Share

Bab 37

Author: Meera
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-03 13:06:03

Aku menunduk dan mencu mbu bibir Azzam yang terasa pa nas karena efek demam. Ciu man itu dalam dan menuntut, memicu hor mon di dalam tub uh kami hingga gair ah Azzam benar-benar meluap melampaui rasa sakit fisiknya.

Tangan Azzam yang besar merambat naik, mere mas gundukan indahnya dengan penuh damba. Ia membuka kancing pakaianku, lalu menyusupkan kepalanya ke dalam untuk menye dot pu ting payud araku yang sudah mene gang.

Aku mendong akkan kepalaku, mend esah pelan merasakan sens asi luar biasa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 40

    Tok... Tok... Tok...Aku yang ingin menjahili Azzam seketika berlari kecil dan bersembunyi di balik lemari berkas yang tinggi dan besar di sudut ruangan.Pintu terbuka dengan bunyi ceklek.Seorang wanita cantik dan seksi melangkah masuk."Pak Azzam?" panggilnya. Itu adalah Zakiya.Dari balik celah lemari, aku mengintip. Aku melihat Zakiya membawa beberapa dokumen dan meletakkannya di atas meja kerja Azzam. Begitu Zakiya berbalik badan hendak keluar, pintu kembali terbuka dan Azzam melangkah masuk."Zakiya," sapa Azzam.Zakiya sedikit terkejut."Ah, maaf, Pak. Ini saya membawakan dokumen yang harus Anda tanda tangani. Saya pikir Bapak ada di dalam tadi, makanya saya langsung masuk."Azzam mengangguk mengerti. Ia segera duduk di kursi kebesarannya, membaca berkas tersebut sekilas lalu menggoreskan tanda tangannya dengan cepat sebelum menyerahkannya kembali pada Zakiya."Terima kasih. Permisi, Pak," ucap Zakiya berbalik.Namun, baru satu langkah Zakiya bergerak, Azzam tiba-tiba bangkit d

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 39

    Keesokan paginya di meja makan, suasana sarapan terasa sangat cerah. Azzam menatap ibunya dengan binar mata yang mantap."Ibu, tolong persiapkan segala keperluan untuk pernikahan Azzam dan Zara secepatnya. Dan tolong beri tahu juga seluruh keluarga besar mendiang Ayah tentang kabar bahagia ini."Mendengar instruksi itu, senyum bahagia seketika merekah sempurna di wajah Ibu. "Nak! Akhirnya wasiat ayahmu terlaksana!""Syukurlah! Akhirnya aku punya kakak ipar yang juga sahabatku sendiri yang cantik jelita ini!" seru Azizah centil sambil memeluk lenganku."Aku sudah tidak sabar ingin segera punya keponakan yang lucu-lucu!"Aku hanya bisa tersenyum simpul menanggapi kebahagiaan yang membuncah dari Ibu dan Azizah.Di dalam hatiku, aku menarik napas lega bercampur haru; aku tahu keputusanku ini sangat tepat. Jika aku memilih ego dan lari kepada Hafiz, maka senyuman bahagia di wajah Ibu dan Azizah hari ini pasti akan berganti dengan air mata kekecewaan yang mendalam karena ulahku.Setelah kep

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 38

    Benar saja, begitu Azzam melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, aku langsung menyambutnya dengan senyuman yang begitu tulus."Sayang, baru pulang? Pasti capek sekali ya hari ini?" sapaku dengan nada manja yang menenangkan. Aku segera menyodorkan segelas air minum dingin dan beberapa toples cemilan ke atas meja.Azzam menerima air itu dan meminumnya hingga tandas."Iya, Sayang. Pekerjaan hari ini cukup menguras tenaga."Aku menghampiri Azzam, duduk di sampingnya sambil memegang punggung tangan pria itu dengan lembut."Badanmu sudah terasa lebih enakan dari semalam?"Azzam hanya mengangguk pelan, menikmati perhatian tulus yang kuberikan.Tiba-tiba, Ibu keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju ruang tengah. Azzam yang melihat sang ibu langsung teringat akan panggilan telepon yang terputus tadi siang."Ibu, tadi saat di kantor Ibu menelepon. Sebenarnya apa yang ingin Ibu bicarakan?" tanya Azzam sopan.Ibu duduk di hadapan mereka berdua, menatap Azzam dan aku secara bergantian denga

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 37

    Aku menunduk dan mencu mbu bibir Azzam yang terasa pa nas karena efek demam. Ciu man itu dalam dan menuntut, memicu hor mon di dalam tub uh kami hingga gair ah Azzam benar-benar meluap melampaui rasa sakit fisiknya.Tangan Azzam yang besar merambat naik, mere mas gundukan indahnya dengan penuh damba. Ia membuka kancing pakaianku, lalu menyusupkan kepalanya ke dalam untuk menye dot pu ting payud araku yang sudah mene gang.Aku mendong akkan kepalaku, mend esah pelan merasakan sens asi luar biasa dari his apan bi bir dan lid ah Azzam yang ahli. Aku tidak ingin berdiam diri. Tanpa melepaskan pakaian atasku, aku mengangkat kaos Azzam ke atas dan menc iumi seluruh dada bidangnya yang panas, sebelum akhirnya melorot ke bawah menuju titik pusat keteg angan Azzam.Aku membebaskan kejant anan Azzam sepenuhnya. Dengan penuh gai rah yang li ar, aku memainkan lid ahku di sepan jang batang yang berurat itu, menjil ati ujungnya yang sens itif hingga membuat Azzam menceng keram sprei ranjangnya kuat

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 36

    "Maaf, Azizah, Ibu... Tadi aku sedikit pusing jadi langsung berbaring," ucapku mencari alasan.Ibu tersenyum sangat teduh dan mengusap bahuku."Tidak apa-apa, Sayang. Setiap orang pasti punya masalah dan butuh istirahat."Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling rumah, mencari sosok pelindungku yang biasanya selalu ada."Azzam ke mana?" tanyaku."Abang sedang di kamarnya sejak pulang tadi," jawab Azizah."Baiklah, aku akan siapkan makan malam dulu untuk kita semua," ucapku mencoba menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa bersalahku.Setelah semua makanan tertata rapi di atas meja makan, Azzam masih juga belum keluar dari kamarnya. Suasana hening yang tidak biasa mulai menimbulkan kekhawatiran."Bang! Ayo makan malam dulu!" teriak Azizah dari depan pintu kamar kakaknya.Karena tidak ada jawaban sama sekali, Azizah memberanikan diri untuk membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu. Di dalam kamar yang temaram, ia melihat Azzam sedang terbaring kaku di atas tempat tidur dengan pakaian k

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 35

    Zuhra menelan ludah getir melihat binar bahagia di mata suaminya yang tidak pernah ditujukan untuknya. Namun, ia tetap melanjutkan kebohongannya."Aku sudah katakan padanya kalau aku mengizinkan kalian berdua untuk menikah. Jadi, kalian tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi dariku."Hafiz seketika kegirangan. Ia menghambur ke arah Zuhra, memeluknya erat dan menciumi seluruh wajah istrinya."Terima kasih, Zuhra! Kamu benar-benar istri yang hebat! Aku mencintaimu!"Zuhra memejamkan mata, menikmati pelukan dan ciuman yang sangat ia rindukan ini, meski ia tahu semua ini hanyalah hadiah karena ia membawa kabar tentang wanita lain."Tapi sayang... bagaimana kalau rencana ini terdengar oleh keluarga besar kita?" tanya Zuhra mencoba menguji nyali suaminya.Hafiz menjawab tanpa berpikir panjang, matanya berkilat penuh tekad."Aku sudah tidak peduli dengan keluarga besar atau aturan konyol mereka, Zuhra! Semua harta kekayaan warisan itu hanya membuatku merasa terkekang selama ini! Aku hanya ingin

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 1.

    Jakarta, lima tahun yang lalu. Aku menatap layar ponselku dengan intensitas yang tidak biasa. Di pojok kanan atas, jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Sebagai mahasiswi Psikologi semester lima, aku seharusnya sedang berkutat dengan jurnal tentang attachment theory, namun pikiranku justru tertam

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 2.

    Aku meletakkan ponselku di atas kasur dan menangis sesenggukan. Rasa sesak itu seolah menghimpit paru-paruku. Lima menit kemudian… TING! Notifikasi pesan masuk. @Hafiz: “Kamu di... Mumbai?” Jantungku seakan berhenti berdetak. Aku menyambar ponselku dengan tangan gemetar. @Zara: “Ya. Aku

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 3.

    Aku berjalan gontai ke cermin kamar mandi. Wajahku pucat pasi, mataku bengkak dan merah. Aku menatap pantulan diriku sendiri, merasakan campuran antara rasa jijik dan kerinduan yang amat sangat pada sosok di cermin itu. Pikiranku melayang, teringat betapa intensnya hubungan kami saat kuliah dulu. B

  • ISTRI BAYANGAN   Bab 4.

    Aku meronta pelan dalam dekapan itu, namun akhirnya aku menyerah dan menyembunyikan wajahku di dada bidang Hafiz. Tangisanku pecah semakin kencang, membasahi jaket tebal yang ia kenakan. Hafiz mengusap punggungku perlahan, sebuah sentuhan yang mencoba menenangkanku namun justru membuat lukaku semaki

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status