共有

Bab 5

作者: Nabila Gemoy
last update 公開日: 2026-02-12 20:21:42

Hari itu, Aruna menemui Andri di rumahnya. Dia sangat merindukan Andri. Sudah beberapa hari sejak ada Mawar mereka tak bertemu.

"Aku kangen kamu!" Sikap manja Aruna mulai terlihat saat bersama Andri.

"Aku juga." Andri memeluk Aruna.

Seperti biasa mereka memadu kasih. Namun, Aruna tak menyadari kalau sedari tadi dia dibuntuti oleh Mahesa.

"Tok tok tok!"

Andri keluar dari kamar, dia melihat dari jendela. Dia terkejut melihat Mahesa ada di depan rumahnya. Namun, dia berusaha tenang. Dia meminta Aruna untuk segera memakai bajunya.

"Selamat siang, cari siapa, Mas!" Andri membuka pintu.

"Mas Andri, dia itu Mas Mahesa suaminya Aruna. Dia pasti kesini cari Aruna." Seorang wanita keluar dari dapur bersama Aruna.

"Mas, ngapain ke sini? Dari mana Mas tahu rumah Anita?"

Mahesa tampak bingung harus jawab apa. Dia tidak mungkin jujur tengah membuntuti Aruna.

"Maaf aku melihat mobilmu di depan tadi."

"Kantor kamu kan jauh dari sini, Mas? Ngapain lewat sini?"

Mahesa makin bingung, "Aku habis ketemu klien di dekat sini."

Aruna lalu pamit pada Andri dan Anita, dia merasa tak enak karena kedatangan Mahesa. Sampai di rumah, Aruna marah pada Mahesa.

"Kamu membuntuti aku ya, Mas!"

"Tidak untuk apa."

"Kamu yakin? Bagaimana kamu tahu aku ada disana? Padahal aku tak pernah bercerita alamat Anita."

"Sudahlah gak penting."

"Lain kali jangan berbohong, Mas. Untuk Anita dan adiknya tidak marah."

Aruna bersyukur karena Andri satu langkah lebih maju saat melihat Mahesa datang. Padahal Aruna sempat panik saat tahu Mahesa datang ke rumah Andri.

***

Sejak saat itu, Mahesa berusaha untuk tidak lagi menaruh curiga pada Aruna. Dia meyakinkan dirinya jika Aruna wanita yang setia.

"Sayang, maafkan aku! Aku belum bisa menjadi suami yang sempurna untukmu!"

"Tidak perlu menjadi yang sempurna, Mas." Aruna melihat ke arah Mahesa." Cukup jalankan kewajibanmu saja sebagai seorang suami."

Mahesa mendekati Aruna, dia tampak serius sekali. Aruna ingin tahu apa yang akan Mahesa katakan. Akankah dia jujur saat ini?

"Aku sangat mencintaimu, tapi aku belum bisa memenuhi kewajiban aku sebagai suami." Mahesa menundukkan kepala. "Ada hal yang belum bisa aku katakan padamu. Dan jujur ini sangat berat bagiku! Aku juga tidak mau seperti ini."

Dalam hati, Aruna mengomel sendiri. "Terlambat, Mas! Aku sudah mencintai pria lain!"

"Kalau belum siap, ya sudah!" Aruna menjauh dari Mahesa.

Aruna tidak seperti dulu lagi yang merengek pada Mahesa. Dia berusaha menjadi wanita yang kuat dan tegas.

"Jika dalam waktu satu bulan kamu belum bisa menjelaskan dan jujur, lebih baik kita sudahi, Mas!"

"Tidak ... Jangan Aruna! Aku butuh kamu!"

"Pikirkan baik-baik!"

Aruna berdiri meninggalkan Mahesa seorang diri. Mahesa hanya bisa menangis, dia berada dalam situasi yang sulit.

Setiap hari, Mahesa memikirkan ucapan Aruna. Belum siapa jujur, tapi rumah tangganya sedang di pertaruhkan. Sementara itu, diam-diam Aruna sudah menyiapkan surat cerai.

Keluarga Mahesa belum tahu semua. Mahesa tidak berani memberi tahu mereka. Dia tak ingin disalahkan.

"Kamu yakin akan bercerai dari Mahesa." Andri meyakinkan Aruna.

"Benar, aku ingin kita bersama. Untuk apa aku bersama pria yang tak bisa menyentuhku."

Mahesa senang dia akan bisa memiliki Aruna seutuhnya. Walaupun pada awalnya tidak ini yang dia mau. Namun, dia juga tak sanggup melihat Aruna terus bersedih.

Satu bulan berlalu, Aruna menanyakan keputusan Mahesa lagi.

"Mau jujur atau berpisah?"

"Aku tidak bisa, aku tidak ingin menyakiti kamu, Aruna."

"Bukankah selama ini kamu sudah menyakitiku? Terserah kamu saja! Yang pasti akan sudah mantap bercerai."

Di luar rumah terdengar suara mobil. Pintu yang terbuka lebar terlihat jelas, Hana datang dengan begitu gagahnya.

"Mahesa, jujur atau tidak Aruna pasti akan meninggalkan kamu. Karena selama ini Aruna sudah mencintai orang lain."

Aruna terkejut dengan ucapan Hana. Bagaimana Hana tahu? Apa Hana memata-matai Aruna?

"Ini masalah rumah tangga kami, Mbak! Jangan ikut campur!" Aruna merasa geram karena ada orang lain yang tiba-tiba memojokkannya.

Mahesa menatap ke arah Aruna, "apa benar yang dia katakan? Jawab Aruna!" bertanya setengah membentak.

Hana membuka ponselnya, dia menunjukkan foto mesra Aruna dengan Andri. Aruna tidak menyangka Hana membuntutinya.

"Dia sudah ketahuan selingkuh! Apa yang kamu pertahankan dari dia? Lebih baik kamu kembali."

Mahesa melihat ke arah Aruna, antara percaya atau tidak dengan bukti yang Hana perlihatkan tadi. Sepertinya, Mahesa masih ragu.

"Jangan fitnah istriku! Aku tidak mau bercerai dari dia!"

Mahesa kembali menyerang Hana, bukannya takut Hana malah tertawa.

"Mau aku bongkar semua? Kenapa kamu tak pernah bisa menyentuhnya?"

"Jangan! Jangan ikut campur!"

Aruna geram melihat perdebatan mereka. Namun, dia merasa lega Mahesa tidak mempercayai Hana.

"Aruna, kamu menikah dua tahun dengan Mahesa. Tapi kamu tidak tahu bagaimana dia yang sebenarnya, kan?"

"Apa maksudmu?"

Aruna ingin mengetahui kebenarannya saat itu juga. Dia yakin Hana tahu semua. Tahu semua rahasia yang Mahesa sembunyikan selama ini.

"Ayolah Mahesa! Katakan pada istri kesayangan kamu ini!" tekan Hana. "Atau kamu mau aku yang membongkar?"

"Jangan... Biarkan aku saja!"

"Katakan!" bentak Hana.

"Sebenarnya aku ..." Mahesa terdiam.

Hana tampak geram, "Kami punya hubungan." Hana menyahut ucapan Mahesa.

Aruna masih belum mengerti maksud Leon. Dia kembali bertanya, "Hubungan apa teman kerja?"

"Bukan, hubungan sepasang kekasih."

Seketika mata Aruna membulat penuh. Hal yang sungguh tak terduga baru saja dia dengar. Dua tahun dia hidup dalam kebohongan.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 6

    Aruna, kamu tidak tahu kalau Mahesa sudah menikah denganku? Dan kamu! Kamu orang ketiga dalam hubungan kami!" Hana menuding Aruna."Mas ... Apa benar yang dia katakan? Kenapa kamu sejahat itu, Mas?""Aruna, maafkan aku! Aku menikahi kamu karena paksaan papa. Papa punya hutang budi pada keluarga kamu."Aruna tak habis pikir selama ini justru dia yang menjadi orang ketiga.Pertengkaran mereka sampai ke telinga Bobi, pria itu tidak ingin Aruna meninggalkan Mahesa. Dia mencari cara agar Aruna tetap bersama Mahesa."Mahesa, papa tidak mau kalian bercerai! Cepat lakukan kewajiban kamu sebagai seorang suami! Jika perlu, buat Aruna hamil secepatnya!"Mahesa merasa tertekan disatu sisi dia tidak sanggup menyentuh Aruna karena dia masih mencintai Hana. Tetapi, orang tuanya menekan agar tetap bersama Aruna. Mahesa dilema karena mencintai dua wanita sekaligus .Malam itu, Aruna duduk seorang diri di balkon. Dia menatap langit yang tampak mendung."Sayang, aku harap kamu pikirkan kembali. Jangan s

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 5

    Hari itu, Aruna menemui Andri di rumahnya. Dia sangat merindukan Andri. Sudah beberapa hari sejak ada Mawar mereka tak bertemu."Aku kangen kamu!" Sikap manja Aruna mulai terlihat saat bersama Andri."Aku juga." Andri memeluk Aruna.Seperti biasa mereka memadu kasih. Namun, Aruna tak menyadari kalau sedari tadi dia dibuntuti oleh Mahesa."Tok tok tok!"Andri keluar dari kamar, dia melihat dari jendela. Dia terkejut melihat Mahesa ada di depan rumahnya. Namun, dia berusaha tenang. Dia meminta Aruna untuk segera memakai bajunya."Selamat siang, cari siapa, Mas!" Andri membuka pintu."Mas Andri, dia itu Mas Mahesa suaminya Aruna. Dia pasti kesini cari Aruna." Seorang wanita keluar dari dapur bersama Aruna."Mas, ngapain ke sini? Dari mana Mas tahu rumah Anita?"Mahesa tampak bingung harus jawab apa. Dia tidak mungkin jujur tengah membuntuti Aruna."Maaf aku melihat mobilmu di depan tadi.""Kantor kamu kan jauh dari sini, Mas? Ngapain lewat sini?"Mahesa makin bingung, "Aku habis ketemu k

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 4

    Tak terdengar suara apapun dari dalam sana. Aruna makin curiga dengan apa yang mereka bahas. Aruna melihat dari celah lubang kunci tapi tak bisa terlihat.Terdengar langkah kaki, Aruna segera menjauh dari pintu itu."Aruna, Mbak pamit ya!""Pulang sekarang, Mbak?""Mahesa sudah di rumah, jadi Mbak pulang."Mawar lalu mengambil tasnya di kamar tamu dan segera pulang. Aruna masih penasaran dengan pembicaraan mereka."Bagaimana selama aku keluar kota? Apa saja yang kamu lakukan?"Tak seperti biasanya Mahesa menanyakan hal itu. Apa mungkin Mahesa menaruh curiga pada Aruna?"Tidak ada. Hanya sesekali bermain ke rumah teman. Selama ada Kak Mawar aku hanya pergi dengannya.""Teman? Siapa?"Aruna lupa kalau setahu Mahesa dia tak punya teman dekat."Oh itu aku punya teman baru. Baru kenal beberapa Minggu. Kami punya banyak kecocokan makanya mudah sekali akrab."Aruna berharap Mahesa tidak menaruh curiga. Mahesa tampak menganggukkan kepala tanda mengerti."Mas, apakah kamu mengenal wanita berna

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 3

    Sejak saat itu, Aruna memilih tidak bertanya lagi. Dia pasrah jika memang tak akan disentuh oleh Mahesa selamanya.Saat Aruna memainkan ponselnya, dia melihat vidio adegan dewasa. Aruna bukannya keluar dari vidio itu justru menontonnya sampai selesai."Bagaimana rasanya?" Itu yang Aruna pikirkan setelah menontonnya.Hingga lamunan Aruna buyar saat ada notif pesan masuk dari Andri. Pria itu mengirimkan fotonya sehabis olahraga dengan telanjang dada.Pikiran Aruna mulai tak karuan melihat tubuh atletis Andri. Ada gejolak yang sejatinya ingin disalurkan. Tapi dia kembali tersadar, dia tak bisa melakukannya dengan pria lain.Aruna menyusul Mahesa di ruang kerjanya. Dia berupaya menggoda suaminya itu. Namun, hasilnya nihil. Mahesa sama sekali tidak tertarik."Ngapain kamu pakai baju itu? Baju kurang bahan kok di pakai."Mahesa hanya mengatakan itu saat melihat Aruna memakai lingerie ke ruang kerjanya."Apa Mahesa tak normal?" pikir Aruna. Tapi, Aruna pernah melihat milik Mahesa bangun.Di

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 2

    Aruna tersadar, dia mendorong pria itu dengan kasar hingga pria itu tersungkur ke lantai."Dasar pria mesum!""Aku mesum!" Pria itu berdiri. "Bukannya Mbak yang memulai."Aruna sadar dia yang salah. Dia segera memberi upah pria itu dan menyuruhnya pergi.Setelah kejadian itu, Aruna lebih banyak terdiam. Ada rasa bersalah pada Mahesa. Walaupun tak sepenuhnya dia berniat berkhianat."Tidak ... Ini bukan salahku!" Aruna meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya khilaf semata.Namun, bukan melupakan pria asing itu. Aruna justru terbayang wajah tampan pria itu hingga dia sulit tidur.Malam itu, Aruna memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat hiburan. Dia kira dengan begitu dia akan melupakan pria itu. Namun, siapa sangka? Dia justru bertemu kembali dengan pria itu."Kamu lagi ... Apa kamu menguntitku?""Hah menguntit! Mana aku tahu Mbak akan ke sini! Aruna pergi meninggalkan pria itu, dia ingin bersenang-senang sesaat sebelum Mahesa kembali. Selama keluar kota, Mahesa hanya sesekali member

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 1

    Aruna terdiam menatap hujan dari balik jendela. Dia tengah menunggu kepulangan sang suami, Mahesa. Ada rasa sepi menyelimuti hati Aruna."Maaf, aku tidak bisa menyentuhmu." Satu kalimat itu selalu melekat dalam ingatan Aruna sejak dua tahun silam.KrettTerdengar pintu utama terbuka, sosok pria yang dia nantikan telah tiba. Seperti biasa, Aruna membantu Mahesa membuka jas kantor dan mengambil tas kerjanya."Air hangat sudah aku siapkan, Mas!"Mahesa hanya mengangguk dan berlalu menuju kamar pribadi mereka. Sementara, Aruna membuntitinya di belakang. Saat Mahesa mandi, Aruna menyiapkan makan malam."Aku sudah makan tadi dengan teman kantor."Padahal Aruna menantikan makan malam berdua dengannya. Tapi, Mahesa justru memilih mengabaikannya."Besok aku ada tugas keluar kota. Kamu siapkan bajuku malam ini.""Baik, Mas." Aruna terdiam. "Mas, boleh aku meminta sesuatu?""Apa?"Aruna menatap mata Mahesa, dan Mahesa seakan tahu apa yang Aruna maksud hanya dengan satu tatapan mata saja."Maaf,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status