Share

Istri Pengganti Untuk Jenderal Li
Istri Pengganti Untuk Jenderal Li
Penulis: Rosa Rasyidin

1. Kepergian Pengantin

Penulis: Rosa Rasyidin
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-14 20:25:56

Hujan deras turun di halaman belakang kediaman Klan Bai ketika Bai Muyin berlari menembus dinginnya angin. Napasnya memburu dan kakinya gemetar. Para pelayan berkerumun di depan paviliun selatan, tempat kakaknya, Bai Ruyin, tinggal.

Suara isak tangis terdengar dari dalam paviliun. Muyin membeku dan bibirnya yang pucat juga mendadak bergetar. Kemudian ia menghentikan langkahnya.

“Jangan … jangan bilang ini benar,” bisiknya. Lalu pintu paviliun terbuka dan seorang pelayan menangis.

“Nona Muyin, Nona Ruyin, dia telah, dia ....”

Muyin tak menunggu kalimat itu selesai. Ia menerobos masuk dan tercengang ketika melihat tubuh Ruyin tergantung di atas balok kayu.

“Jangan sentuh dia! Aku bisa melakukannya sendiri!” ucap Muyin dengan lantang, ketika dua pelayan hendak menurunkan tubuh Ruyin.

Bai Ruyin, dua hari lalu memamerkan gaun pengantinnya sambil berputar-putar dengan bahagia di hadapan adiknya. Ruyin merupakan sosok kakak yang selalu ceria dan menyayangi Muyin.

Ruyin dan Muyin sangat dekat. Jarak usia mereka hanya dua tahun. Keduanya memiliki wajah yang sangat mirip hingga orang sering salah mengenali mana Ruyin dan mana Muyin. Dan kini Ruyin tergantung tanpa nyawa.

Muyin gemetar hebat.

“Tidak mungkin kakakku bunuh diri. Dia sangat mendambakan pernikahan ini.”

Muyin meraih tubuh Ruyin yang dingin. Jemari kakaknya sudah kaku. Bekas jerat selendang di lehernya sangat merah dan dalam.

“Jiejie … kenapa? Dua hari lagi kau akan menikah, kenapa harus berakhir seperti ini?” Tangis Muyin pecah. Ia memeluk tubuh Ruyin yang tak mampu menjawab pertanyaannya.

Dari pintu depan, ayah mereka, Bai Xuanzhi, berdiri kaku. Wajahnya pucat, tapi bukan duka yang terlihat, melainkan ketakutan luar biasa dan tidak ada orang yang memahaminya.

“Muyin, lepaskan,” katanya pelan sekali.

“Kita tidak boleh membuat kegaduhan. Ini masalah besar. Klan Li akan menanyakan—”

Muyin menoleh dengan cepat, matanya memerah. Dari dulu ayahnya selalu seperti itu, semua demi nama baik.

“Masalah besar?” suara Muyin serak. “Ayah, kakakku mati, anakmu mati! Dan yang ayah pikirkan adalah Klan Li?”

Bai Xuanzhi terdiam, tetapi tatapannya semakin lurus, seolah-olah ia tak punya perasaan.

“Ayah hanya tidak ingin keluarga kita hancur. Kau tahu besarnya pernikahan ini. Kaisar sendiri menaruh perhatian dan langsung menjodohkan dan menetapkan tanggal pernikahan kakakmu.”

“Kalau begitu minta pada Kaisar untuk menghidupkan kembali kakakku!” Muyin berteriak. Ia tak bisa menguasai perasaannya.

Meng Shuhua, ibu tiri mereka, masuk dengan wajah penuh kepura-puraan. “Muyin, jangan berteriak. Kau membuat suasana makin buruk. Ruyin sudah tenang sekarang. Dia pergi atas pilihannya sendiri.”

Muyin menatap ibu tirinya dengan mata yang memancarkan amarah begitu besar.

“Bagaimana kau bisa bicara seperti itu? Dua hari lalu kau memintanya tersenyum saat latihan upacara pernikahan! Kau bilang kakakku harus terlihat bahagia di depan Jenderal Li! Dan sekarang kakakku mati gantung diri, kau bilang dia tenang?”

Shuhua menghela napas sejenak. “Beberapa wanita memang tidak kuat menghadapi tekanan pernikahan politik, Muyin. Itu sudah pilihan kakakmu, sebaiknya kita urus pemakamannya setelah pernikahan digelar agar kakakmu bisa bereinkarnasi lebih baik lagi di kehidupan mendatang.”

Muyin ingin menampar ibu tirinya. Namun ia memeluk tubuh kakaknya lebih erat, tak sanggup melepaskannya.

***

Tubuh Ruyin sudah dipindahkan ke ranjang. Muyin duduk di sisi tempat tidur, tak melepaskan tangan kakaknya. Para pelayan masih berbisik.

“Aneh sekali dua hari lalu Nona Ruyin tertawa bahagia.”

“Dia bilang tak sabar memakai gaun phoenix itu.”

“Aku melihatnya memilih hiasan rambut sambil tersenyum.”

Semuanya benar. Dua hari lalu Ruyin terlihat seperti gadis yang menemukan dunia baru, bahkan sempat menggoda Muyin.

“Muyin, kalau kau memakai gaun ini, orang pasti menyangka kita bertukar tempat lagi,” kata Ruyin waktu itu sambil menatap cermin.

Muyin tertawa sambil menyisir rambut kakaknya. “Itu karena wajah kita mirip sekali. Salahkan ayah dan ibu.”

“Aku sangat bahagia menikah dengan Jenderal Li dan semoga aku bisa hidup tenang setelah ini.”

Muyin tak pernah mengerti makna kalimat itu, sampai akhirnya ia menemukan kakaknya tewas di dalam kamarnya sendiri.

“Nona Muyin, kami menemukan ini di meja rias Nona Ruyin.” Pelayan tua tiba-tiba datang.

Muyin menoleh. Sepucuk surat disodorkan. Tangannya bergetar saat membuka lipatan kertas itu.

Tulisan tangan Ruyin. Sedikit goyah. Seperti tergesa-gesa.

Muyin, maafkan aku. Perasaan ini terlalu berat. Orang yang kucintai dibunuh oleh pria yang akan menjadi suamiku. Aku tidak sanggup. Jika aku pergi, semoga kau bisa hidup lebih baik dariku.

Muyin menutup mulut, menahan jeritan. “Tidak, ini tidak benar dan tidak mungkin.”

“Cukup, surat ini hanya kita saja yang tahu!” Ayahnya segera merebut surat itu dari tangannya.

“Ayah takut apa? Kebenaran yang terkuak?” Muyin menatapnya dengan mata membara.

“Kalau ini sampai diketahui keluarga Li, pernikahan kita batal, aliansi hancur, dan kita bisa dianggap menghina Jenderal Li. Kau tahu siapa dia? Dia orang kepercayaan Kaisar! Dia memimpin tiga pertempuran besar! Jika ia merasa dipermalukan karena pengantinnya mati secara memalukan, Klan Bai bisa habis!” Surat itu disimpan olehnya di dalam baju.

“Lebih baik klan ini hancur, daripada membiarkan kakakku mati tanpa keadilan!” Muyin menjerit.

“Muyin, kakakmu mungkin rapuh. Kau tahu dia sering, berkhayal.” Shuhua datang dengan ucapannya yang penuh racun. Namun, saat itu juga Muyin menampar ibu tirinya. Para pelayan dan Bai Xuanzhi terkejut.

“Kau!” Shuhua memegang pipinya, yang terasa panas.

“Jangan hina kakakku! Ruyin tidak pernah berbohong padaku.”

“Cukup! Mulai sekarang, kematian Ruyin dianggap bunuh diri karena tekanan pernikahan. Tidak ada alasan lain lagi dan pernikahan akan tetap dijalankan.”

Muyin menatap tubuh Ruyin yang terbujur kaku. Bagaimanapun caranya ia harus mencari keadilan untuk kakaknya.

***

Malam itu, Muyin duduk di depan meja rias milik kakaknya. Rambutnya terurai, matanya memerah serta tubuhnya gemetar.

Ia menatap pantulan wajahnya di cermin. Sangat mirip Ruyin tanpa ada yang bisa membantah.

Begitu mirip hingga jika ia memakai riasan pernikahan tak ada orang yang bisa membedakan mereka.

Muyin menyentuh wajahnya. “Jiejie, kalau aku berdiri di tempatmu, apakah aku bisa menemukan kebenaran?”

Suara ketukan pintu terdengar. Bai Xuanzhi masuk tanpa permisi.

“Muyin. Besok pagi kita mengirim rombongan pernikahan pada Klan Li. Pernikahan akan tetap dilanjutkan.”

“Ayah sudah gila? Dengan siapa Jenderal Li akan menikah? Dengan mayat kakakku?”

“Dengan kau.” Jawaban Xuanzhi membuat Muyin membeku.

“A-apa?”

“Kau sangat mirip dengan Ruyin. Mereka tidak akan tahu. Klan Bai tidak boleh kehilangan aliansi ini.”

“Ayah, aku tidak mau! Ini gila.” Muyin menggeleng.

“Kau akan menjadi pengantin pengganti.” Suara ayahnya sangat tegas diiringi dengan kemunculan Shuhua.

“Anggap saja, ini pengorbanan demi keluarga. Kau tidak mau kakakmu mati sia-sia, kan?”

Muyin menatap mereka dengan mata kosong. Lalu perlahan tatapannya berubah tajam.

“Keluar kalian dari kamarku, semuanya!” jerit Muyin sambil menekan kepalanya.

Xuanzhi memerintahkan para pelayan agar terus mengawasi Muyin dan jangan sampai sesuatu terjadi padanya. Setelah itu kamar Ruyin yang kini diisi oleh Muyin menjadi hening.

“Aku hanya ingin satu hal. Kebenaran tentang kematian kakakku terkuak.” Muyin menatap pantulan dirinya di cermin.

“Apakah Jenderal Li bisa membantuku? Atau mungkin saja dia akan membunuhku jika tahu aku berdusta padanya.”

Bersambung ...

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Teratai Hitam

    Angin di puncak Bukit Tengkorak tidak pernah berhembus pelan, selalu berputar seperti badai dan sesekali terdengar tangisan arwah yang penuh dendam. Di kaki bukit berdiri reruntuhan Kuil Teratai Hitam, markas sisa-sisa sekte sesat yang dikabarkan telah dimusnahkan dunia persilatan puluhan tahun lalu di bawah perintah Kaisar sendiri.Mo Yan melangkah masuk melewati gerbang kuil yang sudah ditutup oleh lumut. Meski ia sendiri adalah pembunuh yang kejam, aura di tempat itu membuatnya merinding. Sangat terasa kesunyian menjadi satu-satunya napas di sana."Tamu tak diundang, pastikan kau datang membawa penawaran yang menarik." Suara wanita terdengar dari segala arah."Aku datang membawa emas, bukan nyawa," jawab Mo Yan lantang. Matanya terus menyapu kegelapan kuil sambil tangannya siaga ke pedang.Sebuah hantaman tenaga dalam yang dahsyat tiba-tiba menekan dada Mo Yan, dan memaksanya mundur beberapa langkah. Dari balik bayangan patung dewa tanpa kepala, sesosok wanita melayang turun perlah

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    27. Wabah

    Muyin sudah baik-baik saja. Namun, ia tak akan melupakan kejadian yang menimpa kakaknya dan wanita itu berjanji tidak akan pernah tidur dengan tenang sebelum membalaskan kematian Ruyin.Meski dendam di hatinya kian membara, ia terus belajar dengan serius walau lelah melanda. Muyin mencurahkan semua kemampuannya dengan baik, sebab jika tertinggal sedikit saja makan akan sulit mengejarnya.Tabib Xu berdiri di samping sebuah manekin kayu seukuran manusia yang permukaannya penuh dengan lubang-lubang kecil. Ia memegang jarum perak panjang dan mulai mempraktekkan ilmunya di depan Muyin."Lihat ini, Nyonya Muda. Ini adalah Mingmen atau Pintu Kehidupan, tepat di antara ruas tulang belakang lumbal kedua. Bagi seorang tabib, memanaskan titik ini dengan moxa bisa mengembalikan (Yang) ginjal yang runtuh. Tapi bagi seorang ahli bela diri, hantaman keras di sini bisa memutus aliran Qi dan membuat lawan lumpuh seumur hidup."Muyin mendekat, matanya memperhatikan setiap titik dengan baik. "Jadi, seti

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    26. Menukar Kebahagiaan

    Beberapa Hari SebelumnyaMuyin dan Ruyin duduk di taman. Ruyin menyulam sapu tangannya sendiri untuk pernikahannya bersama Jenderal Li, sedangkan Muyin memperbaiki kipas yang manik-maniknya copot.“Setelah menikah nanti, kau boleh datang ke kediaman kami, meimei,” ucap Ruyin pada adiknya.“Aku tidak berpikir untuk menikah, Jiejie. Aku hanya ingin lepas dari tempat ini,” jawab Muyin dengan rasa malas.“Jangan begitu, kau harus menikah, punya anak dan memiliki keluarga sendiri. Sebagai kakak, aku rela menukar seluruh kehidupanku agar kau bahagia. Aku tak pernah bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanmu.”“Jiejie, jangan bicara seperti itu, tak lama lagi kau akan menikah, kau harus bahagia, soal hidupku biar aku sendiri yang akan memutuskan bagimana.” Secara tak sengaja jemari Muyin tertusuk jarum.“Hati-hati, tanganmu sampai berdarah.” Ruyin membersihkan darah adiknya. “Memangnya setelah aku menikah kau akan ke mana?”“Aku akan jadi biksuni supaya hidupku tak harus terus-terusan diatur or

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    25. Trauma

    “Kakak Ipar, buka pintunya!” Keyi menggedor-gedor pintu dengan kuat. Tabib Xu kemudian mendekatinya.“Biarkan saja, dia perlu ruang dan waktu untuk meluapkan perasaannya,” ucap lelaki tua itu.“Apa yang terjadi sebenarnya, Guru?”“Nyonya Muda membuka kenangan lama yang seharusnya ia lupakan dan tentu saja rasanya sakit. Mungkin saja ada kenangan dengan ibunya yang sangat menyakitkan. Sudahlah kita pergi saja kerjakan yang lain.” Tabib Xu menarik tangan Keyi.“Tapi tangisan Kakak Ipar sampai sesenggukan begitu, Guru, aku tidak bisa tenang.”“Ya, namanya orang menangis memang menyedihkan. Nanti juga Nyonya Muda akan kembali tenang. Ayo cepat aku akan mengajarimu cara memanah burung dengan tepat di lehernya.“Tapi ...” Tangan Keyi terus ditarik menjauh dari ruangan di mana Muyin masih menangis tersedu-sedu.“Ini tidak mungkin, tidak mungkin terjadi.” Wanita dengan lesung pipi itu terus menangis. Setelah ia diam sejenak dan menghapus air matanya, ia menangis lagi.“Seharusnya aku melupaka

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    24. Luka Hati

    Muyin bergegas ke halaman samping. Tanpa perlu bertanya lagi, tangan Muyin dengan cekatan memilah tanaman yang dimaksud.Ia tahu persis kebiasaan gurunya, jika Tabib Xu meminta herbal saat sedang menumbuk sesuatu yang berbau tajam, biasanya ia membutuhkan tanaman penyeimbang. Namun, sekarang instruksi Tabib Xu lebih mendalam."Ambilkan tiga bunga Yang Jin Hua (Kecubung) yang kelopaknya baru mekar setengah, lalu gali akar Shi Chang Pu yang tumbuh di dekat aliran air," perintah lelaki tua itu lagi.Muyin tertegun sejenak. Yang Jin Hua dikenal sebagai tanaman pembius yang kuat, bahkan beracun jika salah takaran. Sementara Shi Chang Pu biasanya digunakan untuk menenangkan pikiran dan membuka panca indra. Kombinasi yang aneh dan mematikan.Setelah membersihkan akar dan membawa bunga berbentuk terompet putih itu ke meja medis, Muyin melihat Tabib Xu sedang menyiapkan sebuah tungku kecil dengan api biru yang menyala dengan tenang."Duduklah," perintah Tabib Xu serius. "Hari ini kita tidak be

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    23. Jiwa yang Baru

    Kabut tipis masih menyelimuti kaki Gunung Barat, dan memperpendek jarang pandang di halaman Paviliun Pengobatan. Ayam jantan bahkan belum berkokok, tapi mata Bai Muyin sudah terbuka lebar.Udara pagi di pegunungan menusuk hingga ke sumsum tulang belakang. Namun, Muyin tidak lagi menggigil seperti hari pertama ia tiba.Tubuhnya mulai beradaptasi dengan kerasnya alam, sama seperti tekadnya yang semakin menguat. Ia membasuh wajahnya dengan air sumur yang dingin dan membiarkan rasa beku itu mencubit kesadaran dan menghalau sisa kantuk dari wajahnya.Tanpa membangunkan Keyi yang masih mendengkur dalam balutan selimut lusuh, Muyin melangkah keluar menuju kebun herbal.Muyin berjongkok di antara petak-petak tanaman, memejamkan mata, dan menarik napas dalam-dalam. Tabib Xu melarangnya dengan keras mengenali tanaman menggunakan penglihatan di pagi hari."Mata bisa ditipu oleh bentuk dan warna, tapi hidungmu tidak akan pernah berbohong tentang aroma sebuah tanaman." Begitu kata gurunya.Hidung

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status