Share

Bab.6 cemburu

last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-23 15:14:02

Di satu sisi,Nathan dan Jihan sudah berangkat ke kantor. Kini hanya Claudia yang berada di meja makan. Sedangkan Hermawan lebih dulu berangkat ke toko roti.

Selesai membersihkan di dapur, Kirana hendak menuju ke kamarnya tapi langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan dari ibu mertuanya.

"Kamu harus sadar posisi mu Kirana.Kamu tidak bisa memberikan Nathan keturunan setidaknya jadilah istri yang penurut. Jangan keluyuran tidak jelas. "Ucapan ibu mertuanya jelas menyakiti hati Kirana.

Bukan keinginannya untuk tidak memiliki seorang anak.Semua itu sudah di takdirkan oleh sang pencipta. Kirana merasakan hati sakit saat setiap kali ibu mertuanya mengatakan hal seperti itu tapi semua yang dikatakan oleh ibu mertuanya benar adanya. Dia tidak bisa memberikan keturunan kepada Nathan.

"Itu bukan keinginan ku bu.Aku juga ingin memiliki seorang anak seperti wanita yang lain.Tapi tampaknya bukan takdir ku menjadi seorang ibu."

Mata Kirana tampak berkaca-kaca mengatakan semua hal itu. Melihat mata Kirana tampak berkaca kaca.Claudia tidak mengatakan apa pun lagi.Kini Kirana melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar miliknya.

Begitu tiba di dalam kamarnya, Kirana duduk di belakang pintu. Dia kembali merasakan sakit hati,ucapan yang selalu menyakiti hatinya selalu ia dengar dari ibu mertuanya.

"Aku juga menginginkan seorang anak bu.Tidak bisa kah ibu memahami ku sebagai seorang wanita. Selama ini aku sudah berusaha untuk membuat ibu senang tapi nyatanya semua itu percuma karena kenyataannya, ibu tidak akan pernah menyukai ku.Bahkan sekarang tidak ada lagi tempat ku di rumah ini. Nathan sudah berpaling dari ku dan dia sekarang lebih menyayangi istri keduanya. Di tambah lagi jika wanita itu sudah memberinya calon buah hati mereka."Lirih Kirana mulai berlinang air mata.

Kirana merasakan dadanya semakin perih dan hatinya bagai tertusuk pedang yang menggores hatinya. Selama ini dia mampu bertahan dengan sikap ibu mertuanya karena ada suaminya yang selalu mendukung nya.Tapi sekarang,Kirana merasa tidak memiliki tempat lagi di rumah ini.

Kirana terus menangis sambil memeluk lututnya.Wanita itu cukup lama ia tinggal di sana hingga dia beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke sofa.

Beberapa jam berlalu, tepatnya jam pulang kantor. Jihan dan Nathan kini sudah tiba di rumah. Pandangan mereka berdua langsung teralihkan oleh Kirana yang sedang menyiram tanaman.

"Assalamualaikum. "Jihan dan Nathan mengucapkan salam.

"Waalaekum salam. "Jawab Kirana meraih tangan suaminya.

Meskipun dia begitu terluka dengan sikap suaminya tapi dia tahu jika dia harus tetap taat kepada suaminya.

"Sayang,kamu harus beristirahat. Jangan sampai kamu kecapean. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada bayi kita."Ucap Nathan menggandeng tangan Jihan masuk ke dalam rumah.

Kirana jelas menyaksikan semua itu,cemburu jelas ia rasakan ketika melihat mereka. Kirana tetaplah seorang wanita yang memiliki rasa cemburu.

Jihan sudah mendapatkan kasih sayang mertuanya dan juga suaminya. Bahkan istri kedua suaminya itu juga sedang mengandung calon buah hati mereka. Hal yang begitu di inginkan oleh Kirana selama ini. Jelas semua itu membuat Kirana cemburu.

"Apa kamu juga akan begitu perhatian kepada ku seperti perhatian mu kepada Jihan jika aku mengandung anak mu?Tapi rasanya saat ini,semua igu semakin mustahil bagi ku."Kirana tersenyum miring memandang kepergian mereka berdua yang perlahan lahan mulai menghilang.

"Kenapa belum masuk nak?"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.74 Ulang tahun Zakki

    Tok.. Ana melangkah masuk ke dalam. Wanita itu tentu saja terkejut melihat kehadiran Jihan di dalam ruangan atasannya. "Kembalilah nanti."Ujar Kirana menoleh kepada sekertarisnya. "Baik bu." Ana melangkah keluar dari ruangan atasannya dan kembali ke meja kerjanya. Kirana mengalihkan pandangannya kepada Jihan. Wanita yang sudah memberi luka yang dalam di di hatinya tapi kini dia melihat wanita itu tampak menyedihkan. Dia merasakan apa yang pernah ia rasakan di masa lalu. "Aku terima permintaan maaf mu. Allah saja maha pemaaf Jihan. Masa aku sebagai seorang hamba tidak memaafkan mu. Tapi untuk rasa sakit di hatiku. Aku tidak akan pernah lupa." Kirana menatap Jihan yang saat ini menundukkan pandangannya. Tatapannya begitu dalam. Tidak ada kebencian tapi rasa sakit itu benar-benar masih terluhat. Sejak kedatangannya Jihan selalu menundukkan pandangannya. Dia tidak berani menatap Kirana ataukah dia merasa malu kepada wanita yang di anggap rendah tapi justru dialah bintan

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.73 Permintaan maaf Jihan kepada Kirana

    Satu minggu berlalu.. Jihan pertama kali datang ke kantor setelah perdebatannya dengan Nathan. Kini wanita itu tidak berharap lagi kepada Nathan. Dia di usir begitu saja bersama dengan putranya. Hal itu tentu saja membuat Jihan sakit hati. Begitu kakinya melangkah turun dari taksi. Jihan menghembuskan nafas kasar.Dia melangkah masuk ke dalam perusahaan dengan perasaan gugup. Baru beberapa langkah, netranya langsung tertuju kapada Nathan yang juga baru tiba. Dengan hati yang lapang. Jihan menghampiri Nathan. Jihan tidak merasakan emosi lagi setelah satu minggu tidak bertemu. Dengan tenang dia menghampiri Nathan. "Ada apa lagi?" Nathan masih sama. Pria itu masih terlihat begitu kesal. "Jangan melihat ku seperti itu. Karena aku tidak akan mengejar mu lagi. Mari kita bercerai. Aku sudah mengurus surat cerai. Tidak lama lagi kita akan menjadi orang asing." "Baguslah jika kamu sadar." Nathan melangkah pergi meninggalkan Jihan begitu saja. Jihan yang melihat kepergianny

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.72 Mengusir Jihan

    Ceklek... Nathan membuka pintu. "Sayang."Jihan segera berlari memeluk suaminya. Wanita itu jelas masih berharap jika suaminya akan memaafkan dirinya. Tapi begitu melihat apa yang di bawa oleh suaminya. Jihan merasakan hancur. "Pergialah." Air mata Jihan luruh begitu saja. Usahanya selama bertahun-tahun lamanya pada akhirnya sia-sia. "Nathan. Jangan lakukan ini kepada ku." "Bibi. Berikan putranya agar dia bisa segera angkat kaki dari rumah ini."Ujar Nathan tidak berprasaan. "Nathan. Apa kamu sama sekali tidak menyayangi putra kita?" "Dia bukan putra ku. Kamu jelas tahu hal itu. Pantas saja selama ini aku tidak memiliki ikatan apa pun dengannya. Rupanya dia bukan darah daging ku." Kata-kata Nathan bagaikan petir di siang bolong. Jihan merasakan hancur. Dia mengambil putranya yang ada dalam gendongan pelayan. Jihan menatap putranya. Memang tidak ada kemiripan tapi mereka telah tinggal bersama. Tapi dia tidak melihat adanya simpati Jihan kepadanya dan sang putra.

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.71 Talak Tiga

    Di tengah kebahagiaan Kirana dan Zakki. Berbeda dengan Jihan dan Nathan. Keduanya terlibat perdebatan hebat. Nathan begitu murka karena pengkhianatan Jihan kepadanya. "Sayang. Maafkan aku. Percayalah kamu adalah orang yang paling aku cintai. Aku melakukan semua itu karena aku mencintai mu."Jihan mulai memohon di kedua kaki suaminya. "Percuma Jihan. Bawa anak ku dan aku jatuhkan talak tiga kepada mu." Ujar Nathan dengan murka. "Tidak sayang. Kamu tidak boleh melakukan ini kepada ku. Aku mencintai mu. Kamu juga mencintai ku bukan? Kita saling mencintai. Kamu tidak boleh meninggalkan aku. Apalagi menjatuhkan talak kepada ku." Jihan menangis sesenggukan dengan perasaan hancur. Tubuhnya membeku bagaikan petir di siang hari ketika mendengar ucapan laki-laki yang dia cintai menjatuhkan talak kepadanya. Kini secara agama, dia dan Nathan telah bercerai. Jihan tidak bisa terimah hal itu. Dia melakukan hal yang begitu rendah selama ini karena tidak ingin berpisah dengan Nathan. Bah

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.70 Hasil tes keluar

    Ke esokan paginya. Jam 7 pas. Nathan tiba di rumah sakit. Kini pria itu sudah berada di dalam sebuah ruangan Bahkan kini dia memegang hasil tesnya. "Apa anda tidak ingin membukanya di depan kami?" Tanya sang dokter. Tatapannya terlihat sendu. "Saya ingin melihatnya sendiri dok. Kalau begitu saya permisi." Nathan pamit dan meninggalkan ruangan tersebut. Setibanya di dalam mobil miliknya. Nathan menatap amplop di tangannya. Tangannya sedikit gemetar. Begitu membuka amplop di tangannya. Kertas di tangannya terjatuh begitu saja. "Lalu siapa anak itu?"Lirih Nathan meneteskan air mata. Untuk pertama kalinya Nathan menangis. Beberapa menit kemudian. Nathan melaju kembali ke rumah. Dengan kecepatan penuh dia kembali ke rumah. Tangannya mencengkram erat kemudi. Tidak butuh waktu lama kini dia tiba di rumah. Bersamaan dengan kedatangannya. Jihan baru saja hendak berangkat ke kantor. Tentu saja kedatangannya membuat Jihan terkejut. "Kenapa kembali sayang?"Tanya Jihan mend

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.69 Kabar kehamilan Kirana tersebar

    Jihan kembali ke meja kerjanya dengan perasaan gelisah yang tidak karuan. Tubuhnya sedikit mengeluarkan keringat. "Tidak bisa. Aku dan Nathan tidak boleh seperti ini."Tangannya mengepal kuat. Dia meraih ponselnya. Dia mengirim pesan kepada pak Tony. "Untuk saat ini kita tidak bisa bertemu." Itulah isi pesan Jihan kepada Pak Tony. Bahkan Jihan menghampus kontak pak Tony. Tapi dia tidak tahu jika Nathan sudah tahu semuanya. Pria itu hanya menunggu bukti untuk membuatnya tidak bisa menyangkal. Jihan kembali meletakkan ponselnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya kembali. Satu minggu berlalu. Semua karyawan memberikan selamat kepada Kirana atas kehamilan anak pertamanya dengan Zakki. Nathan yang baru saja tiba membeku di tempatnya. Tangannya gemetar. Dia berusaha memperjelas pendengarannya tapi dia tidak salah dengar. Semua itu benar. "Kirana Hamil? Apa itu mungkin? Kami menikah cukup lama tapi dia tidak kunjung hamil." Lirih Nathan melangkah pergi meninggalkan mereka.

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.7 Ucapan suami yang yang menyakitkan

    Kirana menoleh kepada ayah mertuanya yang berdiri tidak jauh darinya.Kirana tersenyum tipis memandangi wajah ayah mertuanya yang terlihat begitu tenang. Bahkan pria paruh baya itu itu tidak pernah menunjukkan kemarahannya di depannya. Kirana mendekati ayah mertuanya dan meraih tangannya. Laki-la

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.5 Kehamilan Jihan

    "Sudah terlambat untuk memberi mereka selamat.Mereka Sudah menikah beberapa hari dan kamu baru memberi mereka selamat."Timpal Claudia terus menyantap makanannya. "Selamat juga untuk ibu karena akan segera menggendong cucu."Kini pandangan Kirana beralih kepada ibu mertuanya. Dari pandangan Kira

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.4 Nathan menolak untuk bercerai

    Tatapan Kirana begitu terluka memandang ke arah pria yang begitu ia percayai.Tapi ternyata pria itu berkhianat kepadanya. "Jangan bercanda Kirana,karena ini sama sekali tidak lucu." Nathan tentu saja terkejut mendengar ucapan itu keluar dari mulut Kirana.Nathan sama sekali tidak memikirkan hal

  • Istri Kedua Kesayangan Suamiku   Bab.3 Kirana ingin bercerai

    Melihat kepergian Kirana, Nathan bergegas mengunci pintu. Bahkan Kirana mendengar suara pintu yang di kunci.Melihat sikap suaminya,Kirana semakin merasakan sakit hati. Kini Kirana tiba di dalam kamar yang akan dia tempati mulai sekarang. Wanita itu melihat kamar yang tampak sederhana dan hanya ad

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status