Home / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 170 Rencana membangun Transportasi

Share

Bab 170 Rencana membangun Transportasi

Author: Tristar
last update publish date: 2026-01-20 00:29:03

Setelah Anne menikmati sensasi puncak, dia berbalik menekan Erfan di bawahnya.

Anne dengan ganas langsung melahap senjata Erfan, dan mulai memainkannya dengan penuh semangat.

"Ahh...permainanmu semakin enak ahh," Erfa memuji permainan Anne, yang semakin lama bersamanya semakin terampil.

Anne yang mendapat pujian tentu lebih bersemangat. Dia menghisap dan Menjilat sangat liar, tapi keliarannya itu memberikan sensasi yang lebih nikmat untuk Erfan.

Beberapa menit kemudian, Erfan mencapai punc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 369 Kehebohan Para Wanita

    Setelah menunggu beberapa saat di ruang tunggu, dokter Riana menghampiri. Saat ini, wanita itu sudah tak mengenakan pakaian dokter lagi. Karena dia mengenakan pakaian dres yang cukup ketat ~ lekuk tubuhnya pun masuk ke pandangan Erfan dengan jelas. "Maaf yah, kalian harus menunggu," ucap dokter Riana dengan nada tak enak. "Gak masalah, ayo pergi!" ajak Erfan, sambil menarik pandangan dari tubuh dokter cantik itu. Mereka pun melangkah pergi keluar dari rumah sakit, lalu pergi ke parkiran tempat mobil terparkir. Sesampainya di sana, mereka masuk ke dalam mobil. Setelah semuanya masuk, Erfan menyalakan mobil, lalu melajukannya pergi dari parkiran tersebut. Di jalan, Erfan tak lupa mampir ke tempat makanan burger di jual. Dia membeli burger untuk Shara, dan untuk semua para wanitanya. Bahkan dia membeli jumlah burger yang lebih dari jumlah wanitanya, karena dia takut kalau hanya membelikan satu untuk setiap wanita, ada wanitanya yang masih mau makan. Setelah semua burger jadi, Erfa

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 368 Dokter Riana

    "Tentu saja! Masalah gaji... anda sebutkan saja, atau saya yang akan tentukan!" balas Erfan. Setelah berpikir sejenak, dokter Riana berkata. "Baik, aku setuju! Masalah gaji anda saja yang menentukannya!" "Bagus." ucap Erfan, sambil memasang ekspresi gembira. "Saya akan menggaji anda 1 miliar per bulan, gimana? Kalau kurang, bilang saja!" Mendengar nominal yang menurutnya besar, dokter Riana membelalakkan matanya. "Tuan, apa anda serius? 1 miliar ~ terlalu besar," ucapnya dengan suara meninggi. "Aku serius... uang segitu, gak seberapa di bandingkan dengan kesehatan kehamilan para wanitaku! Jangankan satu miliar... 10 atau 100 miliar, akan aku berikan," ucap Erfan dengan penuh ketegasan. "Memang benar... dia pasti pria dari kalangan atas. Kalau di liat dari umurnya... dia pasti seorang generasi kedua keluarga kaya," gumam dokter Riana di dalam hatinya. "Gimana, dok?" Erfa

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 367 Dua Wanita Lagi, Hamil

    Sesampainya di rumah sakit, Erfan langsung menuju ruangan tempat Dokter Riana berada. Awalnya, seorang perawat menyuruh para wanita itu masuk satu per satu. Namun, setelah diberi tahu bahwa mereka semua memiliki pria yang sama, perawat itu pun mengizinkan mereka masuk sambil memasang ekspresi terkejut."Ternyata memang ada, beberapa wanita cantik yang rela berbagi pria. Tapi wajar saja sih... pria tadi sangat tampan dan kayaknya dia juga kaya. Kalau aku di posisi para wanita itu, pasti gak akan nolak juga," ucap perawat itu di dalam hati.===Ketika dokter Riana melihat Erfan membawa beberapa wanita cantik. Dia langsung memasang ekspresi heran dan penuh keterkejutan."Tuan, ini...." ucapnya sambil menatap Erfan."Mereka semua, wanitaku juga!" balas Erfan dengan nada santai."Jadi... anda... anda punya banyak wanita?" tanya dokter Riana, tergagap."Hehe, iya... begitulah," balas Erfan sambil cengengesan."Ternyata dia seorang play boy. Tapi dia sangat mampu, secara terang-terangan memi

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 366 Cek Kehamilan Beberapa Wanita

    Di sepanjang jalan, Erfan tampak sangat riang. Dia menyalakan musik, dan terus menyenandungkan lagu.Melihat betapa bahagianya pria itu, Dewi merasa sangat senang. Di memandang pria itu dengan sorot mata lembut, penuh cinta."Walau aku bukan wanita satu-satunya, tapi sebuah kebahagiaan terbesarku, bisa mengandung keturunan untuknya," gumam Dewi di dalam hati, sambil mengelus-elus perutnya.Sesampainya di vila, Erfan dan Dewi masuk ke dalam vila sambil bergandengan tangan. Senyuman cerah, terlukis jelas di wajah mereka.Para wanita yang berada di vila, langsung menghampiri mereka dengan ekspresi penasaran dan ada kekhawatiran. Namun, saat melihat ekspresi berseri-seri Erfan dan Dewi, para wanita itu merasa bingung."Sayang, gimana? Dewi sakit apa?" tanya Serina. "Ayo... duduk dulu! Aku punya kabar membahagiakan," ucap Erfan, sambil menarik Dewi untuk duduk di sofa.Dengan wajah penuh kebingungan, para wanita itu duduk ~

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 365 Dewi Hamil

    "Sayang, temani aku sampai tidur," pinta Dewi dengan manja."Oke... aku temani kamu," balas Erfan setuju.Dia naik ke tempat tidur, masuk ke dalam selimut, lalu memeluk wanita itu.Beberapa saat kemudian, terdengar napas lembut dan teratur ~ menandakan wanita itu telah tertidur pulas.Setelah memastikan jika wanita itu tertidur, Erfan perlahan turun dari tempat tidur, lalu melangkah keluar dari kamar.Erfan pergi ke tempat para wanita berada ~ di ruang tv.Sampai di sana, dia merebahkan kepalanya di pangkuan Anne."Beberapa hari ini... Dewi memang kelihatan gak sehat... dia terlihat lemas, gak seperti biasanya," ucap Anne. Dia tau pasti, karena setiap hari Dewi berada di kantor bersamanya.Erlina dan Jessy pun mengangguk ~ setuju dengan yang dikatakan Anne."Kalau makan juga... dia gak pernah banyak, malah aku sempat berpikir, dia gak menyukai masakan... tapi pas di tanya, dia bilang lagi gak enak makan," ucap Serina."Iya semoga saja gak ada penyakit yang serius," ucap Erfan dengan p

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 364 Tidak Menjamin Kesetiaan

    "Kalau suamiku sekuat dan semenawan kamu... Tante mungkin gak akan berselingkuh darinya," ucap Tante Yurike, sambil mengelus dada bidang Erfan. "Jadi alasan Tante mau sama aku, karena penampilan dan keperkasaanku?" tanya Erfan sambil mengangkat satu alisnya. "Terus apalagi kalau bukan itu," Tante Yurike tak menyangkal sama sekali. "Berati... kalau ada pria yang lebih tampan dariku dan kuat sepertiku, apa Tante mau bersamanya?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Mungkin iya... mungkin juga tidak," balas Tante Yurike. "Ehh, kenapa begitu?" tanya Erfan dengan nada heran. "Tergantung apa pria itu memiliki pesona yang membuat wanita tertarik ~ apa tidak. Jika hanya paras tampan dan perkasa, itu gak cukup!" balas Tante Yurike menjelaskan. "Jadi aku punya pesona... yang membuat wanita takluk kepadaku, gitu?" "Iya... kamu memang memiliki itu. Kalau gak percaya, coba tanyakan ke semua wanitamu.. pasti mereka me

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 62 Bu Jessy

    Bu Jessy dan yang lainnya bingung mendengar perkataan Erfan. "Maksudnya gimana tuan muda?" tanya Bu Jessy, dengan ekspresi bingung. "Saya memiliki saran, bagaimana jika lebih memperbesar tempat hiburan tersebut! saya akan memberikan sisa modal yang di butuhkan!" ucap Erfan. Bu Jessy tersentak

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 64 Rasa Penasaran Bu Jessy

    Nyony Rina masuk ke dalam mobil Bu Jessy. Bu Jessy menatap Nyonya Rina, dengan tatapan curiga dan menyelidik, tapi Nyonya Rina pura-pura tidak menyadarinya. "Ayo pergi!" ucap Nyonya Rina santai. Bu Jessy tidak banyak bertanya terlebih dahulu, dia melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Erfa

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 71 Wanita Tercantik?

    Di dalam kamar.Erfan dan Bu Evi, saling berpelukan. Mereka belum melanjutkan permainan, karena Bu Evi ingin beristirahat terlebih dahulu."Sayang, simpanan mu sekarang ada berapa? aku penasaran hihi!" tanya Bu Evi, sambil terkikik genit."Emm, lumayan sih," jawab Erfan

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 59 Serina Memergoki

    Akhirnya Bu Resti mau masuk ke dalam vila. Di dalam vila, Erfan duduk di sofa, lalu menarik Bu Resti untuk duduk di pangkuannya, Ekspresi Bu Resti masih terlihat kaku."Sudah jangan terlalu dipikirkan, akan baik-baik saja kok!" jawab Erfan, tangan nakalnya menggapai gunung besar wanita itu lalu mer

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status