Share

Malam Ini Lagi

Author: CitraAurora
last update Last Updated: 2025-10-17 21:42:56

Siang itu setelah meeting, Erik mengantar Laura ke depan lobi. Dia seakan tidak rela wanita itu kembali ke perusahaan tempat dia bekerja.

“Bagaimana kalau aku antar Laura?” Netra pria itu menatap Laura.

Laura tersenyum sambil menunjukkan gelengan kecil.

“Sudah dijemput Paman Kak.” Ujar Laura.

Mode menggerutu Erik seketika aktif, “Paman kamu over sekali kenapa tidak memberiku kesempatan mengantar.”

Senyum Laura mengembang, kemudian tangannya mengelus bahu Erik.

“Biar Kak Erik nggak capek.”

Di lobi semua pegawai menatap ke arah atasannya itu, mengira kalau mereka ada hubungan spesial.

Citra dan Vani yang hendak keluar juga turut bergabung di kerumunan orang itu.

“Ada apa sih!” Dia mulai kepo.

“Pak Bos dan kekasihnya.” Jawab salah satu pegawai disana.

Mata Citra tak lepas dari Erik, meski hanya punggung yang terlihat tapi dia nampak familiar.

“Kenapa aku nggak asing dengan tubuh Pak bos.” Batinnya.

Tak selang lama David datang, kedatangan David semakin membuat jiwa jomblo pa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waw erik ada yg kecanduan nii
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Malam kak,,, maaf ya baru update satu bab, nanti kalau sempat aku update lagi.. klau nggak besok ya... happy reading kakak...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hasrat Liar Paman Suamiku    Baiklah Aku Memaafkan Kamu

    Air matanya mengalir semakin deras. "Aku sudah mencoba Rey. Aku sudah mencoba membuka hatiku untukmu. Aku sudah mencoba untuk move on dari Raymond dan belajar mencintaimu. Tapi bagaimana aku bisa mencintai seseorang yang dengan mudahnya melupakan aku?"Kata-kata itu menusuk jantung Reyhan seperti pisau tajam. Dia merasakan dadanya sesak, napasnya tersengal."Aku tidak melupakan kamu," ucap Reyhan dengan suara bergetar. "Aku tidak pernah melupakan kamu Rara. Kamu selalu ada di pikiranku. Selalu. Aku hanya... aku hanya terlalu fokus pada pasien sampai semuanya yang lain terabaikan. Dan itu salahku. Aku akui itu salahku."Dia berlutut di depan Rara, tangannya terulur memegang kedua tangan Rara yang menggantung lemas di sisi tubuhnya."Maafkan aku," bisik Reyhan dengan mata berkaca-kaca. "Maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku janji akan lebih memperhatikan waktu kita. Aku janji tidak akan membiarkan pekerjaanku mengabaikan kamu lagi."Rara menatap Reyhan yang be

  • Hasrat Liar Paman Suamiku    Maafkan Aku Rara

    Pukul sebelas malam, operasi akhirnya selesai. Reyhan keluar dari ruang operasi dengan tubuh yang sangat lelah. Wajahnya pucat, matanya sayu, dan tangannya masih sedikit gemetar karena ketegangan selama berjam-jam melakukan operasi yang rumit."Bagaimana kondisi pasiennya Dok?" tanya kepala perawat yang menunggu di luar."Stabil," jawab Reyhan sambil melepas masker operasinya. "Tapi harus dipantau ketat selama 24 jam ke depan. Kalau ada perubahan sedikit saja, langsung hubungi aku.""Baik Dokter."Reyhan berjalan gontai menuju ruang ganti. Seluruh tubuhnya terasa remuk. Dia hampir tidak bisa merasakan kakinya sendiri karena terlalu lama berdiri. Begitu sampai di ruang ganti, dia langsung merosot di kursi dan memijat keningnya yang berdenyut.Baru kemudian dia ingat sesuatu."RARA!" teriaknya sambil langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.Tapi ponselnya tidak ada di sana. Dengan panik, Reyhan mencari-cari di loker tempat dia menyimpan barang-barangnya. Dan ponselnya ada

  • Hasrat Liar Paman Suamiku    Dia Membohongiku

    Setelah tiga hari penuh di Pulau B untuk sesi prewedding yang melelahkan namun menyenangkan, keempat anak muda itu akhirnya kembali ke ibukota. Pesawat mereka mendarat di bandara pada sore hari, dan masing-masing pasangan langsung pulang ke rumah mereka untuk beristirahat.Dara langsung disambut pelukan hangat dari Laura yang sudah menunggu di rumah. Sementara Raymond dijemput oleh supir keluarga dan langsung dibawa pulang. Rara dan Reyhan juga berpisah di bandara dengan janji untuk bertemu lagi keesokan hari.Keesokan paginya, Reyhan sudah kembali menjalani rutinitas seperti biasa. Jam enam pagi dia sudah bangun, mandi, sarapan, lalu berangkat ke rumah sakit tempat dia bekerja. Sebagai dokter bedah yang cukup senior di rumah sakit tersebut, jadwalnya selalu padat. Hari ini saja dia sudah dijadwalkan untuk melakukan dua operasi dan beberapa konsultasi dengan pasien.Di tengah kesibukannya, ponsel Reyhan bergetar. Sebuah pesan dari Rara muncul di layar."Rey, malam ini aku mau kita din

  • Hasrat Liar Paman Suamiku    Prewed

    Mereka tiba di pulau tersebut pagi-pagi sekali untuk mengejar matahari terbit. Udara masih sejuk, angin laut berhembus lembut membawa aroma garam yang menyegarkan."Wah, tempatnya indah sekali!" seru Rara sambil menatap hamparan pantai pasir putih yang membentang luas."Iya," Dara mengangguk setuju. "Ini sangat cocok dengan konsep prewedding kita."Fotografer dan tim sudah bersiap dengan peralatan mereka. Mereka mulai mengarahkan pose untuk foto pertama. Dara dan Raymond berdiri di tepi pantai, dengan latar belakang bukit hijau yang menjulang di kejauhan."Raymond, pegang pinggang Dara dengan lebih erat," instruksi fotografer. "Dara, dongakkan wajahmu sedikit ke arah Raymond. Bagus! Sekarang tatap mata satu sama lain."Dara menatap mata Raymond yang penuh cinta. Jantungnya berdegup kencang. Ini adalah momen yang akan mereka kenang selamanya."Perfect!" fotografer mengambil beberapa foto dengan cepat. "Sekarang coba kalian berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan."Mereka men

  • Hasrat Liar Paman Suamiku    Aku Sangat Merindukan Kamu Kak

    Sore itu Dara dan Raymond baru saja tiba di rumah setelah seharian menghabiskan waktu bersama di kota. Ketika mobil Raymond memasuki halaman, Dara langsung mengerutkan kening melihat sebuah mobil mewah hitam metalik terparkir di area parkir."Mobil siapa itu?" gumam Dara sambil menatap mobil asing tersebut dengan penuh rasa ingin tahu.Raymond mengangkat bahu. "Entahlah. Mungkin tamu Papa atau Mamamu."Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju pintu depan. Begitu pintu terbuka, suara tawa terdengar dari ruang tamu. Dara dan Raymond saling berpandangan sebelum melangkah masuk.Dan ketika Dara melihat sosok yang duduk di samping papanya, matanya langsung membulat. Jantungnya berdetak kencang. Senyum lebar mengembang di wajahnya."KAK RENDRA!" teriak Dara dengan suara nyaring yang membuat semua orang di ruang tamu menoleh.Tanpa pikir panjang, Dara langsung berlari menghambur ke arah Rendra yang sudah berdiri dengan tangan terbuka lebar. Tubuh mungil Dara menabrak dada Rendra dengan ke

  • Hasrat Liar Paman Suamiku    Kita Adakan pesta

    Rendra langsung tersadar dan tertawa canggung. Tangannya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. "Maaf Paman, maaf. Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya memberikan pujian biasa. Lagipuan aku sudah punya Sinta. Paman tidak perlu khawatir.""Omong-omong Sinta," David mengalihkan pembicaraan dengan nada yang sedikit ketus. "Mana dia? Kenapa tidak ikut? Dan anak kalian?""Sinta dan anak-anak akan pulang seminggu lagi," jawab Rendra sambil memasukkan tangan ke saku celananya. "Aku pulang terlebih dahulu karena ada urusan bisnis yang harus diselesaikan di sini. Kontrak yang mendesak. Jadi ya terpaksa aku duluan deh."Laura yang mendengar itu mengangguk pelan. "Anak-anak kamu usia berapa sekarang?" Tanya David. "Raka sudah berusia dua puluh tahun, sedangkan Risa berusia 15 tahun. Nanti kalau mereka sudah sampai, aku bawa ke sini biar mereka ingat." Jelas Rendra dengan tersenyum. "Sudah besar-besar ternyata, aku sudah lupa wajah anak-anak kamu." "Iya Paman," Rendra menggaruk kep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status