Share

93.

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-06-10 18:20:11

Ciuman itu berlangsung entah berapa lama. Detik demi detik meleleh bersama uap hangat yang mulai mengembun di kaca jendela mobil hitam itu. Maura yang tadinya berontak habis-habisan, kini sepenuhnya lumpuh. Sentuhan rakus dan mendominasi dari Bumi meremukkan seluruh batasan kasta, bahkan eksistensi Dira di dalam kepalanya.

Di luar sana, gerimis tipis telah sepenuhnya berubah menjadi hujan. Bising. Mengisolasi mereka berdua dari dunia luar.

Di bawah temaram lampu jalanan yang bias oleh air hujan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
M.HAEKAL NASRULAYA
jangan digantung gini dong...lanjut please!
goodnovel comment avatar
Risnah
Lanjut dong kak
goodnovel comment avatar
lia ajah
lanjut kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   96.

    "KAMPRET!! Gimana Lo bisa dinikahi Pak Bumi-" Risti bahkan hampir memekik histeris kalau saja Maura tidak bergerak secepat kilat membekap mulut sahabatnya itu."Serius Lo Ra?!" dan Leo cengo di sisi lain.Lagi-lagi Maura meringis. "Ingat, ini rahasia negara." suaranya ditekan serendah mungkin di sela-sela panik. "Awas aja kalau sampai nyebar, kalian yang mati duluan gue cekek!!" ancamnya.Dua orang di hadapannya langsung kicep dan kompak memutar pandang ke segala arah, takut kalau ada yang mendengar ersebatan mereka."Aman aja kalau lo jujur sejujur-jujurnya," balas Risti sambil menarik Maura, membawanya ke kantin untuk introgasi lanjutan.Risti langsung menarik lengan Maura, mencari meja di sudut paling asing dan terpojok di kantin fakultas. Sedang, Leon kebagian di seksi logistik, bergegas membelah kerumunan kantin demi mengamankan asupan biar sidang pleno mereka tidak seret.Maura cuma bisa pasrah akan nasibnya hari ini. Dia duduk lemas di bangku panjang, meratapi hidupnya yang men

  • Istri Pengganti Mas Dosen   95.

    Maura menelan ludah susah payah, merutuki bibir tipisnya yang hobi sekali mencari perkara.Mulut lo, Maura! Tolong dikondisikan! jeritnya frustrasi.Bukan apa-apa, dalam kondisi suasana yang tak efisien begini, bisa-bisa dia di terjang masuk ke kamar lagi. Dan hanya dua puluh persen saja dia bisa melawan.Bumi menelan sisa makanan di mulutnya pelan, sangat tenang, tapi justru ketenangan itulah yang membuat nyali Maura ciut sampai ke ukuran remah-remah rengginang. Dia kembali menaruh sendoknya ke kotak mika yang dentingnya seolah mengintrogasi."Kenapa harus nggak enak sama Dira?" tanya Bumi. Suaranya rendah, datar, dan tajam, menusuk tepat ke indra pendengaran Maura.Maura menggeser duduknya satu senti menjauh. "Ya, ya kan emang bener. Nanti dibilang saya ngerebut bap-""Maura..." Potong Bumi.Kata-kata gadis itu menggantung begitu saja di udara. Maura menahan napas, menatap takut-takut pada Bumi yang kini sepenuhnya menghentikan segala aktivitas makan.Terlihat pria itu ingin mengata

  • Istri Pengganti Mas Dosen   94.

    "Ta- tapi cuma-""Seharusnya kita udah sah, kan?" potong Bumi. Suaranya tenggelam dalam intonasi rendah yang begitu dominan.Sebelum Maura sempat menyusun argumen pembelaan, Bumi meraih salah satu tangan Maura yang tadinya menahan dada bidangnya. Pria itu menariknya pelan, lalu mengecup punggung tangan mungil itu dengan sangat lembut, dengan mata tang tetap mengunci pandangan sang istri.Manik itu terpaut begitu dekat. Jantung Maura makin tak karu-karuan rasanya. Kegugupan yang luar biasa langsung melumpuhkan seluruh pasokan kosakata ajaib di kepalanya. Pipi gadis itu merona merah padam, panas."Pak, ini udah salah..." cicit Maura gugup. Tak bisa dipungkiri, suaranya bergetar. Pertahanan egonya runtuh perlahan tergerus pesona pria di atasnya.Pria itu malah makin merunduk, mengabaikan istrinya, dan mendaratkan kecupan hangat di bahu gadis itu yang sedikit terekspos dari balik kerah jaket denimnya yang melonggar.Seketika tubuh tubuh gadis itu kaku. Bulu kuduknya makin meremang. Mencip

  • Istri Pengganti Mas Dosen   93.

    Ciuman itu berlangsung entah berapa lama. Detik demi detik meleleh bersama uap hangat yang mulai mengembun di kaca jendela mobil hitam itu. Maura yang tadinya berontak habis-habisan, kini sepenuhnya lumpuh. Sentuhan rakus dan mendominasi dari Bumi meremukkan seluruh batasan kasta, bahkan eksistensi Dira di dalam kepalanya.Di luar sana, gerimis tipis telah sepenuhnya berubah menjadi hujan. Bising. Mengisolasi mereka berdua dari dunia luar.Di bawah temaram lampu jalanan yang bias oleh air hujan, Bumi melumat, meluruhkan sisa-sisa kedongkolan hari itu dalam sekat sempit yang mendadak terasa begitu panas.Sampai akhirnya Bumi perlahan menyudahinya. Pria itu menarik dirinya tak jauh, hanya beberapa senti, menyisakan jarak yang sangat minim hingga deru napas mereka yang berpacu, bergantian saling menerpa.Manik mata elang Bumi terbuka perlahan, bersamaan dengan manik mata bulat Maura yang juga terbuka dengan tatapan yang masih linglung.Manik itu sempat terpaut begitu lama.Tangan Bumi ba

  • Istri Pengganti Mas Dosen   92. Lagi-Lagi Lumatan

    "Kita pulang," kata Bumi pendek. Pria itu langsung mengangkat tangan, memberi isyarat bill kepada pelayan.Sepanjang proses pembayaran hingga mereka berjalan keluar menuju parkiran, Maura tetap diam. Bedanya, kali ini ada rasa sesak yang berdenyut aneh di dadanya.Gerimis tipis yang mulai turun membasahi bumi seolah mendukung suasana hati Maura yang sedang terjun bebas. Dingin merayap lewat rintik air itu, sedingin suasana diantara mereka.Begitu pintu mobil hitam itu tertutup, dingin itu langsung mengunci mereka. Bumi menyalakan mesin, melajukan mobil membelah jalanan kota yang mulai basah. Kebisuan Maura yang mengeras membuat rahang pria di sampingnya ikut mengatup rapat."Kamu marah?" tanya Bumi memecah sunyi setelah mobil mereka tertahan di satu titik macet.Maura tidak menoleh. Dia tetap menatap kaca jendela yang mulai berembun. "Nggak. Marah soal apa,""Kenapa soal makan aja di bikin ribut-""Kenapa ribut?" akhirnya gadis itu tak tahan untuk menoleh, melihat profil samping suami

  • Istri Pengganti Mas Dosen   91.

    Mobil Bumi akhirnya berbelok masuk ke pelataran sebuah restoran dengan papan nama estetik berbahan kuningan yang berkilau elegan. Dari luar saja, Maura sudah bisa mencium aroma-aroma kelas atas yang langsung membuat dompet tipisnya menjeritGedung restoran itu bergaya Eropa klasik.Maura turun dari mobil, memutar pandang kesegala arah, mengekor di belakang punggung tegap Bumi. Pria itu berjalan dengan santai, sangat kasual seolah tempat ini adalah ruang makan pribadinya.Sementara Maura? Gadis itu merapatkan jaket denimnya, mendadak merasa salah kostum.Seumur-umur definisi steak di kepala Maura adalah daging ayam berbalut tepung krispi tebal yang diguyur saus cokelat instan di gerobak kontainer pinggiran jalan. Steak sungguhan? Dia cuma liat di postingan orang di Instagram.Dulu, kakaknya Dira, sering mengajaknya makan di tempat-tempat begini. Tapi Maura selalu menolak dengan alasan, bukan gayanya.Dan sekarang, karma instan itu datang. Dia terdampar di sini bersama sang dosen tiran

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status