LOGINRuang cuci terletak di bagian paling belakang kediaman.
Sebuah sumur berada di tengah halaman, dikelilingi area tempat para pelayan mencuci dan membilas pakaian. Dua bangunan sederhana mengapitnya di kiri dan kanan, menjadi tempat untuk mengeringkan, melipat, serta memperbaiki pakaian yang telah selesai dicuci.
Di belakang kedua ba
Di pagi hari, para pelayan terlihat sibuk bekerja di taman dan membersihkan di beberapa area rumah. Saat Yin Anzhu dan Taotao lewat, seorang pelayan baru saja menumpahkan ember berisi air yang dibawa dengan terburu-buru.Pelayan itu beberapa kali membungkuk meminta maaf. Yin Anzhu berkata tidak apa-apa, kemudian memutari genangan dan terus berjalan menyusuri koridor.Taotao menengok ke belakang sekali, lalu menatap nyonya mudanya di samping dengan pandangan bertanya.“Nyonya Muda, haruskah kita juga membeli tambahan kain dari luar untuk menjahit lebih banyak pakaian?” Beberapa saat lalu, mereka berpapasan dengan pelayan dari halaman Shangguan Ruoyi. Taotao melihat pakaian milik nona ketiga yang dibawa pelayan itu dan matanya langsung berbinar. Akan tetapi, melihat nyonya mudanya tampak tidak tertarik, ia bisa menebak apa yang akan dikatakan padanya.“Untuk apa? Kain dari gudang sebelumnya cukup untuk membuat tiga set model pakaian musim panas,” tolaknya seperti biasa.Taotao memper
Semua perkataan itu membuat Yin Anzhu tanpa sadar mencengkram roknya erat. Tatapannya mengeras. Ia menolak mengambil tongkat yang disodorkan Fang Mama.Penolakannya membuat Fang Mama akhirnya meletakkan tongkat pukul di depan kakinya, kemudian pergi ke bangku panjang di dekat sana dan berbaring tengkurap di atasnya.Meski bersiap seolah-olah akan dihukum, mulutnya masih melontarkan seruan nyaring ke belakang, membuat orang-orang sedikit tidak tahan dan mengernyitkan alis. “Nyonya Muda, pelayan ini telah berbuat salah!”“Pelayan ini seharusnya mengutamakan kebutuhan Nyonya Muda Sulung di atas anggota keluarga yang lain!”“Pelayan ini begitu ceroboh hingga tidak bisa langsung mengetahui maksud Nyonya Muda! Tolong hukum saya!”Ketika ia mengatakan kalimat-kalimat ini, ekspresi Yin Anzhu makin menggelap.Apa maksudnya?Dia ingin mengadu domba dia dengan anggota keluarga lain?Dia sedang mempertanyakan urusan lain dan pelayan tua ini membelokkan maksudnya!Yin Anzhu menatap tongkat tebal
Saat Yin Anzhu tiba di gudang, Taotao sedang dipegang oleh pelayan dari dapur. Rambutnya acak-acakan, pakaiannya kotor oleh tanah.Ia bertanya-tanya, apakah mereka berkelahi hingga berguling di pekarangan?Taotao masih menatap garang pelayan gudang yang dipegang oleh seorang pozi bertubuh gemuk.Ia menunjung dan berteriak. “Kau, pelayan gudang, beraninya bersikap tidak hormat pada Nyonya Muda kami!”Baru kali itu Yin Anzhu melihat Taotao bertingkah di luar kendali. Ia mengenal Taotao sebagai pribadi yang selalu menjaga sikap, bahkan dia yang kerap memperingatkannya untuk memperhatikan kepatutan.Jika dia sampai seperti ini, pastilah dia sudah tidak mampu lagi menahan diri.Ketika Taotao melihat Yin Anzhu di sana, matanya sedetik melebar, sebelum ia menundukkan kepalanya dengan penuh perasaan bersalah.“Nyonya Muda,” ucapnya.Yin Anzhu tiba di sampingnya. Ia menepuk-nepuk tanah dari pakaian Taotao, menyapu rambutnya yang mencuat. Barulah saat itu Taotao menyadari betapa berantakan dirin
Yin Anzhu menemui Nyonya Su di hari selanjutnya. Dia melaporkan apa yang dilihatnya di Aula Ruyi kemarin.Ia berkata, “Pengrajin Zhao sudah bekerja sama dengan toko sejak lama. Baru beberapa bulan belakangan ini toko terus menunda pembayarannya.”Ketika dia menanyakan ini pada Penjaga Toko Jiu, wanita itu menjelaskan bahwa ada banyak pengrajin yang harus dibayar dan mereka belum mampu membayar semuanya dengan alasan barang-barang yang belum banyak terjual.Nyonya Su mengangkat kipasnya dan menggerakkannya perlahan. Ia menatap Yin Anzhu tenang dan berkata, “Bagaimana kau akan mengatasi hal ini?”Yin Anzhu menjawab setelah berpikir sejenak. “Ibu, aku perlu kembali untuk berbicara dengan para pengrajin lain, juga memeriksa hasil penjualan toko selama beberapa bulan terakhir. Dengan begini, aku mungkin bisa melihat apa yang salah.”Nyonya Su tidak berkata banyak. Ia bergumam sebagai tanda bahwa ia mengijinkan Yin Anzhu melakukan apapun yang diperlukan.Setelah Yin Anzhu pergi, Song Mama me
Sore itu, matahari masih cukup tinggi di langit barat. Cahayanya yang hangat menyinari separuh bagian kolam tua, sementara separuhnya lagi terhalang oleh pepohonan tinggi di sekitar sana.Yin Anzhu duduk di atas robohan ilalang. Ia menekuk lutut dan menyandarkan dagu di atasnya.Di tengah kesunyian, suara napasnya terdengar lebih jelas.Suara-suara pelayan yang berlalu lalang maupun berbincang nyaris tidak tertangkap oleh telinga.Sesekali, suara kecipak dari dalam air kolam yang kotor terdengar. Ia menurunkan sedikit lututnya, mencondongkan tubuh ke depan, dan mengamati permukaan air.Pergerakan barusan menimbulkan gelombang lingkaran kecil pada permukaan kolam. Setelah beberapa saat menunggu, mulut kecil ikan yang terlihat membuka dan menutup menyembul dari dalam air. Namun hanya beberapa saat, sebelum menghilang lagi ke dalam air.Yin Anzhu tersenyum dalam diam. Dadanya terasa lebih ringan.Langkah kaki mendekat dari belakang. Alas kaki yang berat menginjak rerumputan dan mematah
Yin Anzhu terbangun oleh suara-suara yang datang dari luar kamar.Suara pintu membuka, kemudian langkah kaki mendekat.Yin Anzhu membuka kelopak matanya yang terasa berat. Pada akhirnya, hanya mampu membuka salah satunya.Taotao tiba di depan sofa tidur. Jemarinya saling meremas, sementara kepalanya sesekali menoleh ke arah luar.Ia memberitahu. "Nyonya Muda, Nona Kedua ada di depan." "Bagaimana ini?” ujarnya cemas. “Nona Kedua pasti masih mempermasalahkan kejadian siang tadi.” Yin Anzhu membuka matanya yang sempat terpejam. Ia mengangguk, menyingkirkan kain tipis yang menutupi tubuhnya, lalu turun dari sofa."Aku akan menghadapinya," ujarnya sambil melambai. "Kau pergilah ke depan."Taotao linglung, tidak langsung pergi. Pandangannya mengikuti nyonya mudanya yang beranjak ke kamar kecil. Ia sungguh khawatir. Akhir-akhir ini, sang majikan tidak lagi menahan diri. Bagaimana jika mereka berdua berakhir ribut besar?Taotao masih berdiri terpaku di tempat, hingga ia mendengar lagi suar







