Share

Bab 65. Bujukan

Author: Mylilcosmos
last update publish date: 2026-08-21 20:01:40

Setelah meninggalkan sebungkus kudapan yang dibawa dari Halaman Begonia untuk Ningning, Yin Anzhu dan Taotao kembali ke Halaman Bambu Hijau.

Yin Anzhu sadar, ia tidak mungkin berkeliling sendiri dan bertanya pada tiap pelayan dari mana mereka mendengar rumor itu. Ini hanya akan membuat orang yang ada di balik ini curiga sehingga akan semakin sulit dilacak.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 83. Membuka Jalan Untuknya

    Yin Anzhu menemui Nyonya Su di hari selanjutnya. Dia melaporkan apa yang dilihatnya di Aula Ruyi kemarin.Ia berkata, “Pengrajin Zhao sudah bekerja sama dengan toko sejak lama. Baru beberapa bulan belakangan ini toko terus menunda pembayarannya.”Ketika dia menanyakan ini pada Penjaga Toko Jiu, wanita itu menjelaskan bahwa ada banyak pengrajin yang harus dibayar dan mereka belum mampu membayar semuanya dengan alasan barang-barang yang belum banyak terjual.Nyonya Su mengangkat kipasnya dan menggerakkannya perlahan. Ia menatap Yin Anzhu tenang dan berkata, “Bagaimana kau akan mengatasi hal ini?”Yin Anzhu menjawab setelah berpikir sejenak. “Ibu, aku perlu kembali untuk berbicara dengan para pengrajin lain, juga memeriksa hasil penjualan toko selama beberapa bulan terakhir. Dengan begini, aku mungkin bisa melihat apa yang salah.”Nyonya Su tidak berkata banyak. Ia bergumam sebagai tanda bahwa ia mengijinkan Yin Anzhu melakukan apapun yang diperlukan.Setelah Yin Anzhu pergi, Song Mama m

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 82. Tidak Marah?

    Sore itu, matahari masih cukup tinggi di langit barat. Cahayanya yang hangat menyinari separuh bagian kolam tua, sementara separuhnya lagi terhalang oleh pepohonan tinggi di sekitar sana.Yin Anzhu duduk di atas robohan ilalang. Ia menekuk lutut dan menyandarkan dagu di atasnya.Di tengah kesunyian, suara napasnya terdengar lebih jelas.Suara-suara pelayan yang berlalu lalang maupun berbincang nyaris tidak tertangkap oleh telinga.Sesekali, suara kecipak dari dalam air kolam yang kotor terdengar. Ia menurunkan sedikit lututnya, mencondongkan tubuh ke depan, dan mengamati permukaan air.Pergerakan barusan menimbulkan gelombang lingkaran kecil pada permukaan kolam. Setelah beberapa saat menunggu, mulut kecil ikan yang terlihat membuka dan menutup menyembul dari dalam air. Namun hanya beberapa saat, sebelum menghilang lagi ke dalam air.Yin Anzhu tersenyum dalam diam. Dadanya terasa lebih ringan.Langkah kaki mendekat dari belakang. Alas kaki yang berat menginjak rerumputan dan mematah

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 81. Kau Terlalu Ikut Campur!

    Yin Anzhu terbangun oleh suara-suara yang datang dari luar kamar.Suara pintu membuka, kemudian langkah kaki mendekat.Yin Anzhu membuka kelopak matanya yang terasa berat. Pada akhirnya, hanya mampu membuka salah satunya.Taotao tiba di depan sofa tidur. Jemarinya saling meremas, sementara kepalanya sesekali menoleh ke arah luar.Ia memberitahu. "Nyonya Muda, Nona Kedua ada di depan." "Bagaimana ini?” ujarnya cemas. “Nona Kedua pasti masih mempermasalahkan kejadian siang tadi.” Yin Anzhu membuka matanya yang sempat terpejam. Ia mengangguk, menyingkirkan kain tipis yang menutupi tubuhnya, lalu turun dari sofa."Aku akan menghadapinya," ujarnya sambil melambai. "Kau pergilah ke depan."Taotao linglung, tidak langsung pergi. Pandangannya mengikuti nyonya mudanya yang beranjak ke kamar kecil. Ia sungguh khawatir. Akhir-akhir ini, sang majikan tidak lagi menahan diri. Bagaimana jika mereka berdua berakhir ribut besar?Taotao masih berdiri terpaku di tempat, hingga ia mendengar lagi suar

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 80. Urusan Toko

    "Nyonya Muda, bukankah itu Nona Kedua?"Yin Anzhu yang baru saja turun dari kereta, segera menoleh ke arah yang dilihat Taotao. Di seberang Aula Ruyi, di depan sebuah toko wewangian, Shangguan Zhiyi sedang berdiri bersama sekelompok wanita muda. Kelihatannya mereka sedang berbincang. Akan tetapi, melihat ekspresi Shangguan Zhiyi yang dingin, sepertinya itu bukan percakapan yang menyenangkan. Yin Anzhu mengabaikannya dan hendak masuk ke dalam toko. Namun langkahnya mendadak terhenti. Ia menoleh lagi. Nona muda dari keluarga Wu juga ada dalam kelompok itu. Wanita yang masih membuat darahnya mendidih tiap kali diingat. Itulah Nona Ketujuh Wu. Tapi tidak hanya dia, Nona Kesembilan Wu juga ada di antara mereka.Alis Yin Anzhu berkerut tipis. Ia masih mengamati mereka beberapa saat, sebelum akhirnya menghela napas dan melangkah masuk ke Aula Ruyi.Penjaga toko segera menyambut. Di pagi hari, tampaknya Song Mama telah mengirim orang untuk memberitahu si penjaga toko, sehingga saat Yin Anz

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 79. Hadiah yang Kembali

    Shangguan Zhiyi terdiam. Ekspresinya menjadi lebih buruk.Seolah protes dengan saran ibunya barusan, ia membalas, "Mengapa repot-repot membujuknya? Ibu bicarakan saja langsung dengan Bibi Jiang. Lagipula, pertunangan belum diresmikan, hanya kesepakatan lisan. Tidak masalah jika tidak dilanjutkan lagi."Nyonya Su segera memalingkan wajah. Ia mengangkat kipas bundar di pangkuan dan mengipasi dirinya pelan. Pandangannya kini tertuju ke taman di depan."Ibu tidak mendengarkanku?" Shangguan Zhiyi meninggikan suaranya sedikit. Ia tahu ibunya sedang mengabaikannya.“Ibu!” panggilnya dengan nada merengek. Ia lantas mendengus kecil. “Aku tidak mau tahu. Aku tidak ingin bertemu Jiang Wenxiu lagi. Ibu yang mengatur perjodohan ini, Ibu juga yang harus mengakhirinya.”Di bawah pohon di taman depan, Yin Anzhu yang sejak tadi diam-diam menyimak percakapan mereka hanya bisa memutar mata. Ia mengusap-usap dagunya seperti seorang pria tua, sementara mata bulatnya sedikit disipitkan.Sifat Adik iparnya

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 78. Apa yang Dia Pikirkan?

    Halaman MagnoliaYang Mama, wanita paruh baya dengan tahi lalat besar di pipi berjalan masuk dari gerbang luar dengan dagu terangkat. Sikapnya jauh lebih angkuh dibanding sang majikan pemilik halaman.Melihatnya masuk, para pelayan yang sedang bertugas di pekarangan, sedikit menundukkan kepala. Tak satupun yang tidak menunjukkan sikap hormat di depannya. Meski begitu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang diomongkan di belakang orangnya.Tak lama kemudian, wanita yang sudah mulai beruban itu tiba di depan pintu kamar utama. Ia merapikan pakaian sekedarnya sebelum mencondongkan kepala ke depan.“Selir, saya kembali,” ujarnya pelan dengan suara penuh hormat.“Mama, masuklah.” Pintu didorong perlahan. Yang Mama masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.Di dalam ruangan, aroma dupa yang khas memenuhi udara. Jika seseorang baru pertama kali menghirupnya, ia mungkin tidak akan langsung terbiasa dengan wanginya. Namun, setelah lama menghirupnya, aroma itu justru akan terasa semakin menyen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status