Share

Chapter 4

Penulis: Asayake
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-22 11:58:33

Isela akhirnya duduk dihadapan Grayson, diam-diam gadis itu meremas berkas dalam genggamannya dengan napas memberat.

Rasanya sangat sesak, duduk berhadapan dengan seseorang yang Isela tahu bahwa itu adalah sosok ayahnya, sementara ayahnya tidak mengenali siapa dirinya.

Grayson menegakan tubuhnya perlahan, matanya bergerak lembut menyapukan pandangannya, melihat kembali lebam ditangan Isela yang sempat dia lihat satu jam lalu.

Melihat kondisi gadis itu yang terlihat tidak begitu baik, Grayson sadar bahwa mungkin ini alasan isterinya bersedia menampung gadis itu di rumah.

Isela mengalami sesuatu yang sulit dan dia butuh tempat untuk berlindung.

“Isteriku sudah berbicara beberapa hal tentangmu. Setelah beberapa pertimbangan, aku mengizinkanmu tinggal di sini sampai nanti kau lulus sekolah menengah atas, kau bisa membantu pekerjaan rumah setiap selesai pulang sekolahmu, aku akan menghitungnya sebagai pekerja paruh waktu dengan gaji yang semestinya,” ucap Grayson memulai percakapan dengan menyampaikan kabar baik yang dia pikir akan menyenangkan hati Isela.

Isela menarik napasnya dalam-dalam, menyembunyikan kebingungan yang harus dia simpan dan dia cari jawabannya sendiri.

Jika kedatangan Isela kerumah ini atas izin isteri Grayson, apa itu artinya Dahlia sudah tahu siapa Catelyna dan siapa Isela?

Ada apa ini sebenarnya?

Apa tujuannya Dahlia memperkenalkan Isela sebagai pelayan baru, jika pada kenyataannya Dahlia tahu bahwa Isela anak Grayson?

Napas Isela tertahan didada merasakan tusukan yang begitu kuat melukai hatinya begitu tersadar akan sesuatu..

Dahlia mengulurkan tangannya untuk menolong anak hasil diluar nikah suaminya, sekaligus mempermalukannya dengan menjadikannya pelayan anak-anak sah Grayson, agar Isela sadar bahwa dia tidak boleh memiliki harapan apapun pada Grayon.

Isela harus sadar dengan posisinya.

Catelyna adalah seorang wanita penghibur, sudah menjadi risiko baginya jika dia hamil anak dari pelanggannya, pelanggannya hanya berkewajiban membayar uang. Catelyna tidak berhak menuntut pertanggung jawaban apapun untuk status anaknya, karena Isela bukanlah anak hasil dari pernikahan sah.

Jari-jari Isela gemetar meremas kuat kertas-kertas dalam genggaman, menelan kepedihan yang harus diterimanya.

Isela harus mengubur harapannya, begitupun dengan mimpinya untuk bisa menyembuhkan matanya.

Meski sangat sakit, Isela harus berterima kasih, Dahlia telah berbesar hati menerima kehadirannya, tidak semua wanita bisa menerima anak haram hasil perselingkuhan suaminya.

“Terima kasih, Tuan,” ucap Isela.

Grayson menegakan tubuhnya, tenggelam dalam tatapan mata Isela yang terlihat gelap penuh kesedihan, menghianati bibir mungilnya yang tengah menunjukan senyuman.

“Boleh aku tahu, matamu kenapa?” tanya Grayson memecah perasaan aneh yang menyentuh hatinya.

Senyuman Isela kian lebar, dengan suara bergetarnya dia berkata, “Sejak dilahirkan, satu mata saya memiliki kekurangan. Dokter bilang, saya bisa mendapatkan penglihatan saya kembali jika menjalani cangkok kornea karena kebutaan yang saya terima tidak terjadi sejak lahir,” cerita Isela dengan suara bergetar menahan tangisan yang mendesak.

“Bagaimana keadaan matamu yang satunya lagi?”

Isela tertawa lembut dengan mata yang tampak berkaca-kaca, “Saya harap bisa tetap normal dan bersedia tetap memberikan penglihatan pada saya.”

Bibir Grayson terkatup merasakan sepercik kesedihan yang tersampaikan kepadanya melebihi kata-katanya, matanya tidak berhenti menatap lekat wajah Isela yang semakin lama dia pandangi, dia merasakan seperti pernah melihatnya.

Apa ini hanya perasaan Grayson saja?

“Kau membawa semua data keperluan sekolahmu?” tanya Grayson lagi mengenyahkan perasaan anehnya.

“Saya membawanya, Tuan.” Isela meletakan berka-berkas yang dibawanya di meja.

“Baiklah, pergilah beristirahat, kau pasti lelah.”

Isela segera beranjak dari tempat duduknya, melangkah gontai dengan perasaan yang kacau.

Isela berbalik sejenak dan melihat Grayson sekali lagi, lelaki yang tidak bisa dia panggil ‘ayah’ meski ia berada di depan mata.

“Terima kasih atas kebaikan hati Anda, Tuan Grayson,” tutur Isela dengan sopan sebelum akhirnya memutuskan pergi.

Grayson mengangguk tanpa kata, memperhatikan punggung Isela yang perlahan hilang dibalik daun pintu.

Grayson akhirnya mengambil lembaran kertas di meja itu dan melihatnya dengan teliti untuk dia periksa.

“Anak ini cerdas rupanya,” puji Grayson sambil membaca lembar demi lembar nilai sekolah Isela dengan sederet prestasinya.

***

“Kakak sudah dengar belum, gadis yang bernama Isela itu akan disekolahkan juga?” cerita Avery pada Riven.

“Darimana kau tahu?” sahut Riven.

“Para pelayan, ayah akan menyekolahkannya di sekolah yang sama denganku.”

Riven menoleh sekilas pada Avery, lalu kembali sibuk dengan handphone ditangannya. “Biarkan saja, itu keputusan ayah dan ibu.”

“Tapi aku tidak setuju harus satu sekolah dengan pelayan itu, jika ayah ingin membantunya kenapa tidak disekolahkan di sekolah biasa saja?”

Riven yang semula tidak peduli perlahan mulai berpikir.

Memang tidak seperti biasanya ibunya membawa orang asing datang ke rumah, selama ini Dahlia selalu berhati-hati dengan tindak tanduknya karena dia seorang artis terkenal, sedikit saja ada kesalahan, maka akan menjadi konsumsi public.

Sementara Grayson adalah seorang petinggi disebuah perusahaan besar. Meski sangat mudah untuknya menyekolahkan Isela, namun keputusannya bukankah terlalu cepat?

Isela, gadis itu baru datang ke rumah pagi ini, dan kini secara tiba-tiba dia akan sekolah ditempat yang sama dengan Avery. Sekolah favorit yang tidak bisa sembarangan orang masuk ke dalamnya.

Untuk ukuran seorang pelayan, gadis bernama Isela diperlakukan terlalu istimewa.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 6

    Wajah Isela terangkat, berusaha untuk tetap tenang meski jantungnya berdebar kencang dan kaki gemetar lemas seperti jelly. Isela datang hanya untuk menegur, tapi pria itu membalasnya dengan cara yang kejam, menghadapkan langsung dirinya pada anjing besar yang siap menerkam. Geraman rendah dan hembusan napas panas hewan itu memperparah ketakutan Isela. “Aku datang untuk bicara denganmu, bukan untuk mati,” bisik Isela nyaris putus asa, “singkirkan anjingmu, aku mohon.” “Tidak mau,” tolak Jach menikmati ketakutan gadis dihadapannya seperti seekor kelinci yang terpojokkan. “Dia tidak akan menggigit kan?” tanya Isela lagi dengan napas tersengal. Jach menggeleng. “Hanya mengoyak.” Isela tercekat kaget. Dengan tangan gemetar dan sisa-sisa keberaniannya, Isela memutuskan untuk melepas kacamatanya, dan melemparkannya sejauh mungkin untuk mengalihkan perhatian anjing itu. Kilatan cahaya kaca yang terlempar langsung menarik perhatian anjing besar itu. Hewan itu melesat pergi mengambil be

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 5

    Siang telah berlalu, Isela yang telah cukup lama beristirahat akhirnya pergi ke dapur untuk membantu Lilith dan Regina menyiapkan makan malam.Mengenyahkan segala kesedihan dan kecewanya dari kenyataan, Isela memutuskan untuk tidak terpuruk.Isela harus tetap memanfaatkan setiap kesempatan yang datang sekecil apapun itu, Isela harus optimis bahwa masih ada cahaya untuk masa depannya sekalipun rumah yang dia pikir akan menjadi tempatnya pulang hanya memberinya tempat berteduh sementara waktu.Isela tidak akan mengeluh, dia harus bertahan dan berjuang untuk mengubah masa depannya agar bisa menyelamatkan Catelyna.“Ibumu dan nyonya Dahlia pasti sangat dekat, sampai-sampai nyonya Dahlia bersedia menampung dan menyekolahkanmu disini,” kata Regina sambil bersandar di meja dapur.Isela hanya tersenyum tanpa kata, dia memilih fokus pada pekerjaannya mencuci satu persatu sayuran dan merapikannya di keranjang untuk dikeringkan."Bagaimana ibumu bisa mengenal artis papan atas seperti nyonya Dahl

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 4

    Isela akhirnya duduk dihadapan Grayson, diam-diam gadis itu meremas berkas dalam genggamannya dengan napas memberat. Rasanya sangat sesak, duduk berhadapan dengan seseorang yang Isela tahu bahwa itu adalah sosok ayahnya, sementara ayahnya tidak mengenali siapa dirinya.Grayson menegakan tubuhnya perlahan, matanya bergerak lembut menyapukan pandangannya, melihat kembali lebam ditangan Isela yang sempat dia lihat satu jam lalu.Melihat kondisi gadis itu yang terlihat tidak begitu baik, Grayson sadar bahwa mungkin ini alasan isterinya bersedia menampung gadis itu di rumah.Isela mengalami sesuatu yang sulit dan dia butuh tempat untuk berlindung.“Isteriku sudah berbicara beberapa hal tentangmu. Setelah beberapa pertimbangan, aku mengizinkanmu tinggal di sini sampai nanti kau lulus sekolah menengah atas, kau bisa membantu pekerjaan rumah setiap selesai pulang sekolahmu, aku akan menghitungnya sebagai pekerja paruh waktu dengan gaji yang semestinya,” ucap Grayson memulai percakapan dengan

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 3

    “Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya, jika akan ada seseorang tinggal di rumah kita?” tanya Grayson, berbicara dengan isterinya melalui telepon. “Maafkan aku, Sayang. Ini sangat mendadak, aku sampai lupa untuk memberitahumu.” “Dia anaknya siapa? Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya,” tanya Grayson penasaran. “Isela anaknya teman semasa sekolahku dulu, orang tuanya telah tiada dan sebatang kara, karena itu aku membawanya. Kau bisa membantu proses beasiswanya? Aku berencana menjadikan dia pelayan untuk menggantikan Regina yang akan menikah. Dia bisa bantu-bantu Lilith saat keteteran melayani Avery, Sanders dan Riven.” Grayson mengusap keningnya dengan pijatan, ia tampak tidak begitu setuju denan rencana isterinya yang memberikan Isela bantuan sekaligus memberinya pekerjaan. “Dia masih muda, jika masih sekolah, lebih baik bawa dia ke panti asuhan,” ucap Grayson dengan serius. “Usianya sudah legal jika menjadi pekerja. Aku juga sudah berjanji pada ibunya, dia hanya ti

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 2

    Remang-remang cahaya terlihat di upuk timur… Empat jam setelah perjalanan menuju ibukota, bus yang mengantar akhirnya berhenti di taman kota. Isela turun dengan kesulitan, menggendong dan menyeret koper kecilnya menyusuri pinggiran jalan yang begitu sunyi sepi hanya menampakan sisa-ssa kegemerlapan ibukota melalui lampu-lampu yang masih menyala. Ini untuk pertama kalinya Isela pergi keluar kota, berjalan sendirian hanya mengandalkan secarik kertas berisi alamat tujuannya andai dia tidak menemukan wanita yang bernama Lilith. Setiap langkah yang Isela ambil terasa begitu berat, dijejaki kesedihan dan harapan yang masih abu-abu. Hatinya hancur berantakan terpisahkan dengan ibunya yang tidak Isela ketahui seperti apa nasibnya setelah membantunya kabur. Langkah Isela perlahan terhenti kala melihat wanita paru baya yang tengah duduk sendirian sambil melihat-lihat jalanan. Menyadari kedatangan seorang gadis, Lilith yang telah cukup lama duduk menunggu perlahan bangkit dan menghampiriny

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 1

    Sebuah sedan hitam bergerak cepat melintasi kegelapan malam yang berkabut, suara mesin yang kasar terdengar berdecit setiap kali dipaksakan untuk melaju lebih kencang.Catelyna menghisap rokoknya dalam-dalam, menyebarkan asap didalam sedan yang tengah dia kendarai, wajah cantiknya terlihat penuh dengan luka lebam sampai bibirnya mengalami robekan dengan sisa-sisa darah yang mengering.Di sisi Catelyna, terdapat seorang gadis muda yang tengah memeluk erat tasnya dengan gelisah, dua pasang bola mata yang berbeda warna itu memandangi spion dengan penuh ketukan, dalam hatinya dia tidak berhenti merapalkan do’a agar orang-orang yang mengejar mereka tidak dapat menyusul.“Ibu akan mengantarmu sampai halte, akan ada bus terakhir yang lewat sebentar lagi menuju ibukota. Katakan pada sopirnya agar kau berhenti di taman kota, di sana kau akan bertemu dengan seseorang bernama Lilith, dia akan membawamu ke rumah ayahmu,” ucap Catelyna.“Kenapa aku harus pergi sendiri? Kita bisa pergi berdua,” bis

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status