Teilen

ANAK PEMBAWA SIAL

last update Veröffentlichungsdatum: 28.07.2026 12:31:36

Di kamar lain, Aleandra baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat. Dua teman prianya, Elrick dan Matthew, ternyata masih ada di dalam kamar tersebut.

"Kenapa kalian masih di sini?!" seru Aleandra panik. "Bukannya aku sudah menyuruh kalian untuk segera pergi?!"

"Aleandra, maafkan kami atas kejadian semalam," ucap Matthew merasa bersalah. "Kami sungguh tidak tahu kalau semalam itu dirimu, bukan si culun."

Elrick menimpali, "Iya, Aleandra. Kami terpengaruh alkohol semalam, jadi kami—"

"Tidak usah dibahas lagi! Jangan sampai ada yang tahu soal ini, apalagi Kheland. Ini harus menjadi rahasia kita bertiga, kalian mengerti?!" potong Aleandra tajam.

"Baiklah, Aleandra. Kami berjanji tidak akan menceritakan kejadian ini kepada siapa pun."

"Ya sudah, cepat pergilah! Jangan sampai ada orang yang melihat kalian keluar dari kamar yang sama denganku!" usir Aleandra.

Kedua pria itu pun bergegas pergi saat itu juga.

Setelah pintu tertutup rapat, Aleandra langsung mengumpat sambil mengusap gusar wajahnya dengan frustrasi. "Brengsek! Bagaimana mungkin aku bisa salah kamar hingga menghabiskan malam dengan kedua pria bodoh itu?!"

Ia benar-benar merutuki kecerobohannya semalam. Seharusnya ia masuk ke kamar tempat Cleara dijebak untuk menyaksikan kakak tirinya itu digilir, lalu ia sendiri pergi menghabiskan malam bersama Kheland. Namun karena mabuk berat, ia justru salah masuk kamar dan berakhir digilir oleh Matthew dan Elrick. Rencananya buruknya terhadap Cleara justru malah berbalik kepada dirinya sendiri. 

"Jika sampai Kheland tahu, aku bisa kehilangan dia," ucapnya ketakutan. Sejenak, ia berpikir.  "Tapi... jika Cleara tidak ada di kamar ini semalam, lalu ke mana dia?"

Matanya seketika membelalak lebar saat menyadari sesuatu yang mengerikan. "Apa jangan-jangan...!"

Aleandra bergegas memakai pakaiannya dan langsung mendatangi kamar yang telah dipesan oleh Kheland semalam. Namun, kamar itu sedang dibersikan oleh roomboy. Kamar itu sudah kosong, tidak ada Kheland di sana.

Baru saja ia hendak menelepon Kheland, sebuah notifikasi pesan masuk dari kekasihnya itu muncul di layar ponsel.

Sayang, semalam kau tidak datang menemuiku di kamar, jadi aku memutuskan untuk langsung pergi dari hotel. Kau semalam ke mana? Nanti saat jam makan siang aku akan menghubungimu, karena pagi ini aku ada rapat penting. Aku mencintaimu. — Kheland.

Membaca pesan tersebut, Aleandra seketika mengembuskan napas lega. Ketakutannya menguap begitu saja.

"Mana mungkin Kheland mau meniduri si culun itu," gumamnya sinis dengan senyum miring. Namun, sedetik kemudian keningnya kembali berkerut heran. "Tapi... ke mana Cleara pergi semalam?"

***

Di depan sebuah gereja, Cleara duduk termenung di salah satu kursi taman. Matanya sembab menatap bangunan suci di hadapannya. Air matanya yang baru saja mengering kini kembali menganak sungai, setelah ia mengingat kembali bahwa keperawanannya telah direnggut oleh Kheland semalam.

Seorang biarawati paruh baya berjalan mendekat. Menyadari kehadiran sosok tersebut, Cleara buru-buru menyeka pipinya dengan kasar.

"Cleara, kenapa kau tidak masuk ke dalam?" tanya wanita itu ramah sembari mengambil tempat duduk di sisi Cleara.

"Ehm, aku... aku hanya mampir, Suster Anne." Sambil tersenyum.

"Meskipun hanya mampir, biasanya kau selalu menyempatkan diri untuk masuk dan berdoa." Suster Anne menatap lekat-lekat wajah gadis di sampingnya. "Kau habis menangis?"

"Tidak, Suster Anne. Aku hanya sedang kurang tidur saja," kilah Cleara, berusaha tetap tersenyum.

"Kau pasti kelelahan karena harus mengurus keluargamu selama ini," ucap Suster Anne lembut. "Tapi setidaknya bersabarlah sedikit lagi. Sebentar lagi kau akan mengikrarkan kaulmu untuk mengabdi penuh pada Tuhan dan gereja ini—"

"Suster Anne ...." potong Cleara tiba-tiba.

"Ya, Sayang? Ada apa?"

Cleara menarik napas berat, meremas jemarinya sendiri dengan gemetar. "Sepertinya... aku harus membatalkan niatku untuk menjadi biarawati."

Suster Anne terkesiap. Ia tahu betul bagaimana besarnya tekad Cleara sejak dulu untuk memeluk panggilan hidup ini. Dulu, sang ayah mati-matian melarangnya. Namun sekarang, justru setelah izin dari ayahnya sudah di tangan, kenapa Cleara tiba-tiba mengurungkan niat suci itu secara mendadak?

"Kenapa? Apa ayahmu berubah pikiran dan kembali melarangmu? Bukankah ini cita-citamu sejak kecil?" tanya Suster Anne cemas.

"Tidak, Suster. Hanya saja... aku merasa sudah tidak pantas lagi untuk menjadi pelayan Tuhan. Jadi, aku memutuskan untuk mengurungkan niatku menjadi biarawati."

Suster Anne sangat menyayangkan hal itu. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena hidup membiara adalah sebuah panggilan suci yang tidak bisa dipaksakan. Ia juga tidak mau bertanya alasan lebih detailnya, meskipun ia penasaran, sebab kemarin Cleara masih mendatangi gereja ini dan begitu antusias menceritakan persiapannya untuk mengikrarkan kaul. Namun, kini dengan berat hati, ia hanya bisa menghormati keputusan Cleara.

Setelah meninggalkan gereja, Cleara melangkah pulang dengan hati yang hancur. Namun, begitu kakinya melewati pintu rumah, ia justru langsung disambut dengan tamparan keras dari sang ayah. Di sudut ruangan, Aleandra dan ibu tirinya berdiri menyaksikan dengan senyum puas yang tersungging di bibir mereka.

"Ayah... kenapa Ayah memukulku?" tanya Cleara lirih sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

"Dari mana saja kau?!" bentak sang ayah murka. "Ayah menyuruhmu untuk menemani adikmu di pesta semalam, tetapi kau malah keluyuran tidak jelas dan baru pulang pagi ini! Dan kata Aleandra, semalam kau sudah mengacaukan pesta ulang tahunnya!” serunya. 

Cleara menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Aku tidak mengacaukan pesta Aleandra, Ayah."

"Bohong, Ayah!" Aleandra langsung menimpali dengan nada memanas-manasi. "Dia benar-benar mengacaukan pestaku! Dia bahkan sengaja menyiram Kheland dengan minuman, sampai Kheland basah kuyup! Ayah kan tahu sendiri siapa Kheland. Dia pria yang punya pengaruh besar untuk masa depan keluarga kita!"

Plak!

Tuan Steven menampar wajah Cleara sekali lagi. Kali ini saking kerasnya, tubuh Cleara sampai terjerembap ke lantai.

"Dasar bodoh! Bagaimana mungkin kau berani menyiram Kheland dengan minuman?! Apa kau sengaja ingin menghancurkan keluarga kita?! Adikmu sudah bersusah payah mendapatkan Kheland, tetapi kau malah berusaha merusak semuanya!" bentak Tuan Steven berang.

"Ayah, aku sungguh tidak sengaja menyiram Kheland. Aku—"

"Diam kau! Dasar anak pembawa sial! Tidak tau diri!" potong Tuan Steven, napasnya memburu karena emosi. "Karena menyelamatkanmu, ibumu dan adikmu yang bahkan belum sempat lahir ke dunia harus mati! Sudah untung Ayah masih sudi merawat dan membesarkan anak pembawa sial sepertimu!"

"Sudah, Sayang, sudah!" Nyonya Lidya bergegas menghampiri suaminya, berpura-pura menenangkan. "Sudah, jangan marah-marah lagi, nanti tensimu naik. Ayo, lebih baik kita ke kamar."

Sebelum melangkah pergi, Tuan Steven menunjuk wajah Cleara dengan penuh kebencian. "Hari ini, jangan beri dia makan sama sekali!"

Nyonya Lidya dan Aleandra kemudian menuntun Tuan Steven masuk ke dalam kamar. Aleandra sempat menoleh sekilas, melempar tatapan mengejek ke arah Cleara yang masih tersungkur di lantai dalam tangis yang pecah.

Di atas lantai yang dingin, Cleara meratapi nasibnya. Kenyataan pahit itu kembali menghantam ingatannya. Sepuluh tahun lalu, saat usianya menginjak 10 tahun, ibunya yang sedang hamil tua meninggal akibat kebakaran demi menyelamatkan dirinya yang terjebak di dalam kebakaran rumah. Ibu dan calon adiknya tewas demi dia. Kenangan kelam itulah yang menjadi alasan abadi mengapa sang ayah begitu membenci kehadirannya di dunia ini.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   MASUK KANDANG SINGA

    "Tidak mungkin!" teriak Aleandra tidak terima, suaranya melengking tinggi penuh penolakan. Wajahnya memerah murka dan tidak percaya mendengar ucapan Tuan Davies, bahwa saudara perempuannya mengandung anak Kheland. Kekasihnya sendiri.Tuan Steven yang mulai diserang kepanikan pun langsung melangkah mendekat, mencoba menengahi dengan senyum kaku yang dipaksakan."Tuan Davies, sepertinya ada kesalahpahaman di sini,” potong Tuan Steven cepat, suaranya sedikit bergetar. "Cleara sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan Kheland. Mereka bahkan tidak saling mengenal dengan baik! Jadi, mana mungkin dia mengandung anak Kheland?""Iya, Kakek! Mana mungkin Cleara mengandung anak Kheland?!" sahut Aleandra berapi-api, menatap Mr. Davies dengan napas memburu. "Aku adalah calon menantu sah keluarga Davies! Aku kekasih Kheland! Bukan saudaraku yang culun sialan ini!""Tapi pada kenyataannya, Cleara memang sedang mengandung anak Kheland," balas Mr. Davies Senior. Suaranya tidak tinggi, namun s

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   MENJEMPUT CLEARA

    Saat itu juga, ruang kerja Kheland berubah menjadi ruang sidang yang mencekam. Kheland didudukkan di bawah tatapan mengintimidasi dari Kakek serta kedua orang tuanya yang langsung menuntut penjelasan. Kheland semakin bingung karena masalahnya akan menjadi runyam jika keluarganya tahu dan ikut turun tangan."Apa benar yang didengar oleh Kakekmu tadi, Kheland? Kau menghamili Cleara, kakak Aleandra?!" tanya Tuan Louis dengan suara bergetar, menatap putranya antara tidak percaya dan murka."Itu tidak benar, Ayah," bantah Kheland cepat, mencoba memasang wajah setenang mungkin walau keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. "Kakek pasti salah dengar,” ucapnya. Ia tidak menduga kakeknya tadi langsung berteriak begitu heboh memanggil kedua orangtuanya untuk memberitahu apa yang mereka dengar."Kau pikir kakekmu ini sudah tuli, hah?!" seru Mr. Davies tidak terima. Pria tua itu memukul tongkatnya ke lantai dengan keras karena kesal dengan cucu semata wayangnya. "Meskipun Kakek sudah tua, teta

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   DIDENGAR KAKEK

    Kembali ke kediaman Tuan Steven.Cleara tak berhenti menangis di dalam kamarnya yang terkunci selama seharian ini. Tubuhnya terasa remuk dan sakit semua akibat dipukuli oleh ayah kandung serta dihajar habis-habisan oleh ibu tirinya. Sejak pagi ia bahkan tidak diberi makan. Di lengan, tangan, dan wajahnya terdapat luka cakar yang terasa perih dan mulai membiru. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa sekarang. Kehamilan ini benar-benar menghancurkan seluruh dunianya.Cklek.Suara kunci pintu yang diputar mengejutkan Cleara. Tubuhnya refleks menyusut ke sudut ranjang. Ia gemetar ketakutan saat melihat Tuan Steven tiba-tiba kembali melangkah masuk ke dalam kamar dengan tatapan mata yang masih murka."Gugurkan anak itu!" bentak Tuan Steven tanpa belas kasihan sedikit pun, langsung mengintimidasi putri tirinya yang sudah tak berdaya.Cleara terkejut mendengar ucapan Ayahnya. "Tidak, Ayah... Aku tidak mau berdosa," ucap Cleara di sela tangisnya sembari mendekap erat perutnya yang masih ra

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   PEWARIS KELUARGA DAVIES

    "S-si culun itu... hamil?!" ulang Kheland, mencoba memastikan pendengarannya baru saja tidak salah. "Ya, dia hamil! Kau pasti sangat terkejut, apalagi aku,” ucap Aleandra. “Itu sebabnya kenapa kemarin saat keluarga kita makan malam, dia tiba-tiba mual dan muntah saat di meja makan. Ternyata itu semua karena efek dari kehamilannya!" cerocos Aleandra berapi-api.Kheland benar-benar syok. Apa mungkin Cleara hamil karena perbuatanku? batinnya bertanya-tanya dengan panik. Namun, egonya langsung menolak keras. Tapi mana mungkin? Aku hanya melakukannya satu kali malam itu! Sementara dulu, aku pernah meniduri beberapa mantan kekasihku berulang kali, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang berujung hamil. Jadi, mana mungkin sekali coba langsung menghamili si culun itu?Benak Kheland terus membantah dan mencari pembenaran. Gadis culun itu pasti bermain gila dengan pria lain di luar sana, pikirnya, mendadak merasa sangat yakin."Pantas saja dia mendadak membatalkan niatnya menjadi biarawati!

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   CLEARA HAMIL?!

    "Oh, pantas saja!" Aleandra menimpali dari ambang pintu dengan senyum sinis yang semakin memperkeruh suasana. "Pantas saja kau mendadak membatalkan niatmu untuk menjadi biarawati! Padahal dulu kau sampai memohon-mohon, merengek, dan mengemis kepada Ayah agar diizinkan menjadi biarawati. Ternyata... kau sengaja mengubur keinginanmu itu karena kau tengah hamil! Dasar pelacur sok suci!”Tuan Steven menarik rambut Cleara yang hanya diam. “Ayah membesarkanmu untuk tidak menjadi seorang pelacur, Cleara! Katakan anak siapa itu! Anak siapa yang sedang kau kandung?!”Cleara tidak mungkin memberitahukan kepada ayahnya bahwa pria yang menghamilinya adalah Kheland, kekasih Aleandra. Jika rahasia itu terbongkar sekarang, hidupnya pasti akan benar-benar dihancurkan oleh keluarganya sendiri.Cleara menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Tidak, Ayah... Aku sungguh tidak tahu," ucapnya di sela tangis yang kian terisak-isak.Nyonya Lidya langsung mengambil alih situasi. Ia melangkah maju dan tanpa aba-ab

  • ISTRI CULUN SANG MILIARDER   HAMIL?!

    Dan benar saja, begitu pintu rumah tertutup rapat setelah keluarga Kheland pulang, amarah Tuan Steven langsung meledak. Cleara diseret ke kamar, dimaki-maki, dan dipukul dengan kejam oleh ayahnya hingga gadis itu menangis histeris sembari tersungkur di atas lantai yang dingin."Kau benar-benar tidak tahu diri! Bisa-bisanya kau mempermalukan kami semua di depan tamu terhormat?!" bentak Tuan Steven dengan napas memburu.Nyonya Lidya melangkah maju, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap sinis. "Kenapa kau tadi tiba-tiba bersikap mual seperti itu? Apa kau sengaja ingin menjatuhkan harga diri keluarga ini di depan keluarga Davies?!”"Tidak, Bu. Aku bersumpah sungguh tidak berniat seperti itu. Aku benar-benar sedang tidak enak badan!" bela Cleara di sela tangisnya, memegangi lengannya yang terasa sakit."Alasan!" timpal Aleandra berapi-api. "Aku tahu isi kepalamu, Cleara! Kau pasti iri setengah mati karena aku memiliki kekasih tampan dan kaya raya seperti Kheland, kan? Sementara s

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status