LOGIN"Gunakan wajah polosmu itu untuk merayu David." Nada menatap suaminya tak percaya. "Aku istrimu, Fian." Fian tersenyum sinis. "Itulah kenapa kamu harus berhasil." --- Tiga tahun menjadi istri kontrak, Nada bertahan dalam pernikahan tanpa cinta demi biaya pengobatan ibunya. Namun hidupnya jungkir balik saat perusahaan suaminya diambil alih oleh David, cinta pertama yang pernah ia tinggalkan lima tahun lalu. Kini David kembali sebagai CEO yang dingin dan penuh dendam, sementara suaminya sendiri rela menjadikan Nada sebagai alat demi mempertahankan kekuasaan. Di antara kebohongan, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu, mampukah Nada bertahan... atau justru terjebak dalam obsesi pria yang belum pernah benar-benar melupakannya?
View More"Kamu terlambat lima belas menit, Nada."David tidak mengangkat wajah dari laptopnya ketika Nada melangkah masuk membawa map laporan pagi itu.Nada menunduk tipis, sengaja membiarkan rambutnya menutupi rahang yang masih menyisakan bekas merah."Maaf, Pak. Ada kendala di jalan," jawabnya, suaranya lebih pelan dari biasanya.Semalaman Nada nyaris tak memejamkan mata. Bayangan ancaman Fian dan syarat gila dari David terus berputar di kepalanya.David akhirnya mendongak.Tatapan mereka bertemu sesaat. Rahangnya mengeras tipis sebelum wajahnya kembali datar."Kerjakan ulang seluruh laporan due diligence ini. Selesaikan sebelum jam pulang," perintahnya, mendorong setumpuk berkas ke tepi meja."Hari ini, Pak? Ini data satu kuartal penuh..." tanya Nada, berusaha menormalkan suara."Aku tidak peduli berapa lama waktu yang kamu butuhkan," potong David dingin."Selesaikan sebelum sore, atau anggap saja divisimu memang seperti yang dikatakan suamimu."Nada berbalik dan melangkah keluar tanpa meno
"Tunangan?"Kata itu terlepas begitu saja dari bibir Nada sebelum sempat ditahan.Tangannya membeku di sisi gaun satin biru tua yang dikenakannya.Elena tersenyum manis, mempererat gelayutan tangannya di lengan tegap David."Benar. Kami baru bertunangan bulan lalu di Singapura," ucap Elena ramah.Nada melirik David.Pria itu hanya diam, wajahnya sedatar papan tulis tanpa membantah sepatah kata pun.Iris kelabunya menatap Nada lurus, seolah menikmati riak kepanikan di matanya."Wah, selamat, Pak David, Bu Elena!" Fian langsung menimpali dengan tawa renyah yang dipaksakan.Ia mengulurkan tangan dengan penuh hormat."Pasangan yang sangat serasi. Pengusaha jenius dan wanita terhormat," puji Fian menjilat.Elena menyambut jabat tangan Fian dengan anggun."Terima kasih, Pak Fian," sahut Elena lembut.David hanya mengangguk samar, lalu mengisyaratkan tangannya ke arah meja makan mewah di tengah ruangan."Silakan duduk. Kita bicarakan bisnis sambil menikmati makan malam," ajak David dingin.M
"Apa maksud Anda, Pak David?"Nada memberanikan diri bertanya, suaranya nyaris tak terdengar.Matanya sempat menangkap isi folder di tangan David. Seluruh riwayat pernikahannya ada di sana.David menutup folder itu perlahan, lalu melangkah ke sisi meja, mengangkat secangkir kopi hitam yang mengepulkan asap tipis."Suamimu sangat berisik," ucapnya santai, seolah ancaman tadi tak pernah terlontar.Nada terdiam, tidak tahu harus merespons apa."Apakah dia selalu merendahkanmu seperti itu di rumah?" tanya David lagi.Pertanyaan itu menyerang pertahanannya."Itu bukan urusan pekerjaan, Pak David," sahutnya pelan.David terkekeh sinis, melangkah mendekat hingga Nada bisa mencium aroma kopi dan parfum maskulinnya."Pekerjaan?" David menaikkan sebelah alis."Aku pemilik perusahaan ini, Nada. Apa pun yang terjadi di sini adalah urusanku."Ia berhenti tepat di hadapannya, menyisakan jarak yang sangat tipis."Termasuk melihat mantan kekasihku dihina oleh pria tidak berguna yang dia pilih demi ua
"Lama sekali di dalam. Apa yang kamu lakukan?" Suara cempreng bernada tinggi itu menyambut Nada begitu pintu mahoni tertutup di belakangnya. Nada tersentak, meremas map kosong di dadanya. Clarissa berdiri bersandar pada pilar koridor, tangan bersedekap. Aroma parfum mawar yang menyengat langsung menusuk hidung Nada. "Saya hanya menyerahkan laporan," jawab Nada pelan. "Laporan divisi bobrok seperti milikmu butuh waktu sampai lima belas menit?" Clarissa melangkah mendekat. Sepatu hak tingginya mengetuk lantai marmer, berisik. "Atau kamu sedang mencoba merayu CEO baru kita?" lanjutnya sinis. Nada mengepalkan tangan di balik map. "Saya hanya menjawab pertanyaan Pak David soal kendala proyek." "Jangan membual, Nada Amanda." Suara berat yang sangat dikenalnya menginterupsi dari arah belakang. Fian berjalan mendekat dengan langkah angkuh, tangan di saku celana. Ia berdiri di sebelah Clarissa, menatap Nada dengan pandangan merendahkan. "Pak David itu lulusan terbaik Universitas






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.