Compartir

321. Menghindar

last update Fecha de publicación: 2026-10-20 15:47:04

Bi Lastri terkesiap, nyaris menjatuhkan sendok di tangannya. “Non Vio! Kenapa ngomong begitu? Apa ada masalah sama Tuan, atau sama Jojo?”

Viola menggeleng pelan, air matanya kembali mendesak ingin keluar namun ia tahan sekuat tenaga.

“Nggak ada masalah, Bi. Aku… hanya tidak ingin ganggu kebahagiaan Papa.”

“Non Vio jangan berpikir seperti itu, Non Vio adalah salah satu sumber kebahagiaan Tuan.”

Viola tahu itu, papanya telah banyak berkorban untuk kebahagiaanya, terutama korban perasaan menutupi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
mau kemana Vio...belum berdamai juga??
goodnovel comment avatar
vyjoo
setidaknya udh pamitan ga cuma ke papanya tapi ke jojo juga ya..
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Istri Rahasia Om Raymond   323. Sedih Juga

    Viola duduk termenung di depan meja belajar kamarnya. Layar laptop yang menyala menampilkan deretan informasi detail mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dari kampus-kampus yang tertera di brosur tadi siang. Berbagai kertas informasi berjejer rapi di sekeliling laptopnya.Ketukan pelan di pintu kamarnya memecah keheningan."Masuk," sahut Viola tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. Dia menduga itu Bi Lastri yang datang membawa minuman dan camilan.Pintu terbuka, ternyata sosok Raymond muncul dari balik pintu. Pria itu tersenyum hangat, namun mengernyitkan kening saat mendapati putrinya sedang berkutat di depan laptop dengan lembaran brosur yang berserakan di atas meja."Belum tidur?" tanya Raymond lembut sembari mendekat. "Sedang sibuk apa malam-malam begini?"Raymond mengambil salah satu lembar kertas tebal yang berserakan di atas meja. Matanya membelalak kaget saat membaca deretan nama universitas ternama dan peta kampus di benua Eropa serta Australia."Vio... ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   322. Tekad Viola

    SUV yang dikendarai Raymond perlahan memasuki pelataran luas kediaman keluarga Hadiningrat.Dari balik jendela kaca ruang depan, Damian dan Dylan berdiri berdampingan. Kedua pria berbeda generasi itu saling lempar pandang dengan makna tersendiri saat mengenali kendaraan yang baru saja berhenti di depan halaman utama.Kelegaan seketika terpancar dari raut wajah Damian dan Dylan saat pintu mobil terbuka dan hanya menampilkan sosok Raymond yang dengan sigap membukakan pintu untuk Jovita. Tidak ada Viola bersama mereka.“Sadar diri juga, anak manja itu,” ucap Dylan penuh kelegaan lalu meninggalkan Damian menuju ke tempat adiknya berada.Bagi Dylan, ketiadaan Viola adalah sebuah kebebasan. Pria muda itu sangat enggan jika harus bersandiwara memasang topeng keramahan di hadapan Viola.Sementara bagi Damian, situasi ini jauh lebih krusial. Damian yang dalam perjalanan hidupnya sudah mengalami dua kali pernikahan akibat perjodohan, paham betul bagaimana dinamika perasaan pria bekerja.Damian

  • Istri Rahasia Om Raymond   321. Menghindar

    Bi Lastri terkesiap, nyaris menjatuhkan sendok di tangannya. “Non Vio! Kenapa ngomong begitu? Apa ada masalah sama Tuan, atau sama Jojo?”Viola menggeleng pelan, air matanya kembali mendesak ingin keluar namun ia tahan sekuat tenaga.“Nggak ada masalah, Bi. Aku… hanya tidak ingin ganggu kebahagiaan Papa.”“Non Vio jangan berpikir seperti itu, Non Vio adalah salah satu sumber kebahagiaan Tuan.”Viola tahu itu, papanya telah banyak berkorban untuk kebahagiaanya, terutama korban perasaan menutupi aib mamanya.“Selama aku masih di sini, Papa harus terus membagi waktu dan perhatiannya antara aku dan Jojo... Papa pasti capek banget harus terus berada di tengah-tengah, jadi seperti punya dua istri.”Bi Lastri mengernyitkan kening, mencoba menenangkan. “Tapi Non, sekarang kan Non sama Tuan tinggal serumah, harusnya nggak ada masalah... toh dulu Jojo dulu juga sering nginep di sini.”“Dulu Jojo kalau nginep tidurnya sama aku, sekarang sama papa.”Bi Lastri menahan senyum melihat wajah masam Vi

  • Istri Rahasia Om Raymond   320. Mau Pergi

    Di salah satu butik perlengkapan bayi ternama, tampak pasangan suami istri dengan bahagia melangkah berdampingan.Raymond berjalan santai dengan satu tangan menggandeng erat jemari Jovita, sementara tangan lainnya mendorong trolley belanjaan yang mulai terisi. Jovita, yang mengenakan baju hamil berpotongan simpel berwarna pastel, tampak begitu manja mengapit lengan suaminya.“Om, lihat deh! Lucu banget sepatu mungil ini...” Jovita sangat antusias mengambil sepasang sepatu bayi berukuran sangat kecil berwarna krem, lalu menempelkannya di telapak tangan Raymond.Raymond tertawa kecil, menatap sepatu mungil di tangannya lalu beralih menatap wajah cantik istrinya yang berbinar. Pria dewasa itu mengusap lembut pipi Jovita dengan ibu jarinya.“Iya… ini lucu, tapi ini untuk bayi perempuan, Sayang. Yang buat Baby Davi... Kamu sudah dapat kadonya belum?”“Sudah Om! Tadi baju setelan sama baby bouncer-nya kan sudah dipilihin,” sahut Jovita yang dari tadi bergelayut manja, menyandarkan kepalanya

  • Istri Rahasia Om Raymond   319. Sadar Setelah Karma

    “Kau boleh tidak percaya dengan ucapanku. Kalau kau ingin bukti dan saksi, atau bahkan ingin melihat sendiri secara langsung bagaimana mamamu bekerja... aku bisa menunjukkannya padamu detik.”Viola menggeleng cepat dengan bibir gemetar. Bayangan suara genit mamanya di telepon beberapa hari lalu seketika berputar hebat di kepalanya. Tidak, melihatnya secara langsung hanya akan membuat hatinya yang sudah retak ini semakin hancur.Damian melipat kedua tangannya di depan dada, melanjutkan dengan nada dingin, tapi kali ini sedikit melembut“Maaf jika aku harus berbicara sekeras ini di depanmu. Seperti halnya diamnya papamu selama ini demi menjaga perasaanmu, bicaraku kali ini juga dilakukan demi menjaga keluargaku.”Pria itu jeda sejenak, memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar dari bibirnya.“Dan sebagai gadis yang sudah dewasa, aku rasa kau tahu betul apa yang harus kau lakukan setelah mendengar semua ini.”Viola mengangguk samar sambil menyeka air mata yang berderaian.“Diam m

  • Istri Rahasia Om Raymond   318. Penolakan Brutal

    “Sore, Om...” sapa Viola lirih. Dengan santun, ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, menunjukkan rasa hormat layaknya anak muda kepada orang yang lebih tua.Tapi, jemari yang mengantung di udara itu tak pernah disambut.Mata Damian hanya meliriknya dingin. Tatapan yang menguliti, menusuk, lalu menyisakan rasa ngilu yang asing di dada Viola. Jemari gadis itu membeku, tak kunjung mendapat balasan selain sebaris kata pendek yang terlempar.“Duduk.”Suara Damian terdengar begitu dingin dan tak bersahabat, sangat jauh dari bayangan hangat yang sempat dinantikan Viola. Antusiasme yang semula membuncah di dada gadis itu seketika runtuh, berganti menjadi keraguan dan rasa takut yang menjalar pelan.Viola menarik pelan tangannya kembali. Meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan untuk menyembunyikan getaran yang kian meliar. Ia mengambil napas pendek, lalu duduk berhadapan dengan pria paruh baya yang memancarkan aura dominasi mutlak itu.“Ada... ada perlu apa Om ingin bicara dengan saya?

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status