Home / Fantasi / Hati liar sang Alpha / Yang semakin dekat.

Share

Yang semakin dekat.

Author: Chatrin
last update publish date: 2026-04-22 13:13:00

Selamat membaca.

AUUUUU

Malam tiba dengan sangat cepat, langit berubah. Bukan dengan cara yang langsung terlihat, kali ini tidak ada petir ataupun suara.

Namun semua orang di Lunaris merasakannya. Tekanan.

Seperti sesuatu yang sangat besar, perlahan mendekat.

***

Elara berdiri di luar, menatap ke atas. Retakan itu, lebih jelas sekarang. Seperti garis tipis yang membelah langit menjadi dua dunia.

“Sudah dimulai." Suara Rowan muncul di samping Elara. Dari kepalanya muncul dua telinga serigala, d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hati liar sang Alpha   Harga yang Harus Dibayar

    Tidak ada yang bergerak selama beberapa detik. Seolah seluruh Lunaris menahan napas. Eryndor berdiri di tengah cahaya langit, Elara berada beberapa langkah di depannya. Sementara Aelmon berlutut di lantai, berusaha melawan luka yang terus menghancurkan tubuhnya dari dalam.Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Perang telah datang, dan kali ini bukan ramalan.Bukan ancaman yang jauh, atau nama dalam buku kuno.Perang berdiri tepat di depan mereka."Aku akan menghitung sampai tiga." ucap Eryndor, suaranya tidak keras. Namun terdengar sampai ke seluruh ruangan."Menyerahlah.""Tidak." jawab Aelmon tanpa ragu, ia bahkan tidak berpikir. Jawaban yang sama seperti ribuan tahun lalu, mata Eryndor menutup sesaat."Kau tidak pernah berubah." gumamnya."Lalu kau?" balas Aelmon. Perlahan Alpha itu berdiri, darah masih menetes dari sudut bibirnya, tubuhnya goyah, namun tatapannya tetap lurus."Kau masih menganggap semua yang bernapas di bawah langitmu sebagai milikmu."Keheningan jatuh.Untuk perta

  • Hati liar sang Alpha   Raja yang Menunggu.

    Tangisan itu perlahan-lahan berubah menjadi sebuah senyuman yang begitu aneh. Lalu...Keheningan di dalam kamar terasa menyesakkan.Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang berani berbicara.Aelmon terbaring di lantai. Darah mengalir dari sudut bibirnya, cahaya keemasan dari Belati Matahari masih menyebar di bawah kulitnya seperti retakan api.Lyra terus berusaha menghentikan kerusakan yang terjadi. Namun wajah tabib itu semakin pucat setiap detiknya. "Ini buruk." gumamnya."Tolong katakan sesuatu yang belum kami ketahui." balas Lira."Kalau begitu diam!" bentak Lyra.Lira langsung menutup mulut. Sementara itu, Elara masih berdiri membeku, ingatan lama, dan baru.Kedua kehidupan itu bertabrakan tanpa ampun.Elara sang manusia, Dewi Matahari yang pernah memimpin langit. Keduanya kini hidup dalam tubuh yang sama, dan untuk pertama kalinya sejak terlahir kembali—Ia tidak tahu dirinya siapa."Elara." Suara Ae

  • Hati liar sang Alpha   Ingatan yang Terkubur

    "AELMON!" Suara Elara pecah, tangannya gemetar saat mencoba menyentuh pria yang terbaring di lantai. Namun cahaya keemasan dari luka itu kembali menyala, mendorong jemarinya menjauh.Drap.. drap.. drap...Di luar kamar. Terdengar langkah kaki, terdengar teriakan, terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.Namun semuanya terasa jauh, sngat jauh. Karena sesuatu sedang retak di dalam dirinya, bukan tubuh dan jiwanya.Melainkan segel yang selama ini menahan ingatan. "Khh..." Elara mencengkeram kepalanya. Rasa sakit meledak, tidak seperti sakit biasa.Melainkan ribuan kenangan yang menghantam bersamaan.Langit...Langit yang bukan Lunaris. Langit yang begitu luas hingga bintang-bintang tampak seperti debu, Istana emas, menara cahaya, lautan awan dan dirinya.Bukan Elara sang manusia, mlainkan seorang penguasa. Seorang dewi, Ratu dari tiga puluh empat dewa dan dewi. Pemimpin dua belas dewa inti, takhta Matah

  • Hati liar sang Alpha   Belati Matahari

    Malam itu terasa aneh.Bukan karena ada ancaman, langit yang berubah atau karena ramalan baru muncul dari arsip kuno. Justru sebaliknya, smuanya terlalu tenang.whoosh...Angin musim panas bergerak lambat di antara pepohonan Lunaris. Jangkrik bernyanyi dari balik semak, cahaya bulan menumpahkan warna perak ke seluruh wilayah pack.Sudah hampir dua minggu sejak Elara kembali, dan Aelmon masih mencoba untuk menarik pakaiannya agar lepas dari tubuhnya.Dua minggu tanpa serangan. Tanpa pelarian, hanya pertengkaran kecil.Bahkan Lira dan Asterion berhasil melewati tiga hari penuh tanpa saling melempar sesuatu. Sebuah pencapaian yang membuat Rowan hampir menangis haru.Malam itu sebagian besar anggota pack sedang beristirahat.Para penjaga berjaga seperti biasa. Lyra masih berkutat dengan ramuannya, Sylas melakukan pemeriksaan rutin di wilayah perbatasan.Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama— Elara m

  • Hati liar sang Alpha   Kebiasaan yang Aneh

    Elara baru menyadari satu hal yang mengganggu. atau mungkin bukan mengganggu. Hanya membuatnya bingung, Aelmon selalu menyentuh pakaiannya.Bukan tangannya, rambutnya, atau wajahnya. Tapi pakaiannya. Awalnya Elara mengira itu kebetulan, namun setelah beberapa hari, ia mulai menyadari polanya.Saat mereka berjalan berdampingan hari ini, jemari Aelmon akan menangkap ujung lengan bajunya.Saat mereka menghadiri rapat, pria itu terkadang memainkan pita yang mengikat rambutnya. Bahkan ketika sedang membaca laporan, tangan besar itu bisa saja tiba-tiba merapikan kerah mantelnya yang sebenarnya sudah rapi.Dan yang paling aneh, Aelmon melakukannya tanpa sadar."Kenapa kau melakukan itu?" tanya Elara mulai risih.Mereka sedang duduk di beranda kastel. Angin musim gugur berembus lembut di antara pepohonan."Hm?" Aelmon mengangkat kepala dari dokumen yang sedang dibacanya."Itu." Elara menunjuk jemari pria itu.

  • Hati liar sang Alpha   Serigala yang Berbahaya.

    Pagi masih muda ketika Elara memutuskan keluar dari kastel.Sendiri. Bukan karena marah, bukan karena ingin kabur.Ia hanya ingin berjalan.Musim mulai berubah.Embun masih menempel di ujung rumput. Udara pagi membawa aroma pinus yang lembut, hutan Lunaris terlihat damai dari kejauhan.Sudah lama sejak terakhir kali Elara berjalan tanpa diikuti siapa pun. Atau setidaknya—Ia mengira tidak diikuti siapa pun."Aku tahu kau ada di sana." ucapnya tanpa menoleh.Tidak ada jawaban. Semak-semak bergoyang, kemudian muncul sosok besar berambut hitam.Aelmon."Tidak lucu." gumam Elara. Lagi-lagi Aelmon mengawasi seperti seorang penjaga yang setia, menempel seperti lem."Aku tidak sedang bercanda." jawab Alpha itu, ia berjalan di samping Elara. Seolah kehadirannya merupakan sesuatu yang alami."Aku hanya berjalan." kata Elara."Aku tahu.""Lalu kenapa ikut?"Tatapan giok itu turun padanya. "Karena kau berjalan.""...""Itu bukan jawaban.""Itu jawaban yang cukup."Elara memutar mata. Namun diam-

  • Hati liar sang Alpha   Saat dunia bertabrakan.

    Selamat membaca.Pegangan Aelmon di pergelangan tangan Luna menguat. Bukan sekadar menahan, melainkan menegaskan.Hangatnya tidak memberi ketenangan, justru terasa seperti jangkar yang ditanam dalam-dalam agar Luna tidak terseret arus yang mulai tak terkendali.“Luna.”Suara Aelmon rendah. Tidak ke

  • Hati liar sang Alpha   Yang Turun dari Langit

    Selamat membaca.Retakan itu tidak lagi diam. Ia, terbuka.Langit yang biasanya luas kini seperti kain yang robek, memperlihatkan sesuatu di baliknya, cahaya yang terlalu terang untuk dunia ini.Angin berhenti. Suara menghilang. Bahkan detak jantung Elara terasa seperti satu-satu hal yang masih ber

  • Hati liar sang Alpha   Garis yang tak bisa di tarik kembali.

    Selamat membaca.Senja jatuh pelan di antara mereka, menyisakan cahaya hangat yang seolah ikut menahan napas.“Kamu harus berhenti…” bisiknya, tapi suaranya tak benar-benar ingin menjauh.Aelmon tersenyum tipis, jaraknya hanya sejengkal. “Kalau begitu… kenapa kau memintanya?”Tak ada jawaban. Hanya

  • Hati liar sang Alpha   Batas yang Mulai Diambil

    Selamat membaca.Malam datang lebih cepat hari itu. Atau mungkin, hanya terasa seperti itu.Elara berdiri di balkon batu, menatap hutan yang membentang gelap di luar wilayah pack. Sesekali ia menyentuh lehernya, membuat wajahnya memerah.Tenggelam dalam pemikirannya. Angin berhembus pelan, membawa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status