Share

Bab 239.

Author: BayS
last update publish date: 2025-08-05 11:31:46
Sementara suasana pesta pernikahan Evan dan Maya, semakin malam nampak malah semakin ramai dan meriah.

Maux dan Alimsyah juga nampak tengah asik ngobrol dengan Freedy. Ya, karena mereka memang masih ditugaskan Bimo, untuk mengawal Evan dan bergabung dengan anggota MarShal.

Dan di tengah kehangatan dan semaraknya pesta itu, ...

Ngunngg..! Tinnn..!! Ngunnggg..! ... Tinnn..!!!

Para tamu dan penjaga gerbang kediaman Evan dikejutkan oleh suara rusuh dan heboh, dari iring-iringan Gank Shadow..!

S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 269. E N D

    Dua Tahun Kemudian Area wisata Kebun Teh Watu Mas yang berada di Casirua, puncak Gorbo cukup ramai di hari week end itu. Bimo tengah berjalan menyusuri area kebun teh dari atas jembatan kayu, sambil menggendong bayi mungilnya Sevia dengan cradle carrynya. Ya, usia Sevia belum lagi genap satu tahun, putri dari buah cintanya dan Devi. Sementara Bily, putra pertamanya dengan Lidya berusia hampir 2 tahun. Bily saat itu sedang bersama Lidya dan Devi, bermain di kolam renang yang ada di area wisata kebun teh Watu Mas itu. Bimo merasa lebih tertarik berjalan-jalan menghirup udara segar, melalui jalur jembatan kayu yang berada di atas area perkebunan teh Watu Mas itu. "Sevia senang kan jalan-jalan sama Ayah..? Mmhh," ucap lembut Bimo, seraya mencium gemas pipi montok putri kecilnya itu.Si kecil Sevia pun nampak tersenyum lebar dan ceria melihat ayahnya, seraya mainkan bibirnya dan keluarkan bahasa bayi. Hehe. Bimo berhenti sejenak di tepi jembatan kayu, seraya memandangi hamparan kebu

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 268.

    Traagghk..!! Blasshp..!"Huaarghks..!" seruan lantang muntah darah Yoga membahana, saat keris Ki Naga Kelingnya patah dan lenyap seketika. Akibat bentrokkan keras dengan keris Ki Surya Kencana. Splaaghhks..! Kyaarrghks..! Blaashp..! Bersamaan dengan itu terdengar pula suara hantaman keras menggetarkan, saat sabetan ekor Naga Surya Kencana berhasil menghantam telak kepala Naga Keling. Slaph..! 'Keparat..! Awas kau Bimo..! Tunggu pembalasanku..!' bathin Yoga memaki murka seraya melesat cepat, berniat kabur dari gelanggang. Dan tentu saja semua itu tak lepas dari penglihatan cakra ajna Bimo, yang saat itu masih bersila dengan mata terpejam. Dia sungguh tak menyangka, jika Yoga akan memilih jalan pengecut seperti itu. Maka ... 'Naga..! Surya Kencana..! Kejar dan habisi..!' Seruan bathin Bimo sungguh mengelegar dan tak terbantahkan bagi sang Naga dan Ki Surya Kencana! Maka secepat kilat keris dan Naga itu langsung melesat bak garis cahaya mengejar sosok Yoga. Sementara Yoga sendiri

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 267.

    Blaatzsk..! Kyaarrgghs..!! Muncul dan tergenggam tiba-tiba sebilah keris hitam berluk 13 di tangan Yoga. Hal yang dibarengi pekik menggeletar seekor Naga Hitam raksasa, yang guncangkan semesta di ketinggian.Sosok Naga Hitam dengan sepasang mata merah menyala itu pun langsung melingkar dan menaungi sosok Yoga. Dan malam di atas area padang rumput Cubideg pun semakin gelap dan pekat, tebarkan hawa panas..! Gregghk..! Gregghk..!! Bumi di sekitar area padang rumput pun berguncang dan bergetaran, seakan tengah menahan beban yang teramat berat di atasnya. Dahsyat..! 'Hmm..! Terpaksa..!' bathin Bimo, melihat kenekatan Yoga. "Ki Naga Surya Kencana..!" Bimo pun berseru lantang panggil keris pusakanya, yang merupakan gabungan dari Ki Naga Surya dan Ki Naga Kencana miliknya. Blaatzshk..! Kyaarrghks..! Kyaarrghks..! Tergenggam keris Ki Surya Kencana di tangan Bimo, dibarengi pekikkan dua sosok Naga berwarna Perak menyilaukan dan Emas cemerlang..! Kedua sosok Naga berlainan cahaya itu teru

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 266.

    "Aku lawanmu Yoga..! Kalau kau bukan pengecut, ikuti aku..!" Splassh..! Bimo melesat bak kilat ke arah padang rumput luas Cubideg. Karena tentu saja Bimo tak ingin ada korban jiwa tak berdosa, akibat duelnya dengan Yoga. "Baik Bimo! Kuterima tantanganmu..! Dan markasmu ini akan kuhancur leburkan setelah kau mampus..!" Splash! Yoga berseru lantang penuh amarah, seraya langsung melesat mengejar Bimo. 'Hmm. Aku baru kerahkan sebagian powerku. Powernya ternyata masih berada dibawahku..!' bathin Yoga, setelah merasakan benturan pukulannya dengan Bimo barusan.Ya, Yoga mengira Bimo sudah kerahkan segenap powernya, untuk menahan pukulan Jari Petirnya tadi. Hal yang membuatnya sangat yakin menerima tantangan dari Bimo, dan akan bisa mengalahkannya! "Bos Bimo..! Menang dan kembalilah secepatnya..!" seru keras bergetar Denta penuh harap di bawah sana, saat melihat sosok Bimo muncul dan menantang Yoga. "Bos pasti menang..!" seru Parlan yakin, walau sebenarnya hatinya berdebar cemas. Ya, mer

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 265.

    "Baik! Aku berangkat sekarang..!" seru tegas Yoga, di tengah rasa galaunya. Ya, bagaimana Yoga tak merasa galau dan jengkel, karena tak ada satupun kabar mengenai keadaan markas Gank Shadownya di Pulau Duyung..? Tak lama kemudian sebuah helikopter pun take of dari heliport kediaman Prayoga, membawa serta Yoga yang tengah dicekam rasa amarahnya. Tak sampai limabelas menit kemudian, helikopter yang membawa Yoga sudah mengapung di atas Pulau Duyung. 'Hmm. Kemana tabir perisai yang tadi menghalangi pandanganku..?! Aneh..!' bathin Yoga bingung tapi juga kesal. Namun kini Yoga dapat melihat tembus dengan jelas dengan mata bathinnya, dari atas helikopter yang membawanya itu. Dan siratan bayangan peristiwa yang terjadi di pulau Duyung pun mulai bermunculann di benak dan bathinnya. Seiring tatapan tajam Yoga menelusuri kondisi markasnya, dari dalam helikopter yang ditumpanginya. "Bajingan..! Bedebah kau Bimo..!" Byarsshk..! Meledak sudah kemarahan Yoga, powernya meledak bersamaan dengan

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 264.

    "Bagus..! Rupanya memang harus aku sendiri yang menghadapi dan menghabisi Bimo keparat itu..!" desis tajam Yoga, seolah pada dirinya sendiri. Dan pada sore harinya, jet pribadi milik Prayoga pun kembali menuju ke Kajarta. 'Bimo kautunggulah pembalsanku..! Setelah aku berada dalam kondisi puncakku beberapa hari lagi. maka kehancuran markas Pijar Taruna adalah sebuah kepastian adanya..! Bedebah kau bangsat..!' bathin Yoga penuh amarah dan dendam berkobar. Ya, tanpa melihat kondisi markasnya di Pulau Duyung itu, Yoga seperti sudah bisa meraba, jika markas dan para anggota Gank Shadow telah terbantai di sana..! Karena pastinya, jika ada anggotanya yang selamat dari pulau itu. Maka anggota itu pasti akan menghubungi dan melaporkan kondisi markas dan para anggota Gank Shadow padanya..! *** Sore hari di teras villa Bimo. "Hayo silahkan diminum dan dicicipi sajiannya ya," ujar Bi Sum, istri Pak Adi yang biasa melayani Bimo dan Lidya di villa Gorbo itu. "Makasih Bi..!" ucap serentak De

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 185.

    "Baik Pak Prayoga..!"sahut tegas Yoga seraya bergegas palingkan muka dari Bimo. Lalu dia pun beranjak mengikuti keluarga Prayoga. Akhirnya rombongan Prayoga pun langsung melangkah keluar dari gedung itu. Namun baik Bimo maupun Yoga, keduanya tentu saja masih memendam keheranan dan kebingungan atas

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 184.

    "Semoga saja Lidya sayang," ujar lembut Bimo, seraya membelai rambut Lidya. Dan lidya pun menyandarkan kepalanya di bahu Bimo. Mesra. *** Sebulan kemudian. Ballroom Hotel Ondinesia nampak meriah, megah, mewah, dan semarak dengan ribuan tamu undangan pesta pernikahan Bimo dan Lidya. Nampak para

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 183.

    Ngguunngg...! Sebuah minibus berkecepatan tinggi melaju ke arah Yoga dan Dewinda, sebuah kecepatan yang mengejutkan, berbahaya, dan mematikan. "Aihh..! Awas Mas Yoga..!" seru Dewinda dengan wajah panik ketakutan. Dan sudah tak mungkin bagi Yoga dan Dewinda, untuk menghindar dari kecepatan mobil

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 182.

    "Hihihi..! Iya Bimo. Kau tak perlu repot-repot ikut mempersiapkan pesta pernikahanmu nanti. Biar aku dan Lidya saja yang mengurus semuanya ya," ujar Helda seraya ikut tertawa geli, melihat sikap Lidya yang aneh itu. Sementara Bimo hanya bisa tersenyum maklum atas nervouznya Lidya. Karena dia meman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status