Share

Nasib Yang Berubah

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-02-26 14:41:23

Kian terkejut melihat Arthur masuk kamar, apalagi dia tidak sengaja menjatuhkan ponsel suaminya ini.

“Aku ….”

Kian belum sempat melanjutkan kalimatnya karena melihat Arthur berjongkok memungut ponsel dari lantai.

“Kenapa ponselku bisa jatuh?” tanya Arthur ketika sudah kembali berdiri sambil memegang ponselnya.

Kian melipat bibirnya, dia menatap takut karena baru saja lancang menjawab panggilan di ponsel suaminya.

Kening Arthur berkerut dalam melihat Kian hanya diam. Dia lebih dulu meletakkan p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
pasti Oliver yg datang mengganggu saja....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Korban Perdagangan?

    Bola mata Arthur melebar.Rahangnya mengeras, matanya memerah menahan kesedihan dan ketakutan yang begitu beras.“Bagaimana bisa? Apa maksudmu?” Suara Arthur pelan tertahan.Kendrick mengembuskan napas pelan. Sejenak dia menurunkan pandangan sebelum kembali memandang Arthur.“Saya antar melihatnya sendiri.”Kendrick mengajak Arthur pergi ke rumah sakit lain dekat stasiun tempat Siska dibawa.Sesampainya di sana.Kendrick membawa Arthur melewati koridor menuju kamar mayat.“Apa maksudnya? Apa Siska meninggal?” Arthur menatap penasaran.Kendrick mengangguk pelan. “Dia meninggal di tempat.”Arthur menghentikan langkahnya.“Lalu bagaimana dengan bayiku? Apa ada yang menolongnya?” Arthur menatap penuh harap. Bagaimana caranya menyampaikan ke Kian jika terjadi sesuatu pada bayinya.Kendrick melihat kepanikan dari sorot mata Arthur, apalagi kedua tangan Arthur kini mencengkram kuat lengannya.“Tuan, polisi masih menyelidiki kasus ini. Mereka juga sudah mengecek rekaman kamera CCTV di sekitar

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ditemukan

    Arthur duduk di kursi tunggu depan kamar inap Kian.Berulang kali dia mengguyar kasar rambutnya ke belakang.Arthur bingung. Jika Kian bangun nanti, lalu bayi mereka belum juga ditemukan, apa yang harus dia katakan pada Kian.Arthur menyandarkan kepala ke belakang, wajahnya menengadah, matanya terpejam untuk sekadar menenangkan pikirannya.“Arthur.”Arthur membuka mata mendengar suara sang kakek.Dia menegakkan tubuhnya, tatapannya kini tertuju pada Arron.Pria tua ini menatap sendu ke arahnya.“Kek.” Suara Arthur hampir habis. Kebingungan yang melandanya, menekan kata-kata berhenti di ujung lidahnya.Arron mendekat bersama Malvin. Dia duduk di samping Arthur.“Bagaimana kondisi Kian?” Arron mencemaskan Kian.Arthur terdiam sejenak. Dia mengembuskan napas berat.“Kian belum tahu soal bayinya. Aku benar-benar tidak bisa memberitahunya.” Kepala Arthur tertunduk setelah bicara.“Malvin sudah meminta bantuan polisi lalu lintas untuk mencari pelakunya. Semoga bayi Kian segera ditemukan.”A

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Tahu Pelakunya

    Arthur berjalan tergesa-gesa menuju ruang security.Dia baru saja mendapat kabar perkembangan kasus penculikan bayinya.Saat masuk ke dalam ruang security rumah sakit, tatapan Arthur tertuju pada seorang perawat yang duduk dengan kepala tertunduk.“Dia pelakunya?” Arthur langsung memberikan tuduhannya.“Bukan, Pak.” Dokter menatap ke perawat yang merupakan asistennya. “Dia yang membuka akses ke pelaku agar bisa keluar masuk dengan leluasa melalui jalur tenaga medis.”Arthur begitu geram. Dia ingin mendekat tapi security menahannya.“Di mana bayiku?!” Arthur berteriak penuh amarah.Tubuh perawat ini gemetaran. Dia tidak berani mengangkat pandangan.Perawat ini ketahuan karena tertangkap kamera CCTV yang terpasang di pintu akses untuk tenaga medis.Dia sudah memasukkan pelaku penculikan ke dalam rumah sakit tiga jam sebelum kejadian.“Jika kamu mengatakan, di mana wanita itu membawa bayiku, mungkin aku akan memberimu keringanan hukuman.” Arthur menatap dengan kilatan dari matanya.“Saya

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Nasib Bayi Kian

    Arron baru saja sadar.Dia menatap langit-langit kamar, sebelum menoleh ke samping ketika mendengar suara Malvin.“Bagaimana perasaan Anda, Tuan? Saya akan panggilkan Dokter untuk memeriksa Anda lebih dulu.” Malvin siap berbalik, tapi terhenti karena panggilan lirih dari Arron.“Bagaimana kondisi Kian dan Arthur? Apa cicitku sudah ketemu?” Suara Arron sangat lemah.Malvin tertunduk dalam.“Anda jangan memikirkan itu dulu, Tuan. Yang terpenting sekarang menstabilkan kondisi Anda.” Malvin takut jika informasi yang dimilikinya membuat kondisi Arron semakin parah.“Bagaimana bisa aku tidak berpikir? Cucuku terpukul dan cicitku hilang, bagaimana bisa aku tidak berpikir?” Arron mencengkram dadanya setelah bicara dengan sangat emosional.Malvin panik. Dia menekan tombol memanggil perawat, sebelum menenangkan Arron.“Bayi Tuan Arthur memang belum ditemukan. Tapi saya sudah mengerahkan orang untuk mencari keberadaan penculiknya. Saya juga sudah meminta bantuan teman Anda di kepolisian untuk me

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Putus Asa

    Arthur keluar dari ruang dokter.Tulang-tulang di kedua kakinya seperti dilepas paksa.Tak ada tenaga untuk hanya sekadar melangkah.Bahkan, Arthur sampai limbung. Tubuhnya menabrak dinding di sisi kirinya.“Bagaimana caranya aku menjelaskan pada Kian.” Kepala Arthur tertunduk dalam.Perlahan cairan bening menetes dari pelupuk matanya.Bagaimana? Hanya ini kata yang melintas di kepalanya.Arthur tidak bisa menyampaikan kabar buruk ini pada Kian.“Tuan Arthur.”Kepala Arthur diangkat pelan.Tatapannya perlahan tertuju pada Malvin yang berdiri di hadapannya.Pria paruh baya yang sudah mengabdi hampir setengah dari hidupnya ini pada sang kakek, kini menatap nanar pada Arthur.“Anda baik-baik saja, Tuan?” Malvin menatap sendu.Arthur menggeleng pelan.Malvin membantu Arthur berjalan. Dia mengajak Arthur duduk di bangku selasar yang ada di koridor rumah sakit.“Apa yang pihak rumah sakit katakan, Tuan?” Malvin mengajak bicara untuk melegakan perasaan Arthur.Arthur menggeleng, tatapannya

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Mencari Pelaku

    Cengkraman Arthur menguat, bahkan dia tidak peduli lagi kalau yang sedang ada di depannya ini seorang perempuan.“Pak, te-nang-kan diri-mu du-lu.” Dokter tergagap karena tercekik kuat.Saat itu dua perawat dan security datang.Mereka menarik tangan Arthur agar terlepas dari pakaian dokter.Arthur berteriak keras.Mata Arthur memerah, menyorot penuh amarah.Bagaimana bisa rumah sakit menghilangkan bayinya?“Bagaimana bisa kalian memintaku tenang? Kalian harus bertanggung jawab!” Arthur berusaha memberontak. Tapi kedua tangannya ditahan security dan perawat.“Kami tahu jika salah. Tapi ini penculikan dan bukan sebuah kesengajaan dari kami. Kami harap Anda bisa tenang dan kita lakukan investigasi sama-sama.” Dokter mencoba menenangkan.“Argh! Bagaimana bisa kalian memintaku tenang?!” Wajah Arthur merah padam, sebelum tatapannya berubah sendu.Bagaimana caranya dia mengatakan ini ke sang istri?Saat Arthur masih ditahan security. Arron tiba di sana bersama Kendrick dan Malvin.“Ada apa in

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menjadi Bukti dan Saksi

    Daniel terkapar dengan darah segar yang menggenang di lantai setelah Oliver mengambil ponselnya dan meninggalkannya begitu saja.Yang tanpa Oliver tahu, Daniel memiliki ponsel lain yang dia gunakan untuk menyimpan semua bukti-bukti kejahatan Oliver.Dengan napas yang berat dan kesad

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Gagal Jujur

    Bola mata Arthur membola lebar mendengar ucapan Kian. Namun, sebelum dia mengelak, Kian sudah lebih dulu berkata.“Tenang saja, aku akan menjaga batasan.”Arthur menatap Kian yang tersenyum manis padanya.“Walau sebenarnya, Pak Oliver menawariku menjadi asistennya.”“Apa?” Suara Arthur ketika terk

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Atasan Baru

    Kian melangkah keluar dari kamar mandi dengan rambut tergulung handuk. Langkah Kian terhenti kala tatapannya tertuju pada Arthur yang berdiri di dekat jendela.Punggung lebar, tubuh tegap begitu sempurna, jika ada yang mengatakan kalau Arthur adalah orang kaya, Kian pasti akan percaya karena Arthur

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Maunya Yang Murah

    Supervisor lagi-lagi dibuat terkejut dengan reaksi Kian.Kian langsung menoleh pada Arthur, suaminya berdiri tenang sambil berucap, “Kenapa tidak lihat dulu?”“Bolehkah?” Kian memastikan.Melihat Arthur mengangguk-angguk pelan, Kian akhirnya menggeser posisi berdirinya, berpindah ke depan etalase y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status