Beranda / Romansa / Ibu Sang Pewaris / Bab 33. Caranya Marah

Share

Bab 33. Caranya Marah

Penulis: Jewellrytion
last update Tanggal publikasi: 2026-02-03 13:54:30
Pintu besar berwarna hitam mengkilap itu tertutup. Wajah lesu Jasmine yang terlihat pertama kali oleh Heru. Pria itu tidak ikut masuk ke dalam ruangan sebab ingin memberi ruang pada keduanya. Tatapan Heru bertemu dengan netra Jasmine yang nampak kosong. Hanya sesaat, tapi pria itu seperti bisa menebak apa yang terjadi pada Jasmine. Kalau tidak kena marah, pasti kena rayu. Ya diantara dua kemungkinan itu.

Ketika Jasmine melewatinya, Heru mengucapkan kata yang membuat langkah wanita 30 tahun itu t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 50. Sapaan Pertama Zico

    "Uncle..."Itu suara Zico. Semua heran, termasuk Kemal. Pria itu tak pasti siapa yang dimaksud. "Uncle..." Lagi, Zico memanggil. Tidak ada lagi di ruangan itu yang biasa dipanggil uncle oleh Zico. Rasanya Kemal kege-er-an Zico memanggilnya. Tapi sekali lagi, tidak ada yang dipanggil uncle di ruangan itu. Zacky? jelas-jelas bocah tadi memanggilnya daddy.Kemal menunjuk dirinya sendiri, mencoba meyakinkan pikirannya. "Me? You call me uncle, Zico?" Kemal menatap Zico dengan penuh haru."Hu'um. Uncle ganteng, i wanna thank you for helping me," jawab Zico dengan suara menggemaskan. Bocah itu menggunakan bahasa Inggris untuk menyapa karena sudah terbiasa berinteraksi dengan bangsa asing. Kemal salah satunya, dia memiliki ciri khas itu, bukan?Jelas, Kemal merasa mulambung Zico mengenalinya. Meski rasa sakit di hatinya begitu besar, tapi kebahagiaan mengetahui dirinya punya keturunan tidak kalah besar. Dengan hati berbunga dan senyum hangat, Kemal mendekat pada Zico."Kau ingat siapa saya?"

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 49. Uncle

    "Yang Anda bilang pria brengsek itu saya, Tuan Kemal. Jangan sembarangan bicara!" Dengan suara tajam Zacky memperingati. "Minggir, saya tidak ada urusan dengan Anda!" Kemal berusaha menyingkirkan Zacky yang menghalangi. Tapi Zacky terlalu kokoh untuk disingkirkan begitu saja. Pria latin itu siap membela Jasmine mati-matian. "Oh jelas ada. Urusan Jasmine adalah urusan saya juga. Catat, sejak tujuh tahun lalu." Zacky bicara dengan lugas posisinya. Dua pria itu saling melempar tatapan tajam, mengukur kemampuan masing-masing. "Saya tidak peduli siapa Anda." Kemal maju selangkah, menunjuk arah dada Zacky. "Tapi saya ingatkan, Jasmine itu milik saya, Zico adalah anak saya. Dan Anda, Anda bukan siapa-siapa." Kalimat pedas itu dilemparkan Kemal. Bukan hanya memantik emosi Zacky lebih besar, tapi ini adalah penghinaan bagi Zacky. Artinya Kemallah yang memulai perang. Kemal pria cerdas, ia tahu betul bagaimana memainkan emosi dan psikis lawan. Dalam hal ini, Kemal langsung menyerang psiki

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 48. Konfrontasi Kedua

    "Nak ... ini Papa." Untuk pertama kali Kemal menyebut dirinya Papa. Matanya terpejam karena kalimat itu menusuk batinya begitu tajam. Papa, satu kata singkat namun efeknya mampu mengguncang dunianya."Ini Papa," katanya lagi. Kemal berhenti sesaat, karena luapan emosi ini terlalu kuat. Kemal belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.Bagaimana tidak emosional, seharusnya Kemal ada di sana, mendampingi Jasmine mengandungnya, menemani proses kelahirannya dan menyaksikan tumbuh kembangnya. Tapi Kemal tidak melalui semua itu, bahkan Kemal tidak mengetahui bahwa anak ini ada.Tapi Tuhan mempertemukan keduanya dengan jalan yang luar biasa. Melalui pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan dengan logika dan kata-kata."Zico ... itu namamu?" Kemal mengambil satu tangan Zico yang bebas dari selang infus. "Terima kasih sudah datang dalam mimpi Papa." Air mata Kemal jatuh saat ia mencium perlahan punggung tangan Zico.Hatinya bergetar hebat, air mata itu luruh juga bersamaan dengan suara

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 47. Konfrontasi Pertama

    Kemal memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dirinya ingin segera tiba di rumah sakit. Rasa rindu yang awalnya belum ada namanya pada anak itu terkuak sudah. Semua tindakan spontan pengorbanan dan rasa takut kehilangan anak itu ternyata bukan lain karena dia adalah darah dagingnya.Lima belas menit mengendarai mobil, Kemal kini tiba di tujuan. Mobilnya memasuki area parkir utama rumah sakit dan melihat mobil sedan mewah berwarna hitam itu sudah terparkir rapih di sana. Itu adalah mobil Zacky."Sial, aku sudah keduluan!" umpatnya sambil memukul setir.Dengan langkah lebar Kemal memasuki lobi rumah sakit. Ayunan kakinya terhenti karena baru menyadari bahwa ia tidak mengetahui ruang tempat anak itu di rawat. Pasti sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat, kan? Heru tadi bilang Zico sudah pindah ruangan. Tapi bodohnya, Kemal tidak mendengar semua penjelasan Heru. Karena terbawa emosi, Kemal pergi begitu saja, membawa surat hasil tes paternitas yang telah di print out."Permis

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 46. Hasil Paternitas

    Klik!Suara tajam dari mouse mengalirkan getaran aneh pada pria bermata coklat terang itu. Kemal melihat tajam, dan fokus pada layar laptop. HASIL TES PATERNITAS adalah judul yang pertama ia baca. Kemudian bacaannya turun pada badan surat yang berisi keterangan pengantar dilakukannya tes kecocokan DNA.'Variasi alel dilaporkan sebagai angka dari jumlah kopi unit pengulangan nukleotida marka 13 loci STR seperti terlihat pada tabel di bawah ini ...'Telunjuknya menarik scroll wheel pada mouse ke bawah untuk menggulir bacaan berikutnya. Di sana terdapat tabel berupa anka-angka hasil uji kecocokan DNA. Banyak angka dan penjelasan dalam istilah medis yang tidak Kemal pahami sepenuhnya. Kedua alisnya berkerut, istilah-istilah yang ditertera terasa asing baginya."Sulit sekali bacanya," katanya mengeluh.Tak sabaraan, Kemal langsung beralih pada bagian akhir surat tersebut dan mendapati keterangan,'Hasil analisa menunjukkan bahwa tiga belas alel loci marka STR terduga ayah cocok dengan alel

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 45. Harus Kuat

    "Atau ... dia bukan ayahnya."Ucapan Heru sedikit banyak memengaruhi pikiran Kemal. Isi kepala pria itu bagai diteror banyak pertanyaan yang belum dapat ia jawab. Ia harus mencari tahu sendiri. Kemal benar-benar diuji, baik kesabaran maupun kewarasannya.Empat hari berlalu sejak kecelakaan itu, Kemal sudah kembali bekerja seperti biasa walau pikirannya kacau. Ditambah kali ini Kemal memegang langsung operasional kantor di Surabaya yang seharusnya bisa dijalankan oleh Direktur baru, tapi karena ide gilanya mengejar Jasmine, Kemal harus menanggung konsekuensinya. Hal itu tentu menambah beban dan membuatnya lelah.Bukan lelah karena lot kerjanya yang padat, Kemal sudah terbiasa akan hal itu. Tapi lelah dengan rasa sakit yang ditahannya karena harus menahan diri dari Jasmine. Ia mulai berpikir untuk kembali fokus di kantor induk saja. Dari sana ia bisa memantau semua perusahaan dibawah pimpinannya, termasuk di Surabaya.Di ruang kerjanya, Kemal berdiskusi dengan Heru yang baru saja tiba d

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 7 Panggilan Kerja

    Hari itu Jasmine bertemu dengan seorang wanita, tetangga baru yang katanya baru pindah ke kompleks tersebut. Entah bagaimana awalnya, wanita itu memberi info tentang lowongan kerja di PT Total Karya Indonusa. Bahkan dia memberikan tautan langsung untuk melamar.Matanya berbinar begitu mendengar dan

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 6 Mengatur Strategi

    Dari kantor pusatnya di Jakarta, Kemal mendapat laporan bahwa Jasmine saat ini sedang mencari pekerjaan. Benar, adalah hal biasa bagi pengusaha sepertinya berada di dua atau bahkan tiga tempat dalam satu hari untuk perjalanan bisnis. Seperti saat ini, Kemal ada di Jakarta, namun sore nanti sudah ke

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 5. Siapa Pria itu

    "Kemal halil Ozdemir, apakah Anda bersedia menikah dengan Jasmine Faranisa Airani?""Evet!" Kemal menjawab bersedia.Pertanyaan itu diulang sebanyak tiga kali, dengan menggunakan bahasa Turki.Kemudian sang Imam bertanya lagi."Jasmine Faranisa Airani, apakah Anda bersedia menikah dengan Kemal Halil

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 4. Sebuah Kebenaran

    "Ma, Mama kenapa kok sedih? Mama lagi capek ya?" tanya Zico yang mendekat.Sudah dua hari sejak pertemuannya dengan Kemal, Jasmine tak berani keluar rumah. Pikirannya kacau, dia khawatir akan bertemu Kemal lagi. Apalagi jika sampai pria itu melihat Zico. Jasmine tak ingin Kemal mengetahuinya. Bisa t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status