Share

320. Mau Pergi

Penulis: Henny Djayadi
last update Tanggal publikasi: 2026-10-20 11:08:16

Di salah satu butik perlengkapan bayi ternama, tampak pasangan suami istri dengan bahagia melangkah berdampingan.

Raymond berjalan santai dengan satu tangan menggandeng erat jemari Jovita, sementara tangan lainnya mendorong trolley belanjaan yang mulai terisi. Jovita, yang mengenakan baju hamil berpotongan simpel berwarna pastel, tampak begitu manja mengapit lengan suaminya.

“Om, lihat deh! Lucu banget sepatu mungil ini...” Jovita sangat antusias mengambil sepasang sepatu bayi berukuran sangat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
mau pergi kemana Vio...itu tidak membuat masalah menjadi lebih aman..baikan dengan Jojo dan Ayahmu.berdamai dgn diri sendiri.itu yg paling pas saat ini
goodnovel comment avatar
vyjoo
gemesnyaaaa pasangan cutekuu..nanti adain lagi bab mereka belanja yg bener2 buat si kembar ya kaa authorr..mau lihat daddy capek nurutin kemauan mommy hahha... Vio jangan pergi dongggg nak..baikan aja yuk pelan2 sm sahabatmu (jovita)
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Om Raymond   321. Menghindar

    Bi Lastri terkesiap, nyaris menjatuhkan sendok di tangannya. “Non Vio! Kenapa ngomong begitu? Apa ada masalah sama Tuan, atau sama Jojo?”Viola menggeleng pelan, air matanya kembali mendesak ingin keluar namun ia tahan sekuat tenaga.“Nggak ada masalah, Bi. Aku… hanya tidak ingin ganggu kebahagiaan Papa.”“Non Vio jangan berpikir seperti itu, Non Vio adalah salah satu sumber kebahagiaan Tuan.”Viola tahu itu, papanya telah banyak berkorban untuk kebahagiaanya, terutama korban perasaan menutupi aib mamanya.“Selama aku masih di sini, Papa harus terus membagi waktu dan perhatiannya antara aku dan Jojo... Papa pasti capek banget harus terus berada di tengah-tengah, jadi seperti punya dua istri.”Bi Lastri mengernyitkan kening, mencoba menenangkan. “Tapi Non, sekarang kan Non sama Tuan tinggal serumah, harusnya nggak ada masalah... toh dulu Jojo dulu juga sering nginep di sini.”“Dulu Jojo kalau nginep tidurnya sama aku, sekarang sama papa.”Bi Lastri menahan senyum melihat wajah masam Vi

  • Istri Rahasia Om Raymond   320. Mau Pergi

    Di salah satu butik perlengkapan bayi ternama, tampak pasangan suami istri dengan bahagia melangkah berdampingan.Raymond berjalan santai dengan satu tangan menggandeng erat jemari Jovita, sementara tangan lainnya mendorong trolley belanjaan yang mulai terisi. Jovita, yang mengenakan baju hamil berpotongan simpel berwarna pastel, tampak begitu manja mengapit lengan suaminya.“Om, lihat deh! Lucu banget sepatu mungil ini...” Jovita sangat antusias mengambil sepasang sepatu bayi berukuran sangat kecil berwarna krem, lalu menempelkannya di telapak tangan Raymond.Raymond tertawa kecil, menatap sepatu mungil di tangannya lalu beralih menatap wajah cantik istrinya yang berbinar. Pria dewasa itu mengusap lembut pipi Jovita dengan ibu jarinya.“Iya… ini lucu, tapi ini untuk bayi perempuan, Sayang. Yang buat Baby Davi... Kamu sudah dapat kadonya belum?”“Sudah Om! Tadi baju setelan sama baby bouncer-nya kan sudah dipilihin,” sahut Jovita yang dari tadi bergelayut manja, menyandarkan kepalanya

  • Istri Rahasia Om Raymond   319. Sadar Setelah Karma

    “Kau boleh tidak percaya dengan ucapanku. Kalau kau ingin bukti dan saksi, atau bahkan ingin melihat sendiri secara langsung bagaimana mamamu bekerja... aku bisa menunjukkannya padamu detik.”Viola menggeleng cepat dengan bibir gemetar. Bayangan suara genit mamanya di telepon beberapa hari lalu seketika berputar hebat di kepalanya. Tidak, melihatnya secara langsung hanya akan membuat hatinya yang sudah retak ini semakin hancur.Damian melipat kedua tangannya di depan dada, melanjutkan dengan nada dingin, tapi kali ini sedikit melembut“Maaf jika aku harus berbicara sekeras ini di depanmu. Seperti halnya diamnya papamu selama ini demi menjaga perasaanmu, bicaraku kali ini juga dilakukan demi menjaga keluargaku.”Pria itu jeda sejenak, memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar dari bibirnya.“Dan sebagai gadis yang sudah dewasa, aku rasa kau tahu betul apa yang harus kau lakukan setelah mendengar semua ini.”Viola mengangguk samar sambil menyeka air mata yang berderaian.“Diam m

  • Istri Rahasia Om Raymond   318. Penolakan Brutal

    “Sore, Om...” sapa Viola lirih. Dengan santun, ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, menunjukkan rasa hormat layaknya anak muda kepada orang yang lebih tua.Tapi, jemari yang mengantung di udara itu tak pernah disambut.Mata Damian hanya meliriknya dingin. Tatapan yang menguliti, menusuk, lalu menyisakan rasa ngilu yang asing di dada Viola. Jemari gadis itu membeku, tak kunjung mendapat balasan selain sebaris kata pendek yang terlempar.“Duduk.”Suara Damian terdengar begitu dingin dan tak bersahabat, sangat jauh dari bayangan hangat yang sempat dinantikan Viola. Antusiasme yang semula membuncah di dada gadis itu seketika runtuh, berganti menjadi keraguan dan rasa takut yang menjalar pelan.Viola menarik pelan tangannya kembali. Meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan untuk menyembunyikan getaran yang kian meliar. Ia mengambil napas pendek, lalu duduk berhadapan dengan pria paruh baya yang memancarkan aura dominasi mutlak itu.“Ada... ada perlu apa Om ingin bicara dengan saya?

  • Istri Rahasia Om Raymond   317. Bapak-bapak Random

    “Sepertinya Raymond sudah tidak sabar pengen gendong bayi lagi,” ucap Jessica seraya tersenyum menggoda, matanya mengarah keluar jendela.Ibu dua anak itu tampak sibuk mengaduk minuman dingin menyegarkan di dalam teko kaca.Sepulang kerja, Raymond mengajak Jovita untuk bermain sebentar ke rumah Jimmy. Sekadar untuk mengakrabkan sang istri dengan orang-orang terdekatnya, agar tidak merasa terlalu asing saat berkumpul.Dari balik jendela dapur, Jovita dan Jessica menatap sosok Raymond yang berada di taman. Pria gagah itu tampak begitu telaten dan lembut saat menggendong Jasmine, putri Jessica dan Jimmy yang usianya bahkan belum genap satu tahun.Melihat betapa sigap dan hangatnya jemari Raymond menopang tubuh mungil itu, Jovita seketika hanyut dalam bayangan indah. Ia bisa membayangkan betapa manis dan penyayangnya perlakuan Raymond terhadap anak kembar mereka saat lahir nanti.Jessica melanjutkan pembicaraannya sembari menaruh potongan buah ke dalam teko, “Dari dulu Raymond memang suka

  • Istri Rahasia Om Raymond   316. Laki-laki, Perempuan, atau Sepasang

    “Sudah lama Vio mencintai Dylan, Bun. Mungkin kalau mereka semakin sering bertemu, lama-lama hati Dylan juga akan luluh.”Jovita menggenggam ponselnya lebih erat, merendahkan suara terdengar memohon.“Vio itu sebenarnya baik, Bun. Dia sering bantu aku, mungkin sekarang masih kaget aja dengan pernikahanku sama papanya.”Di seberang telepon, keheningan mendadak melingkupi sambungan tersebut. Hanya terdengar suara helaan napas Elvi.“Hmm...” Suara gumaman itu menggantung cukup lama.Elvi di ujung sana tampak sedang berpikir keras, memilah dan memilih kata yang tepat agar tidak salah memutuskan atau memberi harapan palsu.“Ya sudah, nggak apa-apa.” Akhirnya Elvi menyahut pelan mengiyakan ajakan itu.Senyum manis terkembang di wajah Jovita.“Terima kasih banyak ya, Bunda,” ucapnya tulus sebelum akhirnya mengakhiri obrolan tersebut.Usai menutup telepon, Jovita menarik napas dalam-dalam menikmati angin malam di taman belakang.Jauh di dalam lubuk hatinya, Jovita selalu merasa bersalah, seola

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status