Share

94.

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-06-10 22:57:09

"Ta- tapi cuma-"

"Seharusnya kita udah sah, kan?" potong Bumi. Suaranya tenggelam dalam intonasi rendah yang begitu dominan.

Sebelum Maura sempat menyusun argumen pembelaan, Bumi meraih salah satu tangan Maura yang tadinya menahan dada bidangnya. Pria itu menariknya pelan, lalu mengecup punggung tangan mungil itu dengan sangat lembut, dengan mata tang tetap mengunci pandangan sang istri.

Manik itu terpaut begitu dekat. Jantung Maura makin tak karu-karuan rasanya. Kegugupan yang luar biasa langs
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
nana jemaa
duhhhh makanya ngomong bum biar maura nya santai nggk melulu ke dira.........
goodnovel comment avatar
Arina Saifullah
haaaa gms bgtss
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
wkwkwkwk dasar bocah sukanya cari gara2... apa ku bilang, pasti banyak intermezzo utk mereka unboxing hahahahaha. Krn si bumi masih belom sepenuhnya sadar udah mulai suka Ama Maura jadinya gitu deh..... makasih banyak updatenya kakak syng :*
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   268.

    "Sama-sama, Ma," bisik Maura menyunggingkan senyum hangat.Tepat saat suasana haru menyelimuti kamar, pintu ruangan mendadak terdorong dari luar. Sosok tegap berjas hitam lengkap dengan kacamata minusnya melangkah masuk. Bumi Arkatama berdiri di ambang pintu, membawa aroma parfum yang langsung mendominasi ruangan.Tapi, bukannya menyapa ramah, pandangan mata tajam Pak Dosen itu langsung mengunci posisi duduk Maura. Lebih tepatnya, mengunci bayi Kiara yang masih nyaman bertengger di atas memangkuan istrinya.Bumi menaikkan sebelah alisnya, lalu berjalan mendekat dengan langkah lebar."Maura," panggil Bumi, suaranya yang berat dan dalam memecah keheningan. "Kan Mas sudah bilang, jangan ngangkat beban lama-lama. Kenapa Kiara nggak ditaruh di boks?"Mama yang baru saja menghapus air matanya mendadak menoleh, reflex merasa terintimidasi oleh wibawa menantunya yang begitu protektif."Ini- Mama tadi udah nyuruh ditaruh boks, tapi Mauranya yang nggak mau," sahut Mama cepat-cepat.Maura mendon

  • Istri Pengganti Mas Dosen   267.

    Sebelum menyambut kedatangan suaminya nanti malam, Maura menyempatkan diri mampir ke rumah orang tuanya sore itu. Ia berniat mengambil perlengkapan mandi, pakaian ganti yang lebih layak, juga beberapa baju bayi milik Kiara yang masih tertinggal di lemari kamar.Suasana rumah kediaman orang tuanya terasa begitu senyap saat Maura melangkah masuk lewat pintu depan. Sepi, seolah tak ada penghuni.Namun, begitu Maura berjalan mendekati area dapur, pemandangan di meja makan seketika membuat darahnya mendidih.Dira sedang duduk santai di sana. Mengenakan daster longgar, kakinya diangkat satu ke atas kursi sambil mengunyah camilan dan menikmati sepiring makanan dengan begitu lahapnya. Wajahnya segar, tanpa ada raut cemas, bersalah, apalagi rasa penyesalan sedikit pun atas apa yang menimpa darah dagingnya sendiri."Kayaknya udah konslet tuh orang," geram Maura dalam hati.Kehadiran Maura membuat Dira menghentikan kunyahannya. Tanpa rasa berdosa, ia mendongak menatap adiknya itu."Kiara kok bel

  • Istri Pengganti Mas Dosen   266.

    "Keluarga dari ananda Kiara?" tanya Dokter tersebut."Saya neneknya, Dok!" serbu Mama cepat.Dokter menghela napas pendek sebelum memasang raut wajah serius. "Bayi Kiara mengalami infeksi pencernaan akibat bakteri dari susu yang tidak higienis, ditambah dehidrasi sedang. Tadi lambungnya sudah kami bilas dan cairan infusnya sudah masuk.""Lalu gimana, Dok? Bisa pulang kan?" potong Mama panik."Belum bisa," tegas Dokter tersebut membanting harapan Mama. "Kondisi organ pencernaan bayi usia dua minggu sangat rentan. Ananda Kiara harus dirawat intensif di ruang observasi anak minimal tiga hari. Kita harus memastikan tidak ada komplikasi, demamnya turun, dan dia bisa mencerna nutrisi kembali dengan aman."Mama hampir saja limbung jika Bumi tidak dengan sigap menahan siku wanita tua itu."Tiga hari, Dok?" tangis Mama makin pecah.Bumi mengambil alih komunikasi dengan tenang dan tegas. "Baik, Dok. Lakukan penanganan terbaik untuk keponakan saya.""Baik, Pak. Petugas kami akan membantu penguru

  • Istri Pengganti Mas Dosen   265.

    Maura bahkan tak sempat ganti baju. Begitu Bumi bilang Kiara masuk IGD, cewek itu cuma mencuci muka, itupun cuma kilat, sekedar terkena air dan beleknya hilang.Dia menyambar asal hoodie milik Bumi dari dalam lemari. Piyama katun tipis yang melekat di tubuhnya langsung tertutup hoodie kebesaran yang tenggelam di badannya. Menjadikannya terlihat seperti anak pinguin dengan lengan baju yang menggantung pasrah.Dia melesat keluar, menyusup masuk ke kabin mobil yang mesinnya sudah meraung halus di halaman rumah.Sepanjang perjalanan menembus jalanan pagi, Maura tak bisa tenang. Kakinya bergoyang-goyang gelisah, jemarinya meremas kain hoodie abu-abu suaminya. Dari mulut kecilnya muncul sumpah serapah tanpa henti."Bener-bener gila ya si Dira! Bayi dua minggu dikasih susu basi?! Otaknya ditaruh mana coba?! Di dengkul?!" omel Maura meledak-ledak. Matanya melotot tajam menatap jalan raya. "Males boleh, tapi jangan tolol sampai ngorbanin anak sendiri dong! Kalau Kiara kenapa-kenapa, gue seret

  • Istri Pengganti Mas Dosen   264.

    Pagi baru saja merayap, tetapi suasana di rumah kediaman orang tua Dira sudah kacau balau. Tangisan bayi berumur dua minggu mmelengking menembus dinding kamar. Kiara, bayi mungil bermata biru itu, terus menangis sejadi-jadinya dengan tubuh lemas. Wajahnya pucat pasi, dan beberapa kali muntahan susu membasahi baju dan box bayinya.."Aduh, Kiara! Kenapa lagi sih?!" seru Mama panik, bergegas masuk ke kamar Dira.Matanya membelalak mendapati kondisi sang cucu yang mengenaskan, sementara Dira justru berbaring membelakangi boks bayi sambil menutup telinganya rapat-rapat memakai bantal."Dira! Kamu apa'in anak kamu?!" bentak Mama murka, mengangkat tubuh mungil Kiara yang terus menggeliat kesakitan."Nggak tahu, Ma! Dari semalam rewel terus!" sahut Dira tanpa rasa bersalah, suaranya parau dan kentara sekali enggan diganggu. "Paling cuma masuk angin."Mata Mama melirik ke arah nakas. Di sana tergeletak botol susu bayi yang tinggal tersisa seperempat, dengan kondisi cairan yang sudah menggumpal

  • Istri Pengganti Mas Dosen   263.

    Maura menunduk, menatap punggung tangannya sendiri yang masih digenggam erat oleh Bumi. Ada keheningan sejenak di dalam kabin mobil yang terasa begitu kontras dengan binar antusiasme yang baru saja meredup di matanya.Rasa kecewa itu tentu ada, bayangan tentang perjalanan panjang untuk menemui ibu kandungnya mendadak harus berbenturan dengan realitas, kehamilannya yang masih rentan dan setumpuk pekerjaan kantor yang menanti sang suami.Jelas dia tahu, Bumi bukan seorang pekerja biasa."Tapi... kalau ditunda terus, kapan kita bisa ke sana, Mas?" cicit Maura lirih, suaranya terdengar begitu rapuh di balik temaram lampu jalanan.Bumi menghela napas berat sekali lagi. Dia juga berpikir begitu."Mas nggak bermaksud menundanya lama, Sayang," ucap Bumi tenang, pandangannya tetap fokus menatap lurus ke jalan raya di depan. "Mas cuma butuh waktu beberapa saat aja. Lagian kamu masih harus ke kampus kan. Bentar lagi ujian."Maura diam.Tentu dia membenarkan pernyataan itu."Lagipula Mas mau kamu

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status