat Konflik Hidup Figo

    Figo mengempaskan dirinya di kursi dan mengembuskan napas kasar setibanya dia di ruangannya. Kemudian melonggarkan simpul dasinya yang terasa mencekik leher.Figo tak pernah menemukan ketenangan setelah bertemu dengan Sora. Wanita itu selalu punya seribu cara untuk melawannya dan membuatnya kehilang

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   4. Hidupmu Bukan Urusanku

    Sora mengerutkan kening, merasa bingung kenapa Figo tiba-tiba membahas kehidupan pribadinya. Padahal pria itu paling anti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Sora.Sora lalu menatap Figo dingin. “Kalau kamu datang ke sini cuma untuk mengawasi siapa yang berdiri di dekatku,” ujarnya tena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status