เข้าสู่ระบบTuan Gubernur kembali teringat sesuatu.
"Eh iya. Mumpung kamu di sini, kita bahas sekalian saja masalah pembangunan Bandara," ucap Tuan Gubernur sambil menatap Erfan. "Jadi gimana? apa pembangunan itu jadi di lakukan?" tanya Erfan dengan serius. Karena sudah lama tidak ada kabar tentang rencana ini. "Tentu saja jadi! dana pembangunan dari pemerintah akan cair paling lama pertengahan bulan ini!" "Kalau gitu bagus! soalnya bisnis yang akan ku bangun pasti saDi dalam, Erfan duduk di sofa yang tampak sederhana dengan santai."Tuan Muda, mau minum apa?" tanya Bu Alin dengan nada sedikit genit.Erfan menatap wanita itu dari bawah sampai atas. Hari ini, wanita itu tampak sangat menggoda. Pakaian yang dikenakan adalah sebuah dress ketat dan seksi, sehingga lekuk tubuhnya tampak tercetak jelas.Mata Erfan berhenti di bagian payudara wanita itu yang tampak menjulang tinggi."Aku mau minum susumu saja," celetuk Erfan dengan nada main-main."Ih, Tuan Muda... baru juga dateng, udah nakal aja," gerutu Bu Alin dengan nada genit."Kenapa? Kamu gak mau ngasih jatah sama aku?" tanya Erfan."Kata siapa gak mau?" balas Bu Alin, sambil duduk di pangkuan Erfan. "Tapi kan tadi Tuan Muda bilang mau minum susu aku! Payudaraku gak ada susunya, jadi Tuan Muda gak bakalan dapat susu," ucap Bu Alin, sambil menggesekkan payudaranya itu di dada Erfan. Tangan Erfan hinggap di salah satu payuda
Beberapa saat kemudian, terlihat Erfan dan Alana keluar dari kamar. Penampilan mereka sudah sangat rapi. Mereka berdua berjalan ke lantai bawah, sambil bergandengan tangan ~ dengan mesra. Alana tak merasa khawatir sama sekali, hubungannya dengan Erfan di ketahui para wanita Erfan. Lagi pula, dia sudah menegaskan akan menjadi wanita Erfan. Sampai di lantai bawah, terlihat para wanita Erfan semuanya berada di sana. Saat para wanita itu melihat Alana yang menggandeng tangan Erfan, mereka seketika melempar tatapan penuh pengertian. "Ternyata.... kamu udah di taklukkan, yah.... sama pria nakal itu," ucap Jessy kepada Alana, dengan nada main-main. "Huh, gimana lagi... aku gak sanggup nahan godaannya," balas Alana ~ berpura-pura tak berdaya."Gimana, enak gak?" tanya Dewi dengan nada main-main."Enak banget! Pria ini sangat hebat," balas Alana, tanpa malu sama sekali."Udah, jangan bahas yang kayak gitu!
"Dari pada kamu selingkuh terus sama aku... kamu minta cerai saja! Terus jadi wanitaku," ucap Erfan dengan nada merayu. Tanpa di duga, Alana langsung mengangguk. "Aku akan coba minta cerai nanti!" Erfan pun merasa sedikit terkejut. Karena pasalnya, dia hanya bercanda tadi. Namun tak di sangka, Alana langsung setuju begitu saja. "Kamu serius?" tanya Erfan. "Serius, dong! Aku mau sama kamu aja. Udah ganteng, kaya, jago di ranjang lagi," balas Alana. Jari telunjuknya terus membuat gambar lingkaran di dada Erfan. "Hey, bukannya kamu sangat mencintai suamimu? Bahkan kamu sampai menentang keluarga pas mau nikah sama dia," ucap Erfan dengan nada menyelidik. "Itu dulu! Sekarang udah engga. Aku sangat lelah menghadapi suamiku itu," balas Alana dengan nada malas. "Emangnya kenapa?" tanya Erfan. "Bayangkan saja. Dia setiap hari hanya bersenang-senang, sedangkan aku... harus berusaha nyari uang. Bahkan aku dengar, dia berselingkuh sama salah satu sales di dealer ku. Padahal, dia gak mam
Alana menoleh ke arah Erfan, sambil bangkit dari posisinya. Ekspresi kepuasan, sangat jelas terlukis di wajah wanita itu. "Tuan Muda... kamu hebat banget! Aku belum pernah merasakan senikmat tadi," ucap Alana. Erfan menarik wanita ke dalam pelukannya. "Kalau gitu... ayo kita lanjut! Aku akan buat kamu terus merasakan kenikmatan ~ sampai kamu lemas," ucapnya dengan nada main-main. "Emang kamu udah bisa lanjut lagi?" tanya Alana dengan nada ragu. Erfan meraih tangan Alana, lalu meletakkannya di batangnya. "Rasanya ini... batangku masih sangat keras! Jadi... tentu saja aku bisa langsung lanjut." "Kamu benar-benar sangat kuat!" ucap Alana dengan nada memuji. "Kalau gitu... ayo kita lanjut! Sekarang aku yang mengambil kendali," lanjutnya dengan nada menggoda. Erfan mengangguk setuju. Alana bangkit dari pelukan Erfan. Namun, sebelum dia mengambil posisi, dia bergegas mengulum batang Erfan terlebih dahulu.
Erfan melebarkan kaki wanita itu selebar mungkin. Kemudian, dia memosisikan ujung batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisi di rasa pas, Erfan mendorong masuk batang itu ke dalam apem tersebut. "Ahhh..." Desahan nikmat keluar dari mulut mereka hampir bersamaan. Namun, suara desahan Alana, memiliki sedikit erangan kesakitan. "Ahhh... hah... Tuan Muda... punyamu besar banget! Sangat... sangat sesak! Ahh... agak sakit!" ucap Alana dengan suara berat. Ekspresinya tampak mengernyit. "Tahan, yah!" ucap Erfan, lalu dia menabah tenaganya untuk mendorong batangnya itu. "Ahhh... semakin dalam, ahh..." desah Alana. Setelah berjuang sedikit agak lama, akhirnya batang itu masuk sampai mentok di dalam apem wanita itu. "Ahhh... mentok banget di dalam.... ahh... agak sakit, Tuan Muda," ringis Alana. "Gak akan lama hilang, kok! Kalau udah hilang... pasti akan sangat nikmat," ucap Erfan dengan nada meng
Erfan bisa merasakan dengan jelas, kalau apem wanita itu sudah sangat basah. Dia melepaskan puting payudara wanita itu, lalu dia berkata. "Kamu udah basah banget yah! Sekarang, biar aku buat kamu semakin basah." Setelah selesai berbicara, Erfan menusukkan dua jarinya ke dalam apem wanita itu. "Ahhh..." Alana kembali mengeluarkan desahan panjang dengan tubuh yang tampak menegang hebat. "Apemmu ternyata masih sangat sempit. Dua jariku saja udah sesak di dalam. Apalagi kalau batangku yang masuk," ujar Erfan dengan nada main-main. Perlahan jarinya mulai bergerak di dalam apem wanita itu. "Shh... Ahhh... punya suamiku... berukuran normal, jadi wajar saja ~ kalau milikku masih sangat sempit," balas Alana. "Kamu harus mengerti! Kalau apemmu ini sudah di tusuk batangku, pasti akan jadi longgar untuk ukuran milik suamimu," ucap Erfan dengan nada main-main. "Aku gak peduli!" tegas Alana. "Hehe, kalau gitu, aku lanjut," ucap Erfan, lalu dia kembali mengisap puting payudara wanit
Erfan menatap Bi Ayu dan Bu Susan, secara bergantian. "Oke...agar Bi Ayu, Tesa, Bu Susan, dan Cika, gak sedih lagi, gimana kalo besok kita pergi berlibur!" ucap Erfan. "Kapan dan Ke mana?" tanya Dewi, dengan antusias. "Kalo besok gimana? tempatnya tentukan saja sama kalian!" ucap Erfan. "Gi
Kembali ke ke warung Bi Ayu. Terlihat wanita yang masih memakai seragam sekolah, sedang bergoyang liar di atas tubuh pria. Tentu saja mereka adalah Tesa dan Erfan yang sedang terjerat di dalam hasrat yang membara. Bi Ayu dan Frisa masih ada di dalam studio, mereka sibuk dengan ponsel mereka masin
Mendengar pertanya Erfan, seketika ekspresi Bi Ayu menjadi serius."Sudah beberapa hari ini, Verona selalu pergi dari warung saat pagi hari, dan baru pulang sore hari," ucap Bi Ayu dengan nada serius."Apa kamu tau ke mana dia pergi?" tanya Erfan, sedikit mengerutkan kening."Itu dia! aku tidak tau
Erfan mengangguk sambil tersenyum, Tesa pun turun dari pelukan Erfan, lalu dia pergi bermain komputer, tanpa melirik Verona.Verona tersenyum pahit, melihat sikap Tesa kepadanya."Sudah jangan dipikirkan!" ucap Erfan, saat melihat ekspresi pahit Verona.Verona mengangguk, lalu duduk di pangkuan Erf







