Share

Teratai Hitam

Penulis: Rosa Rasyidin
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-04 20:17:38

Angin di puncak Bukit Tengkorak tidak pernah berhembus pelan, selalu berputar seperti badai dan sesekali terdengar tangisan arwah yang penuh dendam. Di kaki bukit berdiri reruntuhan Kuil Teratai Hitam, markas sisa-sisa sekte sesat yang dikabarkan telah dimusnahkan dunia persilatan puluhan tahun lalu di bawah perintah Kaisar sendiri.

Mo Yan melangkah masuk melewati gerbang kuil yang sudah ditutup oleh lumut. Meski ia sendiri adalah pembunuh yang kejam, aura di tempat itu membuatnya merinding. Sangat terasa kesunyian menjadi satu-satunya napas di sana.

"Tamu tak diundang, pastikan kau datang membawa penawaran yang menarik." Suara wanita terdengar dari segala arah.

"Aku datang membawa emas, bukan nyawa," jawab Mo Yan lantang. Matanya terus menyapu kegelapan kuil sambil tangannya siaga ke pedang.

Sebuah hantaman tenaga dalam yang dahsyat tiba-tiba menekan dada Mo Yan, dan memaksanya mundur beberapa langkah. Dari balik bayangan patung dewa tanpa kepala, sesosok wanita melayang turun perlah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    30. Benteng Besi

    Badai pasir baru saja mereda. Suku Beiman mengira pasukan Yan akan sibuk membersihkan debu di dalam benteng hingga mereka bersantai-santai saja. Li Fenglan menatap barisan pasukannya yang sudah bersiap dari balik benteng besi. "Han Yu!" panggil Fenglan dengan suara menggelegar. "Bawa lima ratus pemanah terbaik ke punggung bukit timur. Hujani mereka dengan panah api tepat saat terompet pertama ditiup. Bakar lumbung gandum mereka agar kepanikan menyebar.""Siap, Jenderal!" Han Yu mengangguk, memberi hormat, lalu bergerak memimpin pasukannya menyusup dalam diam."Lei Jun!" Fenglan beralih pada ajudan setianya yang sudah berada di atas kuda perang. "Pimpin Batalyon Kavaleri Besi. Jangan menyerang dari depan. Memutarlah lewat celah bukit yang kita temukan di peta tadi. Hantam sisi selatan perkemahan mereka, tepat di kandang kuda. Buat mereka tidak bisa lari.""Mengerti, Jenderal. Tidak akan ada yang lolos," jawab Lei Jun sambil mengencangkan tali kekang kudanya."Dan kau, Mingze," Fengla

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    29. Suku Beiman

    Jenderal Li melintasi gerbang Benteng Besi. Suasana perbatasan begitu suram, tembok batu yang hitam, prajurit yang berjaga dengan wajah tegang, dan bau darah yang melintas di udara.Li Fenglan melompat turun dari kuda, seorang pria muda berjubah tabib militer bergegas menyambutnya. Xu Mingze, putra ketiga Tabib Xu yang mendedikasikan hidupnya sebagai kepala medis di garis depan.Wajahnya memiliki guratan keras yang tidak dimiliki ayahnya, hasil dari tahun-tahun melihat kengerian perang. Xu Mingze juga bisa beladiri sebagai kebutuhan di medan perang, hingga ia terkadang dibutuhkan menjadi tabib atau prajurit. Jabatannya juga sangat strategis."Jenderal Li.” Mingze memberi hormat. "Tenda komando sudah disiapkan. Air panas dan ranjang bersih juga sudah tersedia, Anda harus istirahat sese—""Nanti saja, Tua Muda Mingze,” ucap Fenglan sambil melepas helm perangnya. Ia tidak berhenti berjalan dan terus melangkah menuju tenda utama diikuti oleh Mingze."Bawakan aku peta terbaru Lembah Ular d

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Teratai Hitam

    Angin di puncak Bukit Tengkorak tidak pernah berhembus pelan, selalu berputar seperti badai dan sesekali terdengar tangisan arwah yang penuh dendam. Di kaki bukit berdiri reruntuhan Kuil Teratai Hitam, markas sisa-sisa sekte sesat yang dikabarkan telah dimusnahkan dunia persilatan puluhan tahun lalu di bawah perintah Kaisar sendiri.Mo Yan melangkah masuk melewati gerbang kuil yang sudah ditutup oleh lumut. Meski ia sendiri adalah pembunuh yang kejam, aura di tempat itu membuatnya merinding. Sangat terasa kesunyian menjadi satu-satunya napas di sana."Tamu tak diundang, pastikan kau datang membawa penawaran yang menarik." Suara wanita terdengar dari segala arah."Aku datang membawa emas, bukan nyawa," jawab Mo Yan lantang. Matanya terus menyapu kegelapan kuil sambil tangannya siaga ke pedang.Sebuah hantaman tenaga dalam yang dahsyat tiba-tiba menekan dada Mo Yan, dan memaksanya mundur beberapa langkah. Dari balik bayangan patung dewa tanpa kepala, sesosok wanita melayang turun perlah

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    27. Wabah

    Muyin sudah baik-baik saja. Namun, ia tak akan melupakan kejadian yang menimpa kakaknya dan wanita itu berjanji tidak akan pernah tidur dengan tenang sebelum membalaskan kematian Ruyin.Meski dendam di hatinya kian membara, ia terus belajar dengan serius walau lelah melanda. Muyin mencurahkan semua kemampuannya dengan baik, sebab jika tertinggal sedikit saja makan akan sulit mengejarnya.Tabib Xu berdiri di samping sebuah manekin kayu seukuran manusia yang permukaannya penuh dengan lubang-lubang kecil. Ia memegang jarum perak panjang dan mulai mempraktekkan ilmunya di depan Muyin."Lihat ini, Nyonya Muda. Ini adalah Mingmen atau Pintu Kehidupan, tepat di antara ruas tulang belakang lumbal kedua. Bagi seorang tabib, memanaskan titik ini dengan moxa bisa mengembalikan (Yang) ginjal yang runtuh. Tapi bagi seorang ahli bela diri, hantaman keras di sini bisa memutus aliran Qi dan membuat lawan lumpuh seumur hidup."Muyin mendekat, matanya memperhatikan setiap titik dengan baik. "Jadi, seti

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    26. Menukar Kebahagiaan

    Beberapa Hari SebelumnyaMuyin dan Ruyin duduk di taman. Ruyin menyulam sapu tangannya sendiri untuk pernikahannya bersama Jenderal Li, sedangkan Muyin memperbaiki kipas yang manik-maniknya copot.“Setelah menikah nanti, kau boleh datang ke kediaman kami, meimei,” ucap Ruyin pada adiknya.“Aku tidak berpikir untuk menikah, Jiejie. Aku hanya ingin lepas dari tempat ini,” jawab Muyin dengan rasa malas.“Jangan begitu, kau harus menikah, punya anak dan memiliki keluarga sendiri. Sebagai kakak, aku rela menukar seluruh kehidupanku agar kau bahagia. Aku tak pernah bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanmu.”“Jiejie, jangan bicara seperti itu, tak lama lagi kau akan menikah, kau harus bahagia, soal hidupku biar aku sendiri yang akan memutuskan bagimana.” Secara tak sengaja jemari Muyin tertusuk jarum.“Hati-hati, tanganmu sampai berdarah.” Ruyin membersihkan darah adiknya. “Memangnya setelah aku menikah kau akan ke mana?”“Aku akan jadi biksuni supaya hidupku tak harus terus-terusan diatur or

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    25. Trauma

    “Kakak Ipar, buka pintunya!” Keyi menggedor-gedor pintu dengan kuat. Tabib Xu kemudian mendekatinya.“Biarkan saja, dia perlu ruang dan waktu untuk meluapkan perasaannya,” ucap lelaki tua itu.“Apa yang terjadi sebenarnya, Guru?”“Nyonya Muda membuka kenangan lama yang seharusnya ia lupakan dan tentu saja rasanya sakit. Mungkin saja ada kenangan dengan ibunya yang sangat menyakitkan. Sudahlah kita pergi saja kerjakan yang lain.” Tabib Xu menarik tangan Keyi.“Tapi tangisan Kakak Ipar sampai sesenggukan begitu, Guru, aku tidak bisa tenang.”“Ya, namanya orang menangis memang menyedihkan. Nanti juga Nyonya Muda akan kembali tenang. Ayo cepat aku akan mengajarimu cara memanah burung dengan tepat di lehernya.“Tapi ...” Tangan Keyi terus ditarik menjauh dari ruangan di mana Muyin masih menangis tersedu-sedu.“Ini tidak mungkin, tidak mungkin terjadi.” Wanita dengan lesung pipi itu terus menangis. Setelah ia diam sejenak dan menghapus air matanya, ia menangis lagi.“Seharusnya aku melupaka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status