공유

Bab 22

작가: WinaraBZ
last update 게시일: 2026-03-19 14:23:59

Karim yang sejak tadi bersiap mengambil jasnya tiba-tiba terdiam, seolah teringat sesuatu.

“Zi…”

Ziyan yang sedang memeriksa beberapa pesan di ponselnya langsung menoleh.

“Iya"

Karim berjalan pelan ke arah meja, lalu berkata dengan nada berpikir. “Di acara fashion show semalam… ada satu model pakaian yang menurutku sangat cocok untuk Bunda Zayna.”

Ziyan mengangkat alis sedikit.

Karim melanjutkan, Tapi masalahnya… bagaimana kita bisa tahu ukuran badannya?”

Ziyan mulai merasa arah pembicaraan ini
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Investor Asing   Bab. 118

    Bunda Zayna mulai mengatur kembali portofolionya ketika masa liburan keluarga memasuki hari kelima. Selama empat hari sebelumnya, aktivitas pasar saham berhenti karena bertepatan dengan cuti panjang dan libur nasional bursa. Kesempatan itu benar-benar ia manfaatkan untuk fokus menikmati waktu bersama keluarga tanpa terganggu oleh pergerakan pasar.Memasuki hari pertama perdagangan setelah libur panjang, saldo kas (cash balance) di rekening investasinya bertambah. Sempat terlintas di pikirannya untuk kembali aktif melakukan trading di sela-sela liburan. Namun, karena dana yang dikelolanya kini semakin besar, Zayna menyadari bahwa setiap keputusan membutuhkan konsentrasi yang lebih matang. Ia tidak ingin kesalahan kecil terjadi hanya karena perhatiannya terbagi antara keluarga dan pasar. Karena itu, ia memutuskan untuk lebih fokus menambah dana investasi dan melakukan penyesuaian portofolio seperlunya.Pada hari pertama trading tersebut, Zayna menjual separuh kepemilikan salah satu saha

  • Investor Asing   Bab. 117

    Eksel masih sibuk dengan pikirannya. Pujian dari ayahnya beberapa waktu lalu masih membekas hangat di dalam hati.Ia menutup laptopnya perlahan, lalu bergegas menuju kamar."Aku harus segera tidur. Besok hari yang penting," gumamnya pelan.Eksel merebahkan tubuh di atas ranjang sambil tersenyum. Pikirannya melayang pada pertemuan esok hari. Ia akan bertemu ayahnya, dan tentu saja Soraya.Perasaan itu membuatnya sulit menahan senyum."Ziyan... Ziyan..."Suara Karim terdengar memanggil dengan lantang."Astagfirullah, Ziyan!""Eh, Bos! Maaf..." Ziyan tersentak kaget dari lamunannya. "Sudah waktunya pulang ya?"Karim menatapnya dengan kesal."Laporanmu belum selesai. Kalau memang mau pulang, silakan. Sekalian saja mampir ke HRD.""Jangan begitu dong, Tuan. Cari orang seperti saya susah, lho," jawab Ziyan sambil nyengir lebar.Karim hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak buah kepercayaannya itu."Gimana Bunda Zayna?" tanyanya kemudian."Beliau sudah sampai dengan selamat, Tuan. Se

  • Investor Asing   Bab. 116

    Ziyan masih memikirkan ucapan Karim tentang Eksel. Rasa penasarannya semakin besar. Ia ingin mengetahui sejauh mana kemampuan pemuda itu. "Tapi bagaimana caranya?" gumamnya pelan. Tidak mungkin seseorang dengan kemampuan seperti itu bisa terus-menerus bersembunyi dari perhatian orang lain. Pertanyaan lain juga muncul di benaknya.Apakah Kelvin mengetahui semua ini? Ziyan menyandarkan tubuhnya di kursi, lalu tersenyum tipis."Hem... aku akan mencobanya."Ia teringat sistem keamanan berlapis yang pernah dipasang untuk melindungi butik Soraya. Dari situlah sebuah ide muncul. Ia sengaja membuat sebuah celah kecil, bukan agar Kelvin menemukannya, melainkan agar dapat menarik perhatian Eksel.Perlahan ia mencoba mengakses jalur komunikasi yang terhubung dengan ponsel Soraya."Semoga Soraya tidak mematikan ponselnya." Menurut perhitungannya, cepat atau lambat Eksel pasti akan mencoba menghubungi Soraya atau mencari tahu keberadaannya. Karena itu, Ziyan memasang sistem pemantauan jarak jauh

  • Investor Asing   Bab. 115

    Genap sepuluh hari akhirnya keluarga Zayna kembali ke Parepare."Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi kita sampai di rumah," ujar Zayna dengan wajah sumringah."Iya, Bund," jawab Aim sambil tersenyum dan tetap fokus mengemudikan mobil.Zayna teringat semua kebaikan yang mereka terima selama berada di Jakarta, Bogor dan Daerah sekitar pinggiran kota yang menjadi Perjalanan Dinasnya."Tuan Karim benar-benar baik kepada kita. Bahkan semua pakaian yang kita pakai selama di sana dibolehkan untuk dibawa pulang." Yang tidak diketahui oleh Zayna dan keluarganya, pakaian-pakaian tersebut sebenarnya merupakan pesanan khusus dengan kualitas terbaik. Mereka hanya merasakan betapa nyaman dan enaknya pakaian itu dikenakan tanpa mengetahui nilai sebenarnya."Semoga barang-barang yang kita kirim lewat ekspedisi sudah sampai di rumah," kata Zayna."Insya Allah Bund," jawab Aim.Tak lama kemudian mereka memasuki halaman rumah."Yeay... akhirnya sampai!" seru Ana dan Zayan bersamaan. Kedua anak itu ta

  • Investor Asing   Bab. 114

    Kelvin tetap awasi setiap gerak-gerik Soraya."Baik, Nyonya," jawabnya singkat."Oh iya, bukankah Eksel yang berhasil mengetahui Soraya bertemu dengan Zahra itu?" tanya Sonia."Benar, Nyonya. Kebetulan saat itu dia memang berada di kafe yang sama," jawab Kelvin.Sonia tersenyum. "Mana dia? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.""Dia ada di depan, Nyonya," kata Kelvin, yang merupakan ayah Eksel."Suruh dia masuk. Sudah saatnya dia menerapkan ilmu yang didapatnya selama ini di perusahaan.""Baik, Nyonya."Kelvin segera keluar dan memanggil putranya.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka."Tante Sonia!" Eksel langsung masuk dengan wajah ceria. Ia menghampiri Sonia dan mencium punggung tangan wanita itu dengan penuh hormat, kedekatan mereka memang sudah terjalin sejak lama. Sonia menganggap Eksel seperti anaknya sendiri, sementara bagi Eksel, Sonia adalah sosok yang selalu memberinya perhatian layaknya seorang ibu."Gimana, Eksel? Siap bekerja di kantor Tante?" tanya Sonia sa

  • Investor Asing   Bab. 113

    Kelvin yang merasa tidak ada lagi petunjuk yang bisa digali di Parepare akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta untuk menghadap Sonia.Selama beberapa hari terakhir, ia berhasil mengumpulkan cukup banyak informasi. Sedikit demi sedikit, berbagai fakta yang sebelumnya berdiri sendiri mulai saling terhubung. Satu kesimpulan yang paling kuat adalah bahwa Bunda Zayna dan Azzahra kemungkinan besar adalah orang yang sama.Sayangnya, mereka masih belum berhasil menemukan alamat ataupun identitas lengkap wanita itu. Seolah-olah seseorang dengan sengaja menghapus jejaknya.Yang membuat Kelvin semakin yakin adalah pertemuan antara Azzahra dan Soraya di Cafe Mentari dua hari sebelumnya. Selain itu, pakaian yang dikenakan Azzahra juga menimbulkan tanda tanya besar. Pakaian tersebut berasal dari butik pribadi Soraya, sebuah koleksi eksklusif yang tidak dipublikasikan melalui Sonia Collection. Selain jumlahnya yang sangat terbatas, harga pakaian itu juga tidak mungkin dijangkau oleh sembarang orang.

  • Investor Asing   Bab. 89

    "Perhatian kepada seluruh penumpang penerbangan tujuan Jakarta. Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 14.00 WITA. Dimohon kepada para penumpang untuk segera menuju ruang tunggu dan bersiap untuk proses boarding sesuai nomor penerbangan masing-masing. Terima kasih. suara pengumuman bandara terden

  • Investor Asing   Bab. 86

    Sebuah Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4x4 hitam perlahan memasuki jalan kecil di depan rumah Bunda Zayna. Kilauan bodinya tampak mencolok di antara rumah-rumah sederhana di sekitar sana. Mesin mobil itu mati perlahan, menyisakan suasana pagi yang masih tenang. Pintu mobil terbuka.Seorang p

  • Investor Asing   Bab. 83

    Setelah konferensi virtual itu berakhir, jam sudah menunjukkan pukul 22.15 malam.“Bund, malam ini masih mau lanjut menganalisis? Besok kan libur…” tanya Aim pelan.Bunda Zayna mengangguk ringan. “Iya, masih ada beberapa yang ingin bunda periksa dulu.”Aim tersenyum kecil lalu mendekat. “Kalau begi

  • Investor Asing   Bab. 82

    Setelah sholat maghrib dan makan malam bersama mommy, ayah, dede, serta Babaanne dengan percakapan hangat yang sederhana, Karim akhirnya kembali ke kamarnya. Suasana rumah yang tenang sedikit membuat pikirannya lebih ringan setelah seharian penuh dengan urusan yang melelahkan.Begitu pintu kamar te

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status