共有

Bab 6

作者: Nabila Gemoy
last update 公開日: 2026-02-12 20:23:11

Aruna, kamu tidak tahu kalau Mahesa sudah menikah denganku? Dan kamu! Kamu orang ketiga dalam hubungan kami!" Hana menuding Aruna.

"Mas ... Apa benar yang dia katakan? Kenapa kamu sejahat itu, Mas?"

"Aruna, maafkan aku! Aku menikahi kamu karena paksaan papa. Papa punya hutang budi pada keluarga kamu."

Aruna tak habis pikir selama ini justru dia yang menjadi orang ketiga.

Pertengkaran mereka sampai ke telinga Bobi, pria itu tidak ingin Aruna meninggalkan Mahesa. Dia mencari cara agar Aruna tetap bersama Mahesa.

"Mahesa, papa tidak mau kalian bercerai! Cepat lakukan kewajiban kamu sebagai seorang suami! Jika perlu, buat Aruna hamil secepatnya!"

Mahesa merasa tertekan disatu sisi dia tidak sanggup menyentuh Aruna karena dia masih mencintai Hana. Tetapi, orang tuanya menekan agar tetap bersama Aruna. Mahesa dilema karena mencintai dua wanita sekaligus .

Malam itu, Aruna duduk seorang diri di balkon. Dia menatap langit yang tampak mendung.

"Sayang, aku harap kamu pikirkan kembali. Jangan sampai kamu menyesal!"

"Aku menyesal? Tidak akan!"

Aruna berbalik dan menatap Mahesa, dia merasa jijik dengan tingkah Mahesa.

"Aku janji, aku akan menjalankan kewajiban aku sebagai seorang suami. Aku akan memberikan apa yang harusnya menjadi milikmu."

Mahesa mendekati Aruna, namun Aruna justru menjauh dan meninggalkan Mahesa di balkon seorang diri.

Mahesa merasa sakit hati mendapat penolakan dari Aruna. Sementara, orang tuanya terus menekannya. Hingga Mahesa mendapatkan cara agar bisa menyentuh Aruna.

Setelah makan malam, Aruna merasakan pusing di kepala. Dia ke kamar merebahkan diri. Dia merasa ada yang tidak beres. Namun, dia tak dapat berpikir jernih saat itu. Aruna terbaring tak berdaya diatas kasur empuknya.

Mahesa yang sudah menunggu kesempatan itu langsung saja beraksi. Namun, Mahesa terkejut setelah melakukannya.

"Apa? Aruna sudah pernah melakukannya? Tapi dengan siapa?" Mahesa memakai kembali bajunya setelah semua usai.

Aruna mengeliat, dia merasakan ada yang aneh karena saat terbangun dia tanpa sehelai benangpun. Aruna menatap nyalang ke arah Mahesa.

"Jahat kamu, Mas!" Aruna memakai bajunya dan segera ke kamar mandi.

Malam itu, Aruna memutuskan untuk pergi dari rumah. Dia tidak ingin bertemu Mahesa untuk sementara waktu. Namun, keluarga Mahesa selalu saja tahu dimana Aruna bersembunyi.

"Aruna, kenapa kamu pergi dari rumah?" Mawar datang bersama Bobi. "Maafkan kesalahan Mahesa, dia tidak pernah mencintai wanita itu. Mahesa hanya dimanfaatkan oleh wanita miskin itu."

"Dulu saat aku menuntut semua, dia tak mau memberikannya. Tapi kenapa setelah aku tahu kebusukannya dia baru melakukannya? Namun, cara dia salah! Aku tidak suka!"

"Aruna, ayolah! Papa janji akan membereskan hubungan Mahesa dengan wanita itu. Setelah itu, kalian bisa bahagia berdua."

Bobi dan Mawar membujuk Aruna. Aruna tetap pada pendiriannya untuk bercerai dari Mahesa.

Bobi mulai menekan Aruna, jika Aruna tidak kembali pada Mahesa dia akan mengakhiri hidupnya. Aruna wanita yang tidak tegaan, dia terpaksa kembali ke rumah Mahesa lagi.

Sejak saat itu, Aruna dan Mahesa tinggal bersama. Walaupun terkadang Aruna masih bertemu dengan Andri.

Andri menyadari hubungannya dengan Aruna salah. Tetapi, dia sangat mencintai Aruna. Namun, untuk merebut Aruna dari Mahesa dia tidak mampu. Kecuali jika Aruna sendiri yang ingin mengakhiri dengan Mahesa.

"Kamu kenapa?" tanya Aruna melihat raut wajah Andri yang tampak murung.

"Jika kamu tidak bisa bercerai dari Mahesa. Biarkan aku yang mengalah!"

"Jangan! Kamu jangan tinggalin aku! Aku mencintaimu!"

"Tapi kamu istri orang, Mbak. Bagaimana kalau Mahesa tahu?"

Aruna terdiam, dia menatap wajah Andri dengan sangat serius.

"Jika kamu mencintai aku, bantu aku lepas dari Mahesa. Seharusnya dia tahu aku pernah melakukannya, nyatanya dia diam saja."

Aruna dan Andri saling diam, mereka saling bertatap muka.

"Apa dia ingin kamu hamil? Biar kalian tidak jadi cerai?" tanya Andri.

Aruna mengangguk, dia yakin apa yang dikatakan Andri benar. Namun, dia tak ingin mengandung anak Mahesa. Pria yang dia tahun telah membohonginya.

***

"Apa? Kamu telah menyentuhnya? Apa kamu tidak menyayangi aku lagi?" Hana marah besar ketika Mahesa mengatakan dia dan Aruna sudah melakukannya. "Dia sudah berselingkuh tapi kamu mau aja sama dia."

"Aku tahu dia berselingkuh, bagus lagi kalau dia hamil. Dimata semua orang itu anakku. Dan aku tidak peduli itu anakku atau tidak setidaknya papa tidak menekankan aku lagi."

"Lalu bagaimana denganku?"

"Sebaiknya kita cerai saja!"

"Tidak! Aku tidak mau! Kamu tidak akan bisa lepas dariku!"

Jika Mahesa akan mengikat Aruna dengan anak. Maka, Hana pun melakukan hal yang sama pada Mahesa. Dia harus segera hamil agar Mahesa tidak meninggalkan dirinya.

Mahesa masih menjalani kehidupan dengan dua istri. Namun, saat ini dia fokus pada Aruna. Wanita pilihan keluarga dan yang dia cintai juga.

"Sayang, kita honeymoon yuk!"

"Untuk apa? Biar aku cepat hamil lalu aku gak bisa cerai sama kamu?"

"Bukan begitu, aku hanya ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan aku yang dulu, Sayang!"

"Kemana saja selama ini? Disaat aku sudah tak butuh kamu, malah kamu baru sadar! Maaf aku gak butuh honeymoon!"

Aruna menatap nyalang ke arah Mahesa. Seketika Mahesa menunduk. Baru kali ini, Aruna terlihat sangat garang. Dua tahun menikah, Mahesa sama sekali tak pernah melihat Aruna semarah itu.

"Jangan harap aku akan mengandung anakmu!"

Aruna meninggalkan Mahesa, dia memilih mengunci diri di dalam kamar. Aruna terus berpikir, agar bisa lepas dari Mahesa dan keluarganya. Namun, di saat seperti ini dia merasa buntu.

Dia merebahkan diri diatas kasur. Mencoba mencari cara, hingga terlintas satu ide dibenaknya.

"Hanya dia yang bisa membantuku! Tapi dimana dia tinggal?" Aruna bangun, lalu mengambil ponselnya.

Sesaat kemudian, dia bisa menemukan seseorang yang dia cari. Harapan dia sangat besar mendapat bantuannya.

Aruna mengirim pesan "Aku Aruna, bisakah kita bertemu di cafe putri jam 4 sore."

Pesan itu sudah terkirim, berharap akan dibalas dengan cepat. Namun, setelah menunggu beberapa menit tak ada balasan. Aruna memutuskan untuk tidur karena dia merasa lelah.

"Mama ... Mama ...!" Suara anak kecil itu terdengar jelas di telinga Aruna. "Aku dan Papa menyayangi Mama!" Terlihat jelas, Mahesa menuntut anak laki-laki berusia 4 tahun.

"Tidak ....!" Aruna terbangun dari tidurnya. "Untung hanya mimpi! Aku tidak boleh hamil anaknya Mahesa!"

Aruna mencuci wajahnya, dia membuka pintu kamarnya. Dia tiba-tiba merasa pusing dan tidak sadarkan diri.

"Aruna.... Bangun sayang!" Suara Mahesa terdengar. Aruna membuka mata, terlihat jelas wajah sumringah Mahesa. Di sampingnya ada pria berjas putih, tampaknya seorang dokter.

"Sayang, ada kabar bahagia!"

"Kabar bahagia apa?" Aruna memijat kepalanya yang masih sedikit pusing.

"Kamu hamil."

Mata Aruna melotot, dia tidak menyangka akan hamil secepat itu. Mimpinya menjadi kenyataan. Namun, dia berharap itu bukan anak Mahesa melainkan anak Andri, pria yang sangat dia cintai.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 6

    Aruna, kamu tidak tahu kalau Mahesa sudah menikah denganku? Dan kamu! Kamu orang ketiga dalam hubungan kami!" Hana menuding Aruna."Mas ... Apa benar yang dia katakan? Kenapa kamu sejahat itu, Mas?""Aruna, maafkan aku! Aku menikahi kamu karena paksaan papa. Papa punya hutang budi pada keluarga kamu."Aruna tak habis pikir selama ini justru dia yang menjadi orang ketiga.Pertengkaran mereka sampai ke telinga Bobi, pria itu tidak ingin Aruna meninggalkan Mahesa. Dia mencari cara agar Aruna tetap bersama Mahesa."Mahesa, papa tidak mau kalian bercerai! Cepat lakukan kewajiban kamu sebagai seorang suami! Jika perlu, buat Aruna hamil secepatnya!"Mahesa merasa tertekan disatu sisi dia tidak sanggup menyentuh Aruna karena dia masih mencintai Hana. Tetapi, orang tuanya menekan agar tetap bersama Aruna. Mahesa dilema karena mencintai dua wanita sekaligus .Malam itu, Aruna duduk seorang diri di balkon. Dia menatap langit yang tampak mendung."Sayang, aku harap kamu pikirkan kembali. Jangan s

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 5

    Hari itu, Aruna menemui Andri di rumahnya. Dia sangat merindukan Andri. Sudah beberapa hari sejak ada Mawar mereka tak bertemu."Aku kangen kamu!" Sikap manja Aruna mulai terlihat saat bersama Andri."Aku juga." Andri memeluk Aruna.Seperti biasa mereka memadu kasih. Namun, Aruna tak menyadari kalau sedari tadi dia dibuntuti oleh Mahesa."Tok tok tok!"Andri keluar dari kamar, dia melihat dari jendela. Dia terkejut melihat Mahesa ada di depan rumahnya. Namun, dia berusaha tenang. Dia meminta Aruna untuk segera memakai bajunya."Selamat siang, cari siapa, Mas!" Andri membuka pintu."Mas Andri, dia itu Mas Mahesa suaminya Aruna. Dia pasti kesini cari Aruna." Seorang wanita keluar dari dapur bersama Aruna."Mas, ngapain ke sini? Dari mana Mas tahu rumah Anita?"Mahesa tampak bingung harus jawab apa. Dia tidak mungkin jujur tengah membuntuti Aruna."Maaf aku melihat mobilmu di depan tadi.""Kantor kamu kan jauh dari sini, Mas? Ngapain lewat sini?"Mahesa makin bingung, "Aku habis ketemu k

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 4

    Tak terdengar suara apapun dari dalam sana. Aruna makin curiga dengan apa yang mereka bahas. Aruna melihat dari celah lubang kunci tapi tak bisa terlihat.Terdengar langkah kaki, Aruna segera menjauh dari pintu itu."Aruna, Mbak pamit ya!""Pulang sekarang, Mbak?""Mahesa sudah di rumah, jadi Mbak pulang."Mawar lalu mengambil tasnya di kamar tamu dan segera pulang. Aruna masih penasaran dengan pembicaraan mereka."Bagaimana selama aku keluar kota? Apa saja yang kamu lakukan?"Tak seperti biasanya Mahesa menanyakan hal itu. Apa mungkin Mahesa menaruh curiga pada Aruna?"Tidak ada. Hanya sesekali bermain ke rumah teman. Selama ada Kak Mawar aku hanya pergi dengannya.""Teman? Siapa?"Aruna lupa kalau setahu Mahesa dia tak punya teman dekat."Oh itu aku punya teman baru. Baru kenal beberapa Minggu. Kami punya banyak kecocokan makanya mudah sekali akrab."Aruna berharap Mahesa tidak menaruh curiga. Mahesa tampak menganggukkan kepala tanda mengerti."Mas, apakah kamu mengenal wanita berna

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 3

    Sejak saat itu, Aruna memilih tidak bertanya lagi. Dia pasrah jika memang tak akan disentuh oleh Mahesa selamanya.Saat Aruna memainkan ponselnya, dia melihat vidio adegan dewasa. Aruna bukannya keluar dari vidio itu justru menontonnya sampai selesai."Bagaimana rasanya?" Itu yang Aruna pikirkan setelah menontonnya.Hingga lamunan Aruna buyar saat ada notif pesan masuk dari Andri. Pria itu mengirimkan fotonya sehabis olahraga dengan telanjang dada.Pikiran Aruna mulai tak karuan melihat tubuh atletis Andri. Ada gejolak yang sejatinya ingin disalurkan. Tapi dia kembali tersadar, dia tak bisa melakukannya dengan pria lain.Aruna menyusul Mahesa di ruang kerjanya. Dia berupaya menggoda suaminya itu. Namun, hasilnya nihil. Mahesa sama sekali tidak tertarik."Ngapain kamu pakai baju itu? Baju kurang bahan kok di pakai."Mahesa hanya mengatakan itu saat melihat Aruna memakai lingerie ke ruang kerjanya."Apa Mahesa tak normal?" pikir Aruna. Tapi, Aruna pernah melihat milik Mahesa bangun.Di

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 2

    Aruna tersadar, dia mendorong pria itu dengan kasar hingga pria itu tersungkur ke lantai."Dasar pria mesum!""Aku mesum!" Pria itu berdiri. "Bukannya Mbak yang memulai."Aruna sadar dia yang salah. Dia segera memberi upah pria itu dan menyuruhnya pergi.Setelah kejadian itu, Aruna lebih banyak terdiam. Ada rasa bersalah pada Mahesa. Walaupun tak sepenuhnya dia berniat berkhianat."Tidak ... Ini bukan salahku!" Aruna meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya khilaf semata.Namun, bukan melupakan pria asing itu. Aruna justru terbayang wajah tampan pria itu hingga dia sulit tidur.Malam itu, Aruna memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat hiburan. Dia kira dengan begitu dia akan melupakan pria itu. Namun, siapa sangka? Dia justru bertemu kembali dengan pria itu."Kamu lagi ... Apa kamu menguntitku?""Hah menguntit! Mana aku tahu Mbak akan ke sini! Aruna pergi meninggalkan pria itu, dia ingin bersenang-senang sesaat sebelum Mahesa kembali. Selama keluar kota, Mahesa hanya sesekali member

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 1

    Aruna terdiam menatap hujan dari balik jendela. Dia tengah menunggu kepulangan sang suami, Mahesa. Ada rasa sepi menyelimuti hati Aruna."Maaf, aku tidak bisa menyentuhmu." Satu kalimat itu selalu melekat dalam ingatan Aruna sejak dua tahun silam.KrettTerdengar pintu utama terbuka, sosok pria yang dia nantikan telah tiba. Seperti biasa, Aruna membantu Mahesa membuka jas kantor dan mengambil tas kerjanya."Air hangat sudah aku siapkan, Mas!"Mahesa hanya mengangguk dan berlalu menuju kamar pribadi mereka. Sementara, Aruna membuntitinya di belakang. Saat Mahesa mandi, Aruna menyiapkan makan malam."Aku sudah makan tadi dengan teman kantor."Padahal Aruna menantikan makan malam berdua dengannya. Tapi, Mahesa justru memilih mengabaikannya."Besok aku ada tugas keluar kota. Kamu siapkan bajuku malam ini.""Baik, Mas." Aruna terdiam. "Mas, boleh aku meminta sesuatu?""Apa?"Aruna menatap mata Mahesa, dan Mahesa seakan tahu apa yang Aruna maksud hanya dengan satu tatapan mata saja."Maaf,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status