Share

Bab 5

Author: Ranti
Amelia menatap pria di kursi pengemudi itu dengan bingung. Pria itu adalah Theo Adiputra, sosok terkenal di Universitas Anira.

Putra keluarga kaya, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Amelia.

Alasan mengapa Amelia bisa mengenal orang seperti itu adalah karena Theo terus mengganggunya akhir-akhir ini.

"Amelia, jalan cepet banget begitu, lagi buru-buru, ya?" Theo menyandarkan satu tangannya di jendela mobil. Senyuman jahat tersungging di bibirnya. "Mau kuantar?"

Amelia mengerutkan kening. Dia tidak ingin berurusan dengan orang seperti itu. Namun, sudah jelas, sekalipun dia mengejar bus sekarang, dia pasti akan tetap terlambat.

Setelah merasa ragu selama beberapa saat, Amelia menggertakkan giginya dan masuk ke mobil. "Terima kasih."

Mobil supercar yang mencolok itu pun melaju kencang.

Di dalam mobil, Theo melirik kaca spion. "Kamu belum kasih tahu, di mana rumahmu?"

"Kompleks Vila Radeya di Jalan Runa, Kawasan Makuta."

Theo mengangkat alisnya. Sekebetulan itu?

Theo tersenyum kecil dan tidak bertanya lebih lanjut.

Setengah jam kemudian, mobil memasuki Kompleks Vila Radeya. "Amelia, rumahmu nomor berapa?"

"Terima kasih, Pak Theo. Turunkan saja aku di sini."

Namun, Theo tidak mau berhenti. Tentu saja, dia ingin tahu di mana Amelia tinggal. "Kalau kamu nggak kasih tahu, aku akan terus berputar-putar di sini."

Amelia menghela napas tidak berdaya. "Di sana, belok ke Gedung No. 7."

No. 7…

Mata Theo sedikit memicing. Sorot matanya tampak misterius.

Setelah mobil berhenti di Gedung No. 7, Amelia turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Theo.

Saat Amelia hendak masuk, sebuah mobil Boney hitam berhenti tepat di depan mobil Theo.

Melihat itu, Theo langsung mematikan mesin mobilnya. Dia lalu turun dari mobil dan melambaikan tangan pada orang yang ada di dalam mobil Boney tersebut. "Kak Jody, Olivia, kalian tepat waktu juga, ya?"

Amelia sama sekali tidak menyangka jika dia akan berpapasan langsung dengan Jody dan lebih tidak menyangka jika Theo memanggil Jody dengan sebutan Kak Jody?

Jody turun dari mobil dan melirik Theo. Kemudian, pandangannya tertuju pada Amelia. Meski hanya dilihat sekilas saja, sekujur tubuh Amelia seakan langsung membeku.

Oh tidak, dia lupa memakai masker!

Theo buru-buru memperkenalkan mereka, "Amelia, ini kakak sepupuku Jody Bramantya dan itu adik sepupuku, Olivia Bramantya."

"Kak Jody, ini… teman sekampusku. Namanya Amelia Herdian."

"Amelia…" Jody menggumamkan kata itu. Dia teringat pada pembantu di hari itu, yang panik seperti anak binatang yang ketakutan.

"Kalian kenal?" Theo terkejut. Bahkan, Olivia yang berdiri di samping, tidak bisa menahan diri untuk tidak berkali-kali melirik Amelia.

Jody berjalan perlahan menghampiri Amelia. Dia sedikit menundukkan kepalanya dan menatap wajah Amelia dengan sorot mata penuh selidik.

Harus diakui, jika Amelia memang sangat mirip dengan Rissa. Jika bukan karena melihatnya sendiri, barangkali Jody pun tidak akan percaya jika di dunia ini ada dua orang yang wajahnya bisa begitu mirip.

Diamati oleh Jody dari jarak sedekat itu, Amelia merasa seluruh tubuhnya menjadi tegang. Amelia takut jika Jody akan mengenalinya sebagai wanita pada malam itu.

Amelia pun buru-buru menjelaskan, "Nggak, aku nggak kenal…"

Jody mengangkat alisnya sedikit. Dia menatap wanita yang jelas-jelas gemetar ketakutan, tetapi memaksakan diri untuk tersenyum itu. Tatapan mata Jody tiba-tiba menjadi dalam dan sulit ditebak. "Apa hubunganmu dengan Rissa?"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 50

    "Apa yang perlu ditakutkan? Ambar juga nggak ada di sini. Lihat saja tingkahnya hari ini yang begitu sombong, merasa di atas angin cuma karena putrinya menikah dengan Keluarga Bramantya. Lihat, betapa angkuh dirinya."Ambar menarik Amelia ke sudut yang agak sepi. Belum sempat Ambar menginterogasinya, Amelia sudah bertanya dengan nada yang tajam, "Apa kamu yang membawa ibuku pergi? Bukankah kamu sudah janji padaku, selama aku menggugurkan kandungan ini, kamu akan mencarikan donor ginjal untuk ibuku?"Ambar memasang wajah tanpa dosa. "Donornya sudah ditemukan, operasinya bisa segera dilakukan. Memindahkannya ke rumah sakit lain juga demi pengobatan yang lebih baik untuknya ke depan. Apa yang kamu cemaskan?""Di mana ibuku sekarang?" Amelia sama sekali tidak memercayai omong kosong wanita ini.Ambar mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah video.Di dalam video tersebut, Wulan tampak berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan berbagai selang terpasang di tubuhnya, tetapi kondisinya ter

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 49

    Memikirkan hal tersebut, Amelia segera menelepon Ambar. Namun, Ambar sama sekali tidak mengangkatnya.Amelia lalu mencegat taksi dan melaju kencang menuju kediaman Keluarga Amarta. Dengan perasaan kalut, Amelia berlari masuk ke vila. Begitu melihat Pak Irsan, Amelia langsung bergegas maju dan bertanya, "Mana Ambar? Mana dia?"Pak Irsan mengerutkan kening dan membentak Amelia, "Lancang sekali kamu, beraninya menyebut nama Bu Ambar secara langsung!"Amelia berbalik. Sepasang matanya yang biasanya terlihat rendah hati dan polos, kini hanya menyisakan kemarahan yang dingin. "Cepat katakan!"Tatapan Amelia yang begitu dingin itu seketika membuat Pak Irsan tertegun dan gentar."Di, di Hotel Zaira," jawab Pak Irsan terbata-bata. Pak Irsan sendiri tidak tahu mengapa, tetapi saat menatap mata dingin Amelia, tiba-tiba muncul rasa takut di lubuk hatinya. "Hari ini Pak Jody menyiapkan pesta ulang tahun untuk Bu Rissa. Pak Malik, Bu Ambar dan Bu Rissa, semuanya ada di sana…"Belum sempat kata-kata

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 48

    "Aaah…"Peralatan medis yang dingin mulai masuk merobek. Rasa sakit yang luar biasa datang menghujam.Wajah Amelia pucat pasi bagaikan kertas. Pupil matanya bergetar hebat.Anak…Anaknya…Amelia baru saja mengetahui kehadiran anak itu, tetapi sekarang dia harus kehilangan anak itu.Rasa sakit yang menusuk tulang berpadu dengan kepedihan di dalam hati Amelia.Amelia pun memejamkan mata, lalu jatuh pingsan…Amelia bermimpi. Dalam mimpinya, dia mendekap seorang bayi yang berlumuran darah. Suara tangis bayi itu seolah menembus langsung ke ulu hatinya.Dalam sekejap mata, bayi itu menghilang. Kini yang berdiri di hadapannya adalah Jody dengan wajah sedingin es. Amelia berlari terhuyung-huyung ke arahnya. Suaranya parau terisak, "Aku mohon... aku mohon, selamatkan anak kita."Namun, pria itu tidak bergeming. Pada akhirnya, Jody bahkan mendorong Amelia dengan kasar dan mencengkeram lehernya. "Memangnya kamu itu siapa sampai merasa layak melahirkan anakku?"Amelia tertegun. Dia diliputi kepani

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 47

    Mobil Ambar melaju kencang, membuntuti sebuah taksi di depannya. Pengawalnya berkata, "Bu Ambar, dia menuju ke arah Vila Adara."Hati Ambar langsung mencelos, gawat!Jika Jody sampai mengetahui tentang skandal Keluarga Amarta yang menukar pengantin saat pernikahan…Serta fakta jika Amelia sedang hamil…Tamatlah riwayat Keluarga Amarta.Lalu, putri kandungnya yang sudah bersusah payah menjadi istri Jody, akan direbut posisinya oleh wanita murahan itu.Di kalangan elite, latar belakang keluarga yang bersih adalah satu hal. Namun, begitu ada anak yang terlibat, itu urusan lain lagi.Bola mata Ambar berputar dengan cepat. Tiba-tiba, Ambar tersenyum tipis. Dia segera menelepon Amelia, tetapi tidak diangkat. Ambar tidak marah. Dia langsung mengetikkan sebuah pesan singkat kepada Amelia.[Aku tahu, kamu selama ini mencari donor ginjal yang cocok untuk ibumu. Aku bisa membantumu, asalkan kamu setuju untuk menggugurkan kandungan itu dan menjaga rahasia ini. Ibumu bisa menjalani operasi transpla

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 46

    Menyadari adanya kemungkinan lain, Ambar segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Rissa. "Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Ibu?""Nggak ada, Ibu.""Masih berani membohongiku? Amelia hamil. Usia kandungannya sudah delapan minggu. Rissa, apa yang sebenarnya terjadi?""Apa?" Rissa terkejut di dalam hati.Langsung hamil hanya dalam satu malam? Keberuntungan macam apa yang dimiliki Amelia ini?"Rissa, apa kamu berniat menyembunyikannya dari Ibu?" Ambar menyadari ada yang tidak beres dari nada suara putrinya. Dia pun melunakkan bicaranya.Rissa tidak berani memberi tahu Ambar jika dialah yang memberikan obat dan fakta jika dirinya sudah tidak perawan lagi. Rissa pun berkata dengan mencampurkan antara fakta dan kebohongan, "Orang yang bersama Jody di hotel malam itu adalah Amelia. Kebetulan aku memergokinya. Jadi, aku menyuruh Amelia merahasiakannya agar aku bisa berpura-pura menjadi dirinya.""Kamu… Kenapa masalah ini nggak kamu beritahukan pada Ibu sejak dulu?""Ibu, aku, aku

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 45

    Rissa akhirnya keluar dari rumah sakit tepat sebelum Jody kembali ke tanah air.Alergi Rissa sudah pulih sepenuhnya. Tidak ada bekas luka yang tertinggal di tubuh maupun wajahnya.Sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan kediaman Keluarga Amarta. Begitu Rissa turun dari mobil, Ambar langsung memeluk putrinya itu. "Biarkan Ibu melihatmu. Syukurlah kalau kamu sudah nggak apa-apa. Kamu benar-benar membuat Ibu khawatir.""Ibu, aku janji nggak akan bertindak sembarangan lagi ke depannya."Di samping mereka, Malik dengan wajah serius memanggil Rissa ke ruang kerja dan berkata dengan nada yang tegas, "Masalah ini cukup sampai di sini. Nanti, setelah kamu masuk ke Keluarga Bramantya, sebaiknya kamu simpan baik-baik sifat manjamu itu. Juga… kali ini Amelia sudah membantumu. Pergilah dan ucapkan terima kasih padanya dengan baik.""Aku mengerti, Ayah," jawab Rissa. Namun, dia sama sekali tidak memasukkannya ke dalam hati.Menyuruhnya berterima kasih pada Amelia?Jangan mimpi.Malik menggelengka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status