Beranda / Romansa / Hasrat Salah Kamar / Perjanjian Timbal Balik

Share

Perjanjian Timbal Balik

Penulis: JolaSky
last update Tanggal publikasi: 2024-07-07 08:42:42

"Mas Alex, minum dulu, mas," pekik Alea kaget melihat refleks sang suami.

Napas Alex tercekat seolah nyawanya berada di ujung tenggorokan. Terlalu kaget dengan akan pertanyaan mamanya barusan. Alex mengulurkan tangannya menerima segelas air putih dan meminumnya hingga tandas.

"Terima kasih," ucap Alex dengan nada dingin. Alea menurut, ia menarik dirinya kembali ke tempat duduk. Gestur sepasang suami istri itu tak luput dari perhatian Mila sebagai orang yang paling dituakan di sana. Secercah per
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Salah Kamar   Umpatan Untuk Suami

    BAB 22Saat sambungan telepon terputus, rasa berdesir muncul di dada Alea yang terduduk lemas di sisi tempat tidur. Pandangannya turun menatap lantai marmer putih di bawahnya dengan sorot sendu.“Mungkin percuma juga jika aku memohon. Dia akan tetap mengabaikanku.” Debaran jantung Alea kian bertalu cepat. Setiap kali mendengar suara itu, desir aneh menguasai hati dan pikiran Alea dalam kurun waktu yang lama. Suara yang sama dengan suara yang telah mengguncang seluruh isi dunianya sejak beberapa bulan lalu. “Tuan tidak mau pulang lagi, ya, Nyonya?” Hening di kamar tiba-tiba lenyap oleh suara Merry, asisten pribadi yang disiapkan oleh Alex untuk Alea untuk mengurus semua kebutuhannya. Alea tersenyum getir, menyembunyikan malu dari seluruh tatapan dunia tentang nasibnya. “Yah.. Seperti biasa. Aku harus mengandalkan Dokter Reza lagi kali ini,” jawa Alea tenang, dibalik rasa tak terima yang menggelitik hati. Merry tersenyum maklum. Entah memaklumi sikap bosnya, Alex, atau justru memakl

  • Hasrat Salah Kamar   Selingkuh

    Alex setia berdiri di balik pintu ruang model yang sengaja disiapkan khusus untuk Dea latihan berpose atau apapun yang berhubungan dengan profesi tercintanya. terdengar dua sejoli yang begitu akrab tengah berusaha saling meyakinkan satu sama lain."Dia pikir, dia bisa mengkhianatiku. Jangan salah, Dea. Aku bisa lebih keji dari iblis paling jahat di muka bumi ini. Ini semua aku lakukan karena aku mencintaimu," gumam Alex di balik tempat persembunyiannya.Belakangan Alex tahu skandal yang sedang terjalin diantara dalah satu kolega sekaligus komisaris agensi modeling tempat wanita pujaannya bernaung, setelah kejadian penyerangan yang menimpanya kemarin."Pak Alex, ada telepon dari Bu Alea."Suara Narco seketika merubah suasana menyenangkan yang tengah Alex selami menjadi suasana yang menjengkelkan ketika telinganya mendengar satu nama yang mengusik kenyamanannya. Alex mendengus kesal, melayangkan tatapan intimidasi atas kecerobohan sikap sang asisten karena telah menyebutkan satu-satinya

  • Hasrat Salah Kamar   Harapan Palsu

    ‘Mas, kamu mau kemana? Bukannya kamu mau temani aku cek kandungan?” ucap Alea dari arah dapur ketika melihat Alex yang menuruni anak tangga dengan langkah terburu-buru. Tubuh tegapnya sudah sudah dibalut kemeja dan jas formal. Sedangkan sebelah tangannya menjinjing tas tangan pria dengan merek terkenal. Terlihat formal namun santai. “Batalkan jadwalmu hari ini. Aku ada urusan kantor mendadak,” balas Alex santai sambil mengancingkan pergelangan tangannya. Alex terkesan acuh dengan kehadiran Alea disana . Bahkan tak sedetikpun dirinya melirik sang istri yang termangu dalam suasana hati yang buruk. “Tapi, mas, kamu kan sudah janj—“ “Kamu dengar apa yang aku ucapkan tadi ‘kan Alea? Kalau kamu tidak bisa membatalkannya, kamu kan bisa pergi sendiri,” seloroh Alex dengan nada tinggi. Ekspresi yang sebelumnya hangat berubah menyeramkan seiringan dengan emosi Alex yang tersulut. Setelah memastikan penampilannya sempurna, Alex berbalik menghadap sang istri. Di depannya, Alea berdiri dengan

  • Hasrat Salah Kamar   Ancaman

    “Jadi, apakah kamu mau mengambil tawaranku untuk kedua kali?” Pertanyaan Alex dilontarkan dengan penuh percaya diri sekaligus mampu mengintimidasi Dea yang mematung di hadapannya.Wanita itu melemparkan pandangan penuh kebencian. Lagi-lagi otaknya memutar ulang kejadian empat tahun lalu dimana Dea bertekuk lutut dan mengikuti permainan Alex demi peningkatan karirnya di industri hiburan.Alex yakin wanita pujaannya ini tak akan memiliki pilihan lain selain mengikuti kkemauannya. Seharusnya Dea lah yang tahu diri dalam situasi saat ini.“Kalau kamu menolak, aku akan menyebarkan semua rahasiamu selama ini. Termasuk rahasia tentang kita,” ucap Alex mengulang kembali kalimatnya empat tahun lalu.“Kamu gila, Lex. Semua cara kamu lakukan demi mendapatkanku. Kamu sudah dikuasai oleh ambisimu sendiri.” Dea berkelakar. Kedua tangannya terkepal erat menahan emosi. Hal itu tak lepas dari pandangan Alex yang memindai tatapan dari ujung kaki hingga ujung kepala.“Ya, aku gila karenamu. Aku rela mel

  • Hasrat Salah Kamar   Perjanjian Timbal Balik

    "Mas Alex, minum dulu, mas," pekik Alea kaget melihat refleks sang suami.Napas Alex tercekat seolah nyawanya berada di ujung tenggorokan. Terlalu kaget dengan akan pertanyaan mamanya barusan. Alex mengulurkan tangannya menerima segelas air putih dan meminumnya hingga tandas."Terima kasih," ucap Alex dengan nada dingin. Alea menurut, ia menarik dirinya kembali ke tempat duduk. Gestur sepasang suami istri itu tak luput dari perhatian Mila sebagai orang yang paling dituakan di sana. Secercah perasaan curiga muncul dalam benak wanita dengan kacamata berbingkai emas itu."Baru ditanya masalah malam pertama, kagetnya sampai begitu, Lex. Apalagi kalau mama tanya masalah cucu. Coba, bagaimana perkembangan calon anak kalian?" Seolah tak peduli dengan respon yang ditunjukkan anaknya tadi, Mila kembali melayangkan sebuah pertanyaan yang langsung membuat tubuh Alex menegang.Ya, Alex tidak pernah mengetahui secara pasti tentang perkembangan janin di dalam kandungan Alea. Semua fokusnya hanya te

  • Hasrat Salah Kamar   Alea Jadi Hero

    Dua cangkir kopi panas yang asapnya masih mengepul menjadi saksi kediaman Alex sejak setengah jam lalu. Pria itu bergeming dengan sekelumit pikiran yang kini memenuhi kepalanya.Di depannya, Reza menatap bingung pada sang sang sahabat yang mode diamnya sedang aktif-aktifnya. Membiarkan Alex sibuk dengan dunianya sendiri namun tetap memastikan kediamannya tak menimbulkan curiga.Selama itu pula Reza memperhatikan gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Alex.“Mau sampai kapan lo melamun? Kalau masih lama lebih baik gue pulang dulu. Nanti kalau lo sudah selesai gue balik lagi,” cibir Reza.Tepat setelah kalimat itu berakhir, separuh kesadaran Alex mulai pulih. Ia menatap nanar pada Reza yang kini menetapnya dengan pandangan penuh tanya.“Sampai kapan di Sydney?” Alex bertanya tiba-tiba. Mengabaikan cibiran Reza sebelumnya.Berita kepergian Dea cukup mengguncang mental Alex saat ini. Ia tidak menyangka Dea memilih jalan instan untuk menjauhinya. Berdalih pekerjaan, wanita itu bertandang ke ne

  • Hasrat Salah Kamar   Godaan Nafsu

    “Ayo, Lex. Jangan bengong aja. Lo niat tanggung jawab Tidak?” bisikan Reza yang duduk di samping Alex menyadarkan pria itu pada sebuah kenyataan yang sejujurnya dielak oleh Alex. Kini, Alex sudah duduk di hadapan penghulu dan wali nikah yang mana adalah ayah dari wanita bernama Alea itu. “Apa ada

  • Hasrat Salah Kamar   Satu Syarat

    Alex tercengang melihat siapa orang yang bertamu di rumahnya saat ini. Seorang wanita dengan tinggi badan semampai, kecantikannya tak kalah jauh dengan Dea–wanita yang selama ini dipuja oleh Alex.Wanita itu memaku tatapanya tepat di kedua manik indah milik Alex, sorotnya seolah menghipnotis pria i

  • Hasrat Salah Kamar   Tamu Tak Bertuan

    Wanita di hadapan Alex kini menggeleng lemah. Seolah tak percaya dengan informasi yang baru saja menyusup ke telinga.“Gak, kamu hanya mempermainkanku ‘kan?” kata wanita itu mulai histeris.Baik Alex maupun Reza melemparkan pandangan penuh tanya.“Apa maksudmu?” tanya Reza tak terima.“Ya, kalian i

  • Hasrat Salah Kamar   Si Tampan Tanggung Jawab

    Alex mengalihkan pandangannya pda Reza dengan gerakan kaku. Kini dirinya bagaikan seorang mayat hidup yang tak bisa menerima kenyataan yang ada.Sedangkan Reza, pria itu sama sekali belum mengerti situasi yang tengah terjadi. Dengan polosnya ia berkata,“Gue melakukan apa yang lo perintah. Dia wani

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status