Share

Dinterima Menjadi Ibu Susu

Author: Azzkira
last update Last Updated: 2026-02-11 16:14:55

Langit yang begitu cerah, mentari menyinari hari dengan penuh semangat hingga membuat keringat dengan bebas membasahi wajah dan badan manusia tanpa kecuali Ayunda. Tawaran yang Linda di sanggupi Ayu, hingga hari dimana awal mula sebuah kehidupan baru setelah perceraian di mulai. Rumah bak istana dengan penjagaan ketat dari beberapa personil satpam yang modar mandir di depan sekitar pagar beton yang menjulang.

“Bismillah ya Allah, berkahi setiap langkah yang dengan ikhlas mengharap kasih sayang Mu.” Lirih Ayu dan melangkah ke mendekati pos satpam.

“Cari siapa Dek?” tanya seorang pria dengan badan tegap dan proporsional di depan pos.

“Assalamualaikum, permisi Pak saya mau bertemu dengan Pak Billy untuk melamar sebagai ibu susu sekaligus baby sitter bayinya.” Ayu tersenyum, gigi gingsul putihnya mengintip di balik bibir tipis berbalut lipstik pink.

“Dapat info dari siapa Dek?” tanya satpam singkat

“Dari seorang saudara Pak namanya Linda,” timpal Ayu.

“Oh Neng Linda, istrinya Pramono ya? Yang biasanya jualan sarapan nasi jamblang?” tanya seorang satpam berwajah seperti orang timur tengah di balik pintu pos.

“Ah iya betul Pak, Linda yang biasa jualan nasi jamblang,”

“Boleh masuk Dek, nanti tunggu di tuang tamu ya. Pak Billy sendiri nanti yang akan interview.”

“Baik Pak, terima kasih banyak,” ucap Ayu sambil melangkah membuntuti satpam berwajah timur tengah.

Setelah beberapa waktu Ayunda menunggu calon majikannya, terdengar sayup suara tangis bayi dari lantai atas yang tak lama hening. Suara langkah gagah menuruni anak tangga terdengar begitu jelas mendekati Ayu. Pria muda sangat tampan dengan badan tinggi tegap, lengkap dengan kemeja khas pria kantoran kini benar-benar berdiri di depan Ayu.

Dengan gugup Ayu bangun dari sofa. “Selamat pagi Pak, perkenalkan saya Ayunda, maksud kedatangan saya kesini untuk.” Suara Ayu terhenti karena mendengar suara Billy.

“Hmm hmm hmm, kamu mau melamar untuk menjadi ibu susu untuk anakku kan? Apakah kamu seorang ibu menyusui juga saat ini?” tanya Billy dengan wajah datar.

“Betul Pak saya mau melamar untuk menjadi ibu susu putri bapak, saya seorang ibu yang di tinggal meninggal putra saya beberapa bulan lalu Pak, tapi saya masih menghasilkan ASI Pak.” Ayu menunduk sambil memainkan tangannya.

“Coba tatap mata saya, kamu kan sedang interview dengan saya. Apa penyebab anakmu meninggal kalau boleh saya tahu, dan apakah kamu sudah izin sama suami kamu kalau kamu melamar disini?”

Ayunda langsung mengangkat wajahnya dan menatap wajah Billy dengan lekat. “Saya baru bercerai dengan suami saya Pak, dan putra saya meninggal ketika saya mandikan putra saya di depan teras rumah, dan saya lupa bawa handuk, saya masuk ke dalam namun ketika saya balik lagi anak saya sedang di gigit sama anjing liar, ketika di larikan ke rumah sakit ternyata kena rabies dan Qadarullah Allah menyuruh putra saya pulang lebih awal.” Papar Ayunda dengan beberapa titikan air mata yang tidak dapat di bendung lagi.

“Maaf jika pertanyaan saya membuat hatimu tergores, kalau gitu sekarang juga kamu resmi jadi ibu susu putriku, aku mau training kamu selama tiga hari, jika anakku cocok dengan kamu, kamu lanjut disini jadi baby sitter sekaligus ibu susu putriku. Untuk masalah gaji, selama tiga hari aku bayar tiga juta, dan nanti kontrak awal per bulannya saya kasih kamu gaji tiga puluh juta, apakah cukup?”

Ayu berusaha menghapus air matanya meskipun selalu terurai lagi. “Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak, berkah selalu rezekinya, itu sudah sangat lebih dari cukup Pak, maaf Pak untuk tempat tinggalnya, apakah saya boleh tinggal disini selama training?” tanya Ayu dengan sopan.

“Aamiin, kamu selama jadi ibu susu putriku ya tinggal disini dong, gimana kalau bayiku ingin ASI kamu ngga ada di rumah.” Billy mengernyitkan dahi dan tersenyum tipis.

“Alhamdulillah ya Allah, terima kasih Pak ini sangat membantu sehingga saya tidak perlu kembali ke panti,” celoteh Ayu singkat.

“Panti? Kamu yatim piatu?” tanya Billy heran.

“Iya pak, saya dari kecil tinggal di panti Pak, bahkan saya belum pernah tahu siapa orang tua saya,” papar Ayu.

Billy menundukkan kepala sejenak. “Ya sudah kamu ke atas, kamar putri saya ada di sebelah kanan setelah tangga. Saat ini dia minum susu formula di bantu sama asisten rumah tangga, dan kamu boleh bawa pakaian mu mulai sore ini setelah putriku mandi dan tidur, saya mau berangkat kerja.” Jelas Billy sambil melangkah mendekati pintu untuk kerja.

Ayunda mengangguk kecil sambil tetap menunduk. Di perhatikannya langkah lebar sang majikan yang menjauh dari pandangan. Senyum kecil menghiasi bibir tipis Ayu, hatinya terenyuh bahagia karena Allah memberikan jalan agar Ayu bisa mendapat tempat tinggal plus mendapat gaji yang cukup besar.

***

Setelah berhasil menyingkirkan Ayunda dari rumah, Dewi sangat bahagia dan merasa bahwa rumahnya kembali damai. Kebencian yang tak berlandaskan itu membuat Dewi seakan sangat menginginkan Ayunda lenyap tidak hanya dari rumahnya, tapi dari dunia ini, hal ini yang membuatnya membabi buta menghancurkan foto-foto Ayunda yang masih tersisa di rumah. Seringai lebarnya mulai tampak, namun di tengah rasa bahagia itu Argo masuk rumah dengan tergesa-gesa.

Dewi mengernyit heran. “Kamu kenapa?” tanya Dewi sambil menyodorkan teh hangat.

“Mah aku pusing, aku kena audit.” Argo mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya. “Argh ... aku harus nyari uang ke mana ini Mah? Aku ngga mau di pecat.

“Kamu ketahuan? Kok bisa sih? Bukannya aman ya? Dewi memegangi tangan putranya, dan menatap lekat Argo yang masih berdiam.

Harta kemewahan yang selama ini di dapat Argo untuk keperluan keluarga berasal dari dana kantor yang di selewengkan Argo sebagai staf acounting. Selama tujuh tahun permainan yang sangat rapi kini terendus tim audit dan menekankan untuk segera di ganti jika ingin tetap berada di perusahaan.

“Aku harus cari pinjaman Mah, kalau tidak aku akan tamat,” tutur Argo singkat.

“ Kalau gitu pergilah ke rumah yang pasti bisa menolongmu, doa Mamah selalu menyertaimu,” timpal Dewi menenangkan.

Tanpa menunggu lama, Argo melajukan mobil nya menuju rumah sepupu yang kaya raya. Gemuruh di dadanya sangat berisik, hingga kerap ia berlaku ugal-ugalan di jalan tidak sabar. Akhirnya sampai juga sebuah rumah kerabat yang di yakini bisa membantu di kala kemelut merundung.

Argo beranjak dari tempat duduk dan memeluk sang sepupu yang menyambutnya hangat. Argo dan sepupu kaya raya itu mengobrol hangat karena sudah lama tidak berjumpa. Tiba saat Argo akan mengungkapkan tujuan nya datang ke rumah sepupunya itu, namun napasnya seakan tercekal di tenggorokan, matanya membulat sempurna menatap tajam ke arah tangga.

“Ayunda? Kamu,” lirih Argo terbata.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ibu Susu Cantik Untuk Putri Milyader   Dinterima Menjadi Ibu Susu

    Langit yang begitu cerah, mentari menyinari hari dengan penuh semangat hingga membuat keringat dengan bebas membasahi wajah dan badan manusia tanpa kecuali Ayunda. Tawaran yang Linda di sanggupi Ayu, hingga hari dimana awal mula sebuah kehidupan baru setelah perceraian di mulai. Rumah bak istana dengan penjagaan ketat dari beberapa personil satpam yang modar mandir di depan sekitar pagar beton yang menjulang.“Bismillah ya Allah, berkahi setiap langkah yang dengan ikhlas mengharap kasih sayang Mu.” Lirih Ayu dan melangkah ke mendekati pos satpam.“Cari siapa Dek?” tanya seorang pria dengan badan tegap dan proporsional di depan pos.“Assalamualaikum, permisi Pak saya mau bertemu dengan Pak Billy untuk melamar sebagai ibu susu sekaligus baby sitter bayinya.” Ayu tersenyum, gigi gingsul putihnya mengintip di balik bibir tipis berbalut lipstik pink.“Dapat info dari siapa Dek?” tanya satpam singkat“Dari seorang saudara Pak namanya Linda,” timpal Ayu.“Oh Neng Linda, istrinya Pramono ya?

  • Ibu Susu Cantik Untuk Putri Milyader   Di Ceraikan Juga

    Semenjak di sentak Argo, Dewi sang ibu sering mengunci dirinya di dalam kamar dan mogok makan. Argo dan Ayunda sangat cemas, karena sudah dua hari Dewi enggan untuk keluar dari kamar. Tiba waktu dimana pagi itu Argo sangat khawatir dan mendobrak pintu kamar, betapa kagetnya Argo dan Ayu melihat Dewi sang ibu sedang terkulai lemas di atas lantai.“Ayu segera panggil kak Pertiwi dan suaminya kesini sekarang juga!” teriak Argo panik.“Baik Mas,” Ayu bergegas lari untuk menuruti perintah suaminya.Ketika Ayu memberi kabar bahwa sang mertua pingsan, kakak iparnya Pertiwi beserta suaminya panik dan segera merapat ke rumah Argo. Argo dan Ridwan suami kakaknya itu langsung mengangkat tubuh Dewi ke dalam mobil. Argo memacu kencang mobil sedannya menuju rumah sakit terdekat, yang di susul dengan mobil kakaknya Pertiwi, dan sesampainya di rumah sakit, Dewi langsung di tangani di IGD.Setelah pemeriksaan oleh dokter, Dewi masuk ruangan perawatan karena ia hanya dehidrasi biasa. Selang impusan ter

  • Ibu Susu Cantik Untuk Putri Milyader   Ibu dan Kakak Sering Minta Uang?

    “Astagfirullah Ibu kenapa bicara seperti itu?” lirih Ayu.Argo menatap Dewi dan Ayu bergantian. Lelah tubuhnya yang seharian bekerja keras di paksa untuk menyaksikan drama yang cukup menguras kesabaran yang hanya tinggal seujung jari. Dua wanita yang seharusnya membuatnya tenang dan nyaman justru berseteru menguji kesabarannya.“Bu, bisa nggak sih jangan di buat pusing otak aku ini.” Ketus Argo sambil mengambil jas di atas sofa.“Loh bukannya kamu sudah lelah dengan dia? Apa kamu pikir seorang istri yang baik itu yang monoton seperti itu?” ucap Dewi santai.“Maksud Ibu?” langkah Argo terhenti dan menatap lekat ibunya.“Ibu tanya sama kamu, kebahagiaan apa yang sudah istrimu beri selama ini? karier kamu meningkat nggak? Kamu punya keturunan? Kami punya kedudukan ngga di masyarakat? Jangankan di masyarakat, di keluarga aja kamu udah nngak punya pamor! Istri kamu nggak jelas asal usulnya apa kamu pikir itu bukan aib hah? Ibu malu Argo!”“Bu, Ibu bicara apa bu, ya Allah,” lirih Ayu sambil

  • Ibu Susu Cantik Untuk Putri Milyader   Setelah Kepergian Bayi Aryan

    Sudah satu pekan kepergian Aryan berlalu, namun luka dan gundah yang di tinggalkan begitu sangat besar di hati Ayunda dan Argo. Argo yang sangat kecewa dan sedih karena kepergian putra pertamanya, memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja. Sedangkan Ayunda yang lebih rapuh dari Argo di paksa untuk kuat dan dilarang bersedih oleh keluarga, terutama ibu mertuanya.“Cepat lah kau bersihkan itu toiletnya!” pekik Dewi.“Iya Bu, ini segera aku kerjakan.” Ayu mengusap keringatnya dengan punggung tangannya, matanya berair dan bibirnya bergetar.“Jangan iya-iya nya aja! Kamu itu bisa engga sih kerja gesit gitu? Klamar klemer aja Kau tiap hari aku perhatiin! Orang tuh kalau numpang tahu diri, jangan malas-malasan!” bentak Dewi dengan mata membulat sempurna.“Iya maaf Bu, saya usahakan akan lebih gesit lagi,” jawab Ayu dengan pelan menahan tangis yang sudah hampir meledak.Prang ...“Apa itu? Woy lah pusing banget hari ini!” teriak Dewi sambil melangkah dengan gagah ke ruang

  • Ibu Susu Cantik Untuk Putri Milyader   Tragedi Bayi Aryan

    “Alhamdulillah ya Allah akhirnya bisa istirahat di rumah juga.” Ayunda meletakan bayi mungil berkulit merah di tempat tidurnya yang sudah di lapisi kain lembut khusus bayi.“Aku berangkat kerja dulu ya Sayang, sudah agak telat ini soalnya, takut macet nuga di jalan,” ucap Argo sambil mengecup lembut kening Ayunda yang di susul dengan Aryan bayi mungil yang sedang terlelap tidur.“Iya Mas, hati-hati ya di jalannya jangan ngebut-ngebut, nanti pulang malam juga hati-hati di jalannya, aku dan Aryan bayi kita selalu mendoakanmu Sayang,” kat Ayu.“Hmm aku dan Aryan katanya, emang yang sayang sama Argo tu hanya kamu sama anak kamu doang! Ingat ya yang paling kuat doain Argo itu aku Ibunya! Paham kamu! Jadi jangan merasa sok penting di rumah ini!” ucap perempuan paruh baya yang dengan bebasnya masuk ke dalam kamar Ayu dan Argo.Ayu menunduk, perasaan tidak enak langsung menyelimuti hatinya. Sejak awal menikah hingga usia pernikahan mereka sudah menginjak umur lima belas bulan, ibu mertuanya s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status