Beranda / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 1 Sampai di desa mawar

Share

Hasrat Wanita Desa
Hasrat Wanita Desa
Penulis: Tristar

Bab 1 Sampai di desa mawar

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2025-12-12 02:23:00

Seorang pemuda tampan, sedang mengemudikan mobil sport nya dengan wajah muram.

Pemuda tersebut bernama Erfan.

Erfan adalah seorang pemuda tampan berumur 25 tahun, yang berasal dari keluarga kaya nomor 1 di kota tersebut. Erfan seorang anak tunggal di keluarganya, hari ini Erfan diberi perintah oleh orang tuanya untuk mengurus perusahaan paling kecil milik orang tuanya yang berada di pedesaan, yang merupakan perusahaan pertanian. Walaupun Erfan sangat enggan tapi dia tidak bisa melawan orang tuanya, karena dia sadar pasti orang tuanya ingin dia lebih mandiri karena selama ini Erfan hanya tau bersenang senang.

====

Mobil Erfan sudah memasuki jalan pegunungan, yang keadaan jalannya tidak semulus di kota.

"Ohh sial, mengapa jalan nya begitu bergelombang, bisa bisa mobil ku lecet!" Umpat Erfan, dia sangat kesal.

"gruk gruk"

Perut Erfan berbunyi,

"Duh laper banget sih, gak bawa makanan lagi ." Erfan berkata sambil memegang perutnya.

Erfan melihat warung dekat sekolah SMA yang cukup ramai Siswa SMA, karena kebetulan ini jam dimana anak SMA pulang sekolah.

Mobil Erfan berhenti di warung tersebut,

Semua Siswa SMA tersebut menatap mobil sport lamborgini dengan mata bersinar, seketika mereka menjadi heboh.

"Lihat itu, mobil sport lamborghini, keren sekali ya? sumpah keren baget!" ucap pria muda, sambil menunjuk-nunjuk mobil itu.

"Baru pertama kali, ada mobil sport datang ke daerah sini!" ucap temannya, sambil menatap mobil itu dengan tatapan berbinar.

Erfan keluar dari dari mobil, lalu berjalan menuju ke warung dengan langkah santai.

"Sangat tampan! Para artis pria itu tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan!" ucap salah satu siswa wanita, dengan tatapan berbunga-bunga.

"Aku mau walau jadi simpanannya," ucap siswa wanita yang terlihat centil, matanya menatap Erfan dengan tatapan panas.

Semua murid wanita mendengus, setelah mendengar perkataan wanita genit itu.

Kedatangan Erfan ke warung tersebut, langsung di sapa hangat penjaga warung wanita dewasa, yang masih terlihat cantik.

"Tuan muda," sapa penjaga warung wanita, dengan ramah. Penjaga warung wanita menebak Erfan bukan lah pemuda sembarangan.

Erfan tersenyum sambil mengangguk sedikit, lalu dia berkata kepada penjaga warun.

"Bi Saya mau makan, apakah disini jual makan atau mie instan?" tanya Erfan sambil tersenyum hangat.

Erfan pemuda yang ramah tidak pernah memandang rendah orang lain, walau dia terkenal nakal di kota asalnya.

"Kalo mie instan ada tuan muda, ingin rasa apa?" tanya penjaga warung wanita itu.

"Rasa apa aja deh bi, 2 yah mie instan nya," ucap Erfan sambil memperlihatkan 2 jarinya.

"Silahkan duduk di dalam tuan muda, diluar banyak siswa SMA!" ucap penjaga warung wanita itu, sambil membukakan pintu masuk ke dalam warung.

"Baik bi," Erfan tidak sungkan, di langsung masuk kedalam warung.

Di dalam warung, Erfan duduk di kursi sederhana. Dia mengeluarkan sebatang rokis, lalu menyalakannya.

Penjaga warung wanita, memasak tidak jauh dari Erfan. Mata nakal Erfan menatap tubuh penjaga warung wanita itu, dengan tatapan tidak hati-hati.

"Tidak kusangka ada wanita yang menggoda di desa seperti ini," gumam Erfan dalam hati, sambil tersenyum nakal.

"Tuan muda, seperti anda bukan berasal dari sini yah?" tanya Penjaga Warung Wanita, sambil terus memasak mie.

"Iyah bi, aku baru sampai di sini," jawab Erfan.

"Ohh begitu, memang tujuan tuan muda mau kemana? " tanya Penjaga Warung Wanita tersebut.

"Ke Desa Mawar Bi," jawab Erfan santai, matanya sambil memperhatikan pantat wanita dewasa itu.

"Oh Desa Mawar," jawab Warung Wanita tersebut menjawab sambil mengangguk ngangguk.

"Apakah masih jauh bi?" tanya Erfan.

"Enggak kok, paling 2 kilometer lagi udah sampe!" jawab Penjaga Warung Tersebut.

"Bagus kalo gitu, aku sudah sangat lelah," erfan berkata dengan malas.

"Kalo boleh tau, ada tujuan apa tuan muda ke desa mawar?" tanya Penjaga Warung Wanita Tersebut, sambil memasukkan mie yang sudah matang kedalam mangkuk.

"Aku di suruh orang tua, mengurus perusahaan pertanian buah buahan yang ada di desa mawar," Erfan menjawab jujur.

Deg

Penjaga Warung Wanita tersebut terkejut,

"Ternyata tuan muda pemilik perusahaan pertanian di desa mawar?" ucap Penjaga Warung Tersebut, sambil meletakkan mangkuk mie di depan Erfan.

"Iyah bi, walau yah aku sedikit enggan!" ucap Erfan berkata tanpa daya .

"Bibi jamin deh kalo tuan muda sudah ke desa mawar pasti betah," ucap Penjaga Warung Wanita itu.

Erfan bingung dengan perkataan wanita dewasa itu,

"Eh nanti, jika tuan muda santai main kesini yah, sesekali makan mie atau ngopi!" ucap Penjaga Warung Wanita itu dengan suara menggoda.

"Oke bi, siapa nama bibi?" tanya Erfan santai.

"Nama Bibi Ayu." ucap Penjaga Warung Wanita itu .

"Oke Bi Ayu, aku mengingatnya!" Erfan menjawab sambil mengangguk ngangguk, mulutnya di penuhi makanan.

Wanita Dewasa Bernama Ayu itu menatap Erfan dengan tatapan aneh, sebuah pemikiran nakal muncul di kepalanya.

Beberapa menit, Erfan pun menyelesaikan makan mienya. Dia langsung bangkit berdiri, ingin segera melanjutkan perjalanannya.

"Bi Ayu ini aku membayar!" Erfan mengeluarkan uang 100 rb .

Bi Ayu yang sedang melayani pembeli pun, buru-buru menghampiri Erfan.

"Tunggu tuan muda, saya akan mengambil kembalian!" ucap Bi Ayu.

"Tidak perlu Bi, buat Bi Ayu saja," jawab Erfan sambil tersenyum.

"Beneran tuan muda?" tanya Bi Ayu senang.

Erfan mengangguk,

"Hehe, kalo tuan muda jajan di warung bibi setiap hari, bibi akan cepat kaya," ucap Bi Ayu, sambil terkekeh.

Erfan tertawa,

"Hahaha, nanti kalo santai aku main ke sini bi. warung ini tutup sampai jam berapa?" tanya Erfan

"Sampai jam 8 malam tuan muda," jawab Bi Ayu sambil menatap Erfan dengan tatapan genit.

"Oke, kalo gitu aku pamit dulu!" Erfan berkata, lalu keluar dari warung Bi Ayu.

Saat Erfan berjalan menuju mobil, dia melihat banyak siswa yang memfoto mobil ya. Erfan hanya tersenyum, dia tidak marah sama sekali.

"Hey awas! yang punya nya datang tuh," ucap Siswa pria, dia mengingatkan, para siswa lainnya yang sedang memfoto di depan mobil Erfan.

"Semua nya permisi yah, saya mau lanjut perjalanan lagi," Erfan berkata dengan ramah.

"Sialahkan Kak," ucap para siswa itu, sambil tersenyum sedikit malu.

Erfan mengangguk sambil tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil. Mobil Lamborghini melaju pelan pelan meninggalkan tempat tersebut, di bawah tatapan kagum para siswa SMA.

Beberapa menit kemudian, Erfan melihat tugu bertuliskan "Desa Mawar"

"Huh, akhirnya sampai," Erfan berkata dengan lega.

Mobil Erfan masuk kedalam jalan yang lumayan lebar tapi agak jelek. Mobil Erfan melaju dengan pelan.

Saat penduduk desa melihat kedatangan mobil Erfan mereka berbisik-bisik entah apa yang mereka bisikan.

Mata Erfan bersinar, saat melihat keadaan penduduk desa. Erfan melihat banyak sekali wanita cantik berlalu lalang di sana.

"Sial, apakah ini yang di maksud Bi Ayu?" Erfan berkata dengan penuh semangat.

"Kalo gini, aku bisa betah, hahaha," Erfan tertawa.

Erfan menghentikan mobilnya, saat melihat banyak ibu-ibu yang sedang berkumpul. Dia ingin menanyakan letak perusahaan milik keluarganya itu.

Para Wanita Dewasa itu melirik ke mobil Erfan dengan penasaran, Karena mereka baru pertama kali melihat mobil sebagus itu.

Erfan turun dari mobilnya, lalu menghampiri ibu-ibu itu.

"Bibi permisi saya mau tanya, Perusahaan Pertanian Nusantara dimana yah?" Tanya Erfan dengan sopan.

"Tuan muda lurus saja, nanti di sebelah kiri ada gedung yang sangat besar, di situlah tempatnya tuan muda," jawab Salah Satu Wanita Dewasa dengan cepat.

"Oh, baik terimakasih," Erfan berkata lalu kembali kedalam mobil.

Mobil Erfan kembali melaju, mengikutinya arah yang di tunjukkan ibu tadi. Tidak lama, Erfan pun sampai di depan Perusahaan Pertanian Nusantara.

Erfan menelepon seseorang,

Telepon tersambung,

"Halo, apakah ini tuan muda?" terdengar suara wanita di seberang telepon.

"Benar ini saya, saya sudah berada di depan perusahaan," ucap Erfan .

"Baik tuan muda, saya akan ke depan," ucap Wanita di seberang telepon, terdengar dia sangatlah terburu buru.

Tidak lama seorang wanita berumur 30 tahun, dengan wajah cantik, dan mempunyai tubuh tinggi yang menggoda, ukuran dada yang sangat besar, menghampiri mobil Erfan.

Erfan keluar dari mobil,

"Tuan muda," sapa Wanita tersebut, sambil sedikit membungkuk.

"Apakah anda pengurus perusahaan?" tanya Erfan, sambil menatap wanita itu.

"Benar tuan muda, nama saya Anne," jawab Wanita tersebut.

"Oke Nona Anne, antar saya ke tempat tinggal dulu! saya ingin istirahat dulu, cukup melelahkan di jalan!" ucap Erfan dengan nada lesu.

"Baik mari," ucap Anne.

Mereka pun masuk kedalam mobil Erfan,

Di sepanjang jalan, Anne mencuri curi pandang kepada Erfan yang sedang menyetir.

"Kalo aku belum punya suami, mungkin aku akan berusaha mendekati nya!" gumam Anne, di dalam hatinya.

"Nona Anne, untuk kedepannya anda akan menjadi sekretaris ku, apakah anda keberatan?" Tanya Erfan .

"Tentu saja tidak tuan muda," jawab Anne, dia tampak bersemangat, saat mendengar penawaran Erfan.

"Bagus, gaji mu akan aku naikkan 2 kali lipat," ucap Erfan santai.

Anne terkejut, perlahan ekspresi wajahnya berubah tampak bersemangat.

"Terimakasih tuan muda," ucap Anne, dengan nada bahagia.

Tidak lama, Mereka sampai di sebuah Vila. Vila tersebut, memiliki gaya arsitektur klasik yang membuat suasa di sana terasa nyaman dan tenang.

Erfan memandang vila tersebut, dengan tatapan penuh kepuasan.

"Hey cukup bagus juga," ucap Erfan, setelah turun dari mobil.

Anne dan Erfan pun masuk kedalam Vila. Di dalam vila, Erfan menengok ke kanan dan ke kiri, ekspresi wajahnya penuh kepuasan.

Erfan melirik Anne yang ada di sampingnya, lalu dia menanyakan sesuatu.

"Nona Anne, apakah tidak ada pengurus vila?" tanya Erfan.

"Belum ada tuan muda, tapi tenang saja saya sudah mencarikan pengurus vila, dia akan ke sini sebentar lagi," jawab Anne.

"Oke bagus," balas Erfan.

"Kalo gitu, saya pergi dulu ada yang harus saya kerjakan," ucap Anne, sambil tersenyum, dan tubuhnya sedikit membungkuk.

"Baik, apakah perlu di antar, cukup jauh ke perusahaan?" tanya Erfan.

"Tidak perlu tuan muda, saya mau mampir ke rumah pengurus vila sebentar, untuk memberi tahunya!" ucap Anne.

Erfan mengangguk sambil tersenyum.

Anne pun pergi dari vila.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Junaedi Edi
bagus ceritanya
goodnovel comment avatar
Amie Umie
jom star baca
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 322 Mengunjungi Tesa Dan Frisa

    Pada malam hari, suasana vila terasa hangat dan penuh kebersamaan. Erfan duduk di tengah, dikelilingi oleh para wanita. Setelah memastikan perhatian mereka tertuju padanya, Erfan pun menyampaikan niatnya. "Lusa, aku akan mengantar Bu Susan dan Cika ke Kota Hua," ucapnya dengan nada tenang. Mendengar hal itu, para wanita saling berpandangan sejenak, lalu mengangguk setuju. Tak ada penolakan sedikit pun. Bagi mereka, keputusan itu adalah hal yang wajar. Bu Susan adalah bagian dari kehidupan Erfan, dan Cika, sebagai anaknya, tentu pantas mendapatkan perhatian serta kehadiran sosok orang tua. Erfan memandang Kak Gisel, lalu dia berkata. "Besok, aku akan mengantar kakak ~ mencari lahan." Kak Gisel mengangguk, sorot matanya mengeluarkan sedikit kilatan panas. Namun, semua orang tidak ada yang menyadarinya. "Erfan, berapa lama kamu di Kota Hua?" tanya Tante Yurike. Erfan memandang Bu Susan, karena dia belum tahu, kunjungan wisata itu berlangsung berapa lama. Bu Susan langsung mengert

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 321 Kak Gisel Menguping++

    "Sayang, mau langsung mulai?" tanya Erfan dengan nada menggoda. "Ayo. Mau gaya apa, sayang?" tanya Bu Susan dengan nada genit. "Kamu nungguin, sayang!" perintah Erfan. Bu Susan mengambil posisi menungging membelakangi Erfan. Kepalanya di posisikan lebih rendah dari pantatnya. Melihat posisi yang sudah pas, Erfan langsung memosisikan batang besarnya itu di lubang apem wanita itu, lalu dia mendorongnya masuk sampai mentok di dalam. "Ahhhh..." desahan panjang bergema di dalam kamar, saat tubuh keduanya menyatu sempurna. "Sayang, enak banget... ahh..." ujar Bu Susan, nada bicaranya terdengar sangat menikmati. "Vaginamu... sangat enak, sayang! batangku di jepit erat di dalam." Erfan mulai menggerakkan batangnya maju mundur di dalam sana dengan gerakan cepat. Sehingga, suara benturan antara pahanya dan pantat wanita itu menimbulkan suara khas yang

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 320 Kak Gisel Ikut Pulang

    Kakak perempuan pertama Diva yang bernama, Gisel, tampak ingin berkata, namun dia tampak ragu.Diva menyadari itu, lalu dia bertanya kepada kakaknya itu. "Ada apa kak? kalau ada yang mau kakak katakan, katakan saja!" "Sebenarnya... aku kepikiran membuka bisnis di sana. Tapi... bisnis yang bisa aku buat hanyalah bisnis sederhana," ujar Kak Gisel dengan nada canggung."Emangnya... bisnis apa yang kakak ingin buat?" tanya Erfan dengan serius."Bisnis penginapan, seperti bisnis yang aku jalankan di sini," balas Kak Gisel."Itu bagus kak! kalau kakak mau buat bisnis itu, buat lah secepatnya!" ucap Erfan menyarankan."Apa... bisnis seperti itu akan laku? di tempat mewah yang akan kamu bangun?" tanya Kak Gisel, dia merasa ragu."Yah pasti laku! walau tempat yang dibangun mewah, tapi pengunjung yang datang, gak semuanya mau menyia-nyiakan uang, buat tidur di hotel mewah. Bahkan, kebanyakan pasti memilih tinggal di penginapan se

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 319 Erfan Gak Normal

    Erfan mengajak wanita itu beristirahat di dalam mobil. Namun, Tante Yurike harus di bawah ke dalam mobil dengan cara di gendong, karena dia sudah tidak sanggup berjalan. Di dalam mobil, keduanya berbaring sambil berpelukan, dengan posisi Tante Yurike ada di atas tubuh Erfan. "Tante rasa... kamu semakin hebat!" ujar Tante Yurike pelan. Matanya menatap Erfan dengan sorot mata kagum, dan juga ada kepuasan. "Gimana gak hebat? setiap hari aku selalu bercinta dengan para wanitaku," ucap Erfan dengan bangga. "Bocah nakal! kamu gak boleh terlalu sering bermain dengan wanita! itu gak baik untuk kesehatan ginjalmu," Tanta Yurike mengingatkan. "Aku awalnya berpikir begitu. Tapi, sampai sekarang... aku gak pernah merasa ada keluhan apapun," balas Erfan santai. "Kamu paling banyak... sehari bisa berapa kali?" tanya Tante Yurike. Karena dia belum tahu, seberapa hebat Erfan yang sebenarnya. "Kalau memaksakan diri, aku bisa memua

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 318 Panggil Aku, Suami!

    Erfan tidak langsung bergerak, dia ingin menikmati sensasi penyatuan awal terlebih dahulu. "Tante, apa suamimu... masih suka meminta jatah kepadamu?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Itu sudah pasti! kamu gak harus bertanya," balas Tante Yurike dengan nada manja. "Tapi... kenapa vaginamu begitu sempit?" "Kamu jangan seolah-olah gak tahu deh!" balas Tante Yurike sedikit ketus. Erfan terkekeh lucu. Dia tahu kondisi suami Tante Yurike, alasannya bertanya hanya untuk menggoda wanita itu. "Aku kira... batang suami tante... ukurannya sudah membesar," goda Erfan. "Udah, jangan bicarakan dia terus! ayo mulai! udah gatal nih," rengek Tante Yurike. "Oke. Aku mulai, yah!" Setelah Erfan berkata, dia mulai menggerakkan batangnya maju mundur di dalam apem wanita itu. Gerakan awal tampak pelan, namun lama kelamaan gerakannya semakin cepat.

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 317 Di Manja Tante Yurike++

    Setelah mengantarkan Sinta ke rumahnya, Erfan tidak langsung pulang ke vila. Dia membelokkan mobilnya masuk ke area hutan yang dulu di jadikan tempat untuk bercinta bersama, Bi Ayu. Tante Yurike merasa bingung kenapa Erfan membawanya ke tempat seperti itu. Namun, dia tidak bertanya apapun. Setelah sampai di tempat yang biasa dia kunjungi, Erfan menghentikan mobilnya. Dia melirik Tante Yurike, lalu memeluk tubuh wanita itu dan tangannya langsung hinggap di payudara besar wanita itu. Tante Yurike mengerti, mengapa Erfan membawanya ke tempat seperti ini. Senyuman genit mulai terlukis di bibir seksinya. "Kamu benar-benar yah, mau ajak tante bercinta di tempat seperti ini," ucap Tante Yurike dengan nada menggoda. "Hehe, tante harus mencobanya. Lebih seru loh!" ucap Erfan dengan nada main-main. Tante Yurike melingkarkan tangannya di leher Erfan. "Oke. Tante setuj

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 10 Ibu dan Anak sama nakalnya

    Tesa melirik Bi Ayu. Setelah Bi Ayu menganggukkan kepalanya, Barulah dia berani berbicara. "Kak, aku ingin punya ponsel ip, untuk membuat konten di media sosial," ucap Tesa, dengan suara pelan sambil menundukkan kepalanya. "Oke. aku akan membelikan kamu ponsel ip, dan peralatan membuat konten. T

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 17 Verona

    Pagi hari, Erfan terbangun dari tidurnya. Saat matanya terbuka dia melihat, 3 wanita cantik sedang terkikik sambil menggodanya. "Kakak bangun!" ucap Tesa, sambil mencubit pipi Erfan. "Oke. kalian sangat nakal!" ucap Erfan, dengan suara khas bangun tidur. "Hey, kenapa kemarin malam memasukkan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 18 Serina mulai mau ?

    Erfan sampai di Vila. Erfan masuk ke dalam Vila, sambil membawa kantung belanja milik nya, dan milik Serina. Sementara belanjaan untuk wanita lainnya Erfan simpan di Mobil. Di dalam vila, Erfan melihat Serina, yang sedang duduk sambil menonton tv. Dia berjalan menghampiri wanita itu, dengan ekspr

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 24 Anne di taklukkan

    Akhirnya mereka sampai di vila, Setelah Erfan menurunkan Pak RW, dia melajukan mobil nya ke Vila. Hari ini Erfan harus berangkat ke Kota Hua, Sampai di vila, Erfan membereskan semua yang ingin dia bawa. dia pun menelepon sekertarisnya itu. tut tut tut "Halo tuan muda," ucap Anne di seberan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status