LOGINKakak perempuan pertama Diva yang bernama, Gisel, tampak ingin berkata, namun dia tampak ragu.Diva menyadari itu, lalu dia bertanya kepada kakaknya itu. "Ada apa kak? kalau ada yang mau kakak katakan, katakan saja!" "Sebenarnya... aku kepikiran membuka bisnis di sana. Tapi... bisnis yang bisa aku buat hanyalah bisnis sederhana," ujar Kak Gisel dengan nada canggung."Emangnya... bisnis apa yang kakak ingin buat?" tanya Erfan dengan serius."Bisnis penginapan, seperti bisnis yang aku jalankan di sini," balas Kak Gisel."Itu bagus kak! kalau kakak mau buat bisnis itu, buat lah secepatnya!" ucap Erfan menyarankan."Apa... bisnis seperti itu akan laku? di tempat mewah yang akan kamu bangun?" tanya Kak Gisel, dia merasa ragu."Yah pasti laku! walau tempat yang dibangun mewah, tapi pengunjung yang datang, gak semuanya mau menyia-nyiakan uang, buat tidur di hotel mewah. Bahkan, kebanyakan pasti memilih tinggal di penginapan se
Erfan mengajak wanita itu beristirahat di dalam mobil. Namun, Tante Yurike harus di bawah ke dalam mobil dengan cara di gendong, karena dia sudah tidak sanggup berjalan. Di dalam mobil, keduanya berbaring sambil berpelukan, dengan posisi Tante Yurike ada di atas tubuh Erfan. "Tante rasa... kamu semakin hebat!" ujar Tante Yurike pelan. Matanya menatap Erfan dengan sorot mata kagum, dan juga ada kepuasan. "Gimana gak hebat? setiap hari aku selalu bercinta dengan para wanitaku," ucap Erfan dengan bangga. "Bocah nakal! kamu gak boleh terlalu sering bermain dengan wanita! itu gak baik untuk kesehatan ginjalmu," Tanta Yurike mengingatkan. "Aku awalnya berpikir begitu. Tapi, sampai sekarang... aku gak pernah merasa ada keluhan apapun," balas Erfan santai. "Kamu paling banyak... sehari bisa berapa kali?" tanya Tante Yurike. Karena dia belum tahu, seberapa hebat Erfan yang sebenarnya. "Kalau memaksakan diri, aku bisa memua
Erfan tidak langsung bergerak, dia ingin menikmati sensasi penyatuan awal terlebih dahulu. "Tante, apa suamimu... masih suka meminta jatah kepadamu?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Itu sudah pasti! kamu gak harus bertanya," balas Tante Yurike dengan nada manja. "Tapi... kenapa vaginamu begitu sempit?" "Kamu jangan seolah-olah gak tahu deh!" balas Tante Yurike sedikit ketus. Erfan terkekeh lucu. Dia tahu kondisi suami Tante Yurike, alasannya bertanya hanya untuk menggoda wanita itu. "Aku kira... batang suami tante... ukurannya sudah membesar," goda Erfan. "Udah, jangan bicarakan dia terus! ayo mulai! udah gatal nih," rengek Tante Yurike. "Oke. Aku mulai, yah!" Setelah Erfan berkata, dia mulai menggerakkan batangnya maju mundur di dalam apem wanita itu. Gerakan awal tampak pelan, namun lama kelamaan gerakannya semakin cepat.
Setelah mengantarkan Sinta ke rumahnya, Erfan tidak langsung pulang ke vila. Dia membelokkan mobilnya masuk ke area hutan yang dulu di jadikan tempat untuk bercinta bersama, Bi Ayu. Tante Yurike merasa bingung kenapa Erfan membawanya ke tempat seperti itu. Namun, dia tidak bertanya apapun. Setelah sampai di tempat yang biasa dia kunjungi, Erfan menghentikan mobilnya. Dia melirik Tante Yurike, lalu memeluk tubuh wanita itu dan tangannya langsung hinggap di payudara besar wanita itu. Tante Yurike mengerti, mengapa Erfan membawanya ke tempat seperti ini. Senyuman genit mulai terlukis di bibir seksinya. "Kamu benar-benar yah, mau ajak tante bercinta di tempat seperti ini," ucap Tante Yurike dengan nada menggoda. "Hehe, tante harus mencobanya. Lebih seru loh!" ucap Erfan dengan nada main-main. Tante Yurike melingkarkan tangannya di leher Erfan. "Oke. Tante setuj
Beberapa saat kemudian, Tante Yurike mengajak Erfan pergi ke lokasi wisata. Dia ingin segera membuat perencanaan untuk pembangunan nanti.Erfan memiliki ide mengajak Sinta, karena nantinya yang mengelola tempat wisata tersebut adalah Sinta. Mereka berdua masuk ke dalam mobil, lalu Erfan melajukan mobilnya keluar dari vila.Di dalam mobil, Tante Yurike terus menatap Erfan dengan sorot mata panas. Tangannya hinggap di paha Erfan, lalu dia berkata, "Bocah nakal, apa kamu gak rindu tante," ucapnya dengan nada genit.Erfan tersenyum tipis, ekspresi wajahnya tampak nakal. Satu tangannya memegang setir mobil, dan yang satunya merangkul tubuh wanita dewasa itu."Tentu saja aku rindu! sudah lama gak mengunjungi vagina indah tante," ucap Erfan dengan nakal.Benar saja, mereka memiliki hubungan rahasia di belakang. Tante Yurike yang telah memiliki suami, ternyata berselingkuh di belakang suaminya.Tante Yurike terkikik g
Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu dan lanjut mengobrol. "Oh iya, tadi aku sempat dengar Tante Yurike menyebut nama Reya. Apa itu wanitamu juga?" tanya Dewi penasaran. "Aku pernah bilang dulu, selain Calista, masih ada wanitaku yang lain di sana. Dia juga, masih setia sampai sekarang. Wanita itu bernama, Reya!" balas Erfan dengan santai. "Kenapa kamu gak suruh dia kesini saja?" tanya Serina dengan nada heran."Dia sibuk mengurus bisnis keluarganya," jawab Erfan."Reya juga pernah bilang kepadaku. Dia sangat ingin ke sini, hanya saja... belum ada waktu," Calista menimpali.Para wanita mengangguk paham.Tante Yurike menatap Erfan."Di Ibukota, sudah heboh saat mendengar kalau kamu mau membangun bisnis wisata di desa," ucap Tante Yurike."Gimana, respons mereka?" tanya Erfan dengan nada santai."Tentu saja mereka ingin memantau terlebih dahulu, tapi... keluarga teman-teman dekatmu s







