Share

2. Bertukar Nama

Author: Rosa Rasyidin
last update publish date: 2025-12-14 21:00:13

Pagi di kediaman Klan Bai berjalan muram. Namun, bukannya memperpanjang masa duka, keluarga Bai justru sibuk mengatur sesuatu yang lebih gelap daripada kematian itu sendiri.

Di ruang keluarga, Bai Xuanzhi, Meng Shuhua, dan dua tetua klan duduk dengan wajah tegang. Muyin masuk dengan langkah pelan. Rambutnya tidak ia ikat dan Muyin sengaja menggunakan baju putih tanpa hiasan sebagai tanda sedang berkabung.

“Bagus, kau sudah datang. Kita harus membahas ini sekarang,” ucap ayahnya tanpa perasaan.

“Membahas bagaimana cara kalian menghapus nama kakakku begitu saja?” Muyin duduk dengan anggun. Pembawaannya sebagai seorang putri pejabat memang lebih lugas daripada Ruyin yang cenderung ceria dan apa adanya.

Shuhua mengetukkan jarinya di meja. “Bukan menghapus. Hanya, bertukar peran saja.”

Muyin mengepalkan tangan. “Kalian ingin mengganti Ruyin dengan aku. Itu sudah jelas.”

“Bukan hanya itu, Muyin. Kematian Ruyin tidak boleh diketahui siapa pun.” Tetua klan menatapnya tajam.

“Apa maksudmu, tetua?” Muyin memicingkan mata.

“Mulai hari ini, orang yang mati adalah Bai Muyin.” Ayahnya menghela napas berat.

Muyin sontak berdiri. “Kalian semua gila!” Bahkan, secangkir teh ia hempaskan ke lantai.

“Duduk.” Nada bicara Xuanzhi tak membolehkan ada bantahan.

Muyin menggertakkan gigi, tetapi ia duduk kembali.

Shuhua tersenyum. “Ini demi melindungi keluarga. Catatan keluarga akan kami ubah. Yang gantung diri di paviliun selatan dianggap sebagai Muyin dan yang menikah tetap Ruyin.”

“Tapi aku masih hidup!” Muyin memejamkan mata.

“Kau akan hidup sebagai Bai Ruyin.”

“Kenapa harus sejauh ini? Kakakku mati dua hari sebelum menikah, dan kalian malah menutupinya?”

Tetua klan mengelus janggutnya. “Karena jika Klan Li tahu yang mati adalah pengantinnya, mereka akan membatalkan aliansi. Klan Bai akan dilupakan oleh dinasti.”

“Dan beruntung kalian berdua sangat mirip. Banyak orang sering salah memanggil kalian.” Shuhua menambahkan.

Jemari Xuanzhi mengetuk-ngetuk meja. “Lamaran dulu dilakukan ketika kau sakit, Muyin. Keluarga Li belum pernah melihat wajahmu secara langsung. Mereka hanya melihat Ruyin. Jika kita bilang Ruyin masih hidup, mereka takkan curiga. Kau tinggal bertindak sebagai Ruyin, kau harus bersikap ceria dan polos seperti kakakmu, jangan terlihat terlalu pintar, nanti suamimu tersinggung.”

Muyin menatap ayahnya tajam. “Jadi yang mati akan dianggap aku dan aku harus hidup sebagai orang mati?”

Shuhua mencondongkan tubuhnya sambil mengibaskan kipas. “Benar sekali.”

“Maafkan, Ayah terpaksa melakukan ini. Jika tidak keluarga kita akan benar-benar lenyap dari dinasti. Hanya kau yang bisa menolong kami. Percayalah, ayah akan memakamkan Ruyin dengan layak. Dia juga anakku seperti halnya kau, Muyin.”

Muyin memutuskan pergi dari pertemuan itu tanpa jawaban. Begitulah dirinya, tidak mudah diarahkan meskipun oleh ayahnya. Namun, ia tidak memiliki kemampuan yang cukup besar untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab Ruyin bunuh diri.

***

Pelayan masuk ke kamar sambil membawa kotak merah. “Nona Muyin, ini hiasan rambut Phoenix yang ditinggalkan Nona Ruyin.”

Muyin melihatnya. Hiasan itu dipilih kakaknya dengan mata berbinar-binar dua hari lalu.

“Aku tidak punya pilihan lain, bukan?” Muyin bertanya pada pelayan.

“Nona Muyin, kita tidak punya waktu. Utusan Klan Li akan datang sore nanti. Kita harus menutupi semuanya.”

Muyin memejam mata. “Setidaknya beri aku waktu untuk berkabung.”

“Nona Muyin.” Pelayan setianya tahu bagaimana isi hati tuannya.

“Sudahlah. Berdebat dengan para tetua tidak akan menghasilkan apa-apa. Lakukan saja. Buat aku semirip mungkin dengan kakakku,” ucap Muyin dengan air mata yang mulai mengalir.

Persiapan pun dimulai tanpa henti. Pelayan lainnya membawa kotak pakaian. Shuhua yang memperhatikan dari luar tersenyum puas.

“Nona Ruyin, ini gaun yang harus dipakai saat perjalanan nanti.” Pelayan mengucapkan nama itu dengan penuh keraguan.

“Namaku Muyin.”

Shuhua melangkah dan menepuk bahu pelayan sambil tersenyum. “Namanya sekarang Bai Ruyin. Paham?” Tatapannya ditujukan pada Muyin.

Pelayan langsung menunduk. “Maafkan kami, Nona Ruyin.”

Muyin menggigit bibir hingga nyaris berdarah.

Beberapa pelayan memakaikan gaun merah pada Muyin. Gaun itu sama yang dipakai Ruyin saat mencobanya terakhir kali.

“Jangan terlalu kencang,” ucap Muyin ketika tali di pinggang ditarik.

“Tapi Nona Ruyin biasanya seperti ini,” jawab pelayan itu.

“Aku dan kakakku memiliki perbedaan.” Muyin menarik napas lebih dalam.

“Nona Muy, maaf. Nona Ruyin, rambutmu sedikit lebih halus daripada rambut Nona Ruyin, akan lebih sulit meletakkan perhiasan, tapi akan kami coba agar terlihat sangat indah.” Pelayan lainnya datang untuk menata rambut.

Detik demi detik berlalu dan Muyin telah didandani sebagai pengantin. Mulai saat itu dan seterusnya ia akan dipanggil sebagai Ruyin.

“Bahkan waktu tak mengizinkanku untuk menangis.” Muyin menahan air matanya yang akan jatuh. Ia menarik napas dalam-dalam untuk menguatkan hati.

***

Sore hari, utusan Klan Li tiba.

“Apakah Nona Bai Ruyin sudah siap?” tanya salah satu utusan.

Muyin hampir menjawab tidak, tapi ayahnya maju lebih dulu.

“Tentu. Putri kami sudah sangat siap.”

“Lebih baik memang begitu agar aliansi pernikahan tetap berjalan lancar,” ucap utusan Klan Li.

Muyin terpaku. Betapa mudahnya mereka percaya dan betapa mudahnya dunia menerima kebohongan demi kebohongan.

Utusan Klan Li melanjutkan, “Jenderal Li Fenglan mengirimkan salam. Ia menantikan pernikahan yang akan berlangsung besok pagi.”

“Be—besok? Kenapa begitu cepat?” Muyin tersentak.

Utusan Klan Li tersenyum. “Jenderal Li menerima perintah dari Kaisar untuk kembali ke perbatasan tiga hari setelah pernikahan. Maka upacara pernikahan harus dipercepat.”

“Bagus. Semakin cepat, semakin baik.” Shuhua bertepuk tangan.

Muyin memandangnya dengan kebencian yang begitu jelas.

“Tersenyumlah.” Ayahnya mencengkeram tangan Muyin.

Muyin akhirnya memaksakan senyum dengan segala kekuatannya.

“Jenderal akan sangat senang melihat Nona Ruyin terlihat sehat dan sangat cantik.” Utusan Klan Li tersenyum puas.

***

Malam itu, di ruang pribadinya, Muyin duduk diam memandang jepit rambut milik kakaknya.

Pelayannya, Lan Shuqing, berbisik, “Nona Mu, ah tidak, Nona Ruyin, kau tidak apa-apa?”

Muyin menatapnya. “Shuqing, apakah aku terlihat seperti kakakku?”

Shuqing mengangguk cepat. “Sangat.”

Muyin mengelus jepit rambut itu. “Kalau aku berdiri di tempatnya, apakah dunia akan percaya aku adalah dia?”

Shuqing menunduk, tak berani menjawab.

Muyin tersenyum getir. “Baiklah, kalau itu yang dunia inginkan, aku akan menjadi Bai Ruyin.”

***

Hari pernikahan.

“Nona, Jenderal Li Fenglan telah tiba di gerbang barat untuk menjemputmu.” Pelayan membuka pintu kamar. Muyin terdiam. Jantungnya berdetak kencang.

“Ayo. Tunjukkan pada dunia bahwa kau adalah Bai Ruyin.” Shuhua datang mengulurkan tangan pada Muyin.

“Mulai saat ini, jangan pernah lagi menyebut nama Bai Muyin. Anggap dia sudah mati.” Ayahnya menambah panas suasana.

Muyin menunduk. “Aku mengerti, Ayah. Namaku Bai Ruyin, dan tolong makamkan adikku Bai Muyin dengan baik.”

Shuhua tersenyum puas.

***

Gerbang barat terbuka. Pasukan Jenderal Li berdiri rapi. Bendera merah berkibar.

Tepat di depan Muyin, berdiri seorang pria berperangai dingin dan sorot mata setajam pedang. Li Fenglan, calon suaminya.

Fenglan menatapnya sangat lama. Muyin merasa tatapan itu menembus seluruh lapisan kebohongannya.

“Nona Bai Ruyin. Aku datang untuk menjemputmu, sebagai istriku di masa depan nanti.” Li Fenglan mengulurkan tangannya.

Muyin menggenggam gaun merahnya dengan erat. Takdir barunya dimulai dengan penuh kepalsuan.

Bersambung ...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Menuju Tenggara

    “Keyi, eh maksudku Er Wangfei.” Muyin memberikan penghormatan pada Keyi yang kini telah menjadi istri dari Pangeran Kedua.“Jangan begitu Kakak Ipar, aku jadi malu.” Keyi menyikut tangan Muyin yang masih terus meledeknya.“Aku yakin Er Wangfei akan terbiasa, terutama nanti saat malam pertama.” Ucapan Muyin membuat wajah Keyi memerah.“Jujur saja aku sangat takut, Kakak Ipar.”“Jangan takut, Er Wangfei harus santai dan bisa membuat Pangeran Kedua merasa beruntung memilikimu.”“Mungkin aku yang beruntung menikah dengannya, coba kalau aku menikah dengan si brengsek itu tentu hidupku setiap hari akan penuh dengan air mata.”“Sst, jaga bicaramu, walau dia telah dihukum ke pulau terpencil, aku yakin pengaruhnya masih ada di istana ini,” bisik Muyin pelan.“Aku juga yakin begitu, tapi biarlah itu menjadi urusan para lelaki.” Tatapan mata Keyi beralih, secara tak sengaja ia bertemu pandang dengan Pangeran Kedua dan sama-sama memalingkan wajah. Muyin menyadari hal itu.“Er Wangfei menyukainya,

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Titipan

    Setelah peperangan besar yang tak terlihat, setelah dikirimnya Pangeran Rui ke pulau terpencil sebagai budak, dan setelah Pangeran Canglan kembali ke Timur serta meninggalkan luka yang dalam di hati Fenglan, kehidupan pun berjalan seperti biasanya.Muyin kembali tenang karena semua pihak yang mengganggunya telah tiada. Ia fokus pada kehamilan dan ilmu pengobatannya, sembari membantu Li Keyi mempersiapkan pernikahan yang tidak akan lama lagi digelar.Hubungan antara Muyin dan Li Fenglan terlihat semakin dalam. Meski musuhnya telah pergi, Fenglan tetap meminta Lu Meng serta A Ying bersiaga di dekat istrinya ke mana pun wanita itu pergi.Hari-hari yang berjalan dipenuhi suasana yang ceria menjelang pernikahan Li Keyi juga kelahiran anak pertama Fenglan. Hingga pada suatu pagi yang cerah dan berangin, seorang pelayan datang membuat kehebohan. Mereka tak lagi berbisik-bisik, melainkan suaranya terdengar sampai membuat Muyin yang sedang menakar obat tidak bisa tenang.“Coba cari tahu apa ya

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Menahan Diri

    Fenglan dan Canglan hanya saling menatap dalam diam. Angin bahkan tak ingin lewat mengganggu konsentrasi keduanya. Meski sama-sama memegang pedang, di antara mereka tidak ada yang saling menyerang. Keduanya sama-sama sakit dan mencoba bertahan.Suara pedang yang beradu di luar terdengar makin jelas di telinga Fenglan. Ia yakin bahwa pasukannya berhasil melumpuhkan pertahanan Pangeran Canglan. Maka, menghabisi pangeran dari Timur itu adalah semudah membalikkan telapak tangan.Namun, semakin lama suara pedang terdengar semakin pelan, seolah-olah ada yang membuat mereka harus berhenti. Tak lama kemudian, pintu kamar Pangeran Canglan terbuka. Sosok yang datang membuat semua yang hadir diam, dan menundukkan pandangan.Bukan Han Yu ataupun A Ying yang masuk, melainkan pria paruh baya dengan jubah kebesaran bersulam benang emas khas penguasa wilayah Timur. Wajahnya yang tegas dipenuhi guratan kecemasan yang mendalam. Raja dari Timur telah datang.“Ayahanda,” gumam Canglan. Ia terkejut meliha

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Bertemu di Barat

    Sejak matanya dilempar serbuk pewangi oleh Muyin, Pangeran Canglan kurang bisa melihat dengan jelas. Lalu Mingze membawanya pergi dengan sisa pasukan yang ada, tidak kembali ke Timur melainkan istirahat sebentar di Barat. Karena jika kembali sekarang, tentu akan mendapat banyak pertanyaan dari Raja Timur.Sembari beristirahat, Pangeran Canglan diobati oleh seorang tabib yang cukup hebat di wilayah Barat. Berangsur-angsur matanya bisa melihat meski masih samar-samar.Pagi itu Pangeran Canglan melihat pemandangan di depan matanya. Ia berkedip setiap sebentar jika penglihatannya terasa perih.“Kejam sekali kau padaku, Yin’er, padahal dulu aku yang menyelamatkanmu,” gumamnya dalam kesendirian. Tak lama kemudian, Mingze datang setengah berlari dan memberi kabar pada Pangeran Canglan tentang hukuman yang akan dijatuhkan untuk Pangeran Rui.“Biarkan saja. Hukuman baginya tidak akan berpengaruh apa-apa padaku,” ucapnya santai.“Pangeran, hamba rasa kita harus segera kembali ke Istana Timur. D

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Cap Pemberontak

    Pangeran Rui selalu tertawa-tawa sendirian di dalam sel penjaranya yang dingin. Ia makan dengan lahap bak orang kesetanan hingga sisa makanannya tersangkut di sela-sela gigi. Semua harta dan takhta yang ia bangga-banggakan kini telah sirna tanpa bekas.Entah hukuman jenis apa yang akan ia terima, sebab kejahatannya sudah berada di tingkat tertinggi, yaitu menentang perintah Yang Mulia Kaisar.“Fenglaaaan! Kau menang kali ini, kau menaaang!” ucapnya sambil membanting cawan ke dinding.Benda itu pecah berkeping-keping hingga membentuk ujung yang tajam. Pangeran Rui berjalan dengan cepat dan meraih pecahan cawan itu.Pikirannya sekarang sangat pendek. Ia tak mau dihukum mati dengan sangat memalukan, juga tak mau menjalani kehidupan yang amat mengenaskan di dalam penjara.Pecahan cawan itu ia letakkan dekat di urat nadi lehernya. Antara takut dan berani, ia hendak menekan pecahan itu lebih dalam. Kemudian, Pangeran Rui menarik napas panjang, lalu membuangnya ke lantai.“Payah, ternyata ka

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Bunga Terakhir

    Kain-kain putih lambang duka yang mendalam terpasang di tengah ruangan yang luas dan sunyi di kamp militer kediaman Keluarga Li. Sebuah peti mati telah disemayamkan di tengah-tengahnya dengan layak.Aroma dupa yang dibakar semerbak terbawa embusan angin, menemani kepergian seorang ajudan terbaik. Satu demi satu prajurit melangkah maju dengan wajah tertunduk lesu.Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada komandan sekaligus saudara seperjuangan mereka. Lei Jun pergi menyusul Mojin yang telah berpulang lebih dahulu.Han Yu berlari sekencang mungkin menerobos tenda kamp milliter. Napasnya tersengal-sengal dan zirah perangnya bahkan belum ia lepaskan setelah menyelesaikan penyitaan harta Pangeran Rui. Ia baru saja diberi tahu bahwa salah satu saudaranya pergi lagi meninggalkan dirinya.Ketika matanya melihat peti mati tersebut, pertahanan Han Yu runtuh seketika. Lelaki yang terkenal bijaksana dan tak kenal takut di medan perang itu jatuh berlutut di samping peti. Air mata mengalir de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status