INICIAR SESIÓNTetapi tepat sebelum menyentuh tubuh Kael...
[Devour aktif.]
Cahaya hitam menyelimuti tangan Kael, tubuh Shadow Wolf mendadak berhenti, lalu jatuh tak sadarkan diri.
[Kekuatan berhasil diserap.]
[Kecepatan meningkat.]
[Indra malam diperoleh.]
Kael merasakan sesuatu, penglihatannya jadi lebih tajam, pendengarannya semakin jelas, bahkan dia mendengar detak jantung pengawalnya. "Menarik."
"Yang... Yang Mulia melakukan apa?" Pengawal itu kebingungan.
Kael tersenyum, "Entahlah. Ayo!" Keduanya melanjutkan perjalanan lagi lebih jauh ke dalam dan kali ini langkah Kael jadi lebih ringan. Semakin dalam, semakin kuat monster yang muncul, membuat Kael bersemangat.
Level 5.
Level 8.
Level 10.
Kael tidak membunuh apa pun, dia hanya menyerap sedikit demi sedikit, dan setiap kali Devour aktif kemampuannya bertambah.
[Kekuatan diserap.]
[Pengelihatan malam diperoleh.]
[Indra penciuman diperoleh.]
[Regenerasi minor diperoleh.]
Kael mulai memahami sesuatu, Devour bukan sekedar menyerap energi, tetapi juga mengambil kemampuan. Kael menatap jauh ke dalam hutan, dia jadi penasaran, apa kiranya yang terjadi jika dia bertemu dengan monster yang lebih besar?
Tanah tiba-tiba bergetar, pengawal berhenti berjalan, dan menghalangi langkah Kael dengan tangan kanannya, "Yang Mulia." Dari balik pepohonan terdengar langkah yang sangat berat, seekor monster raksasa keluar dari kegelapan, tubuhnya ditutupi sisik hitam, tanduk panjang yang tumbuh di kepala membuat pengawal itu seketika pucat, "Yang Mulia." Kali ini ucapannya lebih pelan.
[Nama : Dragon Ogre]
[Level : 28]
[Peringatan.]
[Perbedaan kekuatan terlalu besar.]
Kael malah tersenyum. Dia menemukan sesuatu yang menarik, "Jangan ikut campur!"
Pengawal terkejut, "Itu terlalu berbahaya, Yang Mulia."
Kael melangkah maju, "Aku ingin mencobanya."
Dragon Ogre mengeram.
Kael mengangkat tangannya, untuk sesaat, matanya berubah jadi merah terang.
[Devour siap digunakan.]
[Peringatan.]
[Target terlalu kuat.]
[Peringatan.]
[Kemungkinan gagal : 93%]
[Peringatan.]
Sistem di kepala Kael menyala merah dan berkedip-kedip. Namun, bukannya mundur Kael malah tersenyum, "Aku masih punya tujuh persen. Ayo! Serang aku!" tantangnya penuh percaya diri.
Dragon Ogre melangkah maju, mengeram, kemudian melesat ke arah Kael.
Pengawal menghunuskan pedang meski tangannya sedikit bergetar, "Mundur, Yang Mulia!"
Kael mengangkat tangan, "Jangan!"
"Tapi-"
"Aku ingin mencobanya sendiri."
Dragon Ogre mengarung lagi, menghantam tanah tepat di tempat Kael berdiri, tanah pun pecah, dan debu berterbangan.
"Yang Mulia!" Pengawal sangat panik.
Kael sudah melompat ke samping, tubuhnya bergerak cepat, dan itu membuatnya tersenyum.
[Kecepatan Shadow Wolf aktif.]
Dragon Ogre kembali menyerang, Kael terus menghindar, satu pukulan, dua pukulan, tiga pukulan, tak ada yang mengenainya. Dia mulai kewalahan dan Dragon Ogre tetap saja memburunya.
[Peringatan.]
[Stamina Host menurun.]
Tak ada pilihan lain, Kael pun mengangkat tangan dan mencoba menerima serangan Dragon Ogre.
[Devour aktif.]
'DUAR!' Tubuhnya terpental jauh, terguling ke tanah, dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Pengawal langsung berlari mendekat, "Yang Mulia?"
"Aku tidak apa-apa." Kael bangkit perlahan, tangannya bergetar, dia tidak menyangka akan seperti ini.
[Devour gagal.]
[Terget terlalu kuat.]
[Tidak dapat menyerap seluruhnya.]
[Sebagian energi berhasil diserap.]
Masih berpikir dan Dragon Ogre sudah menyerangnya lagi. Kael mengepalkan tangan, energi hitam mulai berkumpul, saat Dragon Ogre meninjunya, Kael membalas dengan tinjunya yang tentu berukuran lebih kecil.
BOOM! Gelombang menyebar, pengawal menutupi wajahnya ketakutan, ketika debu menghilang, dia mencari Kael dan mendekat, "Yang Mulia?"
Dragon Ogre menarung kesakitan dan mundur beberapa langkah.
Kael yang menyadari di tinjunya terdapat sedikit kekuatan Dragon Ogre, tersenyum, mengangkat kedua tangan, mengeluarkan api merah di tangan kiri dari energi Ravian, dan api hitam di tangan kanan dari energi Dragon Ogre.
[Kemampuan baru terbentuk.]
[Dragon Flame.]
Kael mengabaikan suara sistem dan fokus melempar dua api itu bersamaan ke arah Dragon Ogre, "Pergilah!"
'BOOM!' Tepat menghantam tubuh Dragon Ogre, monster itu pun meraung keras, sisiknya retak, lalu tergeletak di tanah.
[Target dikalahkan.]
[Devour dimulai.]
[Kekuatan diperoleh.]
[Pertahanan diperoleh.]
[Kemampuan baru : Dragon Skin.]
Kael tersenyum. Ini adalah kemenangan besar baginya.
[Peringatan.]
[Pertumbuhan Host telah terdeteksi.]
[Sistem dunia mulai melakukan pengawasan.]
"Pengawasan?" Keal tidak paham dengan yang satu itu. Hanya dalam hitungan detik, jauh di atas langit Kerajaan Iblis, sebuah mata raksasa perlahan terbuka, dan tepat menatap ke arahnya.
[Anomali Host ditemukan.]
[Pengawasan dimulai.]
"Yang Mulia..." Pengawal tidak bisa memahami, bagaimana bisa anak level nol mengalahkan monster level dua puluh delapan, "apa sebenarnya kekuatan Anda?"
Kael terdiam, dia tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya, tidak mungkin, atau semua malah akan berakhir sekarang juga. "Keberuntungan."
"Keberuntungan?" ulang pengawal.
"Mungkin monster itu sedang sakit."
Pengawal itu menatap tubuh Dragon Ogre yang masih tergeletak di tanah, penuh dengan luka, dan yakin Kael sedang berbohong. Namun, sebagai pengawal, dia tak berani bertanya lagi.
Kael berjalan pulang, baru saja keluar dari hutan, dia langsung berhenti.
"Ada apa, Yang Mulia?"
Kael enggan menjawab.
[Peringatan.]
[Host sedang diawasi.]
'Siapa?' pikirnya.
[Sistem Dunia.]
Jantung Kael berdetak lebih cepat, ternyata benar setelah pertarungan tadi, sistem yang selama ini dia pikir hanya ilusi kepalanya, menyimpan rahasia menakutkan. Kael merasa harus hati-hati mulai sekarang.
Sesampainya di istana ... "Kau terlambat." Azreal dan Seraphina sudah menunggu dengan cemas sejak tadi.
"Maaf."
"Ke mana saja?"
"Berburu."
Azreal menatap pengawal di belakang Kael.
Pengawal itu berlutut, "Yang Mulia ..." Menceritakan semua yang terjadi di hutan tanpa melewati satu pun adegan di sana.
Azreal mengakat tangan agar pengawal itu pergi, lalu menoleh ke putranya, "Bagaimana kau mengalahkan Dragon Ogre, Kael?"
Kael tersenyum, "Keberuntungan, Ayah."
Jawaban itu membuat Azreal marah, "Kau pikir aku percaya jawaban konyolmu?!"
Langit menggelap, garis bintang berwarna ungu semakin membesar di langit, Evelyn berdiri di tengah aula dengan mata nyalangnya menatap ke penyusup. "Jangan menyentuhnya." Gema suara itu membuat pada menyusup bergeming. "Evelyn? Kau masih hidup?" Kael menoleh ke Evelyn, energi gadis itu naik pesat, tetapi tetap tak bisa dideteksi. "Pergi!" Petir keunguan menyambar-nyambar di langit akademi. Tiga menyusup menoleh ke Kael, "Anak level nol. Aku akan datang kembali!" Menghilang bersamaan dengan debu yang memenuhi akademi. Lyria berlari mendekati Kael, "Kau terluka?" Menggeleng, "Hanya luka kecil. Jangan kawatir." "Tentu saja aku khawatir, bagaimana kalau kau terluka, dan mati?" "Kau pikir aku akan mati semudah itu?" "Aku tidak tahu. Aku hanya takut kamu mati." Kael tersenyum, "Memangnya kenapa kalau aku mati?" "Nanti siapa yang akan menggangguku? Berteman denganku? Yang-" Kael langsung mengacak rambut Lyria, "Aku tidak akan mati semudah itu." Evelyn menarik Kael,
Kael mencobanya, tetapi kristal itu tidak mengeluarkan cahaya apa pun, dia hanya merasakan hangat di telapak tangannya."Mana-nya juga nol? Benar-benar level nol." Murid lain tertawa.Kael menarik tangan dan menatap gurunya."Tidak perlu dipaksakan." Guru menyuruh Kael kembali ke tempat duduk, "Selanjutnya."Kael masih memegangi tangannya.[Kristal mana terdeteksi.][Energi tersedia.][Devour dapat digunakan.]Dia malah baru tahu kalau kristal pun energinya bisa diserap. Setelah pelajaran selesai, Kael berjalan sendiri ke taman belakang, dia akan membuka sistem di kepalanya, sepertinya ada yang belum diketahui."Kael."Saat menoleh, Evelyn sudah berdiri di belakang Kael, "Kau menguntitku?""Tidak.""Kalau tidak kenapa kau ada di sini?""Aku hanya ingin menawarkan sesuatu." Evelyn mengeluarkan kotak kecil dan menyodorkannya ke Kael, "Kristal sihir, ini hadiah pertemanan kita, kuharap kamu menerimanya."Kael mengerutkan kening, "Kenapa kau memberikannya padaku?""Anggap saja hadiah. Sia
Kael mengepalkan tangan kali ini. "Baik. Mari kita mulai."Lyria menoleh, "Kael? Dia level 17.""Jangan kawatir." Kael maju menuju arena diikuti Darian, beberapa peserta berkumpul di sekitar arena, guru yang bertugas mengawasi berdiri di tengah."Pertarungan berakhir jika salah satu menyerah atau tidak mampu melanjutkan." Darian mengangkat tangan dan api mulai muncul, "Jangan salahkan aku kalau kamu terluka."Kael hanya berdiam diri.[Terget terdeteksi.][Nama : Darian.][Level : 17]Tersenyum kecil. Kael tahu persis apa yang akan terjadi setelah ini.Darian menyerang. BOOM! Sebuah bola api melesat, Kael yang menghindar, membuat bola api itu menghantam tanah. Darian menyerang lagi dan lagi, Kael terus bergerak cepat, lebih cepat dari yang bisa dilakukan oleh level nol."Dia cepat sekali. Sangat seru! Aku mulai bingung harus mendukung siapa." kasak-kusuk di pinggir arena.Darian marah, "Berhenti menghindar!"Kael tersenyum, "Kalau kau bisa menangkapku, aku akan berhenti."Darian mengge
Bentakan itu membuat Kael menunduk diam.Seraphina malah tertawa kecil, "Bairkan dia istirahat, Sayang."Azreal menoleh, "Seraphina!""Anak kita baru sepuluh tahun." Seraphina mendekati Kael dan memeluk putranya, "Kalau Kael belum mau cerita, jangan dipaksa." Mengangkat wajah putranya dan tersenyum."Terima kasih, Ibu."Seraphina mengusap kepala Kael, mengecup, dan membiarkan Kael pergi."Kael." Azreal merendahkan lagi nada bicaranya."Ya, Ayah?" Kael berhenti di tengah jalan sebelum masuk ke kamarnya.Aura samar berbau naga yang dari tadi terus menganggu, membuat Azreal semakin khawatir, "Mulai besok kau tidak boleh pergi ke Hutan Arken sendirian."Kael mengangguk, "Baik, Ayah." Sesampainya di kamar, Kael memeriksa levelnya lagi, dia heran karena masih saja nol, "Padahal aku sudah lebih kuat. Apa yang salah? Kenapa angka itu tidak berubah?"[Misi tersembunyi telah terbuka.][Menantang takdir.][Syarat : Mencapai kekuatan yang tidak dapat diukur oleh Sistem Dunia.][Hadiah : Tidak dik
Tetapi tepat sebelum menyentuh tubuh Kael...[Devour aktif.]Cahaya hitam menyelimuti tangan Kael, tubuh Shadow Wolf mendadak berhenti, lalu jatuh tak sadarkan diri.[Kekuatan berhasil diserap.][Kecepatan meningkat.][Indra malam diperoleh.]Kael merasakan sesuatu, penglihatannya jadi lebih tajam, pendengarannya semakin jelas, bahkan dia mendengar detak jantung pengawalnya. "Menarik.""Yang... Yang Mulia melakukan apa?" Pengawal itu kebingungan.Kael tersenyum, "Entahlah. Ayo!" Keduanya melanjutkan perjalanan lagi lebih jauh ke dalam dan kali ini langkah Kael jadi lebih ringan. Semakin dalam, semakin kuat monster yang muncul, membuat Kael bersemangat.Level 5.Level 8.Level 10.Kael tidak membunuh apa pun, dia hanya menyerap sedikit demi sedikit, dan setiap kali Devour aktif kemampuannya bertambah.[Kekuatan diserap.][Pengelihatan malam diperoleh.][Indra penciuman diperoleh.][Regenerasi minor diperoleh.]Kael mulai memahami sesuatu, Devour bukan sekedar menyerap energi, tetapi j
Debu memenuhi taman, Ravian tersenyum puas, tetapi beberapa detik kemudian senyumnya menghilang. Dari balik debu Kael berdiri, tidak terluka, bahkan pakaiannya tidak terbakar. Ravian terbelalak, "Mustahil." lirihnya.Kael melihat tangannya sendiri, di dalam tubuhnya sesuatu sedang bergerak, hangat, dan terus menjalar ke seluruh tubuh.[Serangan sihir terdeteksi.][Kemampuan Devour aktif.][Energi api berhasil diserap.]Kael tersenyum. 'Jadi begini rasanya menyerap sihir secara langsung.' pikirnya. Dia menoleh ke Ravian, "Giliranmu."Ravian mundur satu langkah. Untuk pertama kalinya dia merasa takut kepada seseorang yang tercatat sebagai level nol.Dari balkon istana ... sepasang mata merah sedang mengawasi mereka, Azreal.Seraphina yang tengah minum teh, mendekati suaminya, "Sepertinya putra kita mulai tumbuh."Azreal tidak menjawab, tatapannya semakin fokus dan serius karena dia merasakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Aura Kael bukan aura iblis biasa, "Seraphin







