Home / Rumah Tangga / Ipar Pengusir Sepi / MANIPULATIF! MEMILIH JADI GUNDIK???

Share

MANIPULATIF! MEMILIH JADI GUNDIK???

Author: ARY
last update publish date: 2026-01-20 22:38:34

TOK! TOK! TOK!

“Duh, siapa sih?!” ucapnya kesal.

“Ini kenapa sih ndak ada yang bukak!” dumel Angel sembari merogoh sesuatu dari tasnya.

Klek! Pintu pun dibuka, ternyata Angel masih memegang kunci rumah cadangan, akhirnya ia membuka pintu sendiri karena tak ada yang membukakannya.

“Heh, ngapain Mbak masuk ndak permisi?” Tasya terkejut tiba-tiba Angel sudah di dalam.

“Aku lagi buru-buru, pintu dikunci dan ndak ada yang bukain jadi terpaksa aku masuk sendiri toh ini rumahku kenapa kamu sewot?”

“Nd
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ipar Pengusir Sepi   KABAR KEMATIAN

    “Eh buk, sudah denger ndak berita tentang buk Surti?”“Belum, memangnya kenapa to?”“Katanya buk Surti meninggal!”“Ah masak to, tenanan?”“Iyo beneran, aku lo dikasi tahu sama teman dari kampung sebelah!”“Inalilahi. Kasihan yo padahal katanya anaknya si Angel baru saja menikah loh!”“Yak ampun, kasihan sekali.”“Tapi kok tadi aku lihat Tasya biasa-biasa saja to? Bahkan dia masih kerja di tempat itu dengan santainya!” Pembicaraan mulai menghangat.“Loh dia kan anak durhaka! Mana mungkin dia bisa tahu kalau ibuknya sudah meninggal meskipun tahu pun pasti dia ndak punya rasa apa-apa, dia kan selama ini sudah durhaka sama ibuknya sendiri!”“Ehhh, stsss itu orangnya lewat!”Tasya lewat dengan tatapan tajam, “Kalian pasti lagi ngomongin aku yo? Dasar kurang kerjaan!” pekiknya.“Heh dasar anak durhaka! Kita lagi ngomongin ibuk kamu tahu ndak!”“Ibuk aku? Ngapain kamu ngurusin hidup Ibukku, lebih ndak punya kerjaan lagi kalau begitu!”“Heh mana ada ibukmu hidup? Ibukmu itu sudah mati tahu n

  • Ipar Pengusir Sepi   TUTUP USIA

    “Apa?” Angel sontak terkejut, ia gegas membangunkan Erik yang tengah lelap tertidur. “Mas, bangun Mas!”“Kenapa? Ada apa Ngel? Ini masih jam enam pagi, kamu ndak nyaman lagi tidurnya?” Erik terbangun dalam keadaan panik.“Ibuk Mas, Ibuk!” “Tenang Ngel, Ibuk kenapa?”“Kita harus ke sana sekarang!” Erik yang larut dalam ketidaktahuan pun ikut panik dan gegas mengikuti kemauan istrinya, mereka bersiap pergi menengok keadaan Surti.“Kamu tenang Ngel, coba cerita dulu Ibuk kenapa?”“Aku ndak tahu mau ngomong apa Mas aku juga bingung, aku mau ketemu Ibuk sekarang!” Kepanikan mengikuti perjalanan mereka, Angel tampak kosong entah apa yang menghantui perasaannya ia tak henti-hentinya memanjatkan doa sementara itu Erik berusaha tenang agar istrinya tak tambah panik.“Ngel kita sudah sampai, ayok pelan-pelan.” Erik memapah Angel karena badannya sedikit lemas. “Assalamualaikum Ibuk, Mbah di mana Nak?” Rafa dan Aira terdiam, mata mereka berdua terlihat semba

  • Ipar Pengusir Sepi   PETUAH

    “Mas, aku ke Ibuk.”Erik tertegun, ia mematung sejenak, “Kamu manggil aku apa tadi?”“Mas?” jawabnya pelan.Erik menutup mulutnya, seakan ia tak menyangka hal ini terjadi, “Kamu udah bisa manggil aku Mas?”Angel mengangguk, “Bagaimana? Cocok ndak aku manggil kamu Mas?”Erik tersenyum lebar, “Senang sekali, ini yang aku tunggu-tunggu!” balasnya semangat.“Syukurlah, kalau begitu aku nengok Ibuk dulu yo.”“Aku anterin ya, sekalian berangkat kerja.”“Iya, Mas.”*“Bagaimana Buk? Sudah mendingan, kata dokter apa?” Raut muka khawatir Angel sangat tampak, hingga tak bisa disembunyikan sedikit pun.“Ibuk ndak sakit Nduk!” tegasnya pelan.“Ndak sakit? Tumben Ibuk nelpon aku kayak penting sekali, tak kiro Ibuk sakit! Terus Ibuk kenapa nelpon aku sampai ngomong begitu?” Angel penasaran.“Ndak papa, Ibuk cuman kangen sama kamu!”“Tapi kan Angel tiap hari ke sini Buk, anak-anak juga tinggal di sini kan jadi ndak mungkin aku lupain kalian sampai Ibuk khawatir kayak tadi! Ibu sebenarnya kenapa, co

  • Ipar Pengusir Sepi   PERBEDAAN KEBIASAAN

    “Kamu kenapa? Kamu masih merasa ndak enak soal kemarin?”Angel senyum tipis, “Dikit.”“Udah ndak usah dipikirin, ayok tidur sudah larut malam.”“Rik, eee lampunya bisa dihidupin ndak?”“Dihidupin? Kenapa, kamu belum bisa tidur?”“Bukan begitu, aku biasanya tidur lampunya dihidupkan karena aku takut gelap.”“Loh, bukannya kalau tidur lebih baik lampunya dimatikan yo? Jadi tidurnya bisa lebih berkualitas dan nyaman, selama ini kamu ngidupin lampunya terus yo?”“Iya aku tahu soal itu tapi aku takut gelap, dari kecil sih lebih tepatnya ndak tahu kenapa,” jelasnya sedikit sungkan.“Kalau begitu kamu ndak usah takut lagi, kamu tidurnya yang tenang kan ada aku sekarang yang bakalan jagain kamu aku ndak akan pergi kok, ndak papa ya?”“Iya, tapi aku perlu terbiasa dulu kalau sekarnag-sekarang aku belum bisa.”“Ya sudah kalau begitu, ndak papa.”“Tapi kamu sendiri ndak papa lampunya dihidupkan? Takutnya malah kamu yang ndak nyaman.”“Aku ndak papa, yang ndak nyaman kan kamu apa lagi sampai taku

  • Ipar Pengusir Sepi   DIBANDINGKAN

    “Erik! Jadi ini to istri kamu yang sekarang?”“Iya buk, kenalin namanya Angel.”“Lumayan cantik, terus yang dulu ke mana? Cantik sih yang ini tapi tak lihat-lihat lebih cocok sama yang sebelumnya,” celetuknya tanpa berperasaan sedikit pun.“Astagfirulahalazim buk! Ibuk ini sadar ngomong begini di depan istri saya? Jaga perasaan dikit buk karena ibuk ndak punya hak untuk membanding-bandingkan kehidupan saya dengan istri saya yang sekarang dengan masa lalu saya!” Erik geram.“Loh kok malah marah-marah? Saya kan jujur to, saya cuman mengutarakan pendapat saya lebih baik dari pada saya ngomongin dibelakang mending saya langsung kasi tahu di depan orangnya! Lagian sudah tua masih mikir nikah apa ndak malu sama anak-anaknya? Lihat saya single parent besarin anak sendirian ndak nikah lagi apa itu nikah kalau ujung-ujungnya nanti cerai lagi nanti jadi janda dua kali loh!” ucapnya nyelekit.“Maaf ya buk! Hidup-hidup saya ibuk ndak usah ikut campur dan memaksakan prinsip hidup ibuk ke kehidupan

  • Ipar Pengusir Sepi   HAPPY ENDING?

    “Bagaimana para saksi? Sah?”“Sah!” Mentari pagi kala itu terasa sangat hangat di antara kerumunan orang yang menjadi saksi pernikahan dua orang insan yang saling menemukan penyembuhan lukanya masing-masing. Angel terlihat sangat manis dengan balutan gaun putih susu, bermotif simpel namun tampak elegan semakin memancarkan aura ketenangan raut wajah Angel yang memang sejuk, sedangkan Erik tampak gagah dengan tampilan pakaian yang memang diserasikan dengan gaun pasangannya tak banyak pernak-pernik membuat keduanya tampil elegan dengan auranya masing-masing.“Ibuk ndak nyangka kamu bakalan ada di posisi seperti ini lagi Nduk! Maafin Ibuk yo selama ini Ibuk ndak punya kuasa buat nolongin kamu.” Surti menangis haru menyaksikan pernikahan putri pertamanya, bahkan tampilan suasana seperti ini tak pernah singgah dibenaknya setelah kejadian masa lalu yang begitu suram yang terjadi di antara mereka.Angel meraih tangan ibunya, menggenggamnya lembut seakan saling menguatkan, “Buk, ju

  • Ipar Pengusir Sepi   DUDA ANAK SATU? | PENDEKATAN 2

    Angel tersenyum tipis, “Aku juga bakal ngira kamu kaget sih! Iya, kamu ndak salah denger masalah utamanya karena selingkuh dan yang lebih parahnya lagi mantan suamiku selingkuh dengan adik kandungku sendiri,” jelasnya tak terduga.Mata Erik membola, ekspresinya berubah menekuk, “Dengan adik kandung

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Ipar Pengusir Sepi   MENAGIH JANJI

    “Ya, suami! Edo lebih baik kamu yang menjelaskannya.”“Ma-maaf sayang! Di-dia cuma wanita lain seperti biasanya, jadi kamu nggak usah khawatir!”“Wanita seperti biasanya? Lantas anak kecil yang sedang diasuh oleh art kita siapa hah? Kamu berani menjalin hubungan serius dengan wanita ini sampai suda

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Ipar Pengusir Sepi   DASAR PELAKOR!!!

    “Kamu sudah lihat sendiri kan bagaimana sikap suami yang selama ini kamu pertahankan di sini? Kalau kamu mau ikut aku ke rumah aku bisa memberikanmu lebih dari ini! Maumu semua akan aku turuti Tasya, ayo lah kamu sadar sekarang! Kemasi barangmu sekarang juga dan ikut aku pergi ke rumah dan kalau k

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Ipar Pengusir Sepi   MELANGGAR NORMA

    “Kamu berani banget ya ternyata, mentang-mentang nggak ada suamimu di rumah! Kenapa nggak ke rumahku saja sih!”“Lagi males ke luar aku Do! Di sini saja, mumpung dia tidak ada di rumah jadi kita bebas kan! Lagian aku bukannya takut sama dia karena kalau dia lagi di rumah pasti ributnya minta ampun,

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status