Beranda / Romansa / Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku / Bab 13: Kabar yang Mengejutkan!

Share

Bab 13: Kabar yang Mengejutkan!

Penulis: Salwa Maulidya
last update Tanggal publikasi: 2026-06-14 03:23:03

“Kau tidak datang kemarin malam, Selina.”

Suara bariton yang berat dan dalam itu seketika memecah keheningan dapur. Selina terlonjak kaget hingga piring porselen di genggaman tangannya nyaris merosot ke dalam wastafel. Jantungnya bertalu hebat saat dia menoleh ke arah sumber suara.

Edgar Anthony sudah berdiri di samping konter dapur, bersandar santai dengan sebelah tangan memegang secangkir kopi hitam yang mengepulkan uap tipis.

Pria itu tampil kasual namun tetap memancarkan aura dominasi yang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 130

    "Kita harus melakukan pertaruhan terakhir ini sekarang juga!" seru Thomas seraya membanting berkas proposal ke atas meja kantor rahasianya. "Ini satu-satunya cara menyelamatkan kita dari kebangkrutan!"Asisten kepercayaannya menatap dokumen tersebut dengan raut wajah cemas dan bergetar hebat. "Tapi Tuan Thomas, proyek investasi infrastruktur ini sama sekali tidak memiliki aset nyata atau izin resmi!""Tutup mulutmu dan dengarkan instruksiku!" bentak Thomas dengan mata merah berapi-api dipenuhi keputusasaan. "Proyek bodong ini dirancang khusus untuk memancing dan menjebak anak perusahaan Anderson Group!""Bagaimana jika pihak Edgar Anderson mencium kejanggalan pada berkas ini, Tuan?" tanya asisten itu seraya memegang pena yang gemetar. "Tim analisis risiko mereka sangat jeli dan ketat.""Mereka tidak akan curiga jika dokumen ini memiliki legalitas hukum yang tampak sempurna," pangkas Thomas seraya menarik sebuah kotak kayu kecil dari dalam laci mejanya.Di sisi lain, Thomas Theodore ya

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 129

    "Edgar, coba rasakan ini cepat!" panggil Selina dengan nada suara yang bergetar menahan keharuan mendalam. "Gunakan telapak tanganmu!"Edgar yang sedang membaca laporan keuangan di meja kerja segera meletakkan berkasnya dan melangkah cepat mendekati sofa.Pria itu menatap Selina dengan kening berkerut cemas melihat perubahan raut wajah wanita di hadapannya."Ada apa, Selina?!" tanya Edgar tegang seraya berlutut di samping sofa. "Apakah perutmu melilit atau terasa sakit lagi?!""Bukan sakit, Edgar, sama sekali bukan," sahut Selina seraya tersenyum manis dengan binar mata yang memancarkan kehangatan seorang ibu. "Kemarilah dan dekatkan tanganmu ke perutku."Memasuki usia kehamilan bulan kelima di trimester kedua ini, kondisi fisik Selina makin stabil dan menunjukkan binar kehangatan yang amat memikat.Perut Selina yang kian membuncit manis kini menjadi pusat perhatian baru dan kebahagiaan utama di dalam penthouse."Rilekslah, jangan menegang seperti itu," bisik Selina lembut seraya mera

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 128

    "Edgar, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu tentang sore tadi," bisik Selina seraya duduk perlahan di sofa ruang tengah penthouse."Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita."Edgar meletakkan cangkir kopinya di atas meja kaca, lalu memutar tubuhnya menatap Selina dengan pandangan mata tajam.Suasana keremangan ruang tengah mendadak diliputi ketegangan emosional yang amat pekat."Ada apa, Selina?" tanya Edgar dengan suara bariton yang berat dan tenang. "Apakah ada hal penting yang terjadi saat aku di kantor?"Selina menghela napas panjang, mencoba menetralkan rasa bersalah yang dihantuinya karena telah menemui Anthony tanpa izin Edgar sebelumnya."Sore tadi aku pergi menemui Anthony Theodore secara diam-diam di sebuah kedai teh privat."Mendengar pengakuan jujur tersebut, raut wajah Edgar seketika membeku total oleh kilatan posesif yang amat dingin.Mata elangnya menyalang menatap Selina, memancarkan aura dominasi yang menuntut penjelasan mutlak."Kau menemui pria tua itu tanpa m

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 127

    "Jawab aku sekarang, Selina!" bentak Luna seraya mengguncang bahu Selina tanpa belas kasihan. "Kau mau menurut atau nama ibumu yang kubuat busuk?!"Pintu unit penthouse mendadak terbuka lebar hingga membentur dinding dengan dentuman keras.Edgar melangkah masuk dengan langkah lebar, memancarkan aura membunuh yang teramat pekat."Tarik tanganmu dari tubuh istriku sebelum kupatahkan setiap jari tanganmu itu, Luna!" ancam Edgar dengan suara bariton yang teramat dingin dan menggelegar.Luna seketika membeku, menarik tangannya dengan napas tersengal saat melihat Edgar berdiri mematung beberapa meter di hadapannya.Raut wajah pria itu sangat kelam dengan tatapan mata elang yang mampu meremukkan mental siapa pun."Edgar..." bisik Selina lirih seraya memegangi perutnya yang tegang, tubuhnya gemetar hebat akibat kejutan emosional.Edgar melangkah maju mendahului Luna, langsung merengkuh pinggang Selina dan menarik wanita itu ke dalam dekapannya yang hangat dan kokoh."Kau tidak apa-apa, Selina

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 126

    "Tuan Besar Anthony Theodore ingin menemui Anda secara pribadi, Nyonya Selina," ujar perantara paruh baya seraya membungkuk hormat."Beliau menunggu di sebuah kedai teh privat yang netral."Selina menatap surat undangan berstempel stempel pribadi Anthony di atas meja kerja apartemennya.Kejutan berdesir pelan di dadanya saat mengetahui patriark tua keluarga Theodore itu turun tangan langsung."Apakah Tuan Edgar mengetahui tentang undangan pertemuan ini?" tanya kepala pengawal pribadi yang berdiri siaga di samping Selina."Kami tidak bisa membiarkan Anda pergi tanpa pengawalan ketat.""Jangan beri tahu Edgar terlebih dahulu, ini urusanku," balas Selina seraya menyanggul rambutnya dengan anggun."Siapkan tim pengawalan rahasia untuk memantau dari kejauhan."Sore harinya, Selina melangkah masuk ke dalam ruang privat sebuah kedai teh tradisional yang amat tenang dan terisolasi.Di sudut ruangan, Anthony Theodore duduk mematung menatap cangkir teh yang telah dingin."Terima kasih kau sudah

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 125

    "Beri aku satu botol wiski lagi!" bentak Rafael seraya melempar beberapa lembar uang lusuh ke atas meja bar yang remang-remang. "Cepat tuangkan sekarang!"Pelayan bar menatap Rafael dengan raut jijik melihat pakaian pria itu yang kusut dan berbau alkohol menyengat."Ini botol kelima Anda malam ini, Tuan. Kartu kredit Anda juga sudah ditolak oleh mesin EDC.""Tutup mulutmu dan ambil saja uang tunai itu!" jerit Rafael seraya meneguk sisa minuman di gelasnya hingga kandas. "Aku ini Rafael Theodore, penerus tunggal Theodore Group!""Theodore Group sudah bangkrut dan nama Anda sudah hancur di mana-mana, Tuan," cetus seorang pengunjung bar di sebelahnya seraya terkekeh meremehkan."Sebaiknya Anda pulang sebelum pingsan di lantai."Rafael membanting gelas kaset ke atas meja hingga pecah berkeping-keping. "Berani-beraninya kau menghinaku, penakut!"Kehancuran total yang melanda keluarga Theodore telah melumat habis sisa-sisa kesadaran mental Rafael.Pria yang dulu selalu tampil klimis dan som

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 2: Pertemuan yang Mengejutkan

    “Pergi ke kamar paling ujung di sayap barat. Ambil semua pakaian kotor di sana dan cuci sampai bersih!” perintah Luna tanpa memandang wajah lelah menantunya.Selina mengerutkan keningnya sembari menahan rasa perih yang menjalar dari telapak kakinya karena terlalu banyak pekerjaan yang dia kerjakan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 5: Sudah Kehilangan Akal Sehatnya!

    Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 3: Ada yang Membelanya

    Selina buru-buru bangkit berdiri dan mengabaikan rasa perih yang menjalar di pergelangan kakinya. Dia lalu melemparkan kain handuk di tangannya ke atas lantai dengan gerakan panik, dan memalingkan wajahnya sejauh mungkin hingga menyentuh bahunya sendiri.“M-maaf! Aku benar-benar tidak sengaja, Pama

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status