MasukTidak, itu hanya becanda Karina pada Alfan saja agar pembicaraan mereka tidak terlalu garing dan sepi. "Boleh sebentar, cantik"Alfan mengambil dompetnya yang ada di saku jas nya kemudian mengeluarkan semua uang cash yang ada di dalam dompet itu. "Cuma ada segini uang cash nya, nanti transfer aja ya sisanya" Ucap Alfan. Karina tertawa meliat hanya ada 3 lembar uang pecahan ratusan. "Gak mau ah, sedikit banget itu Mas""Kan Mas transfer cantik" Ucap Alfan gemas. "Hadiah tambahan buat Mas mana? " Tanya Alfan menyodorkan tangannya setelah ia ketakkan dompetnya di meja dekat kasur. "Oh iya Mas Aku lupa, bentar ya aku ambil dulu" Ucap Karina. "Eh besok aja deh, kamu sekarang istirahat aja. Mas tadi cuma becanda doang kok " Ucap Alfan merasa tidak enak mengganggu istirahat sang istri. "Engga Mas sekarang aja, Karina emang udah nyiapin harian khusus buat Mas" Ucap karina Antusias. Karina bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan menuju lemari untuk mengambil hadiah yang sudah ia siapk
"Terima kasih untuk semua teman-teman dan rekan bahkan keluarga yang sudah bersedia hadir untuk memenuhi undangan bumil yang paling saya cintai" Ungkapan Alfan dengan tulus. "" Last but not least untuk istri saya, dunia saya Terima kasih sudah memberikan hadiah yang cukup besar di hari yang spesial ini, Terima kasih sudah merayakan hari ini""Untuk bayi yang masih di dalam perut Bunda, Terima kasih sudah menemani Bunda mempersiapkan ini semua untuk Ayah" Alfan menunduk kemudian mencium perut Rata Karina. Karina tangkup wajah Alfan dengan lembut"Sama-sama Ayah, bahagia terus yah" Ucap Karina dengan tulus di sertai tangisan bahagia. Selsai dengan Karina Kini Alfan mendekati sang Ibu yang sedari tadi menatapnya haru, anaknya sudah cukup besar bahkan sudah dewasa saat ini. Ia akan menjadi Ayah. Ia peluk Alfan"Selamat Ya Fan, Mamah bahagia banget liat kamu nak. Jaga istri kamu, sayangi dia" Pesan mamah Sekar untuk Alfan. "Jaga juga calon anak kamu, besarin dia dengan tulus. Senang s
Karina mengecup seluruh wajah Alfan membuat Alfan tersenyum gembira. "Eh eh" Alfan menyadari Karina bernampilan rapi hari ini sehingga ia menatap Karina dari atas sampai kebawah. "Kok kamu rapih banget sih? Kan Mas bilang gak jadi dinner nya kalo kamu capek" Ucap Alfan. "Ikut Karina dulu yuk Mas! " Karina menggandeng tangan Alfan, ia bawa Alfan yang masih bingung ke halaman samping rumah mereka. Happy birthday to youHappy birthday to youHappy birthday to youHappy birthday to you happy birthday Mas Alfan ganteng. Suara nyanyian itu terdengar nyaring di telinga Alfan, ia terharu bahkan sangat terharu apalagi semua orang kesayangan dan orang dekat nha ikut hadir untuk merayakan hari yang tak pernah ia peringati sebelum nya. Ia berbalik namun tak menemukan sang istri, di tarik oleh sang Ibu ia di bawa menuju sebuah meja kecil. "Sini dulu Fan""Istri Alfan mana? ""Ada, tunggu aja"Tak berselang lama Alfan lihat Karina di depan sana dengan berbagai jenis kur, mulai dari cake bua
Yeyy hari ini adalah hari spesial buat Alfan. Setelah hampir satu minggu mejar-kejaran dengan jam kerja Alfan. Kini karina dapat menghela nafasnya dengan lega setelah ia berhasil mengundang beberapa rekan kerja Alfan bahkan ia berhasil meminta orang tua Alfan untuk datang ke rumahnya malam ini karena ia akan membuat sedikit pesta untuk Alfan sekaligus mengumumkan kehamilan anak pertamanya. Alfan hari ini melakukan meeting di bogor dan kemungkinan Alfan akan tiba pukul 7 malam. Karina tahu dari Rafa asisten sang suami. Sejak pagi tadi karina sengaja menghindari Alfan dengan alasan ia ada pekerjaan yang harus di kerjakan sekarang juga yang mengharuskan ia untuk pergi ke ruangan kerjanya pagi-pagi padahal itu tidak sama sekali. Setelah memastikan Alfan pergi ia baru kembali keluar ruangan dan karina juga kedatangan tim dekor yang sudah ia hubungi beberapa hari sebelumnya, di keadaan yang seperti ini ia tidak sanggup jika harus menghias sesuai keinginan nya . *****Persiapan demi per
"Kamu udah ngisi ya sayang" Pertanyaan itu membuat Karina melotot bagaimana sang Ibu bisa tau. Flashback on:Beberapa hari sebelum berangkat mangantar Aldo lamaran. Karina merasakan ada yang berbeda dari dirinya, mood-nya yang suka berantakan bahkan ketap sekali ia meluapkan emosi atau amarahnya kepada sang suami untung saja sang suami sabar dan terus memahaminya. Cukup jelas sebenarnya apa yang dipikirkan Karina, ia sudah mengalami keterlambatan kedatangan tamu bulanan nya sejak seminggu lalu namun ia tidak gegabah memberi tahu hal yang belum pasti apalagi kepada Alfan yang memang sudah cukup bersemangat untuk memiliki buah hati. Karina kini tengah menyusun bekal untuk makan sang suami. "Mas ini bekalnya sudah Karina siapin ua" Ucao Karina sedikit berteriak agar Alfan mendengar. "Iya, sebentar lagi aku turun" Ucap Alfan berteriak juga. "Iya Mas"Karina bergegas menyusul Alfan yang tengah bersiap dengan pakaian formalnya. Seperti baju putih di lengkapi jas warna hitam yang membu
Hanya memakan waktu 30 menitan, mereka tiba di sebuah rumah minimalis berwarna coklat terang yang sudah ramai oleh orang, bahkan beberapa orang sudah menyambut kedatangan mereka. Ini pengalaman pertama Karina mengantar orang lamaran, ia belum pernah sebelum nya karena terlalu sibuk dengan kerjaannya. Karina tidak bisa di ganggu gugat kalau di paksa orang tuanya juga. Ia beralasan sibuk dengan kerjaan. Di bantu sang suami yang berubah drastis seperti super hero itu Karina turun dari mobil, ia berjalan dengan tangan yang sudah di gandeng oleh Alfan. "Selamat datang kak, silahkan masuk" Sapaan mereka dapat dari kerabat pihak wanita. Karina hanya menanggapi dengan senyuman kemudian melanjutkan langkahnya. Entah hanya perasaan nya saja atau memang kenyataan bahwa kini ia dan suaminya menjadi pusat perhatian di sini, ia tau suaminya ini tampan tiada tandingannya, tapi bisa tidak jangan memandang dengan berlebihan. Bila-bila ia mengamuk dan mencakar semua wajah gadis yang menatap
"Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen
Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew
Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina
"Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s







