Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 134. Mencari Celah

Share

134. Mencari Celah

Author: Henny Djayadi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-09 16:21:04

Viola yang duduk di kursi depan merogoh layar konsol tengah, mengganti pemutar lagu yang tadinya mengalunkan musik jazz instrumental pilihan Raymond menjadi musik Indie Pop yang lebih berenergi.

Raymond tidak menegur atau melarang tindakan putrinya itu. Pria dewasa itu hanya mengembuskan napas kasar tanpa kata, lalu kembali mengemudikan mobilnya dengan tenang, menyadari sepenuhnya bahwa selera musiknya dan generasi sang putri memang terpisah jarak yang cukup jauh.

Untuk memecah keheningan kabin
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
fix turunan sifat licik emaknya sih ini... hmmm
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
sebagai anak memang posisimu tidak tergantikan dihati Raymond..tapi sekarang hati Raymond sudah terbagi .tapi mungkin beda .karena viola adalah anak.sedang Jojo istri.suatu pilihan yg tentunya sulit..tapi harus dilakukan.terlalu lama jadi istri simpanan juga TDK baik
goodnovel comment avatar
vyjoo
wah bahaya ini, klu adeknya lahir, vio cemburu buta krn ada anak lain yg rebut perhatian papanyaaa.. udh si om ga usa suruh nginep :(
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Rahasia Om Raymond   257. Istri Simpanan

    Jovita mengangsurkan ponselnya ke hadapan Raymond. “Om, boleh beli ini?” tanya Jovita penuh harap.Raymond mengambil ponsel tersebut dan menatap layarnya sejenak. Matanya tertuju pada sebuah empire waist dress dengan potongan leher V neck yang anggun dari designer house ternama.Sepanjang mereka menikah, ini adalah gaun termahal yang pernah ingin dibeli oleh istrinya.Tanpa ragu sedikit pun, Raymond mengangguk. “Boleh. Beli saja.”Sampai sekarang Jovita masih sering minta izin jika ingin membeli sesuatu. Sangat berbeda dengan Felisa dulu, uang habis tak tahu apa yang dia beli.Jovita tersenyum mekar. “Model dan motifnya pas banget sama set perhiasan yang Om belikan terakhir kali!”Raymond menatap istrinya heran campur penasaran. “Memangnya mau dipakai ke mana, Hm?”“Mau ketemu Bunda,” jawab Jovita santai namun ada ketegasan di matanya. “Aku harus menunjukkan di depan Bunda kalau aku berkecukupan dan diurus dengan sangat baik sama suamiku.”Raymond terkekeh geli melihat kepolosan sekal

  • Istri Rahasia Om Raymond   256. Dua atau Tiga Hari Lagi

    Darah mengalir perlahan melewati selang bening yang terhubung ke mesin hemodialisis, berputar menyaring racun yang kini tak sanggup lagi dieliminasi oleh ginjal renta milik Roberto.Bunyi bip teratur dari monitor medis menjadi satu-satunya irama yang mengisi kesunyian di ruang perawatan tersebut.Di atas brankar, Roberto terbaring pasrah. Sebulir air mata perlahan menetes membasahi pipinya yang mulai keriput. Bukan rasa sakit menusuk dari jarum arteri yang membuatnya menangis, melainkan rentetan bayangan masa lalu yang hadir tanpa diundang, menghantam kesadarannya tanpa ampun.“Mas, aku ada tabungan, bisa kau pakai untuk modal proyek perumahan baru. Tidak masalah kalau lima tahun harus puasa, tapi setelah ini aku yakin kau bakal sukses.”Roberto teringat sosok istri pertamanya, perempuan setia yang rela hidup prihatin dan berkorban habis-habisan saat ia masih merintis karir dari nol. Namun, begitu kesuksesan berhasil diraih dan namanya melambung sebagai pengusaha kaya raya, dengan beg

  • Istri Rahasia Om Raymond   255. Keluar dari Rumah Sakit

    “Pertemuan ini baru akan dilaksanakan setelah kondisi Jojo benar-benar pulih dan dia diperbolehkan keluar dari rumah sakit oleh dokter. Saya harap Pak Damian dan Bu Elvi bisa memahami hal ini demi keselamatan Jojo dan bayi kembar kami.”Damian mengangguk mantap, lega luar biasa mendengarnya. “Tentu, Ray. Kami sangat memahami itu. Kesehatan Jojo dan bayinya adalah yang paling utama. Terima kasih banyak sudah menyampaikan hal ini. Tolong jaga Jojo baik-baik, kami akan menunggu kabar selanjutnya dari kamu.”“Baik, Pak Damian. Saya tutup dulu teleponnya,” pamit Raymond sebelum mengakhiri sambungan.Damian menurunkan ponselnya perlahan, lalu menatap Elvi yang memandangnya penuh cemas dan antusias.“Bagaimana, Pi?” tanya Elvi dengan suara bergetar, antara cemas dan penuh harap.Damian membawa Elvi ke dalam pelukan yang lebih erat, lalu mengecup penuh kasih pucuk kepala istrinya. “Raymond bilang, Jojo mau bertemu denganmu.”Mata Elvi seketika berkaca-kaca, air mata keharuan merebak di pelupu

  • Istri Rahasia Om Raymond   254. Syarat

    “Siapa yang mau dijodohkan?”Pintu ruang kerja mendadak terbuka. Terdengar suara lembut bertanya dari ambang pintu,Dengan wajah yang masih tampak pucat tapi dipaksakan tersenyum, Elvi memasuki ruang kerja Damian sembari membawa nampan berisi secangkir kopi hangat.Damian bergegas berdiri menghampiri istrinya, mengambil alih cangkir itu lalu menjawab dengan nada menggoda, “Anakmu ini lho... sudah ngebet nikah tapi belum punya pacar. Mungkin ada anak teman arisan Mama yang gadisnya sudah siap nikah?”“Nggak ada perjodohan ya, Pi!” potong Dylan cepat dengan nada tegas. “Aku mau fokus lanjut ambil gelar profesiku dulu.”Elvi tersenyum lembut menatap interaksi ayah dan anak itu. “Mama nggak mau ikut campur urusan itu... Tapi kalau sampai ikut campur, paling cuma bisa bantu doa biar Dylan dapat jodoh yang terbaik.”Dylan melangkah mendekati Elvi, memeluk bahu mamanya erat lalu mengecup kening wanita itu penuh kasih sayang. “Terima kasih ya, Ma.”Tapi, di dalam lubuk hatinya yang paling dal

  • Istri Rahasia Om Raymond   253. Perjodohan

    “Kau sudah siap bertemu dengan Bunda?” tanya Raymond memastikan kesungguhan niat istrinya.Jovita mengangguk pelan. “Aku hanya ingin fokus pada kehamilan ini, Om... Mungkin dengan bertemu Bunda sekali saja, bisa membuatku yakin bahwa aku tetap bahagia tanpa kehadiran dia.”Raymond tertegun mendengar jawab istrinya. Sungguh di luar dugaan, karena sebelumnya Raymond mengira keinginan Jovita bertemu dengan mamanya karena sudah memaafkan.Jovita mengalihkan pandangannya ke arah jendela kaca. Di luar, langit malam sudah sepenuhnya menggelap, hanya ditinggali bias lampu-lampu kota yang terpantul redup di kaca kamar perawatan.“Dulu... setiap aku sedih, setiap aku kelaparan, atau saat aku sakit, aku selalu berharap Bunda bakal datang menjemputku,” lanjut Jovita dengan suara yang kembali memberat. “Tapi bertahun-tahun... harapan itu cuma tinggal harapan.”Jovita menyeka air mata yang menetes tanpa memberi aba-aba. “Anggap saja cerita Dylan tadi seratus persen benar... tapi Bunda bukan anak ke

  • Istri Rahasia Om Raymond   252. Tak Mudah

    Dylan mengangguk pelan tanpa membantah sedikit pun."Semua itu melewati proses yang sangat panjang, Jo. Di depan publik, Papi dan Mama memang sengaja menampilkan citra pasangan yang harmonis. Tapi begitu sampai di rumah, hubungan mereka dingin luar biasa. Tugas Mama di rumah murni hanya mengurus aku... Mama bahkan sama sekali tidak punya kewajiban untuk melayani Papi sebagai seorang istri."Dahi Jovita berkerut tajam, tanpa sadar pertanyaan spontan meluncur begitu saja dari bibirnya, "Kalau begitu... kok bisa hamil?!"Dylan menghela napas panjang, rasanya ingin teriak tepat di telinga Jovita. Saat ini Jovita juga sedang hamil, tentu lebih tahu bagaimana proses kehidupan baru itu tercipta. Mengapa harus tanya pada Dylan yang statusnya jomblo kesepian?"Mereka baru benar-benar saling jatuh cinta dan membuka hati mungkin baru satu tahun terakhir ini.” Tatap mata Dylan menyiratkan penyesalan mendalam. “Mereka bahkan baru menjalani bulan madu setelah bertahun-tahun menikah... Dan kalau kam

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status