Share

304.

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-09-19 20:28:00

"Sstt, tenang," bisik Bumi menenangkan, mengecup singkat kening istrinya sebelum menggeser tombol hijau dan menempelkan ke telinga.

"Selamat malam, Pak." sapa Bumi datar, suaranya kembali ke mode kaku nan berjarak.

"Selamat malam, Pak Bumi. Maaf mengganggu waktunya malam-malam begini," suara pria paruh baya di ujung telepon terdengar amat serius dan berat. "Pak Bumi sudah buka grup dosen?"

Bumi melirik Maura yang menatapnya cemas. "Belum, Pak. Ada apa, ya?"

"Begini, Pak Bumi... Ada isu yang san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Null_null
Jangan lupa upload buku nikah dan foto nikahan mu pak dosen
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
cuss ya kak...:D
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
nah setuju nih. penasaran aja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   307.

    "Kita langsung meluncur ke kantor desa yang tercatat di surat pindah Ibu kamu, alamat yang kita dapat dari kantor desa kemarin." kata Bumi.Maura cuma manggut-manggut mengiyakan. Senyum tipis mengembang di bibirnya. Dalam kondisi hamil begini dan setelah diterpa badai drama kampus yang menguras emosi, ia sadar keputusan paling aman memang cuma nurut penuh ke suaminya.Pria matang di sebelahnya ini memang selalu punya insting protektif dan perencanaan matang yang luar biasa."Tapi badan kamu udah enak beneran, kan?" tanya Maura menatap lekat wajah tegap Bumi."Aman," sahut Bumi, menatap balik mata sembap istrinya dengan hangat. "Mas malah khawatir ke kamu. Takut kamu kecapekan.""Ih, yang kemarin bolak-balik UGD sampai lemes kayak jeli kan kamu! Kok malah khawatir ke aku?" cibir Maura sambil mengunyah buah melonnya."Kan yang di dalam perut kamu ada Arkatama Junior," balas Bumi santai, menepuk pelan puncak kepala Maura. "Kalau kamu kecapekan, nanti anak Mas protes dari dalam.""Oh, jad

  • Istri Pengganti Mas Dosen   306.

    Bumi memilih tetap duduk melantai di dekat koper, membelakangi jangkauan kamera HP Maura. Pria tegap itu sama sekali tak berniat memunculkan wajahnya di layar. Ia cuma fokus melipat baju, sesekali meraih baju Maura lalu mendongak pelan."Ini yang gaun warna cream bersih kan?" tanya Bumi pelan, mengabaikan suara cempreng dua sahabat istrinya yang masih bersahut-sahutan di panggilan video."Udah. Yang kotor aku sisihin di ranjang. Yang bahan kaos ditaruh di bawah ya," sahut Maura tanpa menoleh, masih asyik melipat piyama.Mendengar suara berat nan familier yang tiba-tiba mengudara di latar belakang, Risti di seberang sana mendadak menghentikan omongannya. Matanya membelalak menatap layar."Bentar, bentar... Itu suara Pak Bumi?!" seru Risti histeris, wajahnya makin merapat ke kamera. "PAK BUMI! BAPAK ADA DI SITU KAN?! PAK, BANYAK YANG NGGAK RELA BAPAK RESIGN!! MAHASISWI SATU ANGKATAN PADA NANGIS BRUTAL DI GRUP!"Leon ikut menimpal tak kalah heboh. "Iya Pak! Kenapa mendadak banget sih, Pa

  • Istri Pengganti Mas Dosen   305.

    Sebuah unggahan foto muncul di akun Instagram milik Bumi yang baru saja diaktifkan kembali. Tidak ada filter berlebihan, hanya foto beresolusi tinggi yang menampilkan dua buah buku nikah berlatar merah tersanding rapi, di atasnya melingkar dua cincin pernikahan polos yang elegan.Caption-nya singkat, padat, dan sarat akan ketegasan mutlak khas pimpinan Arkatama Group."Menjawab spekulasi dan tuduhan liar yang beredar belakangan ini, saya mengklarifikasi bahwa Maura Adisti adalah istri sah saya yang terikat dalam pernikahan resmi secara hukum dan agama.Bersamaan dengan ini, saya menyampaikan keputusan untuk mengundurkan diri secara resmi dari posisi saya sebagai Dosen Pengajar. Keputusan ini murni diambil atas pertimbangan pekerjaan dan kesibukan profesional saya, serta persiapan menyambut kelahiran anak pertama kami, bukan karena narasi menyesatkan yang sengaja diciptakan pihak tak bertanggung jawab.Bagi pihak-pihak yang terus menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik, tim hukum k

  • Istri Pengganti Mas Dosen   304.

    "Sstt, tenang," bisik Bumi menenangkan, mengecup singkat kening istrinya sebelum menggeser tombol hijau dan menempelkan ke telinga."Selamat malam, Pak." sapa Bumi datar, suaranya kembali ke mode kaku nan berjarak."Selamat malam, Pak Bumi. Maaf mengganggu waktunya malam-malam begini," suara pria paruh baya di ujung telepon terdengar amat serius dan berat. "Pak Bumi sudah buka grup dosen?"Bumi melirik Maura yang menatapnya cemas. "Belum, Pak. Ada apa, ya?""Begini, Pak Bumi... Ada isu yang sangat sensitif melibatkan nama Bapak dan salah satu mahasiswi bernama Maura. Fotonya sudah menyebar luas dan menimbulkan spekulasi liar di kalangan mahasiswa maupun staf," ujar Dekan dengan nada menegur yang sangat hati-hati namun tegas. "Hal ini sudah mencoreng nama baik fakultas dan integritas kampus. Pihak rektorat meminta penjelasan resmi dari Bapak besok pagi.""Kalau terbukti ada pelanggaran etika relasi dosen dan mahasiswi, kampus tidak bisa diam saja. Sanksi akademis dan administratif past

  • Istri Pengganti Mas Dosen   303.

    Tidak ada jawaban, hanya ada tatapan hampa yang jujur saja membuat dada Bumi jauh lebih sesak daripada nyeri lambungnya."Sayang..." panggil Bumi lembut. Ibu jarinya bergerak melingkar, mengusap punggung tangan Maura yang kaku. "Tatap Mas."Perempuan itu perlahan menunduk, mengalihkan pandangannya pada wajah Bumi yang kini berlutut sejajar di samping paha. Ada selapis air bening yang tertahan di sudut mata Maura. Tidak biasanya, tapi memang akhir-akhir ini dia sangat sensitif."Aku... aku nggak papa," bisik Maura lirih, suaranya parau dan bergetar tipis. "Itu pas di pesawat kan? Gimana bisa aku nggak sadar ada yang ngambil foto kita,""Udah..." potong Bumi. "Nggak usah dipikir, habis ini Mas klarifikasi.""Mau ngomong apa?" sahut Maura.Hening.Pria itu tampak berpikir, jemarinya mengetuk gelisah di punggung tangan sang istri. "Hmm... dipikirin dulu.""CK!" decak perempuan itu."Toh, kabar miring nggak bakal bikin kamu miskin, kan?" kata Bumi, mencoba mencairkan suasana dengan nada b

  • Istri Pengganti Mas Dosen   302.

    Malam pun tiba. di kamar hotel yang tenang itu, setelah seharian penuh Bumi sukses beristirahat dan memulihkan tenaganya, perut mereka berdua mulai menyuarakan haknya. Demi keamanan lambung sang Dosen yang baru saja dihajar racun soto, Maura sengaja memesan room service menu sehat dari hotel.Tak lama, beberapa porsi makanan rumah sakit bertopeng sajian hotel bintang lima tersaji rapi di meja makan dekat jendela. Aromanya... jujur saja, hampir tidak ada.Maura menyendokkan kuah bening berisi potongan wortel dan brokoli ke mulutnya. Di saat yang sama, Bumi menyuap sedikit nasi tim dan sup ayam bening tanpa lemak.Hanya butuh waktu satu detik setelah suapan pertama mendarat di lidah.Keduanya mendadak diam. Maura mengunyah sangat perlahan, sementara Bumi menahan sendoknya di udara. Detik berikutnya, pandangan mata mereka saling bertemu. Tatapan kosong bercampur syok itu perlahan berubah menjadi kerutan di kening."Pfft... hahahaha!"Tanpa dikomando, ledakan tawa renyah pecah di antara m

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status