แชร์

145.

ผู้เขียน: anfebizha
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-06 18:46:48

"Risti. Maura ada sama kamu?" Terdengar suara Bumi dari seberang telepon.

Seketika Risti melirik Maura yang sudah condong ke arahnya untuk ikut mendengar suara Bumi, sambil geleng-geleng heboh, melarangnya memberitahu.

"Eh- Maura? Anu, Pak, Maura tadi," Risti menelan ludah. Otaknya mendadak nge-blank.

Klik

Dia langsung mematikan sambungan telepon. Tak tanggung-tanggung, sedetik kemudian dia menekan tombol power lama-lama dan mematikan total HP-nya.

Kamar kos itu mendadak hening. Risti menatap l
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (33)
goodnovel comment avatar
Widayati Y
yah Maura, salh cari tempat kabur nya harusnya pulang ke rumah orang tua aja
goodnovel comment avatar
Dedi Mul yadi
emang pak bumi ini top banget lah
goodnovel comment avatar
aFW_
semoga ga ajj y selanjut nya bumi sadar trus tetap mempertahankan Maura apapun yg terjadi
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Pengganti Mas Dosen   256.

    "Kok malah bawa-bawa Leon sih?!" Maura meringis, memukul lengan tegap suaminya pelan. Rasa mualnya mendadak menguap sedikit, atas tingkah acuh tak acuh Pak Dosen yang terkesan memaksakan komedi di tengah suasana kelam."Ya habisnya kamu ngelindur," jawab Bumi santai, meski dalam hatinya menghembuskan napas lega melihat binar kehidupan kembali ke mata istrinya. Dia mendekatkan wajahnya, membedah tatapan Maura dengan kehangatan yang amat dalam. "Dengar ya, Nyonya Maura Arkatama. Mas nggak peduli kamu anak siapa, mau anak raja, anak presiden, atau anak siapapun. Di mata Mas, kamu cuma Maura. Maura istri Mas. Ibu dai anak-anak Mas. Paham."Hati Maura yang semula pecah berkeping-keping seolah ditata kembali oleh kalimat tegas nan manis itu. Air matanya menetes lagi. Entah terharu atau cuma ingin menangis. Bibirnya manyun, lucu. "Peluk." lalu katanya.Bumi tersenyum tipis, lalu membungkuk dan merengkuh tubuh mungil Maura ke dalam pelukannya.Dekapan hangat itu menyalurkan rasa aman yang ama

  • Istri Pengganti Mas Dosen   255.

    Senyum lebar di wajah sang Mama mendadak lenyap tanpa sisa. Matanya melotot kaget tatkala mendapati suaminya terbaring terlentang dengan napas memburu patah-patah, sambil menangis."Papa?!" pekik sang Mama histeris seketika.Dia melangkah lebar memangkas jarak, meraih gelas plastik beraroma teh tawar di atas nakas dengan tangan yang bergetar."Diminum dulu, Pa! Kenapa bisa kayak gini, sih?! Jangan bikin Mama panik!" pekiknya menyodorkan sedotan ke bibir suaminya yang pucat pasi.Papa menggeleng lemah, menolak minum. Air matanya terus menetes membasahi bantal, membuat jejak basah yang menyayat hati."Maura..." bisik Papa lirih. "Maura ma..."Mendengar nama putri bungsunya disebut, raut panik di wajah sang Mama seketika surut, berganti dengan kilatan jengkel yang amat nyata. Dia menaruh lagi gelas itu ke meja dengan sentakan kasar hingga sedikit airnya terpercik keluar."Udah, kamu nggak usah mikirin Maura!" geramnya sengit. "Anak itu cuma bisa bikin ribut! Mama suruh kesini buat jagain

  • Istri Pengganti Mas Dosen   254.

    Maura menepis tangan Bumi dengan gerakan kasar. Satu sisi kaget, di sisi lain itu dalah sebuah penolakan yang begitu spontan hingga membuat suaminya sempat tertegun di tempat. Napas Maura memburu, dadanya naik-turun seiring dengan kepalanya yang kian berdenyut hebat.Rasa mual di perutnya mendadak tidak ada apa-apanya dibanding gelombang keji yang baru saja menghantam jiwanya. Anak selingkuhan. Kata itu berputar-putar di kepalanya, meremukkan seluruh harga diri yang ia susun rapi selama dua puluh tahun terakhir."Jangan pegang aku!" desis Maura, suaranya bergetar, penuh kepedihan yang teramat sangat.Jelas. Sangat jelas dan Bumi melihatnya. Bingung.Perempuan itu melangkah mundur beberapa langkah, membelakangi Bumi dan Papanya."Ra..." panggil Bumi lembut, mencoba mendekat kembali. "Tenang dulu, Sayang. Ada Mas di sini.""JANGAN MEDEKAT?!" potong Maura, akhirnya mendongak dengan wajah yang sudah sepenuhnya basah oleh air mata.Matanya memerah, menatap Bumi dengan sorot asing. "Aku ngg

  • Istri Pengganti Mas Dosen   253.

    Maura masih mematung, meremas jemari Papanya yang makin dingin. Pengakuan yang keluar langsung dari mulut sang Papa bagai hujan lokal yang membasahi tanah gersang di dadanya."Maura punya banyak pertanyaan, tapi Papa masih sakit. Papa istirahat dulu, biar cepet sembuh," kata Maura lalu.Dia hendak bergerak bangkit untuk melepaskan cardigan rajutnya yang mulai terasa terlalu tebal dan menyiksa, tapi jemari rapuh sang Papa menahannya lebih kuat dari perkiraan."Tanyakan Maura, semuanya, sekarang nggak apa-apa," kata sang Papa, suaranya parau bercampur rasa lelah yang menumpuk bertahun-tahun.Maura menoleh ke samping, enggan menatap mata pria yang tampak begitu hancur itu.Ada pertarungan hebat di balik matanya yang mendadak panas. Antara rasa takut mendengar kenyataan pahit, rasa mual yang sedari tadi merayap di tenggorokan, dan rasa lelah yang menghimpit dada. Tapi akhirnya, dengan hela napas berat, dia kembali duduk di kursi."Tanyakan aja, Papa jawab," ulang Papa penuh kepasrahan.Ke

  • Istri Pengganti Mas Dosen   252.

    Hari itu benar-benar berjalan seperti siksaan panjang bagi Maura. Perutnya seperti dikocok tak henti-henti, mual yang terus naik ke dada menyatu sempurna dengan kepala yang berdenyut-denyut. Di kelas, dia hanya bisa bersandar lunglai di bahu Risti sambil menahan rasa pahit di tenggorokan, meladeni godaan Leon yang tak ada habisnya dengan wajah yang sudah seperti kain pel kering.Begit kelas terakhir, fia langsung pergi lebih dulu memesan grab. Bukannya pulang ke rumah untuk selonjoran, ia menyeret kakinya yang terasa seperti lepet matang keluar dari gedung fakultas.Kabin mobil Grab yang tenang dan beraroma pandan sedikit menetralkan rasa mualnya. Baru saja taksi meluncur membelah kemacetan jalan raya, suaminya menelepon.Sejak siang, priaitu baru sadar kalau istrinya yag sedang hamil mengirim pesan."Ya, Mas...""Udah pulang sayang? Mas baru buka HP." suara Bumi menyambut dari seberang sana, terdengar luar biasa lelah. "Mas baru baca pesan kamu. Kamu beneran ke rumah sakit sendiri?!"

  • Istri Pengganti Mas Dosen   251.

    Sial bagi Maura, hukum alam kampus berlaku mutlak. 'Semakin kamu ingin sembunyi, semakin cepat kamu kepergok.'Tepat di belokan menuju tangga gedung utama, berdiri dua sosok yang sangat dia kenal. Risti sedang menyandarkan punggungnya di tembok sambil mengunyah cilok, sedangkan Leon sibuk mengorek saku jaketnya mencari kunci motor.Mata Risti yang tajam bak elang langsung menangkap sosok Maura yang datang terengah-engah panik."Waduh, waduh..." Risti menghentikan kunyahannya, menyipitkan mata penuh selidik. "Lihat nih, Yon! Ibu Dosen mulai berani diantar sampe parkiran."Leon yang tadinya sibuk merogoh saku jaket langsung mendongak. Memamerkan senyum jahilnya."Demi apa lo, Ris?!" pekik Leon heboh, langsung mengabaikan kunci motornya. "Tumben waras?"Risti maju dua langkah, memiringkan kepalanya mengamati bibir Maura yang sedikit merekah basah. "Anjir, Ra! Bibir lo kenapa agak jontor gitu? Kena sengat tawon apa baru habis disosor Pak Dosen?!""Mulut lo pada bisa diem nggak?!" Refleks,

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status