Share

Bab 3

Author: Araina_ina
last update Last Updated: 2025-12-08 20:00:24

Pertanyaan itu hampir memecahkan gendang telinga Renata. Bahkan ia perlu menjauhkan ponselnya dari telinga untuk sesaat.

“Kenapa?! Kenapa kau tidak lagi menjawab?! Apakah kau tuli?! Atau apa kau bisu?!”

Kembali, teriakannya membuat sakit kepala Renata kembali terasa.

Joan, sahabatnya yang ia kenal dari masa kuliah. Sosoknya memiliki senyum manis dengan tubuh yang berisi. Mulutnya sangat pedas tapi ia adalah salah satu orang yang sangat tulus padanya.

Bahkan di masa – masa sulitnya, Joan selalu berada di sampingnya dan tidak akan meninggalkannya. Meski mulutnya pedas dan terkadang cerewet, tapi Joan adalah orang yang transparan. Orang – orang akan tahu apa isi hatinya saat bertemu dengannya.

Renata yang kembali mendengar ocehan sahabatnya itu bukan marah tapi justru kembali menitikkan air mata.

‘’Joan ... aku akan mengakhiri hubunganku dengan Julian.” Dengan suara tercekat Renata berucap.

Seketika keheningan melanda. Renata bahkan melihat ke arah ponselnya untuk memastikan jika Joan masih bersamanya.

“Katakan! Apa yang ia perbuat padamu? Kau ada dimana? Berikan lokasimu dan aku akan menjemputmu sekarang!”

Joan akhirnya kembali membuka mulutnya. Tidak lagi terdengar omelannya seperti barusan, hanya terdengar keseriusan dan perhatiannya.

Benar, beginilah Joan. Ia akan selalu tahu dimana dia bersikap dan dalam keadaan apa dia perlu bersikap. Dia bisa mengemasnya dengan baik.

Renata menyebutkan nama hotel tempat dia berada seraya berharap jika sahabatnya itu segera datang.

‘’Baiklah! Tunggu aku di lobi, aku akan meluncur ke sana!” Tidak lupa Joan segera mengingatkan untuk Renata agar tidak kemana – mana dan menunggunya.

“Baik. Kau bisa tenang. Aku baik – baik saja, aku akan menceritakan semuanya padamu saat bertemu. Jadi, hati – hati di jalan. Aku akan menunggumu menjemputku.” Jawab Renata sebelum akhirnya ia menutup telefon.

Ia pun melihat kembali ke segala arah. Senyum pahit terlihat di wajahnya yang nampak cantik dan cerah. Senyum pahit yang ia berikan pada dirinya sendiri.

Dia bangkit dan berjalan ke arah meja rias yang tidak jauh dari sana. Menatap lekat – lekat bayangan wajahnya di kaca.

Senyum yang memperlihatkan percaya diri yang sebelumnya tidak ada. Senyum dingin namun juga tidak acuh.

Ia segera mengambil tas miliknya dan pergi dari sana. Tidak lupa mengambil ponselnya yang terdapat di atas kasur. Ia sempat merekam pembicaraan keduanya saat ia baru saja terbangun dari pingsannya.

Mungkin karena efek bius yang diberikan oleh Julian padanya, ia masih merasa begitu lemah dan lemas.  Langkahnya sedikit goyah saat berada di lorong hotel.

Saat sosok rampingnya yang hampir terjatuh, sebuah tangan tegap menyangga tubuhnya.

Seketika Renata mendongak untuk melihat siapa orang yang menangkap dirinya itu. Sesaat kemudian aroma maskulin seorang pria menyambut indera penciuman Renata.

“Nona, Anda tidak apa – apa?” suara bariton itu entah kenapa membuat Renata terdiam cukup lama.

Terlebih saat melihat wajah tampan yang terpampang di depannya. Kepalanya kembali kosong dan tidak sanggup memikirkan apapun.

‘’Nona ...!” Suara itu kembali membuyarkan lamunan Renata.

“Ah! Maaf ....” ujar Renata yang kemudian memperbaiki postur tubuhnya untuk bisa berdiri tegap.

Di samping pria dengan perawakan luar biasa itu, terlihat seorang ajudan dengan dokumen yang ada di tangannya. Ia bahkan tidak melihat apa yang terjadi dan tetap berjalan dengan melihat semua berkas yang ada di tangannya.

“Tuan ... bagaimana jika kita mencari wanita lain yang bisa untuk Anda ajak menikah? Dengan begitu, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik bukan?”

Ajudan itu berkata tanpa sadar jika tuannya masih tertinggal di belakang dan tengah berdiri di depan seorang wanita.

Setelah tidak mendengar jawaban dari tuannya itu, barulah sang ajudan itu berhenti dan melihat ke sekeliling mencari atasannya.

‘’Tuan?!” Ia terkejut saat melihat tuannya tertinggal di belakang dan berdampingan dengan seorang wanita cantik dan asing.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hasrat Cinta Tuan Muda Damian   59

    Renata datang ke kantor HA tepat waktu, seperti biasa. Ia tidak mengenakan sesuatu yang mencolok, hanya setelan sederhana dengan potongan rapi yang membuat langkahnya terlihat tenang dan terukur. Sejak pengumuman Elly, sorot mata orang-orang di lobi berubah sedikit ketika melihatnya, ada yang penasaran, ada yang sekadar ingin memastikan kabar yang mereka baca pagi tadi memang benar.Renata tidak berhenti untuk membaca ekspresi mereka. Ia merasa sudah terbiasa dan tidak mempedulikan mengenai itu.Panggilan dari Julian semalam terdengar resmi, bahkan terlalu resmi baginya.“Kita perlu membicarakan beberapa penyesuaian pekerjaan,” begitu katanya.Maka ia datang, tanpa dugaan lain. Namun ketika pintu ruang kerja Julian terbuka, suasana di dalamnya tidak seperti ruang rapat yang biasanya. Tidak ada berkas terbuka, tidak ada layar presentasi, bahkan meja kerja terlihat lebih rapi dari biasanya, seolah sengaja dikosongkan.Dan di atas meja kecil dekat jendela, terdapat satu kotak beludru ge

  • Hasrat Cinta Tuan Muda Damian   Bab 58

    Sore itu, Julian dipanggil pulang. Bukan dengan nada marah. Bukan pula dengan perintah keras. Pesan singkat dari Abimana Herlambang hanya berisi satu kalimat: “Pulang. Kita bicara.”Di ruang kerja keluarga, suasana dingin. Abimana duduk di balik meja besar, berkas laporan terbuka di hadapannya. Julian berdiri beberapa langkah dari sana. Tidak ada basa-basi.“Saham turun lagi pagi ini,” ujar Abimana tenang.Julian terdiam.Namun Abimana tetap melanjutkan ucapannya, “Bukan karena kinerja, ini semua karena kepercayaan.”Ia mengangkat pandangan. “Kau mengira ini masih urusan pribadi?”Julian membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Tidak ada suara yang keluar, dia terduduk dan pandangannya masih terpaku di lantai. “Kau boleh salah,” kata Abimana pelan namun tajam. “Tapi ketika kesalahanmu menyeret nama keluarga dan perusahaan, itu bukan lagi urusan perasaan.”Keheningan akhirnya jatuh di antara mereka berdua. “Aku

  • Hasrat Cinta Tuan Muda Damian   Bab 58

    Juwita tidak tahan pada keadaan saat ini yang terus menerus berkembang ke arah yang menyudutkannya. Sejak pagi, namanya terus muncul di linimasa, bukan sebagai pusat pujian, melainkan sebagai bayangan yang menempel pada satu isu yang sama. “Dugaan perselingkuhan” Pertunangan yang dibatalkan. Foto lama yang kembali diangkat. Tatapan yang terlalu dekat untuk sekadar kolega.Ia tahu, diam terlalu lama akan membuat rumor semakin tumbuh liar. Maka dari itu ia memilih untuk bicara.Sebuah unggahan singkat muncul di akun resminya. Foto dirinya dengan riasan rapi, sudut wajah yang paling aman, disertai kalimat yang terdengar tenang: “Tidak semua yang terlihat adalah kebenaran. Aku berharap publik bisa lebih bijak.”Tidak menyebut nama, tidak membantah dan juga tidak menjelaskan. Namun justru di situlah letak kesalahannya.Komentar datang dengan deras.“Kalau tidak salah, kenapa tidak tegas?”“Bijak bagaimana? Foto-fot

  • Hasrat Cinta Tuan Muda Damian   Bab 57

    Kantor terasa terlalu sempit bagi Julian pagi itu. Ia berdiri di depan jendela, menatap lalu lintas di bawah tanpa benar-benar melihatnya. Di tangannya, ponsel terus bergetar. Notifikasi datang beruntun. Baik dari media, rekan bisnis, kenalan lama. Tidak satu pun bertanya apakah ia baik-baik saja. Semuanya bertanya hal yang sama. ‘Kenapa dibatalkan?’Julian mengepalkan tangannya. Tidak ada jawaban yang bisa ia berikan saat ini. Pernyataan yang diumumkan itu terlalu rapi dan juga terlalu bersih. Herman Aditama memotong semua jalur klarifikasi sebelum ia sempat bergerak. Tidak menyisakan ruang untuk penjelasan, juga tidak ada celah untuk mengendalikan narasi publik. Dan ini benar – benar membuatnya terasa terhimpit. Dan yang paling membuatnya tertekan adalah kebisuan Renata saat ini. Tidak terhitung sudah berapa kali ia mencoba menghubungi Renata. Baik dari pesan yang terkirim ataupun dari panggilan. Akan tetapi, semuanya tidak kunjung direspon. Dari pesan yang tidak dibaca dan pang

  • Hasrat Cinta Tuan Muda Damian   Bab 56

    Pengumuman itu muncul tanpa tanda-tanda terlebih dahulu. Tidak ada konferensi pers, tidak pula ada panggung megah.Satu pernyataan resmi dari Keluarga Aditama dikirim ke beberapa media utama pada pagi hari, disertai tanda tangan pribadi Herman Aditama. Isinya singkat, lugas, dan tidak memberi ruang tafsir berlebihan.“Dengan ini, saya, Herman Aditama, menyampaikan bahwa pertunangan antara putri saya, Renata Aditama, dan Tuan Julian Abimana, dinyatakan batal terhitung mulai hari ini.”Tidak ada kata-kata emosional. Tidak ada penjelasan panjang.“Keputusan ini diambil demi kebaikan dan masa depan putri saya. Saya berharap publik menghormati keputusan ini dan tidak menyeret Renata Aditama ke dalam spekulasi yang tidak perlu.”Pernyataan itu berakhir di sana. Justru karena singkat dan tegas, dampaknya terasa jauh lebih besar.###___####Reaksi publik datang nyaris seketika. Nama Renata kembali memenuhi linimasa, namun kali ini dengan nada yang berbeda. Banyak yang terkejut karena pembatal

  • Hasrat Cinta Tuan Muda Damian   55

    Di pagi hari, di apartemen milik Julian, cahaya matahari masuk tipis dari sela tirai, jatuh di lantai yang dingin. Juwita sudah terbangun lebih dulu. Ia berbaring telentang, menatap langit-langit tanpa benar-benar melihat apa pun. Malam kali ini pun tidak memberi sepenuhnya ketenangan. Yang tersisa hanya rasa kosong yang semakin sulit diabaikan.Di sampingnya, Julian masih tidur. Nafasnya tampak teratur, wajahnya tenang, seolah apa yang terjadi semalam tidak meninggalkan jejak apa pun. Juwita menoleh sebentar ke arahnya, sebelum ia akhirnya bangkit. Ia mengenakan pakaiannya dengan gerakan pelan, rapi, seperti biasa.Saat melangkah ke ruang tamu, ponselnya bergetar. Beberapa notifikasi masuk. Potongan berita, komentar singkat, dan lagi-lagi satu nama yang muncul berulang. ‘Renata.’Tidak ada nada sensasional. Tidak ada tuduhan. Hanya penyebutan yang wajar, seolah kehadiran Renata di sana memang sudah seharusnya.Juwita menggenggam ponselnya lebih erat dan keluar dari apartemen itu tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status