Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 319. Sadar Setelah Karma

Share

319. Sadar Setelah Karma

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-10-19 22:58:53

“Kau boleh tidak percaya dengan ucapanku. Kalau kau ingin bukti dan saksi, atau bahkan ingin melihat sendiri secara langsung bagaimana mamamu bekerja... aku bisa menunjukkannya padamu detik.”

Viola menggeleng cepat dengan bibir gemetar. Bayangan suara genit mamanya di telepon beberapa hari lalu seketika berputar hebat di kepalanya. Tidak, melihatnya secara langsung hanya akan membuat hatinya yang sudah retak ini semakin hancur.

Damian melipat kedua tangannya di depan dada, melanjutkan dengan na
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
kalau kata kata keras Damian belum juga menyadarkanmu.itu terlalu..sadar dan berdamai dengan dirimu siapa ibu kandungmu..itu yg akan menyelamatkan hidupmu.lupakan Dylan .yakin jodoh yg baik pasti akan datang.
goodnovel comment avatar
vyjoo
sayang papa raymond
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   319. Sadar Setelah Karma

    “Kau boleh tidak percaya dengan ucapanku. Kalau kau ingin bukti dan saksi, atau bahkan ingin melihat sendiri secara langsung bagaimana mamamu bekerja... aku bisa menunjukkannya padamu detik.”Viola menggeleng cepat dengan bibir gemetar. Bayangan suara genit mamanya di telepon beberapa hari lalu seketika berputar hebat di kepalanya. Tidak, melihatnya secara langsung hanya akan membuat hatinya yang sudah retak ini semakin hancur.Damian melipat kedua tangannya di depan dada, melanjutkan dengan nada dingin, tapi kali ini sedikit melembut“Maaf jika aku harus berbicara sekeras ini di depanmu. Seperti halnya diamnya papamu selama ini demi menjaga perasaanmu, bicaraku kali ini juga dilakukan demi menjaga keluargaku.”Pria itu jeda sejenak, memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar dari bibirnya.“Dan sebagai gadis yang sudah dewasa, aku rasa kau tahu betul apa yang harus kau lakukan setelah mendengar semua ini.”Viola mengangguk samar sambil menyeka air mata yang berderaian.“Diam m

  • Istri Rahasia Om Raymond   318. Penolakan Brutal

    “Sore, Om...” sapa Viola lirih. Dengan santun, ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, menunjukkan rasa hormat layaknya anak muda kepada orang yang lebih tua.Tapi, jemari yang mengantung di udara itu tak pernah disambut.Mata Damian hanya meliriknya dingin. Tatapan yang menguliti, menusuk, lalu menyisakan rasa ngilu yang asing di dada Viola. Jemari gadis itu membeku, tak kunjung mendapat balasan selain sebaris kata pendek yang terlempar.“Duduk.”Suara Damian terdengar begitu dingin dan tak bersahabat, sangat jauh dari bayangan hangat yang sempat dinantikan Viola. Antusiasme yang semula membuncah di dada gadis itu seketika runtuh, berganti menjadi keraguan dan rasa takut yang menjalar pelan.Viola menarik pelan tangannya kembali. Meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan untuk menyembunyikan getaran yang kian meliar. Ia mengambil napas pendek, lalu duduk berhadapan dengan pria paruh baya yang memancarkan aura dominasi mutlak itu.“Ada... ada perlu apa Om ingin bicara dengan saya?

  • Istri Rahasia Om Raymond   317. Bapak-bapak Random

    “Sepertinya Raymond sudah tidak sabar pengen gendong bayi lagi,” ucap Jessica seraya tersenyum menggoda, matanya mengarah keluar jendela.Ibu dua anak itu tampak sibuk mengaduk minuman dingin menyegarkan di dalam teko kaca.Sepulang kerja, Raymond mengajak Jovita untuk bermain sebentar ke rumah Jimmy. Sekadar untuk mengakrabkan sang istri dengan orang-orang terdekatnya, agar tidak merasa terlalu asing saat berkumpul.Dari balik jendela dapur, Jovita dan Jessica menatap sosok Raymond yang berada di taman. Pria gagah itu tampak begitu telaten dan lembut saat menggendong Jasmine, putri Jessica dan Jimmy yang usianya bahkan belum genap satu tahun.Melihat betapa sigap dan hangatnya jemari Raymond menopang tubuh mungil itu, Jovita seketika hanyut dalam bayangan indah. Ia bisa membayangkan betapa manis dan penyayangnya perlakuan Raymond terhadap anak kembar mereka saat lahir nanti.Jessica melanjutkan pembicaraannya sembari menaruh potongan buah ke dalam teko, “Dari dulu Raymond memang suka

  • Istri Rahasia Om Raymond   316. Laki-laki, Perempuan, atau Sepasang

    “Sudah lama Vio mencintai Dylan, Bun. Mungkin kalau mereka semakin sering bertemu, lama-lama hati Dylan juga akan luluh.”Jovita menggenggam ponselnya lebih erat, merendahkan suara terdengar memohon.“Vio itu sebenarnya baik, Bun. Dia sering bantu aku, mungkin sekarang masih kaget aja dengan pernikahanku sama papanya.”Di seberang telepon, keheningan mendadak melingkupi sambungan tersebut. Hanya terdengar suara helaan napas Elvi.“Hmm...” Suara gumaman itu menggantung cukup lama.Elvi di ujung sana tampak sedang berpikir keras, memilah dan memilih kata yang tepat agar tidak salah memutuskan atau memberi harapan palsu.“Ya sudah, nggak apa-apa.” Akhirnya Elvi menyahut pelan mengiyakan ajakan itu.Senyum manis terkembang di wajah Jovita.“Terima kasih banyak ya, Bunda,” ucapnya tulus sebelum akhirnya mengakhiri obrolan tersebut.Usai menutup telepon, Jovita menarik napas dalam-dalam menikmati angin malam di taman belakang.Jauh di dalam lubuk hatinya, Jovita selalu merasa bersalah, seola

  • Istri Rahasia Om Raymond   315. Sahabat yang Jadi Ibu Tiri

    “Istri Mas, ya? Ganggu aja...” Suara Felisa terdengar samar, tapi sangat genit dari seberang telepon.“Bukan. Teman kamu mungkin, suaranya lembut, sepertinya cantik. Kenalin, nanti aku kasih fee kamu,” jawab pria itu santai.“Nama kontaknya siapa?”“Vio.”Tiba-tiba panggilan dimatikan secara sepihak.Tut... tut... tut...Tangan Viola bergetar hebat. Jemarinya kaku mencengkeram ponsel dingin itu. Dengung riuh pengunjung kafe, denting cangkir, dan aroma seduhan kopi espresso yang tadi menenangkan, mendadak menguap berganti kehampaan.Tenggorokan Viola terasa tercekat, seolah ia baru saja dihantam oleh fakta yang sangat menyakitkan.Selama ini, Viola selalu menganggap semua keburukan mamanya hanyalah narasi karangan dari papanya untuk mencari pembenaran atas keputusan cerai yang dia ambil, atau bisikan orang yang iri akan kecantikan mamanya.Tapi kali ini, meski Viola tidak melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri, potongan percakapan singkat dan nada suara genit itu sudah cuku

  • Istri Rahasia Om Raymond   314. Di Antara Anak dan Istri Baru

    “Kamu di mana? Papa jemput sekarang!” ucap Raymond dengan suara tegas dan penuh penekanan, tak ingin memberi ruang untuk dibantah. Di ujung telepon, terdengar Viola mendengkus pelan. “Aku bukan anak kecil lagi, Pa! Aku berhak menentukan hidupku sendiri!” “Kalau kau mau hidup mandiri, Papa akan sangat mendukungmu!” sahut Raymond cepat, suaranya tajam menembus sambungan telepon. “Tapi kalau kau ingin hidup bersama mamamu... Papa tidak akan pernah mengizinkanmu!” “Kenapa?” bantah Viola emosional, suaranya terdengar mulai serak menahan tangis. “Apa salahnya kalau aku mau hidup sama mama kandungku sendiri?” Raymond mengepalkan tangannya rapat-rapat merasa terpojok, lidahnya seketika gatal ingin mengungkap segala aib mantan istrinya. Tapi akal sehatnya menahannya agar tidak menyakiti putrinya, dan membuat hubungan mereka semakin menjauh. “Kehidupan seperti apa yang kau

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status