ANMELDEN"Sayang, temani aku sampai tidur," pinta Dewi dengan manja."Oke... aku temani kamu," balas Erfan setuju.Dia naik ke tempat tidur, masuk ke dalam selimut, lalu memeluk wanita itu.Beberapa saat kemudian, terdengar napas lembut dan teratur ~ menandakan wanita itu telah tertidur pulas.Setelah memastikan jika wanita itu tertidur, Erfan perlahan turun dari tempat tidur, lalu melangkah keluar dari kamar.Erfan pergi ke tempat para wanita berada ~ di ruang tv.Sampai di sana, dia merebahkan kepalanya di pangkuan Anne."Beberapa hari ini... Dewi memang kelihatan gak sehat... dia terlihat lemas, gak seperti biasanya," ucap Anne. Dia tau pasti, karena setiap hari Dewi berada di kantor bersamanya.Erlina dan Jessy pun mengangguk ~ setuju dengan yang dikatakan Anne."Kalau makan juga... dia gak pernah banyak, malah aku sempat berpikir, dia gak menyukai masakan... tapi pas di tanya, dia bilang lagi gak enak makan," ucap Serina."Iya semoga saja gak ada penyakit yang serius," ucap Erfan dengan p
"Kalau suamiku sekuat dan semenawan kamu... Tante mungkin gak akan berselingkuh darinya," ucap Tante Yurike, sambil mengelus dada bidang Erfan. "Jadi alasan Tante mau sama aku, karena penampilan dan keperkasaanku?" tanya Erfan sambil mengangkat satu alisnya. "Terus apalagi kalau bukan itu," Tante Yurike tak menyangkal sama sekali. "Berati... kalau ada pria yang lebih tampan dariku dan kuat sepertiku, apa Tante mau bersamanya?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Mungkin iya... mungkin juga tidak," balas Tante Yurike. "Ehh, kenapa begitu?" tanya Erfan dengan nada heran. "Tergantung apa pria itu memiliki pesona yang membuat wanita tertarik ~ apa tidak. Jika hanya paras tampan dan perkasa, itu gak cukup!" balas Tante Yurike menjelaskan. "Jadi aku punya pesona... yang membuat wanita takluk kepadaku, gitu?" "Iya... kamu memang memiliki itu. Kalau gak percaya, coba tanyakan ke semua wanitamu.. pasti mereka me
Namun, walau begitu, Erfan tak menghentikan gempurannya."Ahh... Bocah... berhenti... dulu!" perintah Tante Yurike."Gak mau!" balas Erfan tegas. Dia sangat enggan menghentikan, karena rasa nikmat yang dia rasakan."Ih... kamu yah," gerutu Tante Yurike. Dia perlahan meraih ponselnya yang tergeletak di meja sisi tempat tidur, lalu melihat ID penelepon.Saat melihat siapa yang tercantum di sana, Tante Yurike dengan panik menyuruh Erfan berhenti."Bocah, berhenti... berhenti dulu! Ini telepon dari suamiku.""Angkat saja Tante... tapi Tante harus menahan desahan," ucap Erfan dengan nada main-main, sambil terus membenturkan tubuhnya ke tubuh wanita itu."Kamu yah... ya udah... pelankan sedikit!" perintah Tante Yurike dengan nada lemah.Erfan menurut. Dia memelankan gempurannya, sampai suara yang di hasilkan dari benturan antara kulit pun terdengar pelan.Tante Yurike menjawab panggilan telepon itu."Halo.... sayang, ke mana aja sih, kok lama angkat teleponnya?" terdengar gerutuan pria di
Ketika wanita itu hendak melepaskan pakaiannya, Erfan langsung menghentikannya. "Tan, jangan di lepas! Kamu lebih menggoda kalau memakai pakaian," ucap Erfan dengan nada main-main. "Masa sih? Itu imajinasimu saja," gerutu Tante Yurike, sikapnya tampak manja. Erfan tertawa kecil, dia tak menyangkalnya, karena yang di ucapkan Tante Yurike adalah kebenaran. Selesai melepaskan pakaiannya sendiri, Erfan bergerak melepaskan CD renda yang dikenakan Tante Yurike.Setelah CD itu terlepas, Erfan menghirup aroma CD itu dengan ekspresi wajah yang tampak nakal."Bocah... kamu mesum banget sih," tegur Tante Yurike, wajahnya sedikit memerah karena tersipu."Ini harum banget, lho... aku suka aromanya," balas Erfan, sambil mendekatkan CD itu ke wajah Tante Yurike."Dasar nakal!" bentak Tante Yurike sambil merebut CD itu, lalu melemparkannya ke sembarang arah."Hey, apa tante malu... wajah Tante sangat merah," goda Erfan sambil mengelus lembut wajah wanita itu."Udah... jangan banyak omong, mau lan
Para wanita menatap Erfan. "Apa benar begitu? Kamu punya bawahan petarung wanita?" tanya Serina tampak masih sedikit ragu. Erfan mengangguk menegaskan. "Iya, ada beberapa. Tapi cukup, kalau untuk mengawal kalian semua." "Tapi... bagusnya sih, kalian belajar beladiri, biar bisa melawan kalau ada yang macam-macam," lanjut Erfan. "Nah, itu lebih bagus!" Tante Yurike setuju dengan perkataan Erfan. "Kamu sangat pandai bertarung, kamu saja ajari kami," ucap Dewi. "Boleh. Nanti aku ajari kalian," Erfan langsung setuju. "Tante Yurike juga pandai bertarung, kalian juga bisa belajar dari dia juga," ucap Erfan dengan nada main-main, sambil menoleh ke Tante Yurike. "Bocah, kamu menambah lagi kesibukanku," tegur Tante Yurike ketus. Erfan terkekeh pelan. Para wanita itu menatap Tante Yurike dengan sorot mata berbinar. Jessy menghampiri Tante Yurike, lalu duduk di sisinya. Dia meletakkan tangannya di bahu Tante Yurike dan mulai memberikan pijatan. "Tante, ajari aku yah," bujuk Jessy. Wa
"Sayang, kamu boros banget sih. Mobil kayak gitu pasti mahal," ujar Bu Susan dengan nada tak berdaya. "Gak apa-apa, yang penting kalian suka, masalah uang gak masalah sama sekali," balas Erfan dengan nada santai. Bu Susan hanya bisa menghela nafas. Walau dia merasa enggan saat Erfan menghamburkan uang untuk membeli hal seperti itu, dia diam-diam senang karena Erfan selalu berusaha agar wanitanya bahagia. Sementara itu, Bu Dita merasa semakin iri. "Huh, andai saja aku wanitanya. Pasti aku pun dapat bagian," gumamnya di dalam hati. Karena rasa iri nya itu, dan juga dia telah memiliki perasaan kepada Erfan, rasa cinta kepada suaminya pun mulai memudar. === Di sisi lain, tampak Inka masuk ke ruangan yang tadi di jadikan tempat bercinta oleh Erfan dan Emily. Karena Emily tak kunjung keluar dari ruangan tersebut.Saat di melihat kondisi Emily, matanya membelalak. Emily belum membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa permainannya bersama Erfan tadi. Tubuhnya masih polos tanpa pak
"Siapa...siapa yang hamil? tanya Erfan dengan suara agak membentak. "Viona! artis wanita itu! yang tampak baik hati, dan anggun, dia main pria di belakangmu!" balas Ayah Erfan. "Sialan! dia sangat berani! jadi dia sudah lama bermain-main di belakangku!" ucap Erfan dengan penuh amarah. "Bocah, se
"Tuan muda, anda sangat baik, apa anda mahasiswa juga, atau Dosen?" tanya wanita itu. "Saya buka mahasiswa atau dosen, beberapa pacar saya seorang mahasiswa jadi saya ikut dalam kunjungan ini," balas Erfan dengan santai. Wanita itu terkejut, saat mendengar Erfan memiliki beberapa pacar. "Tuan mu
Erfan memeluk Dosen Erika, dia tidak langsung bertindak. Dia akan bertindak saat Dosen Ratna mengira semua wanita sudah tidur. Erfan tahu bahwa Dosen Ratna belum tidur. Dalam keadaan penuh hasrat siapapun akan sulit untuk tertidur. Waktu berlalu, beberapa menit pun berlalu. Dosen Erika menatap
Setelah Yesi tampak tenang, Erfan langsung menerkamnya kembali. Dia melebarkan paha Yesi, memosisikan tubuhnya di antara paha itu, berniat memulai permainan yang lebih nikmat lagi. "Sayang...aku mulai yah!" ucap Erfan dengan penuh keinginan. Yesi mengangguk kecil. "Masukkan sayang! jadikan aku s