Share

Dead Line

Author: DityaR
last update publish date: 2026-08-29 12:51:59

Rasa ingin melawan membakar tenggorokan Kairo, tetapi ia menahan lidahnya. Saat ini, pria di hadapannya bukan ayahnya. Ia adalah Raja Velvet Monarch yang menuntut rasa hormat setiap saat.

Dan ketika tatapan Petrus menekannya dari seberang meja, ia tidak sedang memandang putranya. Ia sedang memandang apa yang Kairo wakili. Masa depan Velvet Monarch.

Suasana tenang itu menghilang begitu ayahnya menegakkan tubuh di kursi dan meletakkan kedua siku di atas meja.

"Ini harus dilakukan, Kairo. Kamu nggak punya pilihan."

"Tentu saja aku punya pilihan."

"Dulu Papa dan Mama nggak punya pilihan, dan kamu juga nggak."

"Situasinya berbeda dengan papa. Pernikahan papa melahirkan aliansi yang lebih kuat."

"Dan pernikahanmu akan melahirkan posisi yang lebih berkuasa sebagai pemimpin."

"Itu omong kosong," cibir Kairo. "Hari ketika aku duduk di meja itu, aku akan menjadi pemimpin. Dan aku nggak membutuhkan istri untuk itu!"

"Sayangnya, kamu membutuhkannya." Ayahnya memiringkan kepala. "Coba bilang ke Papa, menurutmu apa tujuan seorang istri dalam keluarga seperti kita?"

Kairo pun meletakkan kedua tangannya di sandaran kursi. "Melayani suaminya."

"Oh, anakku sayang, kamu benar-benar salah."

Tatapan tajam Kairo bertemu dengan tatapan ayahnya. Temperamen dua raksasa yang sama-sama keras kepala itu nyaris meledak. Semua orang tahu para istri tidak memiliki suara sendiri dalam masyarakat mereka. Mereka tidak lebih dari wajah cantik dan teman bercinta yang selalu tersedia setiap malam.

Kairo melihat ayahnya berdiri dan berjalan menuju jendela. Seekor burung gereja hitam bertengger di ambang jendela bagian luar. Kehadiran ayahnya membuat burung itu ketakutan. Ayah Kairo mengusap janggutnya yang memutih dan melingkar.

"Seorang istri jauh lebih dari itu, Kairo. Pernahkah kamu bertanya kenapa para pria dalam keluarga kita memilih wanita tercantik untuk menjadi istri mereka?"

"Seperti yang kubilang, tujuan mereka adalah melayani suami. Yang cantik cuma membuat semuanya lebih menyenangkan bagi kita."

"Dasar bocah kurang ajar!"

Kairo langsung menunduk ketika ayahnya melemparkan gelas ke kepalanya. Kemarahan pria itu bergema bersama suara kaca yang pecah.

"Istri yang cantik bukan sekadar mainan, Kairo. Dia bukan cuma rahim untuk mengandung seorang pewaris. Kekuasaan seorang pria disampaikan dan tercermin melalui sosok istrinya. Kamu mengerti?"

Kairo berdiri dan menatap ayahnya. Terakhir kali ia meringkuk di hadapan pria itu, tidak sanggup menatap wajahnya sambil meminta maaf, adalah ketika ayahnya mematahkan hidungnya.

"Kamu adalah anak sulung Adinargo, pewaris kerajaan sialan ini. Kamu gak boleh menunjukkan kelemahan dan gak boleh meringkuk di hadapan siapa pun. Bahkan di hadapan Papa!"

"Aku nggak membutuhkan istri untuk menunjukkan kekuasaanku sebagai pemimpin kepada siapa pun!"

Ayahnya pun tersenyum, tetapi senyum itu tidak mencapai matanya. Ia menuangkan minuman ke gelas baru lalu meneguknya dalam-dalam.

"Papa punya empat anak," katanya. Ia berhenti sejenak dengan tatapan menerawang ke seberang ruangan, lalu menggeleng pelan. "Lima," lanjutnya. "Kalau Jaguar juga dihitung. Dan dari semua anak Papa, kamu selalu menjadi anak yang melakukan apa yang kamu inginkan. Kamu sendiri yang meyakinkan Papa bahwa kamu menginginkan semua ini."

"Aku memang menginginkannya. Semua yang kulakukan adalah demi keluarga ini, dan sejak lama aku sudah berjanji akan memimpin keluarga ini dengan cara yang sama seperti Papa."

Ayahnya menenggak bourbon itu. Tatapannya dingin dan penuh wibawa. "Kamu punya waktu dua minggu!"

"Apa?" Kairo menyipitkan mata.

Ayahnya mendekat sambil memegang gelasnya. "Kamu punya waktu dua minggu untuk menemukan wanita yang tepat dan menikahinya!"

"Kalau aku nggak melakukannya?" tantang Kairo sambil melebarkan posisi berdirinya dan mengangkat dagu.

"Kalau kamu gak melakukannya, Papa gak punya pilihan selain menyerahkan tempat Papa di meja itu kepada Daeng."

"Maaf?" Jantung Kairo serasa menghantam tulang rusuknya. "Papa bercanda, kan?"

"Sayangnya, enggak." Ayahnya meletakkan gelas di atas tatakan, lalu duduk kembali di belakang meja dengan rahang mengeras dan alis berkerut. "Kalau kamu nggak bisa melakukan itu, papa gak punya siapa-siapa lagi. Tristan mungkin gak akan pernah menikah. Noah bahkan gak peduli sedikit pun, dan Zion jelas masih terlalu muda."

Ia menjilat bibirnya lalu menatap Kairo dengan marah.

"Jangan tempatkan Papa dalam posisi di mana Papa harus mempermalukan anak sulung Papa sendiri dengan mencabut hak kesulunganmu."

Wibawa ayahnya terpancar dan melilit tenggorokan Kairo. Salah satu dari banyak pelajaran yang diajarkan ayahnya adalah selalu memilih pertempuran yang bisa dimenangkan. Menahan diri untuk tidak terlibat dalam perang, jauh lebih baik daripada menyatakan kekalahan. Ini salah satu momen ketika menerapkan pelajaran itu akan sangat berguna baginya.

Kairo menjilat bibir dan melonggarkan dasinya, lalu membuka kancing kerah kemejanya.

"Oke. Dua minggu dan aku akan menikah. Tapi meskipun aku menikah, aku akan membuktikan kepada Papa dan semua orang kalau aku nggak membutuhkan istri untuk mencerminkan citraku. Cara aku memimpin dan mengubur musuh-musuh kita yang akan menentukan diriku sebagai pemimpin Velvet Monarch. Bukan istri sialanku!"

Kairo tidak berlama-lama. Mereka berdua sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan, dan masalah itu telah dibahas sekaligus diselesaikan.

Bukan berarti pernikahan tidak pernah terlintas dalam pikiran Kairo. Namun, setiap kali wanita dari lingkaran sosial mereka memandang Kairo, mereka hanya melihat putra mahkota dan pewaris kekayaan serta kekuasaan. Mereka semua perempuan mata duitan, dan kecantikan mereka hanya sedalam riasan tebal yang menutupi wajah.

Namun, jika menikahi wajah cantik tanpa jiwa adalah hal yang harus dilakukan untuk memastikan Kairo mendapatkan apa yang menjadi haknya, maka itulah yang akan ia lakukan. Meskipun pernikahan itu hanya sementara, setidaknya sampai ayahnya mengembuskan napas terakhir dan Kairo bisa mengambil hak kesulungannya.

Apa yang terjadi setelah itu?

Yah, itu akan menjadi urusan Kairo sebagai raja dunia sialan ini.

Jaguar keluar dari ruang kerja Kairo sambil mengusap kedua tangannya dengan kain.

"Sudah selesai?" tanya Kairo menghampirinya.

"Aku sedang menyingkirkan mayatnya."

Mayat Edris.

Kairo mengusap hidungnya dengan ibu jari lalu melirik ke lorong sebelum mendekat.

"Aku harus mencari istri."

"Seharusnya itu nggak sulit," pekik Jaguar. "Ada banyak wanita yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan gelar itu."

"Nggak. Dia harus seseorang dari luar lingkaran kita. Seseorang yang sama sekali nggak tahu bagaimana kita menjalankan semuanya di sini."

"Kenapa?"

"Itu nggak penting. Sekarang aku butuh kamu mencari beberapa kandidat yang cocok."

Jaguar langsung mengangkat sebelah alis. "Kamu harus kasih kriteria yang lebih spesifik, Bro."

Kairo mondar-mandir. Rasa kesal membuat tangannya mengepal lalu terbuka lagi.

"Dia harus orang Jawa dan ... CANTIK." Kairo menatap mata Jaguar. "Dan hidup sendirian. Seseorang yang nggak akan dicari siapa pun ketika dia menghilang."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • ISTRI DADAKAN SANG MAFIA   Warmindo

    Di tempat lain ....Hanya lega yang Kaia rasakan saat menatap makam ibunya. Kaia seharusnya merindukannya, menangisinya, berduka untuknya. Namun, ia tidak merasakan semua itu. Kepergian ibunya justru memberinya jeda setelah bertahun-tahun memikul tanggung jawab yang tidak seharusnya ditanggung seorang anak.Untuk pertama kalinya dalam enam tahun, Kaia tidak perlu lagi merawatnya. Sekarang ibunya menjadi urusan iblis. Bahkan sejak mengembuskan napas terakhir beberapa minggu lalu, wanita itu sudah menjadi urusan iblis.Alih-alih mengunjungi makam untuk merasa lebih dekat dengannya, Kaia datang untuk mengingatkan dirinya bahwa ibunya benar-benar sudah pergi. Ia ingin memastikan kematian itu bukan sekadar mimpi atau ilusi yang ia ciptakan karena putus asa ingin terbebas darinya.Kaia memejamkan mata, berusaha mengusir suara itu dari kepalanya. Ibunya mungkin sudah mati, tetapi hantu wanita itu masih menghantuinya. Dan mungkin akan selalu begitu.Matahari mulai terbit. Kaia merapatkan jake

  • ISTRI DADAKAN SANG MAFIA   Dead Line

    Rasa ingin melawan membakar tenggorokan Kairo, tetapi ia menahan lidahnya. Saat ini, pria di hadapannya bukan ayahnya. Ia adalah Raja Velvet Monarch yang menuntut rasa hormat setiap saat.Dan ketika tatapan Petrus menekannya dari seberang meja, ia tidak sedang memandang putranya. Ia sedang memandang apa yang Kairo wakili. Masa depan Velvet Monarch.Suasana tenang itu menghilang begitu ayahnya menegakkan tubuh di kursi dan meletakkan kedua siku di atas meja."Ini harus dilakukan, Kairo. Kamu nggak punya pilihan.""Tentu saja aku punya pilihan.""Dulu Papa dan Mama nggak punya pilihan, dan kamu juga nggak.""Situasinya berbeda dengan papa. Pernikahan papa melahirkan aliansi yang lebih kuat.""Dan pernikahanmu akan melahirkan posisi yang lebih berkuasa sebagai pemimpin.""Itu omong kosong," cibir Kairo. "Hari ketika aku duduk di meja itu, aku akan menjadi pemimpin. Dan aku nggak membutuhkan istri untuk itu!""Sayangnya, kamu membutuhkannya." Ayahnya memiringkan kepala. "Coba bilang ke Pa

  • ISTRI DADAKAN SANG MAFIA   The Velvet Monarch

    Ayah Kairo memiliki empat anak kandung, tetapi selalu menganggap Jaguar sebagai anak kelima. Sementara saudara perempuan Jaguar, Eva, sudah di anggap sebagai putri kesayangan ayah Kairo.Waktu itu Jaguar berusia sepuluh tahun dan adiknya baru empat tahun ketika mereka menjadi bagian dari keluarga ini. Kalau bukan karena ayah Kairo yang menyelamatkan mereka pada malam ketika orang tua dan saudara laki-laki mereka dibunuh, mereka pasti sudah dikuburkan di samping keluarganya.Rasa terima kasih Jaguar atas utang nyawanya, membuat kesetiaannya tidak tergoyahkan. Sedangkan Eva, dia praktis satu-satunya cahaya di tempat ini. Kairo tidak pernah mengerti bagaimana dosa-dosa keluarga ini tidak ikut merusaknya setelah ia tumbuh di tengah-tengah semua itu.Zion berjalan menyusuri lorong, tampak muram seperti biasa. Kadang-kadang Kairo merasa adik laki-lakinya itu seperti mayat berjalan, murung, dan membenci segala sesuatu."Tebak!" Tristan tersenyum ketika mereka berjalan menghampiri Zion. "Kair

  • ISTRI DADAKAN SANG MAFIA   Kematian Edris

    "Astaga. Sial!" Edris memaki ketika Kairo menambah tekanan pada kepalanya. "Kairo, kamu nggak bisa melakukan ini.""Kamu nggak berhak menyuruhku melakukan apa pun, sialan!""Aku sepupumu, Anjing!""Lagian bukan sepupu sedarah.""Aku tetap bagian dari keluargamu.""Karena Paman Daeng memutuskan mengadopsimu setelah anak satu-satunya berubah jadi banci. Dia nggak pernah tahu kalau ternyata kamu bakal jadi orang paling bodoh yang pernah ada."Jaguar mencengkeram lengan Edris dan menekan tangannya ke meja. Ia memberikan tekanan kuat sampai bajingan itu tidak punya pilihan selain membuka telapak tangan dan merentangkan jari-jarinya."Kairo, sialan. Ini nggak lucu." Edris meronta-ronta melawan cengkeraman Jaguar dan Kairo, tetapi percuma. Melawan salah satu dari mereka saja ia tidak punya tenaga, apalagi melawan keduanya.Namun, karena Kairo suka menjadi orang yang memotong tulang, ia membutuhkan Jaguar untuk menahan sepupunya tetap di tempat. Kairo pun mengulurkan tangan dan meletakkan tel

  • ISTRI DADAKAN SANG MAFIA   Edris Si Pembawa Sial

    "Lalu, apa kewajibanku sebagai istrimu nanti?" tanya Kaia sembari menatap Pria kekar itu."Sebagai istriku, satu-satunya kewajibanmu adalah menjalankan peranmu saat kita berada di depan orang lain.""Berarti kewajibanku itu gak berlaku untuk di dalam kamar?""Kalau kamu bertanya apakah kamu harus berhubungan seks denganku, Nona Indrawari, jawabannya enggak. Aku jamin keperawananmu akan tetap terjaga sampai nanti kontrak kita habis dan kamu bebas meninggalkan rumahku.""Keperawananku? Bagaimana kamu bisa tahu?""Kamu pikir aku akan memberikan tawaran seperti ini tanpa mengetahui semua hal tentang dirimu?" Pria itu menyilangkan kedua lengannya. "Ini masalah serius. Aku menawarkan kekayaan yang sangat besar untukmu, bukan karena aku ingin menidurimu atau membuatmu mengisap batang-ku."Kata-kata itu langsung membuat pipi Kaia memanas. Rasa panas yang menjalar hingga ke lehernya."Yang perlu kamu lakukan hanyalah bersikap seperti istri yang penuh kasih sayang dan tergila-gila padaku sampai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status