Mag-log inSatu tangan Erfan turun ke paha bagian dalam Riana, masuk ke dalam CD nya, lalu dua jari menyentuh lubang apem wanita itu.Merasakan sentuhan itu, Riana seperti di sengat listrik. Tubuhnya menegang dan suara desahan keluar dari mulutnya ~ mengalun panjang. "Ahhh..."Erfan merasakan dengan jelas, kondisi apem wanita itu. Di sana, ternyata sudah sangat becek oleh cairan yang terasa licin.Erfan mengeluarkan puting wanita itu dari mulutnya, lalu dia berkata. "Sayang, kamu udah becek banget! Kami juga udah gak tahan, yah?" "Aku udah gak tahan dari tadi! Gara-gara kamu bercinta sama Jessy dan Anne di kolam," Riana akhirnya mengatakan apa yang di pendam di dalam hatinya."Hehe, tenang saja... aku bakalan tanggung jawab, kok," ucap Erfan dengan nada main-main.Dia mulai menggerakkan jarinya di lubang apem itu ~ memberikan gesekan naik turun dan memutar di sana.Namun, saat Erfan ingin memasukkan jarinya itu ke dalam apem Riana, keningnya seketika mengernyit. Karena dia merasakan, kalau lub
Setelah matahari terbenam sepenuhnya, Erfan dan semua wanitanya meninggalkan kolam berenang. Mereka pergi membersihkan diri, setelah itu kembali berkumpul di lantai bawah. Para wanita yang bertugas mengurus vila, langsung sibuk memasak hidangan untuk makan malam. Bahkan, ada beberapa wanita yang bukan tugasnya pun ikut membantu. Setelah hidangan siap, mereka semua pergi menyantap hidangan itu di ruang makan. Saat makan malam sedang berlangsung, para wanita Erfan terus saja melontarkan berbagai godaan kepada Riana. Namun, sekarang Riana berbeda dari sebelumnya. Dia menanggapi godaan itu dengan santai, tidak menujukan rasa malu sama sekali. "Saudari Dokter, kan kamu sekarang jadi wanita pria nakal itu, terus... tunanganmu itu gimana?" tanya Dewi. "Yah... aku putusin dia! Masa aku mau berhubungan sama dua pria... pasti Tuan Muda nakal itu bakalan marah besar," balas Riana dengan nada menyindir. Erfan hanya tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya perlahan. "Emangnya, keluargamu
Melihat Erfan menuju ke arahnya, Riana merasa sedikit panik. Saat dia hendak berenang menjauh, para wanita Erfan yang berada di sekitarnya itu langsung menutup jalan. Langkah para wanita itu tampak sangat halus ~ seakan-akan itu adalah ke tidak sengaja an.Karena tak ada jalan, pada akhirnya Riana dengan patuh diam di tempatnya.Dalam sekejap, Erfan sampai di dekat para wanita itu. Dia mengusap wajahnya, dan membenarkan rambutnya dengan gaya santai."Sayang, kamu udah puas?" tanya Bu Sandra dengan nada genitnya."Masih belum, apa kamu mau melanjutkan?" tanya Erfan dengan nada santai, sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bu Sandra."Enggak ah, aku mau berenang aja... aku lagi gak mau bercinta," balas Bu Sandra."Ya sudah kalau kamu gak mau," ucap Erfan.Bu Sandra melepaskan tangan Erfan, mata Bu Sandra tertuju ke arah para wanita yang lainnya, tatapan wanita itu seperti memberi sebuah kode. Setelah itu, Bu Sandra berenang menjauh dari sana.Beberapa wanita Erfan yang mendapatkan t
Riana mengira kalau Erfan dan Jessy sudah selesai. Namun, dia merasa sangat heran, saat melihat Erfan kembali memosisikan tubuh Jessy, dan menusukkan batangnya kembali ke apem wanita itu. "Ehh... mereka mulai lagi?" gumam Riana di dalam hati. "Emangnya... miliknya gak lemas? Bukannya milik pria suka lemas pas udah keluar?" Berbagai pertanyaan bersahutan di dalam benak Riana.Permainan panas Erfan dan Jessy di ronde kedua berlangsung selama beberapa menit yang cukup lama. Sampai pada akhirnya, mereka berdua kembali mendapatkan puncaknya.Riana kira, permainan itu telah selesai, karena dia melihat, Erfan dan Jessy berpisah. Namun, tebakannya itu salah. Setelah berpisah dengan Jessy, Erfan menarik wanita yang berada paling dekat dengannya. Wanita itu adalah Anne. Anne langsung paham, kalau Erfan ingin melakukannya dengan dirinya."Sayang, kenapa kamu gak lanjut sama Jessy aja?" tanya Anne dengan nada genit, sambil melingkarkan tangannya di leher Erfan."Aku mau main sama kamu, sudah l
Jessy membalikkan tubuhnya ~ memunggungi Erfan, dengan tubuh bagian depan yang sedikit di condongkan. Tangannya di topangkan di bibir kolam, agar tubuhnya tetap stabil.Erfan menurunkan CD yang di kenakan Jessy, lalu dia memosisikan ujung batang besarnya itu di lubang apem Jessy.Setelah posisinya di rasa pas, Erfan menusukkan batangnya perlahan ~ ke dalam apem tersebut."Ahhhh..."Desahan keras keluar dari mulut Jessy, bersamaan dengan kepalanya yang mendongak dan tubuhnya membusung indah, saat sensasi tusukan batang besar itu di rasakan oleh tubuhnya.Karena suara desahan itu, semua wanita termasuk Riana, menoleh ke arah Jessy dan Erfan.Saat melihat Erfan dan Jessy telah menyatu, seringai tipis tersungging di bibir para wanita Erfan. Sementara itu, Riana langsung memalingkan wajahnya ~ tak berani melihat ke arah itu terlalu lama."Mereka benar-benar mesum... berani sekali bercinta di depan banyak orang," gumam Riana di dalam hati.Dia belum tahu, kalau Erfan pernah melayani para wa
Diva, dan Shara menghampiri Erfan. "Sayang, aku juga mau dong!" ucap Shara dengan nada manja. "Aku juga!" sahut Diva. Erfan meraih kedua wanita itu, dan mulai menggerayangi tubuh keduanya. Jessy tak merasa keberatan sama sekali, saat dua gadis itu meminta hal yang sama kepada Erfan. Karena tangan Erfan sibuk dengan tubuh kedua gadis itu, Jessy memilih untuk bermain dengan bibir Erfan. Dia mengambil inisiatif melumat ganas bibir pria itu. Mendapatkan serangan itu, Erfan langsung saja menanggapinya. Melihat Erfan yang sedang bermain panas dengan tiga wanita sekaligus, membuat Riana semakin di buat kepanasan. Dia berusaha tidak melihat, namun itu sangat sulit! Matanya selalu bergerak sendiri ~ untuk menonton pertunjukan panas itu. Beberapa wanita Erfan menyadari tingkah Riana itu, senyuman tipis penuh arti tersungging di bibir mereka. Setelah puas di gerayangi, Diva dan Shara kembali berenang, hanya Jessy yang tetap bertahan menemani Erfan. Setelah Diva dan Shara pergi, wanita
Tidak lama Diva kembali. Saat Erfan menatap penampilan wanita itu, api hasrat di tubuhnya semakin membara.Diva mengenakan lingerie seksi berlubang berwarna hitam, yang yang menempel erat di tubuh menggodanya itu."Sayang, apakah indah?" tanya Diva sambil berpose menggoda.Erfan menelan ludah, lalu
Dosen Erika melepaskan bibirnya dari bibir Erfan lalu mendorong Erfan sampai terlentang di atas kasur. Dosen Erika melepaskan pakaiannya dengan gerakan menggoda, tatapan panas itu terus menatap Erfan. Dalam sekejap tubuh yang dilapisi pakaian seksi tipis berongga itu terpampang jelas di
Tuan Gubernur mendekat ke Erfan. "Tuan Muda, anda dan putri saya...serius memiliki hubungan?" tanyanya dengan canggung. "Ayah, kenapa kamu bayak bertanya! tentu saja benar!" Diva menyela dengan kesal. "Gadis nakal, diam!" tegur Tuan Gubernur. "Itu benar! di masa depan anda tidak perlu sungk
Ekspresi Ayah Robi sangat jelek. Dia sekarang sudah ingat siapa Erfan itu.Erfan menatap Ayah Robi, lalu berkata."Hey, kau! bukannya ingin membela anak sialanmu itu? ayo, apa yang bisa kau lakukan? menurut anakmu, kau sangat berkuasa, banyak relasi, ayo buktikan di hadapanku!" ucap Erfan, dengan n